Beranda blog Halaman 122

Rakerwil V Hidayatullah Jawa Timur Resmi Dibuka, Fokus pada Konsolidasi Organisasi

0

SITUBONDO (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) V Hidayatullah Jawa Timur resmi dibuka pada Jumat, 17 Rajab 1446 (17/01/2024) di Situbondo. Acara yang akan berlangsung hingga 19 Januari 2025 ini mengangkat tema: “Konsolidasi Jatidiri Organisasi dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standarisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik”.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Candra Kurnianto. Acara juga dihadiri Ketua Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Juweni; Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowi; serta para pengurus dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Candra Kurnianto menegaskan bahwa Rakerwil menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Ia menyampaikan harapannya agar para peserta dapat berperan aktif dalam merumuskan ide-ide konstruktif yang bermanfaat untuk mendukung pengelolaan organisasi di masa depan.

“Kami mengundang seluruh peserta untuk memberikan masukan strategis yang dapat menjadi landasan kebijakan DPP Hidayatullah di tahun 2025,” ujar Candra. Ia menambahkan bahwa masukan dari Rakerwil sangat penting sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan dalam memajukan organisasi.

Candra juga menyoroti pentingnya menyelesaikan berbagai target organisasi sebelum Musyawarah Nasional (Munas) yang direncanakan akhir tahun ini.

Ia mengajak seluruh peserta untuk berfokus pada sinkronisasi, sinergi, dan integrasi sistemik guna mencapai standarisasi dan sentralisasi yang lebih solid. Menurutnya, langkah-langkah ini akan menjadi fondasi kokoh bagi pencapaian visi besar organisasi.

“Mari kita maksimalkan upaya dalam mengintegrasikan sistem organisasi secara menyeluruh. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mencapai tujuan bersama secara efektif,” lanjutnya.

Di penghujung sambutannya, Candra memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk menyukseskan Rakerwil ini.

“Dengan mengucap basmalah, saya mengajak kita semua untuk memulai Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Jawa Timur. Semoga kegiatan ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat dan berorientasi pada penguatan organisasi,” tutupnya.

Rakerwil V ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perencanaan, tetapi juga wadah untuk mempererat ukhuwah dan kolaborasi di antara seluruh elemen Hidayatullah Jawa Timur. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan menuju pencapaian target besar organisasi pada tahun 2025 dan seterusnya.

Rakerwil Hidayatullah Papua Selatan dan Pegunungan Perkuat Dakwah dan Pembinaan

0

MERAUKE (Hidayatullah.or.id) — Kota Merauke menjadi tuan rumah perhelatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gabungan Hidayatullah Provinsi Papua Selatan dan Papua Pegunungan berlangsung selama dua hari yang dibuka di Hotel Megaria pada Selasa, 14 Rajab 1446 (14/1/2025).

Dengan tema besar “Konsolidasi, Organisasi, dan Wawasan Menuju Tercapainya Standarisasi dan Sentralisasi”, kegiatan ini dihadiri oleh anggota Dewan Pengurus Wilayah, unsur Dewan Murobbi Wilayah (DMW), unsur Dewan Pengurus Daerah (DPD), unsur Organisasi Pendukung (Pengurus Wilayah Pemuda dan Pengurus Wilayah Muslimat), unsur amal usaha tingkat wilayah, badan usaha tingat wilayah, tokoh masyarakat, dan perwakilan lintas sektor.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Umat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Nursyamsa Hadis, menyampaikan arahan amanat Rakerwil yang menegaskan beberapa poin krusial untuk tahun 2025, yang juga merupakan tahun terakhir dalam periode kepengurusan saat ini.

Arahan ini, menurutnya, harus menjadi pedoman kerja seluruh jajaran pengurus dan kader Hidayatullah, baik di tingkat wilayah maupun daerah dalam menguatkan dakwah dan pembinaan kader.

“Dakwah dan pembinaan kader adalah jantung dari gerakan Hidayatullah. Untuk itu, manajemen yang baik sangat diperlukan agar kebutuhan sumber daya insani di setiap tingkatan dapat terpenuhi,” ujar Nursyamsa.

Ia menambahkan bahwa salah satu prioritas utama adalah menindaklanjuti pembinaan lulusan SLTA di Lembaga Pendidikan Hidayatullah yang kini melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi non-Hidayatullah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan data anggota dan kader melalui Sistem Pendataan Hidayatullah (SISTAH). “Database yang akurat dan komprehensif menjadi kunci dalam merencanakan sumber daya insani yang kompeten, profetik, dan profesional,” katanya.

Masih dalam arahan tertulisnya yang menjadi amanat Rakerwil secara nasional, Nursyamsa juga mendorong pengurus untuk segera menyelesaikan program legalisasi aset organisasi di bawah Badan Hukum Perkumpulan (BHP) Hidayatullah.

Selain itu, ia menyerukan optimalisasi pemanfaatan tanah milik organisasi untuk berbagai sektor produktif. “Aset kita harus menjadi sumber daya strategis yang mendukung program kerja, sekaligus memperkuat kemandirian organisasi,” tegasnya.

Di bidang keuangan, ia menegaskan bahwa nilai-nilai profetik dan profesionalisme harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan keuangan organisasi, amal usaha, dan badan usaha Hidayatullah.

Silaturrahim dan Standardisasi Halaqah

Sebagai langkah strategis di tahun terakhir periode kepengurusan, Nursyamsa pula mengajak seluruh kader untuk menggalakkan silaturrahim dan pembinaan umat.

“Silaturrahim bukan hanya soal menjalin hubungan, tetapi juga menjadi sarana merekatkan persaudaraan antar sesama yang menjadi cerminan jatidiri wasathiyah Hidayatullah,” jelasnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya standardisasi halaqah sebagai wadah peningkatan kualitas iman, ilmu, dan amal.

Ia juga menekankan perlunya mendorong generasi muda, mahasiswa, profesional, dan cendekiawan untuk lebih aktif dalam gerakan tarbiyah dan dakwah melalui Hidayatullah. “Mereka adalah kekuatan strategis kita untuk mewujudkan visi organisasi guna membangun bangsa di masa depan,” ujarnya.

Lebih jauh Nursyamsa mengungkapkan tantangan yang dihadapi wilayah ini sebagai daerah otonomi baru. Menurutnya, keberadaan DPW Hidayatullah Papua Selatan yang baru dibentuk pada 2023 masih membutuhkan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Sebagai wilayah yang baru dimekarkan, Hidayatullah di Papua Selatan dan Papua Pegunungan kini menjadi bagian dari jaringan nasional Hidayatullah yang telah hadir di 38 provinsi dan 425 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Nursyamsa optimis, dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, program kerja yang dirumuskan dalam Rakerwil ini dapat terlaksana dengan baik.

Disamping itu,dia menambahkan, kehadiran para stakeholder dalam acara ini merefleksikan sinergi lintas sektor yang menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan program kerja Hidayatullah di wilayah Papua.

Rakerwil ini dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan yang diwakili Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Provinsi Papua Selatan, Paino, S. IP, MT,

Dalam sambutannya, Paino menegaskan pentingnya peran organisasi keagamaan seperti Hidayatullah dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Gabriel Rettobyaan, S.Ag, perwakilan TNI/Polri, serta tokoh adat, agama, dan perempuan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Silaturrahim Hidayatullah dan MUI Sumut Rekat Jalinan Ukhuwah Islamiyah dan Sinergi Dakwah

MEDAN (Hidayatullah.or.id) – Dalam upaya mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat sinergi keumatan, Pondok Pesantren Hidayatullah Medan mengadakan silaturrahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), ditulis pada Jum’at, 17 Rajab 1446 (17/1/2025). Acara yang berlangsung beberapa waktu lalu ini hadirkan suasana penuh kehangatan dan harapan akan kerja sama yang lebih erat antara kedua lembaga.

Dipimpin oleh Ust. Drs. Khoirul Anam selaku pembina, rombongan juga didampingi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash-Shiddiq Hidayatullah Medan Drs. Darmawan, MA bersama anggota Senat STIQ Ash Shiddiq Ali Akbar, M.Pd, beserta sejumlah jajaran. Kedatangan mereka disambut langsung oleh jajaran pengurus MUI Sumut yang dipimpin oleh Ketua Umum KH. Dr. Maratua Simanjuntak.

Ketua Umum turut didampingi jajarannya seperti Dr. H. Arso, SH, M.Ag (Wakil Ketua Umum), Prof. Dr. H. Asmuni, MA (Sekrektrais Umum), Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, MA (Ketua Bidang Pendidikan dan Direktur PTKU), Dr. H. Arifinsyah, M.Ag (Sekretaris Bidang Pendidikan), Dr. Najamuddin, M.Ag (Ketua Komisi Pendidikan), dan Dr. Irwansyah, M.H.I (Sekretaris Bidang Fatwa).

Ketua Umum MUI Sumut, KH. Dr. Maratua Simanjuntak, dengan penuh antusias menyambut kedatangan rombongan Hidayatullah Medan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi Islam untuk mengangkat program-program keumatan yang berorientasi pada kemajuan umat.

“Kami menyambut gembira kehadiran Hidayatullah Medan. Kami mendukung penuh segala bentuk upaya yang dilakukan untuk memajukan umat di Sumatera Utara. Program-program keumatan seperti ini sangat penting, terutama di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujar KH. Maratua Simanjuntak.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Hidayatullah, terutama atas peran Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq Hidayatullah Medan yang telah mencetak kader dai dan menugaskan mereka ke berbagai pelosok, termasuk daerah-daerah minoritas Muslim.

Tingkatkan Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah

Dalam pertemuan tersebut, Hidayatullah Medan memaparkan peranannya sebagai organisasi massa Islam yang bergerak di bidang dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi keumatan. Khoirul Anam menjelaskan komitmen Hidayatullah dalam membangun jaringan komunikasi dengan elemen-elemen umat lainnya.

Sebagai wujud nyata, Hidayatullah memberikan kenang-kenangan kepada MUI Sumut berupa Majalah Hidayatullah edisi Desember 2024 dengan tema “Banyak Muslimah Murtad Terjerat Asmara”, berisi laporan jurnalistik yang mengupas isu pendangkalan akidah umat.

MUI Sumut merespons dengan menyatakan kesiapan bekerja sama dengan STIQ Ash-Shiddiq dalam mencetak sarjana Al-Qur’an. Menurut MUI, legalitas ijazah formal S1 yang dimiliki STIQ dapat membantu para dai dan kader ulama untuk lebih diterima di masyarakat dan memenuhi persyaratan formal di lembaga swasta maupun pemerintah. Hal ini juga terbukti dari beberapa alumni STIQ yang telah menjadi pegawai pemerintah dalam kategori Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dakwah di Perkotaan

KH. Dr. Maratua Simanjuntak juga menyoroti pentingnya memperkuat dakwah di kawasan perkotaan seperti Medan. Beliau mengungkapkan keprihatinan atas berbagai fenomena dekadensi moral yang semakin marak, seperti judi online, kenakalan remaja, dan narkoba.

“Kami berharap Hidayatullah dapat turut memperhatikan dakwah di kota-kota besar. Tantangan di perkotaan ini tidak kalah berat dibandingkan daerah pelosok. Pendangkalan akidah dan dekadensi moral menjadi ancaman serius bagi generasi muda kita,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat. “Kita harus menghindari perpecahan, saling merendahkan, atau mencaci antarorganisasi. Persatuan adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini bersama,” tambahnya.

Pertemuan ini menjadi momen silaturrahmi dan juga awal dari langkah-langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara Hidayatullah Medan dan MUI Sumut. Dengan semangat bersama, keduanya berkomitmen untuk mengembangkan program-program keumatan yang berkelanjutan.

Dalam penutupnya, Khoirul Anam menyampaikan rasa syukur atas dukungan MUI Sumut. Sinergi ini menurutnya adalah amanah besar dan berharap jalinan kebersamaan ini dapat membawa manfaat yang nyata bagi umat, terutama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang semakin meluas.

“Dengan tekad yang sama, diharapkan sinergi ini akan terus berlanjut dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan umat Islam khususnya di Sumatera Utara,” tandasnya.*/Adam Marzuki

Groundbreaking Gedung Pusat Dakwah Malut, Pemprov Apresiasi Peran Hidayatullah Bina Umat dan Bangsa

0
Peletakan Batu Pertama Kantor Dakwah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekprov) Abubakar Abdullah di Kota Sofifi, Ahad, 12 Januari 2025 (Foto: Amat Shihab Adpim/Adpim)

SOFIFI (Hidayatullah.or.id) — Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekprov), Abubakar Abdullah, menyampaikan apresiasi mendalam atas perkembangan organisasi Hidayatullah yang dinilai berperan luar biasa dalam membina umat dan bangsa.

Hal ini disampaikan Abubakar dalam acara groundbreaking Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara di Kota Sofifi yang berlangsung pada Ahad, 12 Rajab 1446 (12/1/2025).

Dalam sambutannya, Abubakar menekankan pentingnya peran Hidayatullah dalam mendukung visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat religius dan berkarakter.

“Hidayatullah memiliki peran penting dalam menyebarkan kebaikan melalui pendidikan dan dakwah, khususnya di Maluku Utara. Ini sangat membantu pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter,” ujar Abubakar.

Dalam sambutannya, Abubakar juga menyoroti tantangan keumatan di era teknologi yang semakin maju. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan nilai-nilai religius agar tidak menimbulkan degradasi moral pada generasi muda.

“Teknologi yang berkembang pesat harus diimbangi dengan nilai-nilai religius untuk membentuk generasi yang kuat secara spiritual dan intelektual,” ucapnya.

Abubakar berharap kehadiran Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah dapat menjadi pusat pengembangan pendidikan dan dakwah yang lebih efektif, terutama dalam menjawab tantangan global yang dihadapi oleh umat Islam saat ini.

Abubakar menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah di Sofifi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun Maluku Utara.

“Semoga kantor ini menjadi pusat kegiatan yang melahirkan generasi emas, baik untuk Maluku Utara maupun Indonesia,” katanya dengan penuh harap.

Hidayatullah, yang didirikan pada 5 Februari 1973 di Kalimantan Timur, kini telah tumbuh menjadi salah satu organisasi masyarakat yang berpengaruh di Indonesia dengan cabang di 38 provinsi.

Organisasi ini juga dikenal aktif mengirimkan dai ke berbagai daerah terpencil, termasuk di Maluku Utara, untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan berlandaskan prinsip al-wasathiyah.

Ketua Departemen Hukum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Dudung A. Abdullah, M.H., dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa organisasi ini telah mengembangkan 10 perguruan tinggi, 316 sekolah, dan 2.598 titik dakwah di seluruh Indonesia.

“Hidayatullah menegaskan diri sebagai jamaatun minal muslimin dengan prinsip al wasathiyah untuk membangun peradaban Islam bersama seluruh elemen umat dan bangsa,” ungkap Dudung.

Dudung menekankan bahwa Hidayatullah berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan dan dakwah yang berorientasi pada pembentukan masyarakat berperadaban Islam. “Kita meyakini bahwa pendidikan dan dakwah adalah kunci dalam membangun peradaban bangsa yang maju dan bermartabat,” tegasnya.

Disamping itu, lanjutnya, acara ini menjadi momentum penting bagi Hidayatullah dan sebagai simbol kerja sama strategis antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk Maluku Utara.

Dia berharap, kehadiran Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah Maluku Utara ini mampu menjadi katalisator bagi kemajuan pendidikan dan dakwah di wilayah tersebut.

Dengan peran aktif seperti ini, tambahnya, Hidayatullah menunjukkan bahwa organisasi masyarakat memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung program-program pemerintah, terutama dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, berdaya saing, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan kantor pusat ini dilakukan oleh Pj Sekprov Maluku Utara, didampingi oleh Camat Oba Utara, Kepala Bagian Protokol Setda Maluku Utara, perwakilan Kementerian Agama, Ketua MUI Oba Utara, serta para santri dan santriwati yang turut menyaksikan momen bersejarah ini.*/Arief Ismail

Cakupan Pendidkan Integral, Nursyamsa Hadis Paparkan Lima Langkah Parenting Efektif

MERAUKA (Hidayatullah.or.id) – Muslimat Hidayatullah (Mushida) Propinsi Papua Selatan menggelar kegiatan Parenting Education yang bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Merauke, Rabu, 15 Rajab 1446 (15/1/2025).

Acara ini menghadirkan Ust. Nursyamsa Hadis, Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Umat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, sebagai narasumber utama.

Dengan dihadiri pengurus Mushida Papua Selatan dan dewan guru dari berbagai sekolah Hidayatullah di wilayah tersebut, seminar ini bertujuan memperkuat konsep pendidikan integral berbasis Tauhid melalui pendekatan parenting Islami.

Dalam paparannya, Nursyamsa menekankan pentingnya parenting sebagai salah satu fondasi utama dalam membentuk generasi Muslim yang unggul.

“Parenting adalah cara orang tua mengajarkan pola interaksi dan relasi yang patut kepada anak. Ini juga merupakan wujud rasa tanggung jawab kepada buah hati,” ungkapnya.

Menurut Nursyamsa, penguatan nilai-nilai Tauhid dalam pendidikan keluarga menjadi kunci dalam membentuk karakter anak yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Nursyamsa merinci setidaknya ada lima kegiatan parenting yang relevan dan dapat diterapkan oleh orang tua dalam mendukung pendidikan integral berbasis Tauhid. Pertama, membimbing anak tanpa paksaan.

Dia menjelaskan, penting bagi orang tua untuk mendukung rasa percaya diri dan kemandirian anak dengan cara membimbing tanpa memaksa. Pemaksaan hanya akan membuat anak merasa terkekang dan mengurangi kebebasan mereka dalam membuat keputusan.

“Alih-alih memaksakan kehendak, orang tua sebaiknya memberikan penjelasan yang rasional agar anak memahami alasan di balik sebuah pilihan,” tegas Nursyamsa. Pendekatan ini, lanjutnya, juga dapat membantu anak membangun pemahaman dan kedewasaan secara bertahap.

Kedua, mengajarkan tanggung jawab. Dijelaskan dia, tanggung jawab merupakan nilai penting yang harus ditanamkan sejak dini. Contoh sederhana adalah meminta anak untuk membereskan mainan, merapikan tempat tidur, atau membantu orang tua menyiapkan makanan.

Menurut Nursyamsa, nilai ini juga mendukung anak memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka lakukan. “Ketika anak diajarkan tanggung jawab sejak kecil, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin,” imbuhnya.

Ketiga, memberikan apresiasi. Memberikan apresiasi atas pencapaian anak, baik besar maupun kecil, sangat penting untuk membangun rasa percaya diri dan motivasi. Nursyamsa menyarankan agar apresiasi diberikan secara spesifik.

“Jangan hanya mengatakan ‘bagus!’ tetapi berikan komentar yang lebih spesifik, seperti ‘kamu hebat sekali karena sudah merapikan tempat tidur sendiri hari ini,’” jelasnya. Langkah ini menunjukkan penghargaan terhadap usaha anak sekaligus mendorong mereka untuk terus berprestasi.

Keempat, mendengarkan pendapat anak. Sebagai individu yang tengah berkembang, anak memiliki pendapat dan keinginan yang perlu dihargai. Orang tua, menurut Nursyamsa, perlu membuka ruang dialog dan mendengarkan anak dengan sungguh-sungguh.

“Ketika anak merasa didengar, mereka akan merasa lebih dihargai dan percaya diri. Selain itu, komunikasi yang interaktif ini dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak,” tambahnya.

Kelima, meluangkan waktu untuk keluarga. Family time menjadi salah satu elemen penting dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis. Hal ini tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang rumit.

“Cukup dengan menonton bersama, bermain, atau melakukan kegiatan sederhana lainnya,” ujar Nursyamsa. Menghabiskan waktu bersama dapat memperbaiki komunikasi dalam keluarga sekaligus memberikan contoh positif kepada anak tentang pentingnya kebersamaan.

Melalui kelima langkah ini, diharapkan orang tua dapat membangun pola asuh yang seimbang antara aspek duniawi dan spiritual.

Nursyamsa menegaskan, parenting Islami tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses penanaman nilai-nilai Tauhid yang akan menjadi bekal hidup anak di dunia dan akhirat.*/Mahladi

Kader Hidayatullah Didorong Siap Lanjutkan Estafeta Perjuangan Islam

0

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, Ust. Drs. Mohammad Nur Fuad, MA, memberi pesan tegas kepada kader-kader Hidayatullah untuk mempersiapkan diri melanjutkan estafeta perjuangan Islam.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Safari Dakwah bertema “Menjadi Manusia Paling Bahagia Bersama Al-Qur’an” yang berlangsung di aula Yayasan Hayatan Thayyibah Pesantren Hidayatullah Bandung, Jawa Barat, Selasa, 14 Rajab 1446 (14/1/2025).

“Sebagai seorang kader Hidayatullah harus siap melanjutkan estafeta perjuangan,” ujar Nur Fuad. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual dalam menerima berbagai amanah.

Dengan semangat, ia bertanya kepada para hadirin, “Ketika ada penugasan ke manapun, harus siap. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan yang muda-muda ini, siap tidak?” Seruannya disambut dengan antusiasme para aktivis yang hadir.

Dalam acara yang dihadiri oleh kader Hidayatullah Bandung dan sekitarnya, Nur Fuad memaparkan peran strategis setiap individu dalam struktur lembaga Hidayatullah.

Ia menegaskan bahwa setiap kader perlu memahami tugas masing-masing di berbagai tingkatan struktur, mulai dari Musyawarah Majelis Syura (MMS), Dewan Pertimbangan (DP), Majelis Penasihat (MP), Dewan Mudzakarah (DM), Dewan Murabbi Pusat (DMP), hingga Dewan Pengurus Pusat (DPP) sampai jajaran hierarki setelahnya.

Nur Fuad menjelaskan bahwa Hidayatullah saat ini berada di fase kedua, yang ia sebut sebagai “tahun krisis”. Di fase ini, peran para kader senior pelanjut yang ia istilahkan dengan “tabiin” sangat vital untuk mengawal dan melanjutkan misi serta visi perjuangan Hidayatullah.

“Tugas para senior adalah melakukan transformasi manhaj sistematika wahyu, kultural, nilai sistematika wahyu, dan jatidiri. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan safari dakwah, seperti dialog yang konstruktif,” jelas Nur Fuad, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur, pada 2011-2015.

Sebagai salah satu penyusun buku Qalami Mudah Menulis Al-Qur’an One Day One Ayat, ia menekankan pentingnya dakwah yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai Qur’ani.

Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup

Tidak hanya berbicara tentang perjuangan organisasi, Nur Fuad juga mengajak para kader untuk merenungkan nikmat besar yang telah Allah SWT berikan. Salah satu nikmat terbesar itu adalah kehadiran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia.

Menurutnya, memahami Al-Qur’an tidak cukup sebatas membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Ada sembilan dimensi Al-Qur’an yang perlu diketahui dan diterapkan,” ungkap Nur Fuad. Dimensi-dimensi tersebut meliputi: Mengimani, Menyimak, Menirukan/melafadzkan, Menulis, Memahami, Mengamalkan, Mengajarkan, Mengulang-ulang, dan Memperbaiki kesalahan/mentasihkan.

Ia menegaskan bahwa penguasaan sembilan dimensi ini merupakan jalan menuju kebahagiaan sejati yang hanya bisa diraih melalui kedekatan dengan Al-Qur’an dan mengamalkannya.*/Dadang Kusmayadi

Tuan Rumah Rakerwil Sultra, Wakil Bupati Konut Dukung Komitmen Gerakan Hidayatullah

0

KONAWE UTARA (Hidayatullah.or.id) – Daerahnya ketempatan menjadi tuan rumah helatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-V Hidayatullah Sulawesi Tenggara (Sultra), Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abu Haera., S.Sos., M.Si., secara tegas menyatakan dukungannya terhadap gerakan dakwah dan tarbiyah yang menjadi arus utama Hidayatullah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Abu Haera saat membuka Rapat Kerja Wilayah ke-V Hidayatullah Sulawesi Tenggara, berlangsung selama dua hari di Hotel Ohio Konawe Utara yang dibuka pada Sabtu, 11 Rajab 1446 (11/1/2025).

Rakerwil ini merupakan agenda terakhir dalam periode kepengurusan 2020-2025. Dengan mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi, dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik”, kegiatan tersebut dihadiri oleh 18 DPD, Pengurus Wilayah Pemuda dan Muslimat Hidayatullah, serta berbagai badan amal dan usaha tingkat wilayah.

Dalam sambutannya, Abu Haera menyampaikan rasa bangga dan semangatnya untuk mendukung Hidayatullah. Ia bahkan menawarkan wakaf berupa empat hektar tanah untuk dimanfaatkan oleh Hidayatullah sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.

“Saya siap mewakafkan empat hektar tanah jika Hidayatullah siap mengelolanya untuk pemberdayaan ekonomi,” ungkap Abu Haera, menegaskan komitmennya terhadap penguatan gerakan dakwah.

Ia juga menambahkan bahwa Konawe Utara, sebagai kabupaten baru yang berusia 18 tahun, memiliki banyak potensi untuk menarik perhatian, termasuk dalam bidang dakwah.

Hidayatullah sebagai Mitra Pemerintah

Abu Haera, yang terpilih untuk periode kedua sebagai wakil bupati dengan bupati yang berbeda, mengakui bahwa Hidayatullah adalah mitra kerja sama yang solid bagi pemerintah. Hidayatullah selama ini mudah diajak kerja sama, baik dalam program pemerintah maupun kegiatan sosial,” tambahnya.

Abu Haera juga mengapresiasi langkah-langkah strategis yang dirumuskan dalam Rakerwil ini. Menurutnya, kontribusi Hidayatullah akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi Konawe Utara, tetapi juga masyarakat Sultra secara luas.

“Dengan kebersamaan dan kerja keras, saya optimis gerakan Hidayatullah akan semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi umat,” tutup Abu Haera.

Dukungan Abu Haera ini sejalan dengan visi Rakerwil untuk menguatkan jati diri organisasi, khususnya melalui konsolidasi yang berorientasi pada peningkatan wawasan dan kedekatan kepada Allah. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Abdul Ghofar Hadi, yang mewakili Ketua Umum DPP Hidayatullah dalam sambutannya.

“Konsolidasi diri dimulai dari membaca, menumbuhkan idealisme, dan membangun kedekatan kepada Allah. Dengan cara inilah kita dapat mencapai integrasi sistemik yang diharapkan,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal I Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah ini.

Selain membuka Rakerwil, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi program Baitul Maal Hidayatullah (BMH) perwakilan Sulawesi Tenggara.

Program ini meliputi dakwah, pendidikan, pembangunan masjid, dan penyantunan dai. BMH melaporkan pendayagunaan dana yang telah berhasil menjangkau masyarakat di berbagai pelosok Sulawesi Tenggara.

Di hari kedua, peserta Rakerwil mengikuti sosialisasi persiapan “Run Madhan”, sebuah program fisik dan materi untuk menyambut bulan Ramadan.

Dengan target 15 peserta secara nasional, kegiatan ini dilaunching langsung oleh Wakil Bupati, yang juga ikut serta dalam sesi lari dan jalan sehat bersama peserta lainnya.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Ahmad Sahroni, menyampaikan Rakerwil ke-V ini juga menjadi momentum untuk mendiskusikan peluang sekaligus tantangan yang dihadapi oleh wilayah dalam bidang pendidikan, dakwah, ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk muslim, potensi kontribusi Hidayatullah di Sulawesi Tenggara dinilai sangat besar.

“Banyak sekali peluang untuk berkontribusi, terutama dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, dan ekonomi berbasis umat. Namun, tantangan-tantangan juga harus diatasi dengan sinergi yang kuat antara seluruh elemen organisasi,” ujarnya.

Salah satu rekomendasi penting dari Rakerwil ini adalah mendukung penuh pelaksanaan Musyawarah Nasional Hidayatullah ke-VI, yang akan berlangsung pada Oktober 2025. Para peserta Rakerwil sepakat untuk memberikan legacy terbaik bagi generasi penerus, sebagai bagian dari misi besar Hidayatullah.*/Adam Sukiman

Rakor BKPTQ Hidayatullah Rumuskan Standardisasi dalam Pembinaan Tilawatil Qur’an

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah diwarnai antusiasme dalam pembukaan Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Pembinaan Tilawatil Qur’an (BKPTQ) Hidayatullah, Jakarta, pada Kamis, 16 Rajab 1446 (16/1/2025).

Mengusung tema “Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik dalam Pembinaan Tilawatil Qur’an”, Rakor ini menjadi momen penting bagi pengurus harian BKPTQ untuk merumuskan langkah strategis dalam pengembangan program pembinaan dan pembelajaran Al-Qur’an.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Sekretaris Jenderal I Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Abdul Ghofar Hadi, M.Pd.I, mendorong BKPTQ Hidayatullah untuk terus berinovasi dalam melahirkan terobosan pembelajaran tilawah Al-Qur’an yang senafas dengan kebutuhan zaman.

“Buat pilot project dari tiap program BKPTQ agar bisa jadi rujukan,” kata Dr. Abdul Ghofar Hadi. Menurutnya, upaya ini penting untuk menciptakan pola pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan dapat menjadi role model. Langkah inovatif ini diyakini akan memperkuat posisi BKPTQ sebagai pionir dalam pembinaan tilawatil Qur’an yang terstandar dan terintegrasi.

Lebih lanjut, Ghofar menekankan pentingnya membangun mindset umat termasuk di kalangan jamaah Hidayatullah tentang esensi pembelajaran Al-Qur’an.

“Lakukan edukasi kepada seluruh jamaah Hidayatullah tentang BKPTQ dalam rangka menumbuhkan mindset pentingnya meningkatkan kemampuan membaca dan menyelami Qur’an menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi tersebut tidak hanya berbentuk ceramah atau pelatihan teknis, tetapi juga harus menyentuh aspek spiritual dan emosional.

Dengan pendekatan yang integral, lanjut Ghofar, BKPTQ diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an tetapi juga mendalami maknanya dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ghofar juga mendorong BKPTQ untuk mengembangkan langkah-langkah kreatif dalam memberikan pemahaman menarik tentang program-program mereka. “Buat langkah kreatif untuk memberi pemahaman menarik tentang BKPTQ,” imbuhnya.

Menurut Ghofar, ide-ide inovatif seperti penggunaan media digital, konten interaktif, dan pendekatan komunitas diyakini mampu menarik minat generasi muda sekaligus memperluas jangkauan dakwah.

Ghofar menegaskan kembali pentingnya komitmen dan sinergi semua pihak dalam menyukseskan misi BKPTQ. “Kita semua punya peran penting dalam memastikan bahwa program BKPTQ bukan hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi jamaah dan umat secara keseluruhan,” tutupnya penuh harap.

Ketua Koordinator Nasional Grand MBA yang juga menjadi peserta rakor, Ust. Muhdi Muhammad, menambahkan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk kegiatan serap ilmu indoor yang rutin digalakkan oleh BKPTQ.

“Agenda ini merupakan salah satu kegiatan serap ilmu indoor yang kerap digalakkan oleh BKPTQ dalam menyiapkan sarana pengembangan dan pembinaan bakat dan skill kader dan umat dalam meningkatkan kemampuan penyerapan dalam keilmuan Al-Qur’an dan aplikasinya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, tema besar yang diusung sebagaimana disebut diawal menggarisbawahi visi besar BKPTQ untuk menciptakan sistem pembinaan yang terstruktur, terstandardisasi, dan merata di seluruh Indonesia.

Dengan standardisasi, terang Muhdi, diharapkan semua program memiliki kualitas yang sama, sementara sentralisasi bertujuan memastikan keberlangsungan program sesuai arahan pusat. “Adapun integrasi sistemik menjadikan pembinaan Al-Qur’an selaras dengan kebutuhan masyarakat modern,” katanya.

Muhdi menambahkan, salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah pengembangan modul pembelajaran terstandar yang dapat diakses oleh seluruh cabang Hidayatullah. Selain itu, akan ada pelatihan intensif bagi para pengajar Al-Qur’an untuk memastikan mereka mampu menerapkan metode yang telah disepakati. (ybh/hio)

Hidayatullah Tekankan Pentingnya Sinergi Wujudkan Indonesia Berdaulat dan Berkeadilan

0

BANYUASIN (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shaleh secara kolektif, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-V di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Banyuasin, Sumsel, yang dibuka pada Rabu, 15 Rajab 1446 (15/01/2025).

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ir. Candra Kurnianto, yang menegaskan pentingnya sinergi dan peran organisasi dalam mendukung visi dan misi pemerintah Indonesia untuk mewujudkan negara yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, serta berkelanjutan.

Dalam arahan pendampinganya, Candra Kurnianto menegaskan bahwa perjuangan dan amal shaleh adalah inti dari apa yang dilakukan oleh Hidayatullah.

“Keimananlah yang menuntut kita terus berjuang, melakukan amal shaleh, dan melahirkan karya di berbagai bidang demi meraih kebahagiaan di dunia ini dan keselamatan di akhirat kelak,” ujar Candra.

Rapat Kerja Wilayah V ini bertujuan untuk memperkuat struktur dan kapasitas organisasi Hidayatullah dalam menghadapi tantangan tahun 2025. Dia menyampaikan Rakerwil dilakukan sebagai wahana konsolidasi, koordinasi, sosialisasi, dan evaluasi serta merumuskan program-program yang akan dikerjakan dalam tahun 2025 nanti.

“Semua ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shaleh secara kolektif dengan sistem kinerja yang dapat diukur,” kata Candra lebih lanjut.

Menurutnya, evaluasi dan perencanaan program ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebuah upaya serius untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh Hidayatullah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

Selain itu, pencapaian yang diraih diharapkan dapat diukur melalui sistem kinerja yang jelas dan terarah, yang mencakup setiap sektor yang menjadi fokus kegiatan organisasi ini.

Candra juga menekankan pentingnya menjaga niat dan keyakinan dalam setiap karya yang dilakukan oleh anggota Hidayatullah. “Kita juga harus meyakini bahwa segala bentuk karya yang dihasilkan, kinerja yang dicapai, serta prestasi yang diraih semuanya akan dinilai dan diberi ganjaran oleh Allah SWT, bahkan disaksikan oleh Rasulullah saw dan orang-orang beriman kelak di akhirat,” tuturnya.

Profesionalisme dan Nilai Profetik dalam Keuangan Organisasi

Salah satu aspek penting yang diangkat oleh Candra adalah implementasi nilai-nilai profetik dan profesionalisme dalam sistem gerakan organisasi. Menurutnya, hal ini merupakan tantangan besar yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam tahun 2025.

“Hal penting yang perlu mendapatkan perhatian secara serius pada tahun 2025, salah satunya adalah implementasi nilai-nilai profetik dan profesionalisme dalam sistem keuangan organisasi, amal usaha, dan badan usaha,” ungkapnya.

Pentingnya profesionalisme dan penerapan nilai nilai profetik dalam setiap aspek gerakan ini bukan hanya untuk menjaga keberlanjutan organisasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa semua kegiatan usaha yang dilakukan dapat memberi manfaat yang luas bagi masyarakat tanpa melanggar prinsip-prinsip moral dan etika yang telah ditetapkan.

Candra juga menekankan bahwa visi, misi, dan berbagai program yang dijalankan oleh Hidayatullah tidak dapat terwujud tanpa adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah dan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa visi, misi dan berbagai program Hidayatullah hanya dapat diwujudkan dengan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat,” tegas Candra.

Menurutnya, kerjasama antara organisasi ini dengan berbagai pihak adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Hidayatullah berkomitmen untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam rangka mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Dalam rangka itu, Hidayatullah juga menyatakan dukungannya terhadap visi dan misi pemerintah Indonesia, khususnya dalam mewujudkan negara yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, serta berkelanjutan.

“Oleh karena itu, Hidayatullah mendukung visi misi pemerintah mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, pembangunan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan rakyat dan pemeliharaan lingkungan hidup,” ujar Candra.

Rakerwil dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pengurus Wilayah, unsur Dewan Murobbi Wilayah (DMW), unsur Dewan Pengurus Daerah (DPD), unsur Organisasi Pendukung (Pengurus Wilayah Pemuda dan Pengurus Wilayah Muslimat), unsur amal usaha tingkat wilayah, dan badan usaha tingat wilayah.

Selain itu, tampak pula hadir dalam pembukaan Rakerwil ini anggota Komisi VIII DPR RI, H. Askweni, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini serta Anggota Dewan Murabbi Pusat KH. Naspi Arsyad, MA.

Ketua DPW Hidayatullah Sumsel, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa Rakerwil ini merupakan momen yang sangat penting untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dijalankan. Menurutnya, evaluasi dan perbaikan adalah langkah penting agar setiap program yang ada dapat berjalan dengan lebih baik lagi ke depannya.*/Kosim

Siaran Pers: Menyambut Kesepakatan Gencatan Senjata Antara Mujahidin Hamas dan Penjajah Zionis Israel

0
ILUSTRASI: Ikon pejuang pembebasan Baitul Maqdis Palestina dari cengkraman penjajah, Yahya Sinwar, yang melakukan perlawanan hingga detik detik akhir kematiannya (Foto: Google)

“Pada tahun 2004 Ariel Sharon mengira, membunuh Syaikh Ahmad Yasin dan dr. Abdul Aziz Rantisi akan menghabisi Intifadhah Al-Aqsha. Setahun kemudian, Februari 2005, Zionis Israel dipaksa memenuhi tuntutan Mujahidin Hamas di meja perundingan Sharm El-Sheikh, Mesir.

Dua puluh tahun sesudahnya, pada tahun 2024, Benyamin Netanyahu mengira, membunuh Ismail Haniyah dan Yahya Sinwar akan menghabisi Taufan Al-Aqsha. Belum sampai setahun kemudian, Januari 2025, Zionis Israel dipaksa memenuhi semua tuntutan Mujahidin di meja perundingan Doha, Qatar.

Semalam, 16 Rajab 1446, akhir malam 15 Januari 2025, Allah taqdirkan tuntasnya kesepakatan gencatan senjata pada hari ke-466 Jihad Taufan Al-Aqsha, antara Penjajah Zionis Israel dan Para Mujahidin Perlawanan Islam (Hamas).

Mulai Ahad 19 Januari 2025, Zionis Israel harus berhenti menyerang Gaza. Sekitar 100 tawanan yang ada di tangan Mujahidin akan ditukar dengan kebebasan lebih dari 2000 orang tawanan Palestina termasuk para Ulama dan Qiyadah Mujahidin, sebagaimana janji Para Pemimpin Hamas. Termasuk di dalamnya 250 tawanan yang vonisnya penjara seumur hidup, juga akan bebas. Dalam waktu seminggu setelahnya, seluruh warga Gaza akan kembali ke tempat tinggalnya masing-masing tanpa kecuali.

Tiada kemenangan tanpa pengorbanan. Pengorbanan dan kesabaran terbesar adalah milik para Mujahidin, Ibu-ibu, Ayah-ayah, anak-anak, Kakek-kakek, Nenek-nenek, dan Para Syuhada. Merekalah Pemenang-pemenang utama.

Seluruh warga Gaza adalah barisan gunung-gunung karang yang berdiri gagah seperti raksasa-raksasa membentengi umat Islam sedunia di hadapan penjajah kerdil Zionis Israel, Amerika Serikat, dan Eropa.
Pertolongan Allah dan kemenangan itu dekat. Berilah kabar gembira kepada orang-orang beriman.

Ayo lanjutkan menguatkan garis depan pertahanan umat, Gaza. Ulurkan tangan kita membantu keluarga-keluarga kita membangun lebih kuat gunung-gunung karang benteng kita itu. Sampai Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis merdeka.”

Jakarta, 16 Rajab 1446

Departemen Hubungan Antarbangsa Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah