
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) menggelar pelantikan akbar 15 Pengurus Daerah se-Indonesia yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional pada Sabtu, 29 Syawal 1447 (18/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi sekaligus penguatan jaringan gerakan mahasiswa di berbagai wilayah.
Pelantikan tersebut diikuti oleh pengurus daerah dari sejumlah provinsi serta dihadiri jajaran pimpinan nasional Hidayatullah dan tokoh kepemudaan. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Ketua DPP Hidayatullah Bidang Perkaderan Dr. Abdul Ghaffar Hadi, Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah Haniffudin Chaniago, serta pimpinan PP GMH yang terdiri dari Ketua Umum Rizki Ulfahadi, Sekretaris Jenderal Ahmad Jailani, dan Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Jaringan Giri Nopela.
Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan pengurus daerah merupakan bagian dari penguatan struktur organisasi sekaligus langkah memperluas basis kader di lingkungan mahasiswa.
PP GMH menegaskan upaya penguatan organisasi mahasiswa yang melibatkan pengurus daerah sebagai bagian dari struktur gerakan mahasiswa Hidayatullah di berbagai wilayah Indonesia.
“Pelantikan ini adalah peneguhan arah gerakan. Kita sedang membangun fondasi organisasi yang lebih kokoh dan memperluas basis kader di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan pengurus daerah diharapkan dapat memperkuat peran organisasi mahasiswa di berbagai kampus serta menjadi penggerak kaderisasi kepemimpinan di kalangan generasi muda.
“Kami ingin GMH tumbuh sebagai gerakan nasional yang hidup di kampus-kampus dan mampu melahirkan pemimpin muda yang siap berkontribusi bagi umat dan bangsa,” kata Rizki.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Seminar Nasional yang membahas dinamika gerakan mahasiswa di tengah perubahan sosial yang terus berkembang. Rizki menyebut forum tersebut disiapkan sebagai ruang penyelarasan visi organisasi serta penguatan orientasi gerakan.
“Struktur penting, tetapi penguatan gagasan dan nilai perjuangan juga sama pentingnya. Karena itu, konsolidasi organisasi harus berjalan bersama penguatan ide dan kepemimpinan,” ujarnya.
Relevansi Organisasi Mahasiswa
Dalam sesi seminar, Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah, Haniffudin Chaniago, menyoroti pentingnya organisasi mahasiswa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ia menyampaikan bahwa penguatan tata kelola organisasi dan budaya kolaboratif menjadi bagian penting dalam pengembangan gerakan mahasiswa.
Haniffudin juga menyinggung perlunya perhatian terhadap keberlanjutan kaderisasi sebagai dasar penguatan organisasi. Menurutnya, organisasi mahasiswa memerlukan sistem pengelolaan yang mampu menjaga kesinambungan kepemimpinan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Rizki Ulfahadi menambahkan bahwa seminar tersebut menjadi forum untuk merumuskan arah gerakan mahasiswa yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
“Seminar ini menjadi uang konsolidasi gagasan untuk membangun organisasi mahasiswa yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya.






