
DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc., menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam keberhasilan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH).
Hal tersebut disampaikan Naspi dalam Workshop Penguatan dan Implementasi Penjaminan Mutu Internal yang diikuti unsur pimpinan PTH di Aula STIE Hidayatullah, kawasan terpadu Kampus Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Senin (12/10/2026).
Menurut Naspi, keberhasilan penjaminan mutu tidak cukup ditopang oleh dokumen dan mekanisme administratif, tetapi juga membutuhkan pemahaman serta komitmen seluruh pihak yang menjalankan sistem tersebut.
Ia menekankan pentingnya kesamaan pemahaman mengenai tujuan SPMI agar kebijakan, perencanaan, dan evaluasi mutu benar-benar mendorong perbaikan pendidikan secara berkelanjutan.
“Tanpa kesamaan pemahaman di antara para pengelola, penjaminan mutu berisiko berhenti sebagai pemenuhan prosedur, bukan menjadi instrumen perbaikan berkelanjutan terhadap proses pendidikan dan hasil pembelajaran,” terangnya.
Dalam pengembangan SDM, Naspi mengingatkan agar pengelola tidak terburu-buru menghakimi kualitas kader. Menurutnya, kapasitas kader juga dipengaruhi oleh sistem pembinaan, pendidikan, dan pengembangan kompetensi yang dibangun organisasi.
Karena itu, evaluasi perlu menyasar individu sekaligus sistem yang membentuknya. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya insani di lingkungan perguruan tinggi Hidayatullah.
Naspi juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan paradigma Sistematika Wahyu ke dalam pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari arah pendidikan, kurikulum, dan pembelajaran hingga pembentukan karakter peserta didik.
“Sistem nilai yang menjadi landasan organisasi hendaknya mampu diterjemahkan secara konsisten ke dalam arah pendidikan, kurikulum, pembelajaran, dan pembentukan karakter peserta didik,” katanya.
Ia mengingatkan agar pengelola PTH tidak hanya berfokus pada struktur dan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian terhadap suprastruktur, termasuk nilai, paradigma, dan orientasi pendidikan. Keselarasan seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun mutu institusi.
Naspi juga meminta pimpinan PTH agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang masih terbatas. Menurutnya, keberhasilan tidak cukup diukur dari angka atau pemenuhan target administratif, tetapi harus terlihat dari peningkatan kualitas pendidikan, kapasitas SDM, penerapan nilai organisasi, dan manfaat bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa zona nyaman dapat menghambat kemajuan karena melemahkan dorongan untuk berinovasi dan memperbaiki sistem. Karena itu, pengelola perguruan tinggi perlu memperkuat profesionalisme, perencanaan, dan tata kelola agar mampu merespons tantangan zaman.
“Kita harapkan, workshop penguatan SPMI Perguruan Tinggi Hidayatullah ini menjadi proses pembaruan institusi yang berorientasi pada kualitas dan kemajuan pendidikan,” pesannya di hadapan pimpinan jaringan PTH se-Indonesia.







