AdvertisementAdvertisement

HISUF Solo Bekali Santri Hadapi Dunia Kampus dan Tantangan Era Digital

Content Partner

SOLO (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah Student Forum (HISUF) Solo membekali santri kelas XII dengan kesiapan menghadapi dunia perkuliahan, menjaga identitas diri, dan menyikapi tantangan era digital. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian roadshow HISUF setelah sebelumnya berlangsung di Yogyakarta dan Magelang.

HISUF Solo digelar di aula Kampus MA Nurul Iman, Surakarta, Senin (5/10/2026), dengan melibatkan santri kelas XII MA Al Kahfi Hidayatullah Surakarta dan santriwati kelas XII MA Nurul Iman Yayasan Al Kahfi Hidayatullah Surakarta.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah Imam Nawawi dan Ketua Pemuda Hidayatullah DIY-Jateng Bagian Selatan Mir Fakhri Ahmad. Para peserta mengikuti materi dan diskusi mengenai kehidupan mahasiswa, jati diri, komitmen berjamaah, serta tantangan media sosial.

Kepala MA Nurul Iman, Ustaz Suyatman, mengapresiasi pelaksanaan HISUF. Menurutnya, pembinaan semacam ini penting bagi santri kelas XII sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kegiatan Hidayatullah Student Forum ini sangat dibutuhkan bagi santri yang hendak lulus,” kata Suyatman.

Ia berharap pembekalan tersebut membantu santri menjaga istiqamah dan mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di pesantren.

Perkuat Jati Diri dan Komitmen Berjamaah

Salah seorang peserta, Ghulam Reza, santri MA Al Kahfi Surakarta, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi HISUF bermanfaat untuk mempersiapkan diri memasuki dunia perkuliahan sekaligus menjaga komitmen berjamaah.

“Saya bersyukur forum ini diadakan di ma’had kami karena materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi saya sebagai bekal dalam mengarungi dunia perkuliahan kelak. Materi ini juga dapat memandu saya untuk tetap berkomitmen dalam berjamaah meskipun sudah berada di kampus,” ungkap Ghulam.

Hal senada disampaikan Alya Annisa, santriwati MA Nurul Iman Surakarta. Ia menilai HISUF relevan sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan kampus.

“Setelah mengikuti HISUF ini, saya berkomitmen untuk terus menerapkan nilai-nilai Islam yang sudah menjadi rutinitas saat berada di pondok. Nantinya pasti akan ada rintangan yang bisa menggoyahkan prinsip berislam dan berjamaah saat di kampus,” ujarnya.

Alya berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Harapannya acara ini terus berlangsung, mungkin tiga bulan sekali atau kalau bisa sebulan sekali, karena seru dan sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Siapkan Santri Hadapi Tantangan Digital

Imam Nawawi menegaskan bahwa menjaga nilai dan kebiasaan positif pesantren saat memasuki dunia kampus membutuhkan ilmu dan komitmen yang kuat. Mahasiswa akan menghadapi lingkungan pergaulan, arus informasi, serta berbagai tantangan yang lebih beragam.

“Tentu rintangan di dunia kampus sangat beragam. Karena itu, sejak dini mereka harus mempersiapkan ilmu dan komitmen yang kuat untuk menghadapinya. Mereka harus terus belajar dan berprestasi, menguatkan berjamaah, serta memiliki strategi menghadapi algoritma yang berkembang di media sosial saat ini melalui semangat Hidayatullah,” terang Imam.

Sementara itu, Mir Fakhri Ahmad mengajak peserta mengenali tren negatif di media sosial dan menyiapkan langkah konkret untuk menghadapinya. Menurutnya, santriwan maupun santriwati sama-sama perlu memahami risiko yang muncul seiring perkembangan dunia digital.

“Tren negatif ini berjalan seimbang antara santri maupun santriwati. Semua memiliki risiko yang sama. Dengan berbagai macam dinamikanya, santri Hidayatullah harus mengerti apa saja tren negatif itu. Mereka juga harus memiliki langkah konkret yang bisa menyelamatkan diri dari tren negatif yang berkembang,” jelas Mir Fakhri.

Ia berharap para santri terus mengembangkan prestasi dan menjaga prinsip hidup ketika menjadi mahasiswa. Dengan demikian, perpindahan dari pesantren menuju kampus dapat menjadi kesempatan memperluas ilmu, pengalaman, dan pengabdian tanpa kehilangan nilai-nilai Islam yang telah dibangun.

Melalui HISUF Solo, para santri diajak mempersiapkan diri menghadapi dunia kampus dengan kesiapan akademik, keteguhan jati diri, kemampuan menyikapi perubahan zaman, serta komitmen untuk tetap berislam dan berjamaah.

Reporter: Mir FA
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Naspi Arsyad Tekankan Pentingnya Kualitas SDM dalam Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc., menegaskan bahwa kualitas sumber daya...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img