Beranda blog Halaman 113

Seminar Rangkaian Rakerwil Hidayatullah Sulut Angkat Sinergi dan Inovasi untuk Pendidikan Islam

0

MANADO (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Seminar Nasional Pendidikan Islam bertajuk “Pendidikan Islam Menjawab Tantangan Abad 21” sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sulut. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka di Ballroom Hotel Sahid Kawanua, Manado, Sabtu, 17 Rajab 1446 H (18/1/2025).

Ketua DPW Hidayatullah Sulut, Samsul Arifin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, serta merancang program kerja wilayah yang fokus pada bidang pendidikan dan dakwah.

Samsul juga menegaskan pentingnya sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, baik organisasi Islam, pemerintah, maupun komunitas lainnya, untuk mendukung pelaksanaan program-program yang bermanfaat.

“Alhamdulillah selama ini sinergi dan kolaborasi Hidayatullah telah terjalin dan terlaksana dengan semua elemen keumatan. Baik dengan MUI dibuktikan dengan beberapa pengurus DPD Hidayatullah telah masuk jajaran pengurus MUI di daerah, dan ormas-ormas lain serta komunitas-komunitas yang peduli dengan keumatan di Sulut,” ujarnya.

Lanjut Samsul, Hidayatullah juga telah menjalin sinergitas dan kolaborasi dengan Kementrian Agama dan Pemerintah daerah yang sejak bertahun-tahun telah membantu perkembangan Hidayatullah.

Dia menyebut kini Hidayatullah Sulut telah hadir 9 pesantren, 5 Madrasah Ibtidaiyah, 4 Madrasah Tsanawiyah, 3 Madrasah Aliyah, dan 1 Ma’had Haji yang ada di sulawesi Utara merupakan salah satu kolaborasi Hidayatullah dengan pemerintah daerah.

“Ini merupakan peran partisipasi Hidayatullah untuk mensukseskan program-program pemerintah sekaligus menjalankan amanah konstitusi yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” imbuhnya.

Aktualisasi Nilai Tauhid dalam Pendidikan Islam

Salah satu panelis dalam seminar, Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd, menyampaikan gagasan penting tentang pendidikan integral berbasis Tauhid. Ia menekankan bahwa pendidikan Islam harus mampu membangun sumber daya insani yang beriman, bertakwa, dan berilmu pengetahuan, serta mampu menguasai teknologi yang memberikan maslahat bagi kehidupan.

“Pendidikan Islam berbasis Tauhid bukan hanya soal pembentukan akhlak mulia, tetapi juga menjawab kebutuhan zaman dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, intelektual, dan teknologi. Kita harus melahirkan generasi yang tidak hanya paham agama, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” tegas Nanang.

Dalam seminar ini, Nanang menggarisbawahi pentingnya transformasi pendidikan Islam agar relevan dengan era globalisasi dan disrupsi teknologi. Menurutnya, pendekatan integral ini akan menghasilkan generasi muda yang berkepribadian Islami, kreatif, dan kompetitif.

“Membangun pendidikan berbasis Tauhid berarti menanamkan nilai-nilai keimanan sebagai fondasi, yang kemudian diperkuat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan seperti ini akan melahirkan generasi yang mampu menghadirkan solusi untuk peradaban manusia,” tambahnya.

Nanang juga menyampaikan salam hormat dari Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq, MA, kepada seluruh peserta Rakerwil. Ia mengungkapkan apresiasinya atas perhatian besar yang diberikan oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kementerian Agama, dalam mendukung kegiatan ini.

Pendidikan Islam sebagai Pilar

Seminar ini turut menghadirkan Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Prof. Dr. Moh. Idris, M.Pd, dan Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Ahmad Sholeh, M.Pd.

Keduanya sepakat bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia.

Prof. Idris menyoroti tantangan besar yang dihadapi pendidikan Islam di era digital. Menurutnya, distraksi teknologi dan perubahan pola hidup memerlukan pendekatan pendidikan yang adaptif tanpa kehilangan esensi nilai-nilai Islam.

“Kita harus memastikan pendidikan Islam tetap relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai sarana membentuk karakter Islami,” ungkapnya.

Sementara itu, H. Ahmad Sholeh menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan Islam.

“Kerja sama yang solid adalah kunci untuk mencetak generasi unggul yang kompeten secara intelektual dan memiliki akhlak mulia. Ini adalah tantangan bersama yang harus kita jawab,” ujarnya.

Sinergi untuk Masa Depan

Pembukaan Rakerwil DPW Hidayatullah Sulut dilakukan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Utara, H. Arfani Basuki, MH, yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga Islam untuk memajukan pendidikan di wilayah tersebut.

“Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan sinergi yang baik, visi membangun generasi yang unggul dapat tercapai,” kata Basuki.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Utara, Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd.

Dengan gelaran seminar pendidikan ini, diharapkan pendidikan Islam di Sulawesi Utara dapat menjadi motor penggerak dalam membangun daerah dan menumbuhkan generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berilmu pengetahuan.*/Muhamad Taufikurrahman

Hadirkan Kesehatan Islami, Griya Sehat Hiplus dan Apotek Hiplus Resmi Dibuka di Depok

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Hari Jum’at ini, 17 Rajab 1446 (17/1/2025) menjadi hari yang istimewa dengan Grand Opening Griya Sehat Hiplus dan Apotek Hiplus, yang berlokasi strategis di Jalan Raya Kalimulya, tak jauh dari Ponpes Hidayatullah Depok.

Peresmian dilakukan oleh Drs. Nursyamsa Hadis, Ketua Bidang Dakwah & Pelayanan Ummat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, yang berharap kehadiran layanan kesehatan ini mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Nursyamsa menekankan pentingnya kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat. “Semoga layanan ini dapat memastikan kesehatan yang prima bagi masyarakat sekitar dan menjadi sarana ibadah dalam memberikan maslahat yang luas,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Imron Faizin, Ketua Departemen Kesehatan (DPP) Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, yang menyampaikan optimisme dan doa agar Griya Sehat Hiplus dan Apotek Hiplus mampu menjadi solusi kesehatan Islami yang holistik. Dalam keteranganya, Imron menekankan visi besar di balik pendirian dua unit layanan ini.

“Mohon doanya dari semua agar aktivitas layanan ini berjalan dengan baik, lancar, dan sukses. Insya Allah akan menyusul apotek-apotek dan klinik Griya Sehat lainnya di tempat lain,” kata Imron.

Hadirkan Layanan Kesehatan Islami yang Profesional

Griya Sehat Hiplus tidak hanya hadir sebagai klinik kesehatan biasa. Salah satu keunggulannya adalah mengintegrasikan metode pengobatan modern dengan pendekatan thibbun nabawi atau pengobatan berbasis sunnah. Hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat yang mencari layanan kesehatan yang mengedepankan nilai-nilai Islami.

Selain itu, Griya Sehat Hiplus juga memiliki visi jangka panjang untuk menjadi lembaga pendidikan kesehatan. Imron Faizin menjelaskan bahwa ke depan, tempat ini akan mencetak kader-kader terapis yang tersertifikasi secara nasional.

“Kami ingin tidak hanya melayani, tetapi juga mendidik. Dengan mencetak terapis bersertifikat, Griya Sehat Hiplus dapat memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Apotek Hiplus telah menyelesaikan seluruh proses perizinan dan saat ini hanya menunggu penerbitan resmi izin operasionalnya. Langkah ini menunjukkan komitmen manajemen dalam menjalankan layanan yang sesuai dengan regulasi, sekaligus memberikan jaminan kepercayaan kepada masyarakat.

Imron Faizin menyampaikan harapannya agar keberadaan Griya Sehat Hiplus dan Apotek Hiplus tidak hanya membawa kesehatan fisik tetapi juga keberkahan untuk semua pihak yang terlibat. “Kami berharap semoga klinik dan apotek ini membawa kebaikan, sehat, dan berkah selalu untuk semuanya,” ucapnya.

Optimisme ini juga sejalan dengan rencana ekspansi layanan serupa ke berbagai lokasi lainnya di masa mendatang. Imron mengungkapkan bahwa IMS berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan kesehatan Islami, dengan harapan dapat menjadi pionir dalam menghadirkan layanan yang berkualitas dan sesuai dengan syariat.

Peresmian ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari pengurus DPP Hidayatullah hingga komunitas lokal di sekitar Cilodong. Lokasi strategis di samping kedai kopi Warngop Kalimulya, tidak jauh dari SMP PGRI dan dekat dengan Ponpes Hidayatullah diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan ini.

Selain layanan pengobatan, kehadiran Griya Sehat Hiplus juga diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang positif, termasuk membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar, baik sebagai tenaga kesehatan maupun staf administrasi.

“Insya Allah, ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk memberikan pelayanan terbaik. Kami berharap apa yang dirintis ini dapat menjadi bagian dari solusi kesehatan Islami di Indonesia,” tutup Imron Faizin.*/Adam Sukiman

Hidayatullah Jawa Timur Luncurkan “PosDai Digital” untuk Memperkuat Dakwah di Era Teknologi

0
pos dai digital dpw hidayatullah jawa timur

SITUBONDO (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur secara resmi meluncurkan program inovatif bernama Pos Dai Digital. Peluncuran ini berlangsung pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) V Hidayatullah Jawa Timur yang diselenggarakan di Situbondo, pada Jum’at, 17 Rajab 1446 (17/1/2025).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh termasuk Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Candra Kurnianto, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie, serta seluruh peserta Rakerwil.

PosDai Digital yang diinisiasi Posdai Jawa Timur ini diharapkan mampu memperkuat jalinan sinergi dakwah di wilayah yang memiliki luas total 47.922 km² ini dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Idris, mengungkapkan bahwa PosDai Digital merupakan langkah strategis dalam menyeimbangkan dakwah secara daring dan luring di tengah derasnya arus digitalisasi.

“PosDai Digital adalah sebuah upaya untuk menyesuaikan diri dengan dinamika zaman. Melalui inisiatif ini, kami berharap dakwah dapat terlaksana dengan lebih harmonis, seimbang antara offline dan online,” jelas Muh Idris saat memberikan penjelasan kepada para peserta.

Idris juga menambahkan bahwa DPW Hidayatullah Jawa Timur menjalin kemitraan erat dengan Lentera Jaya Abadi (LJA), yang dikenal sebagai penerbit Majalah Hidayatullah, untuk memaksimalkan implementasi program tersebut. LJA, menurutnya, memiliki kompetensi dan sumber daya manusia yang sangat relevan dalam mendukung perluasan dakwah digital.

“Kerja sama antara DPW Hidayatullah Jawa Timur dan LJA, yang berlokasi di tempat yang sama, adalah sebuah kolaborasi yang strategis. Melalui sinergi ini, kami bertujuan untuk mengangkat potensi internal Hidayatullah agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegas Idris.

Dengan diluncurkannya Pos Dai Digital, DPW Hidayatullah Jawa Timur berharap dapat memberikan solusi atas tantangan dakwah di era teknologi informasi yang semakin maju.

Menggunakan kekuatan platform digital, tambah Idris, mereka berharap dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, menyampaikan pesan-pesan dakwah yang relevan, dan menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang mendalam dan bermanfaat.*/Muhammad Hidayat

STIQ Ash-Shiddiq Medan Lakukan Akselerasi Hadirkan Lembaga Kajian Bahasa Arab dan Tahsin Al-Qur’an

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Dalam upayanya mempercepat akselerasi dakwah, pendidikan, dan peran sosial-ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiq Hidayatullah Medan resmi memulai langkah pembentukan Lembaga Kajian Bahasa Arab dan Tahsin Al-Qur’an (LKATA).

Pembentukan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman serta memperkokoh kontribusi STIQ dalam memajukan masyarakat, bangsa, dan umat Islam.

Ketua STIQ Ash-Shiddiq, Drs. Darmawan Sriyanto, MA, menegaskan pentingnya pembentukan LKATA dalam mendukung misi besar STIQ sebagai institusi pendidikan berbasis Al-Qur’an.

“STIQ Ash-Shiddiq harus melakukan akselerasi seiring dengan kian melajunya tantangan gerakan dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Darmawan dalam diskusi terbatas di Studio Dakwah Hidayatullah Al-Qur’an Learning Centre, Medan, Sabtu, 18 Rajab 1446 (18/1/2025).

Diskusi ini dihadiri oleh jajaran petinggi STIQ, termasuk Pembina Drs. Khoirul Anam, Anggota Senat Ali Akbar Ibrahim, M.Pd, serta Dosen Bahasa Arab Isa Abdul Bary, Lc. Agenda utama adalah merancang pembentukan LKATA yang diharapkan dapat menjadi pusat kajian unggulan di bidang bahasa Arab dan tahsin Al-Qur’an.

Bidik Kompetensi Akademik dan Kontribusi Sosial

Darmawan menjelaskan bahwa LKATA dirancang untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa STIQ dalam penguasaan bahasa Arab dan tahsin Al-Qur’an.

“Dengan penguasaan bahasa Arab yang baik, mahasiswa akan lebih mudah mengikuti dan memahami mata kuliah seperti Tafsir, Hadits, Fiqih, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya yang berbasis Al-Qur’an dan bahasa Arab,” paparnya.

Lebih dari itu, LKATA juga membuka peluang bagi masyarakat umum untuk belajar bahasa Arab dan tahsin Al-Qur’an.

“Begitu pula masyarakat dapat belajar di lembaga ini, sehingga mereka lebih mudah memahami dan menguasai kandungan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai panduan hidup mereka,” lanjut Darmawan.

Dengan hadirnya LKATA, STIQ Ash-Shiddiq juga menargetkan peningkatan kualitas alumninya.

Darmawan optimis, lulusan STIQ akan memiliki kompetensi unggul di bidang Al-Qur’an, tafsir, dan bahasa Arab, sehingga dapat menjadi pembina umat yang percaya diri dan berperan aktif di tengah masyarakat.

“Alumni STIQ Ash-Shiddiq harus mampu memberikan suluh penerangan kepada masyarakat, memandu mereka menuju masa depan yang berperadaban,” tegasnya.

Darmawan menekankan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa utama Islam dan memiliki peran strategis sebagai bahasa internasional.

“Bahasa Arab adalah kunci utama untuk memahami ajaran Islam melalui sumber utamanya, yaitu Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah,” jelasnya.

Dia juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Arab untuk mendalami kitab-kitab karya para ulama besar yang menjadi rujukan umat Islam. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memahami Islam secara tekstual, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Bahasa Arab juga membuka peluang untuk menciptakan inovasi pembelajaran yang lebih menarik sehingga masyarakat semakin menyukai mempelajarinya,” tambah Darmawan.

Khoirul Anam selaku pembina menambahkan pembentukan LKATA merupakan bagian dari upaya strategis STIQ Ash-Shiddiq dalam merespons kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam yang berkualitas.

“Inisiatif ini juga sejalan dengan visi STIQ Ash-Shiddiq untuk memperluas kontribusi dalam memajukan umat melalui pengembangan intelektual, spiritual, dan sosial,” kata Khoirul.

Langkah konkret STIQ Ash-Shiddiq lainnya adalah dengan menugaskan para alumni 60 orang mahasiswa angkatan 2023/2024 ke berbagai daerah, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

Upaya ini, terang Khoirul, diharapkan dapat memperkuat peran STIQ Ash-Shiddiq di tengah masyarakat sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa.

Dengan dibentuknya LKATA, STIQ Ash-Shiddiq Hidayatullah Medan tidak hanya mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan Islam, tetapi juga menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi umat.

“Kami ingin STIQ Ash-Shiddiq menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan Islam dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” tutup Khoirul. (ybh/hidayatullah.or.id)

Ustadz Abdul Aziz Telaah Penguatan Jatidiri dalam Lailatul Ijtima’ Hidayatullah Bali

0

DENPASAR (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah Pusat, Dr. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si menyampaikan taushiyah kelembagaan tentang pentingnya memahami dan menguasai jatidiri Hidayatullah sebagai modal utama menghadapi tantangan perubahan zaman.

“Penguatan jatidiri Hidayatullah ini sangat penting dipahami dan dikuasai oleh kader. Siapa lagi kalau bukan antum semua yang akan meneruskan perjuangan Hidayatullah ke depan,” katanya.

Hal itu disampaikan Aziz dalam acara Lailatul Ijtima’ Hidayatullah Bali yang dihadiri peserta terdiri atas para pengurus DPW, DPD se-Bali, DMW, hingga kader pemuda berlangsung di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Denpasar, Jl. Raya Pemogan Gang Taman, Sakah, Desa Pemogan , Kecamatan Denpasar Selatan, Jumat malam, 17 Rajab 1446 (17/1/2025).

Aziz mengingatkan bahwa warisan dari pendiri Hidayatullah, Almarhum Ustadz Abdullah Said, adalah salah satu fondasi kokoh yang harus senantiasa dijaga.

Dia menyebutkan, sistem berkampus atau pesantren, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat pendidikan formal, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter kader, pengasahan keilmuan, dan pelatihan kepemimpinan.

“Pesantren adalah tempat membentuk karakter kader, mengasah keilmuan, dan melatih kepemimpinan,” tegasnya.

Lebih jauh, Abdul Aziz mengupas dua dimensi penting yang harus dikuasai oleh setiap kader, yaitu konsepsi dan aplikasi, sebagaimana terkandung dalam spirit sistematika wahyu.

Dimensi konsepsi mengacu pada muatan hujjah yang komprehensif sebagai manhaj gerakan, sementara dimensi aplikasi adalah bagaimana nilai-nilai itu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam ibadah dan muamalah.

“Ada dua dimensi yang hendaknya kita serap dari spirit sistematika wahyu, yaitu konsepsi dan aplikasi. Dimensi konsepsi adalah muatan hujjahnya yang komprehensif, sementara dimensi aplikasi adalah praktik dalam beribadah. Dimensi ini bergantung kepada kekuatan konsepsi yang kita miliki,” jelasnya.

Lebih jauh ia menerangkan dalam era yang penuh tantangan, jatidiri Hidayatullah harus menjadi pemandu bagi setiap kader. Abdul Aziz menekankan bahwa tantangan perubahan tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam diri.

Oleh karena itu, tegasnya, setiap kader dituntut untuk memiliki keteguhan dalam prinsip dan kemampuan adaptasi yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam.

“Ketika kita berbicara tentang pembangunan umat, bangsa, dan negara, kita tidak hanya berbicara tentang fisik atau infrastruktur. Kita berbicara tentang membangun manusia, membangun jiwa,” tegasnya. “Dan itu semua dimulai dari jatidiri yang kokoh.”

Dalam pandangannya, penguatan jatidiri Hidayatullah akan membekali para kader dengan daya tahan spiritual, intelektual, dan emosional. Menurutnya, ini amat penting agar mereka tidak hanya menjadi pengikut arus, tetapi mampu menjadi pemimpin perubahan.

Momentum Istimewa

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Bali, Mohammad Saknan, Lc, dalam sambutannya, menggarisbawahi pentingnya acara ini sebagai momentum yang amat istimewa.

“Hari ini merupakan hari yang istimewa, karena kedatangan orang-orang yang istimewa, baik dari DPP, Dewan Pertimbangan, dan DMP serta kader dari sembilan DPD se-Bali,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ menjadi momen reflektif dan sarana pencerahan bagi para peserta, agar setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka lebih termotivasi untuk mengembangkan wilayah mereka.

“Acara lailatul Ijtima’ ini momen refleksi bagi kita untuk menggugah kesadaran meneguhkan jatidiri bahwa perjuangan membangun umat adalah tugas besar yang membutuhkan sinergi dan keteguhan hati,” katanya memungkasi.*/Pungki Hurmadani

Rakerwil V Hidayatullah Jawa Timur Resmi Dibuka, Fokus pada Konsolidasi Organisasi

0

SITUBONDO (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) V Hidayatullah Jawa Timur resmi dibuka pada Jumat, 17 Rajab 1446 (17/01/2024) di Situbondo. Acara yang akan berlangsung hingga 19 Januari 2025 ini mengangkat tema: “Konsolidasi Jatidiri Organisasi dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standarisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik”.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Candra Kurnianto. Acara juga dihadiri Ketua Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Juweni; Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowi; serta para pengurus dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Candra Kurnianto menegaskan bahwa Rakerwil menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Ia menyampaikan harapannya agar para peserta dapat berperan aktif dalam merumuskan ide-ide konstruktif yang bermanfaat untuk mendukung pengelolaan organisasi di masa depan.

“Kami mengundang seluruh peserta untuk memberikan masukan strategis yang dapat menjadi landasan kebijakan DPP Hidayatullah di tahun 2025,” ujar Candra. Ia menambahkan bahwa masukan dari Rakerwil sangat penting sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan dalam memajukan organisasi.

Candra juga menyoroti pentingnya menyelesaikan berbagai target organisasi sebelum Musyawarah Nasional (Munas) yang direncanakan akhir tahun ini.

Ia mengajak seluruh peserta untuk berfokus pada sinkronisasi, sinergi, dan integrasi sistemik guna mencapai standarisasi dan sentralisasi yang lebih solid. Menurutnya, langkah-langkah ini akan menjadi fondasi kokoh bagi pencapaian visi besar organisasi.

“Mari kita maksimalkan upaya dalam mengintegrasikan sistem organisasi secara menyeluruh. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mencapai tujuan bersama secara efektif,” lanjutnya.

Di penghujung sambutannya, Candra memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk menyukseskan Rakerwil ini.

“Dengan mengucap basmalah, saya mengajak kita semua untuk memulai Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Jawa Timur. Semoga kegiatan ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat dan berorientasi pada penguatan organisasi,” tutupnya.

Rakerwil V ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perencanaan, tetapi juga wadah untuk mempererat ukhuwah dan kolaborasi di antara seluruh elemen Hidayatullah Jawa Timur. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan menuju pencapaian target besar organisasi pada tahun 2025 dan seterusnya.

Rakerwil Hidayatullah Papua Selatan dan Pegunungan Perkuat Dakwah dan Pembinaan

0

MERAUKE (Hidayatullah.or.id) — Kota Merauke menjadi tuan rumah perhelatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gabungan Hidayatullah Provinsi Papua Selatan dan Papua Pegunungan berlangsung selama dua hari yang dibuka di Hotel Megaria pada Selasa, 14 Rajab 1446 (14/1/2025).

Dengan tema besar “Konsolidasi, Organisasi, dan Wawasan Menuju Tercapainya Standarisasi dan Sentralisasi”, kegiatan ini dihadiri oleh anggota Dewan Pengurus Wilayah, unsur Dewan Murobbi Wilayah (DMW), unsur Dewan Pengurus Daerah (DPD), unsur Organisasi Pendukung (Pengurus Wilayah Pemuda dan Pengurus Wilayah Muslimat), unsur amal usaha tingkat wilayah, badan usaha tingat wilayah, tokoh masyarakat, dan perwakilan lintas sektor.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Umat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Nursyamsa Hadis, menyampaikan arahan amanat Rakerwil yang menegaskan beberapa poin krusial untuk tahun 2025, yang juga merupakan tahun terakhir dalam periode kepengurusan saat ini.

Arahan ini, menurutnya, harus menjadi pedoman kerja seluruh jajaran pengurus dan kader Hidayatullah, baik di tingkat wilayah maupun daerah dalam menguatkan dakwah dan pembinaan kader.

“Dakwah dan pembinaan kader adalah jantung dari gerakan Hidayatullah. Untuk itu, manajemen yang baik sangat diperlukan agar kebutuhan sumber daya insani di setiap tingkatan dapat terpenuhi,” ujar Nursyamsa.

Ia menambahkan bahwa salah satu prioritas utama adalah menindaklanjuti pembinaan lulusan SLTA di Lembaga Pendidikan Hidayatullah yang kini melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi non-Hidayatullah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan data anggota dan kader melalui Sistem Pendataan Hidayatullah (SISTAH). “Database yang akurat dan komprehensif menjadi kunci dalam merencanakan sumber daya insani yang kompeten, profetik, dan profesional,” katanya.

Masih dalam arahan tertulisnya yang menjadi amanat Rakerwil secara nasional, Nursyamsa juga mendorong pengurus untuk segera menyelesaikan program legalisasi aset organisasi di bawah Badan Hukum Perkumpulan (BHP) Hidayatullah.

Selain itu, ia menyerukan optimalisasi pemanfaatan tanah milik organisasi untuk berbagai sektor produktif. “Aset kita harus menjadi sumber daya strategis yang mendukung program kerja, sekaligus memperkuat kemandirian organisasi,” tegasnya.

Di bidang keuangan, ia menegaskan bahwa nilai-nilai profetik dan profesionalisme harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan keuangan organisasi, amal usaha, dan badan usaha Hidayatullah.

Silaturrahim dan Standardisasi Halaqah

Sebagai langkah strategis di tahun terakhir periode kepengurusan, Nursyamsa pula mengajak seluruh kader untuk menggalakkan silaturrahim dan pembinaan umat.

“Silaturrahim bukan hanya soal menjalin hubungan, tetapi juga menjadi sarana merekatkan persaudaraan antar sesama yang menjadi cerminan jatidiri wasathiyah Hidayatullah,” jelasnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya standardisasi halaqah sebagai wadah peningkatan kualitas iman, ilmu, dan amal.

Ia juga menekankan perlunya mendorong generasi muda, mahasiswa, profesional, dan cendekiawan untuk lebih aktif dalam gerakan tarbiyah dan dakwah melalui Hidayatullah. “Mereka adalah kekuatan strategis kita untuk mewujudkan visi organisasi guna membangun bangsa di masa depan,” ujarnya.

Lebih jauh Nursyamsa mengungkapkan tantangan yang dihadapi wilayah ini sebagai daerah otonomi baru. Menurutnya, keberadaan DPW Hidayatullah Papua Selatan yang baru dibentuk pada 2023 masih membutuhkan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Sebagai wilayah yang baru dimekarkan, Hidayatullah di Papua Selatan dan Papua Pegunungan kini menjadi bagian dari jaringan nasional Hidayatullah yang telah hadir di 38 provinsi dan 425 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Nursyamsa optimis, dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, program kerja yang dirumuskan dalam Rakerwil ini dapat terlaksana dengan baik.

Disamping itu,dia menambahkan, kehadiran para stakeholder dalam acara ini merefleksikan sinergi lintas sektor yang menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan program kerja Hidayatullah di wilayah Papua.

Rakerwil ini dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan yang diwakili Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Provinsi Papua Selatan, Paino, S. IP, MT,

Dalam sambutannya, Paino menegaskan pentingnya peran organisasi keagamaan seperti Hidayatullah dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Gabriel Rettobyaan, S.Ag, perwakilan TNI/Polri, serta tokoh adat, agama, dan perempuan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Silaturrahim Hidayatullah dan MUI Sumut Rekat Jalinan Ukhuwah Islamiyah dan Sinergi Dakwah

MEDAN (Hidayatullah.or.id) – Dalam upaya mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat sinergi keumatan, Pondok Pesantren Hidayatullah Medan mengadakan silaturrahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), ditulis pada Jum’at, 17 Rajab 1446 (17/1/2025). Acara yang berlangsung beberapa waktu lalu ini hadirkan suasana penuh kehangatan dan harapan akan kerja sama yang lebih erat antara kedua lembaga.

Dipimpin oleh Ust. Drs. Khoirul Anam selaku pembina, rombongan juga didampingi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiq Hidayatullah Medan Drs. Darmawan, MA bersama anggota Senat STIQ Ash Shiddiq Ali Akbar, M.Pd, beserta sejumlah jajaran. Kedatangan mereka disambut langsung oleh jajaran pengurus MUI Sumut yang dipimpin oleh Ketua Umum KH. Dr. Maratua Simanjuntak.

Ketua Umum turut didampingi jajarannya seperti Dr. H. Arso, SH, M.Ag (Wakil Ketua Umum), Prof. Dr. H. Asmuni, MA (Sekrektrais Umum), Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA (Ketua Bidang Pendidikan dan Direktur PTKU), Dr. H. Arifinsyah, M.Ag (Sekretaris Bidang Pendidikan), Dr. Najamuddin, M.Ag (Ketua Komisi Pendidikan), dan Dr. Irwansyah, M.H.I (Sekretaris Bidang Fatwa).

Ketua Umum MUI Sumut, KH. Dr. Maratua Simanjuntak, dengan penuh antusias menyambut kedatangan rombongan Hidayatullah Medan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi Islam untuk mengangkat program-program keumatan yang berorientasi pada kemajuan umat.

“Kami menyambut gembira kehadiran Hidayatullah Medan. Kami mendukung penuh segala bentuk upaya yang dilakukan untuk memajukan umat di Sumatera Utara. Program-program keumatan seperti ini sangat penting, terutama di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujar KH. Maratua Simanjuntak.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Hidayatullah, terutama atas peran Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq Hidayatullah Medan yang telah mencetak kader dai dan menugaskan mereka ke berbagai pelosok, termasuk daerah-daerah minoritas Muslim.

Tingkatkan Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah

Dalam pertemuan tersebut, Hidayatullah Medan memaparkan peranannya sebagai organisasi massa Islam yang bergerak di bidang dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi keumatan. Khoirul Anam menjelaskan komitmen Hidayatullah dalam membangun jaringan komunikasi dengan elemen-elemen umat lainnya.

Sebagai wujud nyata, Hidayatullah memberikan kenang-kenangan kepada MUI Sumut berupa Majalah Hidayatullah edisi Desember 2024 dengan tema “Banyak Muslimah Murtad Terjerat Asmara”, berisi laporan jurnalistik yang mengupas isu pendangkalan akidah umat.

MUI Sumut merespons dengan menyatakan kesiapan bekerja sama dengan STIQ Ash-Shiddiq dalam mencetak sarjana Al-Qur’an. Menurut MUI, legalitas ijazah formal S1 yang dimiliki STIQ dapat membantu para dai dan kader ulama untuk lebih diterima di masyarakat dan memenuhi persyaratan formal di lembaga swasta maupun pemerintah. Hal ini juga terbukti dari beberapa alumni STIQ yang telah menjadi pegawai pemerintah dalam kategori Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dakwah di Perkotaan

KH. Dr. Maratua Simanjuntak juga menyoroti pentingnya memperkuat dakwah di kawasan perkotaan seperti Medan. Beliau mengungkapkan keprihatinan atas berbagai fenomena dekadensi moral yang semakin marak, seperti judi online, kenakalan remaja, dan narkoba.

“Kami berharap Hidayatullah dapat turut memperhatikan dakwah di kota-kota besar. Tantangan di perkotaan ini tidak kalah berat dibandingkan daerah pelosok. Pendangkalan akidah dan dekadensi moral menjadi ancaman serius bagi generasi muda kita,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat. “Kita harus menghindari perpecahan, saling merendahkan, atau mencaci antarorganisasi. Persatuan adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini bersama,” tambahnya.

Pertemuan ini menjadi momen silaturrahmi dan juga awal dari langkah-langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara Hidayatullah Medan dan MUI Sumut. Dengan semangat bersama, keduanya berkomitmen untuk mengembangkan program-program keumatan yang berkelanjutan.

Dalam penutupnya, Khoirul Anam menyampaikan rasa syukur atas dukungan MUI Sumut. Sinergi ini menurutnya adalah amanah besar dan berharap jalinan kebersamaan ini dapat membawa manfaat yang nyata bagi umat, terutama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang semakin meluas.

“Dengan tekad yang sama, diharapkan sinergi ini akan terus berlanjut dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan umat Islam khususnya di Sumatera Utara,” tandasnya.*/Adam Marzuki

Groundbreaking Gedung Pusat Dakwah Malut, Pemprov Apresiasi Peran Hidayatullah Bina Umat dan Bangsa

0
Peletakan Batu Pertama Kantor Dakwah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekprov) Abubakar Abdullah di Kota Sofifi, Ahad, 12 Januari 2025 (Foto: Amat Shihab Adpim/Adpim)

SOFIFI (Hidayatullah.or.id) — Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekprov), Abubakar Abdullah, menyampaikan apresiasi mendalam atas perkembangan organisasi Hidayatullah yang dinilai berperan luar biasa dalam membina umat dan bangsa.

Hal ini disampaikan Abubakar dalam acara groundbreaking Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara di Kota Sofifi yang berlangsung pada Ahad, 12 Rajab 1446 (12/1/2025).

Dalam sambutannya, Abubakar menekankan pentingnya peran Hidayatullah dalam mendukung visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat religius dan berkarakter.

“Hidayatullah memiliki peran penting dalam menyebarkan kebaikan melalui pendidikan dan dakwah, khususnya di Maluku Utara. Ini sangat membantu pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter,” ujar Abubakar.

Dalam sambutannya, Abubakar juga menyoroti tantangan keumatan di era teknologi yang semakin maju. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan nilai-nilai religius agar tidak menimbulkan degradasi moral pada generasi muda.

“Teknologi yang berkembang pesat harus diimbangi dengan nilai-nilai religius untuk membentuk generasi yang kuat secara spiritual dan intelektual,” ucapnya.

Abubakar berharap kehadiran Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah dapat menjadi pusat pengembangan pendidikan dan dakwah yang lebih efektif, terutama dalam menjawab tantangan global yang dihadapi oleh umat Islam saat ini.

Abubakar menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah di Sofifi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun Maluku Utara.

“Semoga kantor ini menjadi pusat kegiatan yang melahirkan generasi emas, baik untuk Maluku Utara maupun Indonesia,” katanya dengan penuh harap.

Hidayatullah, yang didirikan pada 5 Februari 1973 di Kalimantan Timur, kini telah tumbuh menjadi salah satu organisasi masyarakat yang berpengaruh di Indonesia dengan cabang di 38 provinsi.

Organisasi ini juga dikenal aktif mengirimkan dai ke berbagai daerah terpencil, termasuk di Maluku Utara, untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan berlandaskan prinsip al-wasathiyah.

Ketua Departemen Hukum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Dudung A. Abdullah, M.H., dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa organisasi ini telah mengembangkan 10 perguruan tinggi, 316 sekolah, dan 2.598 titik dakwah di seluruh Indonesia.

“Hidayatullah menegaskan diri sebagai jamaatun minal muslimin dengan prinsip al wasathiyah untuk membangun peradaban Islam bersama seluruh elemen umat dan bangsa,” ungkap Dudung.

Dudung menekankan bahwa Hidayatullah berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan dan dakwah yang berorientasi pada pembentukan masyarakat berperadaban Islam. “Kita meyakini bahwa pendidikan dan dakwah adalah kunci dalam membangun peradaban bangsa yang maju dan bermartabat,” tegasnya.

Disamping itu, lanjutnya, acara ini menjadi momentum penting bagi Hidayatullah dan sebagai simbol kerja sama strategis antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk Maluku Utara.

Dia berharap, kehadiran Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Maluku Utara ini mampu menjadi katalisator bagi kemajuan pendidikan dan dakwah di wilayah tersebut.

Dengan peran aktif seperti ini, tambahnya, Hidayatullah menunjukkan bahwa organisasi masyarakat memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung program-program pemerintah, terutama dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, berdaya saing, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan kantor pusat ini dilakukan oleh Pj Sekprov Maluku Utara, didampingi oleh Camat Oba Utara, Kepala Bagian Protokol Setda Maluku Utara, perwakilan Kementerian Agama, Ketua MUI Oba Utara, serta para santri dan santriwati yang turut menyaksikan momen bersejarah ini.*/Arief Ismail

Cakupan Pendidkan Integral, Nursyamsa Hadis Paparkan Lima Langkah Parenting Efektif

MERAUKA (Hidayatullah.or.id) – Muslimat Hidayatullah (Mushida) Propinsi Papua Selatan menggelar kegiatan Parenting Education yang bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Merauke, Rabu, 15 Rajab 1446 (15/1/2025).

Acara ini menghadirkan Ust. Nursyamsa Hadis, Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Umat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, sebagai narasumber utama.

Dengan dihadiri pengurus Mushida Papua Selatan dan dewan guru dari berbagai sekolah Hidayatullah di wilayah tersebut, seminar ini bertujuan memperkuat konsep pendidikan integral berbasis Tauhid melalui pendekatan parenting Islami.

Dalam paparannya, Nursyamsa menekankan pentingnya parenting sebagai salah satu fondasi utama dalam membentuk generasi Muslim yang unggul.

“Parenting adalah cara orang tua mengajarkan pola interaksi dan relasi yang patut kepada anak. Ini juga merupakan wujud rasa tanggung jawab kepada buah hati,” ungkapnya.

Menurut Nursyamsa, penguatan nilai-nilai Tauhid dalam pendidikan keluarga menjadi kunci dalam membentuk karakter anak yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Nursyamsa merinci setidaknya ada lima kegiatan parenting yang relevan dan dapat diterapkan oleh orang tua dalam mendukung pendidikan integral berbasis Tauhid. Pertama, membimbing anak tanpa paksaan.

Dia menjelaskan, penting bagi orang tua untuk mendukung rasa percaya diri dan kemandirian anak dengan cara membimbing tanpa memaksa. Pemaksaan hanya akan membuat anak merasa terkekang dan mengurangi kebebasan mereka dalam membuat keputusan.

“Alih-alih memaksakan kehendak, orang tua sebaiknya memberikan penjelasan yang rasional agar anak memahami alasan di balik sebuah pilihan,” tegas Nursyamsa. Pendekatan ini, lanjutnya, juga dapat membantu anak membangun pemahaman dan kedewasaan secara bertahap.

Kedua, mengajarkan tanggung jawab. Dijelaskan dia, tanggung jawab merupakan nilai penting yang harus ditanamkan sejak dini. Contoh sederhana adalah meminta anak untuk membereskan mainan, merapikan tempat tidur, atau membantu orang tua menyiapkan makanan.

Menurut Nursyamsa, nilai ini juga mendukung anak memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka lakukan. “Ketika anak diajarkan tanggung jawab sejak kecil, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin,” imbuhnya.

Ketiga, memberikan apresiasi. Memberikan apresiasi atas pencapaian anak, baik besar maupun kecil, sangat penting untuk membangun rasa percaya diri dan motivasi. Nursyamsa menyarankan agar apresiasi diberikan secara spesifik.

“Jangan hanya mengatakan ‘bagus!’ tetapi berikan komentar yang lebih spesifik, seperti ‘kamu hebat sekali karena sudah merapikan tempat tidur sendiri hari ini,’” jelasnya. Langkah ini menunjukkan penghargaan terhadap usaha anak sekaligus mendorong mereka untuk terus berprestasi.

Keempat, mendengarkan pendapat anak. Sebagai individu yang tengah berkembang, anak memiliki pendapat dan keinginan yang perlu dihargai. Orang tua, menurut Nursyamsa, perlu membuka ruang dialog dan mendengarkan anak dengan sungguh-sungguh.

“Ketika anak merasa didengar, mereka akan merasa lebih dihargai dan percaya diri. Selain itu, komunikasi yang interaktif ini dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak,” tambahnya.

Kelima, meluangkan waktu untuk keluarga. Family time menjadi salah satu elemen penting dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis. Hal ini tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang rumit.

“Cukup dengan menonton bersama, bermain, atau melakukan kegiatan sederhana lainnya,” ujar Nursyamsa. Menghabiskan waktu bersama dapat memperbaiki komunikasi dalam keluarga sekaligus memberikan contoh positif kepada anak tentang pentingnya kebersamaan.

Melalui kelima langkah ini, diharapkan orang tua dapat membangun pola asuh yang seimbang antara aspek duniawi dan spiritual.

Nursyamsa menegaskan, parenting Islami tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses penanaman nilai-nilai Tauhid yang akan menjadi bekal hidup anak di dunia dan akhirat.*/Mahladi