Beranda blog Halaman 187

Bangun Budaya Lembaga yang Loyal dan Dedikatif, BMH Bengkulu Raih Penghargaan dari Kanwil Kemenag

0

BENGKULU (Hidayatullah.or.id) — Dalam sebuah acara Bimbingan Teknis (BIMTEK) Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Amil Zakat (LAZ) Se-Provinsi Bengkulu, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Provinsi Bengkulu sebagai LAZ Pelaporan Teraktif, Kamis, 6 Dzulhijah 1445 (13/6/2024).

Penghargaan bergengsi ini merupakan bukti nyata komitmen dan dedikasi BMH Bengkulu dalam mengelola dan melaporkan dana zakat secara transparan dan akuntabel.

Piagam Penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Dr. H. Muhammad Abdu, S.Pd.I., M.M., diserahkan pada hari Kamis ini, 13 Juni 2024, di Hotel Nala Sea Side Bengkulu.

Momen membanggakan ini disambut dengan penuh haru dan rasa bangga oleh Branch Manager BMH Bengkulu, Muhammad Irwan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas penghargaan ini. Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan tim BMH Bengkulu yang selama ini telah bekerja dengan luar biasa,” ungkap Muhammad Irwan.

Irwan pun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh timnya atas dedikasi dan loyalitas mereka dalam memajukan BMH Bengkulu.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi BMH Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas pelaporan zakat dan mengoptimalkan pendistribusian dana zakat kepada para mustahik yang membutuhkan.

“Semoga penghargaan ini semakin menguatkan tekad dan kiprah BMH Bengkulu dalam meluaskan kebaikan zakat untuk kemajuan umat dan bangsa,” harapnya.

Penghargaan LAZ Pelaporan Teraktif dari Kemenag RI Provinsi Bengkulu merupakan pengakuan atas komitmen BMH Bengkulu dalam menjalankan dua nilai fundamental yaitu dedikasi dan loyalitas.

“Nilai-nilai ini telah menjadi landasan bagi BMH Bengkulu dalam menjalankan amanah pengelolaan dana zakat dengan penuh tanggung jawab dan transparansi,” imbuh Irwan.

Dengan anugerah tersebut, Irwan berharap BMH Bengkulu semakin bersemangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan bekerja dengan penuh ketulusan dan tanpa pamrih untuk membantu para mustahik dan mewujudkan misi BMH dalam membangun umat dan bangsa.

Dia menambahkan, penghargaan LAZ Pelaporan Teraktif menjadi motivasi bagi BMH Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan programnya.

“BMH Bengkulu berkomitmen untuk menjadi lembaga zakat yang terpercaya dan profesional, serta terus meluaskan kebaikan zakat untuk kemajuan umat dan bangsa,” katanya.

Terakhir, BMH Bengkulu mengajak masyarakat untuk bersama-sama memajukan umat dan bangsa melalui zakat. Zakat tidak hanya membantu para mustahik, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk membangun ekonomi umat dan bangsa. (nas/lsk)

Pentingnya Pendidikan Berbasis Tauhid dalam Menghadapi Tantangan Zaman

SERUI (Hidayatullah.or.id) — Ketua Yayasan Hidayatullah Serui, Kepulauan Yapen, Distrik Yapen Selatan, Provinsi Papua, Ust. Shobrun Jamil, SE, menekankan pentingnya pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Shobrun menjelaskan tiga aspek utama yang menjadikan pendidikan Islam berbasis Tauhid selalu relevan dan dibutuhkan dalam setiap zaman, yaitu aktualitas, komprehensifitas, dan kredibilitas.

Ketiga aspek ini, menurut Shobrun, sangat penting untuk diperkuat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Aktualitas menjadi salah satu faktor utama yang harus dimiliki oleh pendidikan Islam berbasis Tauhid,” kata Shobrun kepada media ini usai acara Haflah Akhirussanah Hidayatullah Serui, Kepulauan Yapen, di di Aula RRI Serui beberapa waktu lalu dan ditulis Kamis, 6 Dzulhijah 1445 (13/6/2024).

Menurut Shobrun, pendidikan harus selalu mengikuti perkembangan terkini agar tidak tertinggal oleh kemajuan zaman. Pendidikan yang tidak mengikuti perubahan menurutnya akan menjadi usang dan tidak relevan lagi.

Oleh karena itu, terang dia, kurikulum dan metode pengajaran perlu terus diperbarui sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Hal inilah kata dia yang terus diupayakan Yayasan Hidayatullah Serui dalam menguatkan pendidikan integral Hidayatullah.

Selain aktualitas, komprehensifitas juga merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh pendidikan Islam.

Shobrun menjelaskan bahwa pendidikan yang baik harus mencakup berbagai aspek kehidupan, baik dari segi akademis maupun moral, karena demikianlah sejatinya pendidikan dalam Islam yang tak mendikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum.

“Pendidikan yang komprehensif akan menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga diharapkan memiliki akhlak yang baik dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” imbuhnya.

Dia menegaskan, pendidikan berbasis Tauhid, dengan nilai-nilai keislamannya yang kental, diyakini mampu menciptakan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan moralitas.

Disamping itu, kredibilitas adalah faktor ketiga yang tidak kalah penting. Shobrun menekankan bahwa pendidikan yang memiliki kredibilitas tinggi akan lebih dipercaya oleh masyarakat.

Untuk mencapai kredibilitas tersebut, menurutnya, lembaga pendidikan harus dikelola dengan profesional dan transparan, serta memiliki tenaga pengajar yang kompeten dan berintegritas.

Kredibilitas ini juga jelas dia harus tercermin dalam kualitas lulusan yang dihasilkan, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Menghadapi Tantangan Zaman

Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, Shobrun mengingatkan bahwa pendidikan Islam berbasis Tauhid harus mampu beradaptasi dan tetap relevan. Aktualitas, komprehensifitas, dan kredibilitas adalah tiga pilar utama yang harus terus diperkuat.

“Dengan demikian, pendidikan Islam mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan serta memiliki akhlak mulia dan siap menghadapi berbagai tantangan global,” imbuhnya.

Shobrun Jamil, sebagai Ketua Yayasan Hidayatullah Kepulauan Yapen, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pendidikan Islam agar terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.

Dalam sambutannya pada acara Haflah Akhirussanah Hidayatullah Kepulauan Yapen, Sabtu (01/06/2024) itu, Shobrun memberi apresiasi atas pencapaian siswa-siswi yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan di Yayasan Hidayatullah Serui baik di TK Yaa Bunayyah maupun SD Integral Lukman Al-Hakim.

Shobrun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh wali dan orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada lembaga ini.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua. Ini adalah amanah besar bagi kami untuk mendidik, membina, dan membimbing anak-anak dalam lingkungan yang berbasis pendidikan integral dan tauhid,” ujar Shobrun.

Tidak lupa, ia juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh dewan guru atas dedikasi mereka. “Terima kasih kepada seluruh guru yang telah dengan penuh dedikasi mendidik anak-anak kita. Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariah bagi para guru,” tambahnya.

Shobrun Jamil juga berpesan kepada peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, dengan mempertimbangkan tempat pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai tauhid.

“Penting bagi orang tua untuk memilih tempat pendidikan yang menjaga fitrah anak sebagai manusia. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan harus diarahkan dengan bijak sesuai dengan potensi mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Shobrun Jamil juga mengumumkan pembukaan jenjang pendidikan baru di Yayasan Hidayatullah.

“Alhamdulillah, tahun ini kami membuka tingkat SMP, yaitu SMP Al-Hiro. Bagi orang tua yang belum mendaftarkan anak-anaknya, kami sudah menyediakan formulir pendaftaran,” katanya.

Acara Haflah Akhirussanah ini juga ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses belajar mengajar di Yayasan Hidayatullah.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan belajar mengajar hingga selesai. Kami juga mohon maaf atas segala kekurangan dan hal-hal yang kurang berkenan,” tutup Shobrun Jamil. (ybh/hidayatullah.or.id)

Menjangkiti Anak Muda Usia 15-35 Tahun, Inilah Fakta tentang Penyakit Jantung

SAHABAT sehat, jantung adalah organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh, bisa disebut sebagai pusat kehidupan.

Namun, penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu di dunia karena dampaknya yang serius dan potensial mengancam jiwa.

Sebanyak 17,7 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit kardiovaskuler. Selain itu yang paling mengejutkan sebanyak 12% penderita jantung di Indonesia berumur 15-35 tahun (2013).

Penyakit ini dapat terjadi karena faktor external diantaranya adalah: pola hidup, tingkat stres, dan lingkungan tidak sehat.

Adapun faktor internal dipengaruhi oleh riwayat keluarga, riwayat penyakit pribadi, umur, jenis kelamin dan juga obesitas.

Penyakit jantung terdiri dari beberapa jenis yang dapat dilihat pada flyer di atas yah sahabat sehat.

Ingat! penyakit jantung adalah ancaman serius yang dapat dihindari dengan gaya hidup sehat, seperti dengan menjaga pola makan seimbang, berolahraga secara teratur, dan menghindari merokok.

Konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan dan pencegahan dini. Salah satunya di Klinik IMS yah sahabat.

==============

Publikasi layanan edukasi kesehatan masyarakat ini kerjasama Hidayatullah.or.id dengan Islamic Medical Services (IMS).

Jangan lupa follow:
Instagram: @imscenter
Facebook: @imscenter
Tik-tok: @imscenter
Web: www.imscenter.id

Klinik IMS: Jl. Bekasi Timur IV No.130, RT.5/RW.7, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13410

Ikhtiar Simpul Sinergi Hidayatullah Sumut Kokohkan Dakwah di Pulau Samosir

0

SAMOSIR (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Utara (Sumut) bersama simpul sinergi yang merupakan beberapa lembaga melakukan silaturahim ke Pulau Samosir. Salah satu tujuan yang dikunjungi adalah Desa Sukean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Ahad, 25 Dzulqaidah 1445 (2/6/2024).

Kunjungan ke Samosir ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW Hidayatullah Sumut, Subur Pramudya, Ketua Posdai Sumut, Syukron Khairi Nasution, Direktur Sekolah Dai Medan, Fachri Fathullah, dan Direktur Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) Medan Fathurrahman Zendroto.

Silaturrahim ini adalah tindaklanjut dari pertemuan antara Hidayatullah dan Ibu Mismah beberapa waktu lalu di Tanjung Morawa, Deli Serdang.

Dalam pertemuan tersebut, ibu yang bekerja sebagai ASN di kantor Kemenag Deli Serdang mengutarakan niat dari suaminya, Sahrel Samosir, untuk mewakafkan sebidang tanah untuk sarana pembinaan umat di Pulau Samosir.

Niat baik nan tulus tersebut disambut baik oleh Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sumatera Utara.

“Sehingga tahap awal, sebagai bentuk keseriusan Hidayatullah, kami berkunjung melihat langsung lokasi tersebut”, jelas Subur Pramudya, ketua DPW Hidayatullah Sumut.

Disamping mengunjungi lokasi rencana tanah wakaf yang diniatkan untuk fasilitas dakwah dan pendidikan tersebut, juga dimaksudkan untuk bersilaturrahim ke beberapa tokoh agama, tentunya pun menyapa warga desa.

“Ini sebagai langkah awal untuk mengembangkan jaringan dakwah di Samosir”, tambah Fathurrahman Zendroto, pria asli pulau Nias.

Pulau Samosir luasnya mencapai 63.000 hektare, atau kurang lebih sekitar 640 km persegi. Berkat luasnya yang hampir setara dengan wilayah Singapura, wajar bila Pulau Samosir termasuk dalam pulau terbesar urutan kelima di dunia, untuk kategori pulau di tengah danau.

Selain itu, pulau Samosir adalah sala satu destinasi wisata andalan yang banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.

Dengan keragaman budaya dan latarbelakang wisatawan yang datang tentu sedikit banyaknya memberi dampak bagi kehidupan masyarakat. Diperlukan upaya dari dimensi lain dalam memberikan imunitas pada warga agar tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada kesempatan ini, tim DPW Hidayatullah Sumut berkesempatan berjumpa dengan Ketua MUI Kabupaten Samosir Ustaz Erwansyah.

Dalam obrolan yang santai disertai gelak tawa yang dibalut cuaca dan suhu yang lumayan dingin, Ustaz Erwansyah menuturkan banyak hal tentang lika liku dakwah dan kondisi masyarakat muslim di Samosir.

Dengan beragam tantangan dan peluang yang dituturkannya, kehadiran Hidayatullah, menurut Erwansyah, menjadi mercusuar baru bagi perkembangan syiar dakwah islam di pulau yang umat muslimnya hanya 1,25% atau 1.924 jiwa dari 154.093 jiwa umat lainnya.

“Hidayatullah sebagai lembaga dakwah dan pendidikan yang telah hadir di 600 lebih daerah kab/kota di Indonesia, hingga saat ini masih konsen dan memiliki perhatian yang cukup tinggi pada daerah-daerah pedalaman yang membutuhkan pembinaan,” imbuh Ustaz Erwansyah.

Fathurrahman mengimbuhkan, kehadiran untuk penguatan dakwah di pulau Samosir tentu dengan strategi yang akan digunakan disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat dan kondisi internal.

“Hidayatullah ingin hadir menjadi penguat kerukunan bangsa, bukan membawa perpecahan. Mengakselerasi hadirnya generasi dan masyarakat yang lebih beradab,” kata Fathurrahman.

Kunjungan safari dakwah ini didukung penuh oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sumatera Utara dan Komunitas Sahabat Yatim Pedalaman.*/Lukman Thalib

Pastikan Hewan Qurban Sesuai Syariah, BMH Jalin Sinergi dengan Peternak

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Hari raya Idul Adha semakin dekat, hari di mana seluruh umat Islam di dunia merayakannya, dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban hingga hari tasyrik ketiga.

Sejak berdirinya, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) selalu berkomitmen untuk membantu para mudhohi dalam pengadaan dan penyaluran hewan qurban hingga pelosok negeri.

BMH telah membuktikan komitmennya dengan menjangkau hampir seluruh pelosok Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Lokasi penyaluran qurban BMH meliputi Palestina, Somalia, Uganda, dan Myanmar. Komitmen ini terus dijaga untuk menjaga kepercayaan dan memberikan akses qurban bagi mereka yang berada di pedalaman.

Pada hari Jumat, 30 Dzulqaidah 1445 (7/6/2024), BMH mengunjungi peternak binaan untuk memastikan kondisi hewan qurban sesuai akad, mulai dari bobot antara 23-25 kg, umur minimal 12 bulan, sehat, bebas dari wabah PMK, serta daging hewan qurban yang berkualitas.

“Alhamdulillah, persiapan hewan qurban hampir 100 persen. Ada beberapa hewan qurban yang memang bobotnya belum mencapai akad yang ditentukan,” ucap Dhiya, selaku Kadiv Implementator BMH Pusat.

Untuk memastikan bobot hewan qurban sesuai, penimbangan dilakukan setiap bulan sehingga perkembangan hewan dapat dipantau. Terakhir, saat pengiriman kambing, akan dilakukan penimbangan kembali untuk memastikan semua sesuai akad.

“Dari fakta ini kami mengajak segenap kaum Muslimin berqurban melalui BMH. Pastikan hewan qurban Anda sesuai dengan syariat dan membantu saudara-saudara kita di pelosok negeri hingga luar negeri,” tutup Dhiya’.*/Herim

Bantu Penuhi Kebutuhan Dasar Air Bersih untuk Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pamekasan

0

PAMEKASAN (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dengan mengatasi masalah kekeringan air.

Kali ini dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru, Dusun Bapao, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Dengan dukungan sumur bor yang dibiayai oleh BMH, kini 1.500 santri di pesantren tersebut dapat menikmati akses air bersih pada Rabu, 5 Dzulhijah 1445 (12/6/24).

Sumur bor yang memiliki kedalaman 56 meter ini telah selesai pengerjaannya dan kini hanya menunggu peresmian. Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, KH. Muafa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BMH atas bantuan sumur bor ini. Dengan adanya air bersih, aktivitas belajar dan keseharian santri dapat berjalan dengan lancar,” ujar KH. Muafa.

Imam Muslim, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, menekankan pentingnya program ini bagi kesejahteraan santri.

Kata dia, sumur bor ini merupakan solusi nyata untuk mengatasi masalah kekeringan yang dialami oleh Pondok Pesantren Miftahul Ulum.

“Kami berharap program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan para santri,” kata Imam Muslim.

Program ini sebagai wujud komitmen BMH sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang selalu berupaya membantu masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, dengan memberikan fasilitas yang sangat dibutuhkan.

Bantuan ini kata Imam diharapkan dapat meringankan beban dan meningkatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu.

Kepedulian terhadap kebutuhan air bersih adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Dukungan dari masyarakat sangat penting untuk memastikan program-program seperti ini terus berjalan dan memberikan manfaat yang luas.

“Mari kita bersama-sama mendukung upaya BMH dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat demi masa depan yang lebih baik,” tutup Muslim.*/Herim

[INFOGRAFIS] Inilah 10 Tips Agar Ginjal Sehat sebagai Organ Vital dalam Tubuh

Sahabat sehat, ginjal kita adalah organ vital yang bekerja keras untuk menyaring darah dan membuang zat-zat sisa berupa racun.

Yuk, jaga kesehatan ginjalmu dengan 10 tips sederhana berikut ini:

  1. Kontrol Tekanan Darah. Tekanan darah tinggi seperti air yang mengalir deras yang dapat merusak pembuluh darah di ginjal, sehingga mengganggu fungsinya dalam menyaring darah. Untuk itu kita wajib melakukan pengecekan darah secara rutin setiap bulannya.
  2. Kelola Kadar Gula Darah. Diabetes atau gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah yang ada pada ginjal sehingga menyebabkan kerusakan ginjal, untuk itu kontrol gula darah teratur dan menjaga asupan makanan dengan baik membantu menjaga kesehatan ginjal kita.
  3. Kontrol Kolesterol. Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah. Sehingga terjadinya penyumbatan pembuluh darah ke ginjal dan mengganggu fungsi kerja ginjal.
  4. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter. Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika tidak digunakan dengan benar. Untuk itu konsultasikan dengan dokter yang terpercaya. Salah satu nya di klinik IMS yah sahabat.
  5. Batasi Asupan Garam. Garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal dalam proses penyaringan darah. Oleh karena itu, perhatikan asupan garam saat memasak.
  1. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang. Makanan kaya buah, sayur, dan protein sangat membantu dalam menjaga kesehatan ginjal. Jadi jangan lupa alokasikan belanja bulanan keluarga untuk buah dan sayuran yang sehat.
  2. Hindari Merokok. Tahukah sahabat, rokok dapat merusak ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal karena kandungan zat beracun yang ada di dalamnya. Stop rokok untuk hidup lebih sehat!
  3. Hindari Alkohol. Alkohol dapat membebani ginjal dan meningkatkan risiko kerusakan ginjal, selain itu mengkonsumsi alkohol adalah sesuatu yang diharamkan dalam Islam.
  4. Berolahraga Secara Teratur. Dengan olahraga secara teratur, lemak yang tersimpan dalam tubuh akan diubah menjadi energi untuk otot, sehingga mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Selain itu dengan berolahraga kita dapat mengurangi racun dalam tubuh melalui keringat yang dikeluarkan.
  1. Jaga Berat Badan Ideal. Dengan menjaga berat badan ideal kita bisa mengurangi permasalahan pada ginjal, dengan kadar kolestrol, gula darah yang ada dalam tubuh.

Dengan menerapkan tips ini, kita dapat menjaga kesehatan ginjal dan mencegah penyakit ginjal.

Ingat yah sahabat, kesehatan ginjal adalah harta yang tak ternilai!

==============

Publikasi layanan edukasi masyarakat ini kerjasama Hidayatullah.or.id dengan Islamic Medical Services (IMS).

Jangan lupa follow:
Instagram: @imscenter
Facebook: @imscenter
Tik-tok: @imscenter
Web: www.imscenter.id

Kantor IMS: Jl. Bekasi Timur IV No.130, RT.5/RW.7, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13410

Daurah Murabbi Ula Kaltara Upaya Lebih Luas untuk Songsong Indonesia Emas 2045

BULUNGAN (Hidayatullah.or.id) — Bertempat di Kampus Madya Pondok Pesantren Hidayatullah Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bersama Dewan Murabbi Wilayah (DMW) dan Pengurus Hidayatullah Kaltara menggelar Daurah Murabbi Ula pada Ahad, 2 Dzulhijah 1445 (9/6/2024).

Acara ini diikuti oleh utusan peserta dari seluruh Kalimantan Utara dan berlangsung selama satu hari penuh. Tujuannya adalah melahirkan murabbi-murabbi halaqah yang visioner dan berintegritas tinggi.

Ust. H. Jamiruddin Rajab, Ketua DMW Hidayatullah Kaltara, menjelaskan pentingnya kegiatan ini.

“Tujuannya adalah meningkatkan peran seorang Muslim dalam upaya membangun peradaban Islam dengan mencetak murabbi yang visioner dan berintegritas tinggi sehingga siap melahirkan kader-kader yang militan dan tangguh,” ujarnya.

Jamiruddin juga menekankan bahwa seorang murabbi harus memiliki aura positif, sehingga para mutarabbi (murid) merasa nyaman dan terinspirasi saat berada di dekat mereka.

“Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan produktif,” katanya.

Dia menambahkan, acara ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk membangun generasi muda yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dukungan dari dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui Laznas BMH berperan krusial dalam mewujudkan tujuan ini.

Dana tersebut memungkinkan penyelenggaraan program-program pengembangan yang berfokus pada pembentukan karakter dan keterampilan generasi muda.

Ucapan terima kasih disampaikan pihaknya kepada semua pihak yang berkontribusi, khususnya BMH Perwakilan Kaltara, para donatur, Dewan Murabbi Wilayah, Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kaltara, serta para peserta Daurah Murabbi Ula. Dukungan mereka membuat acara ini sukses dan memberikan dampak positif yang signifikan.

Dengan adanya program seperti Daurah Murabbi Ula, Laznas BMH bersama Hidayatullah Kaltara menunjukkan komitmen mereka dalam membangun generasi muda yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Kaltara, M. Noer Komara, mengatakan program ini tidak hanya menyiapkan pemimpin masa depan yang berintegritas, tetapi juga mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

“Melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan, kita dapat memastikan bahwa generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan global dan membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara,” tutup Komara.*/Herim

Laznas BMH Ajak Luaskan Kebaikan Qurban Hingga ke Bumi Afrika

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) mengajak masyarakat Indonesia meluaskan kebaikan qurban pada momen lebaran Idul Adha tahun ini hingga ke bumi Afrika.

Diplomasi budaya bangsa Indonesia melalui program qurban antarbangsa Laznas BMH ini telah berjalan sejak lama, yang salah satunya adalah di Afrika Timur. Dua tahun lalu, BMH telah sukses menyalurkan kurban ke Somalia dan Kenya, yang dikawal langsung oleh tim BMH.

“BMH telah menjalankan program kurban di Afrika Timur dengan sukses. Menyalurkan kurban ke Somalia dan Kenya menjadi bukti nyata kontribusi kita,” kata Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi.

Hal itu disampaikan Imam di Masjid At-Taqwa Kemanggisan, Jakarta Barat, usai shalat berjamaah dalam Kajian Dzhuhur yang membahas keutamaan qurban dan urgensi berkurban ke Afrika Timur, yang meliputi Kenya, Tanzania, Uganda, dan Somalia, Selasa, 5 Dzulhijah 1445 (11/6/2024).

Dalam kajiannya, Imam Nawawi menjelaskan bahwa berkurban merupakan tindakan meneladani Nabi Ibrahim.

Di hadapan jamaah, Imam menjelaskan mengapa Nabi Ibrahim rela mengorbankan putranya, Ismail. Tidak lain, jelas Imam, karena anak itu adalah simbol kecintaan manusia tertinggi dalam kehidupan fana ini.

“Banyak orang rela bekerja siang malam demi anak mereka. Namun, Allah ingin kita sadar bahwa yang paling penting untuk dicintai adalah Allah, lebih dari apapun,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa berkurban bukan hanya ibadah yang sangat dianjurkan, tetapi juga sebagai bukti rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

“Berkurban adalah cara kita menunjukkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Imam Nawawi mengingatkan jamaah untuk memerhatikan mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti masyarakat fakir miskin, baik di dalam maupun luar negeri.

“Berkurban perlu memperhatikan mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti masyarakat fakir miskin. Ini termasuk saudara-saudara kita di Afrika Timur,” jelasnya.

Mengakhiri kajiannya, Imam Nawawi mengajak jamaah untuk berpartisipasi dalam program kurban BMH yang ditujukan kepada saudara-saudara di Afrika dan Palestina.

“Dan akan menjadi suatu kebahagiaan jika kurban kita bisa terasa tepat kepada sasaran, seperti untuk saudara kita di Afrika dan juga Palestina,” ajaknya.

Dengan berkurban kepada yang membutuhkan, kita tidak hanya meneladani Nabi Ibrahim tetapi juga menguatkan gerakan sosial-ekonomi masyarakat.

Program kurban BMH di Afrika Timur bukan hanya memberikan daging kepada yang membutuhkan tetapi juga membawa harapan dan kebahagiaan.

“Mari kita berkurban, menunjukkan rasa syukur, dan memperkuat solidaritas dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh dunia,” tutup Imam Nawawi.*/Herim

Fleksibilitas Desain Organisasi, Menyesuaikan dengan Perubahan

ORGANISASI apapun bentuknya, baik dalam sektor bisnis, pemerintahan maupun non-profit, termasuk organisasi berbasis agama seperti organisasi Islam, harus mampu beradaptasi dengan perubahan dinamis baik dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Sehingga dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi saat ini, organisasi dituntut untuk lebih responsif dan  fleksibel dalam menghadapi perubahan

Dalam konteks dinamika internal, organisasi sering kali menghadapi perubahan yang mencakup; restrukturisasi, pergantian kepemimpinan, perubahan budaya organisasi, perubahan fokus program, pengembangan kapasitas anggota dan lain sebagainya. Tantangan ini memerlukan adaptasi yang cepat dan tepat agar organisasi tetap efektif dan efisien.

Sedangkan, perubahan eksternal mencakup; perkembangan teknologi, perubahan kebijakan pemerintah, dinamika ekonomi dan pasar, perkembangan teknologi, perubahan demografi masyarakat, isu-isu sosial-budaya-politik, tuntutan masyarakat dan lain sebagainya. Sehingga, tantangan ini memerlukan respon yang memadai terhadap setiap perubahan ini untuk tetap relevan dan dapat menjalankan misinya secara efektif.

Realitas tersebut, menuntut setiap organisasi agar senantiasa dapat menjadi pemain utama dalam perubahan untuk merekonstruksi dirinya, agar tidak menjadi korban perubahan akann tetapi menjadi pengendali perubahan. Sehingga, desain organisasi yang fleksibel adalah kunci untuk tetap relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, sambil tetap mempertahankan identitas dan jatidiri organisasi.

Dengan kata lain fleksibilitas dalam desain organisasi menjadi sebuah keniscayaan, untuk menghadapai berbagai tantangan tersebut, sehingga desain organisasi yang kaku dan tradisional, tidak lagi mampu menjawab kebutuhan organisasi yang dinamis, justru akan mengakibatkan sebuah organisasi akan jumud (stagnan), tertinggal dan menjauh dari realitas peradaban itu sendiri.

Model Desain Organisasi yang Fleksibel

Sebagaimana diuraikan di atas, bahwa fleksibilitas dalam melakukan desain organisasi secara tidak langsnung akan menunjukkan identitas dan jatidiri organisasi itu sendiri. Yang dalam pelaksanaanya akan berpengaruh terhadap budaya dan program kerja yang diusung dan menjadi prioritas.

Hal yang paling sederhana untuk melihat desain organisasi adalah bagaima konstruksi dari struktur organisasi tersebut dibangun. Tidak bisa lagi mengandalkan struktur organisasi konvensional dan tradisonal yang cenderung kaku, sertq hanya memilih salah satu dari model struktur yang lazim seperti:  lini, fungsional,divisional dan matriks. Akan tetapi, dalam menghadapi realitas saat ini setidaknya model desain berikut ini dapat menjadi pilihan:

Pertama, Struktur Organisasi Hybrid, Struktur organisasi hybrid menggabungkan elemen-elemen dari berbagai struktur organisasi tradisional, seperti fungsional, divisional, dan matriks. Hal ini memungkinkan fleksibilitas dalam penugasan dan koordinasi antar-departemen, serta adaptasi yang lebih cepat terhadap perubahan lingkungan eksternal.

Kedua, Agile Organization, Model organisasi agile berfokus pada kecepatan, fleksibilitas, dan kolaborasi. Tim-tim kecil yang cross-functional bekerja secara mandiri untuk menyelesaikan proyek-proyek tertentu. Ini memungkinkan respon cepat terhadap perubahan dan inovasi berkelanjutan.

Ketiga, Learning Organization, Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang terus-menerus meningkatkan kemampuan mereka untuk menciptakan masa depan yang diinginkan. Hal ini dicapai melalui pembelajaran kolektif dan individu, serta budaya organisasi yang mendukung eksperimen dan inovasi.

Keempat, Networked Organization, Organisasi yang berbasis jaringan (networked organization) memanfaatkan teknologi informasi untuk menghubungkan berbagai unit dan individu dalam organisasi. Ini memungkinkan kolaborasi yang lebih baik, akses informasi yang lebih cepat, dan pengambilan keputusan yang lebih efektif.

Memilih model desain struktur organisasi tidak bisa hanya berdasarkan selera ataupun feeling semata, melainkan harus melalui kajian dan disesuaian dengan resources (sumber daya) organisai, termasuk jatidiri dan budaya organisasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan perencanaan ke depan. Sehingga pemilihan model organisasi itu pada akhirnya harus compatible dengan visi dan misi organisasi itu sendiri.

Strategi Implementasi

Setalah memilih salah satu dari beberapa model struktur yang ada, maka organisasi harus melakukan menentukan strategi implementasi yang tepat terhadap pilihannya itu. Sehingga dalam pelaksanaannya nanti, fleksibilitas dalam desain organisasi, benar-benar menjadi solusi yang tepat bagi organisasi. Beberapa langkah konkret tersebut diantaranya adalah:

Pertama, kepemimpinan yang visioner dan transformatif, setiap model struktur organisasi yang ada sangat tergantung sejauh mana pemimpin dalam memandu organisasi. Pemimpin yang visioner yang mampu melihat masa depan organisasi melampuai zamannya akan membawa proses transformasi organisasi yang semakin relevan.

Kedua, menjaga identitas dan jatidiri, implementasi desain organisasi yang fleksibel harus tetap mempertahankan identitas dan nilai-nilai Islami, sebagai jatidiri. Ini dapat dilakukan dengan memastikan bahwa semua perubahan dan inovasi yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan ajaran Islam. Kepemimpinan yang visioner dan berkomitmen pada nilai-nilai Islami sangat penting dalam hal ini.

Ketiga, membangun budaya organisasi yang adaptif, membangun budaya organisasi yang mendukung fleksibilitas dan inovasi adalah langkah penting. Ini melibatkan menciptakan lingkungan kerja yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan. Penghargaan dan pengakuan terhadap inisiatif inovatif juga dapat memperkuat budaya ini.

Keempat, pelatihan dan pengembangan SDM, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam mendukung fleksibilitas organisasi. Program pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan soft skills, serta pengembangan pemahaman tentang dinamika internal dan eksternal, sangat diperlukan.

Kelima, pemanfaatan teknologi informasi, keberadaan teknologi informasi memainkan peran penting dalam mendukung fleksibilitas organisasi. Penggunaan sistem manajemen informasi yang canggih, alat kolaborasi digital, dan platform komunikasi yang efisien dapat meningkatkan efisiensi operasional dan responsivitas terhadap perubahan.

Keenam, pengelolaan perubahan yang efektif, mengelola perubahan dengan efektif adalah kunci untuk sukses dalam mengimplementasikan desain organisasi yang fleksibel. Ini melibatkan komunikasi yang jelas dan transparan, partisipasi aktif dari semua tingkatan organisasi, serta manajemen resistensi terhadap perubahan.

Ketujuh, membangun sistem pengukuran dan evaluasi: setiap perubahan akibat dari perubahan desain organisasi tidak selamanya berjalan sesuai dan persis dengan yang direncanakan.  Oleh karenanya mengembangkan sistem pengukuran dan evaluasi yang efektif akan menjadi alat untuk memantau kinerja organisasi dan melakukan penyesuaian serta perbaikan yang diperlukan.

Penutup

Desain organisasi yang fleksibel adalah kebutuhan mendesak bagi organisasi Islam dalam menghadapi dinamika internal dan eksternal yang terus berkembang. Model seperti struktur organisasi hybrid, agile organization, learning organization, dan networked organization menawarkan pendekatan yang memungkinkan adaptasi cepat tanpa mengorbankan identitas dan nilai-nilai fundamental dan dapat disesuaikan dengan visi, misi serta jatidiri setiap organisasi.

Implementasi yang efektif memerlukan strategi yang komprehensif, termasuk kepemimpinan yang visioner dan transformative, menjaga nilai-nilai Islami, pengembangan SDM, pemanfaatan teknologi, budaya organisasi yang adaptif, dan pengelolaan perubahan yang efektif, serta adanya mekanisme monitoring dan evaluasi yang memadai.

Dengan pendekatan ini, organisasi Islam dapat tetap relevan, inovatif, dan kompetitif di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Dan pada akhirnya organisasi Islam dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di tengah tantangan zaman yang dinamis dan tidak menentu.

*) ASIH SUBAGYO, penulis peneliti senior Hidayatullah Institute (HI)