Beranda blog Halaman 188

Sekolah Dai Hidayatullah Sulawesi Utara Gorontalo Gelar Pelepasan Alumni

0

BOLMONSEL (Hidayatullah.or.id) — Setelah menjalani masa pendidikan selama kurang lebih setahun, kini Sekolah Dai Hidayatullah Sulawesi Utara Gorontalo menggelar wisuda dan penugasan alumni untuk angkatan pertama, Selasa, 4 Dzulhijah 1445 (11/6/2024).

Acara yang berlangsung sederhana dan khidmat ini digelar di komplek Sekolah Dai Hidayatullah yang berada di bilangan Jl. KH Hasan Ibrahim No.1 Dusun Satu, Biniha Timur, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolmonsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulut Ust. Samsul Arifin, ketua DPW Hidayatullah Gorontalo Ust. Safruddin, S.Sos didampingi sekretaris Bacharuddin Majid.

Hadir pula Ketua Sekolah Dai Hidayatullah Sulut Gorontalo Ust. Murdianto, tokoh masyarakat dan agama setempat, undangan, serta jajaran pengurus DPW Hidayatullah Sulut dan Gorontalo.

Sebanyak 10 orang lulusan Sekolah Dai Hidayatullah Sulawesi Utara Gorontalo angkatan pertama ini menerima tugas dakwah untuk mengabdi di sejumlah titik di daerah Sulut dan Gorontalo.

Pembukaan Sekolah Dai Sulawesi Utara Gorontalo angkatan perdana yang dimulai pada 10 Agustus 2023 lalu ini, menurut Murdianto, karena masih terbatasnya ketersediaan sumber daya insani terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga dai di berbagai daerah tidak saja di Provinsi Sulawesi Utara tetapi juga Gorontalo sebagai wilayah perbatasan terdekat.

Disamping itu, selama ini juga masih sering terjadi kurangnya ketersediaan tenaga dai dalam memenuhi permintaan akan guru agama di kawasan yang haus akan pencerahan yang berkesinambungan.

“Sehingga kami melihat perlu memproduksi kader dari lulusan Aliyah maupun umum di wilayah ini untuk selanjutnya dikembalikan penugasannya dimana kader tersebut dikirim,” kata Murdianto, yang juga dikenal sebagai penyelam bersertifikasi ini.

Murdianto menjelaskan, apa yang dilakukan melalui program Sekolah Dai Hidayatullah Sulawesi Utara Gorontalo ini adalah sebagai bagian dari upaya keterlibatan pihaknya dalam membangun daerah khususnya di bidang keagamaan.

“Kami ingin terlibat aktif dalam membangun daerah melalui mainstream gerakan kita yaitu dakwah dan tarbiyah, sehingga dengan ini diharapkan masyarakat turut merasakan keagungan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semuanya,” kata Murdianto, seperti dilansir laman Posdai.

Program ujian Tahfidzul Qur’an Sekolah Dai Hidayatullah Sulawesi Utara Gorontalo Angkatan ke-I yang diikuti oleh 8 orang peserta didik (Foto: ist/hidayatullah.or.id)

Murdianto mengatakan, kegiatan di Sekolah Dai Hidayatullah yang berlokasi di Biniha Timur ini tidak saja berfokus pada tahfizul Qur’an.

Peserta program kuliah dai intensif setahun di Sekolah Dai Hidayatullah Biniha Timur juga dibekali materi materi Aqidah, Grand MBA, Tahsin, Fiqih Ibadah, Nahwu Shorof, Tazkiatun Nafs, Dalil Fiqih, Bahasa Arab, Tematik dan juga ada materi life skill seperti pengolahan kelapa, budidaya trigona, perikanan dan peternakan.

Penyelenggaraan program Sekolah Dai Hidayatullah Biniha Timur semakin dikuatkan dengan kehadiran tenaga pengajar dari lulusan Sekolah Dai Ciomas sebanyak 3 orang, pengajar tetap 3 orang, juga pengajar tamu dari Sulut dan Gorontalo.

“Harapan kami, semoga dengan kehadiran Sekolah Dai Hidayatullah Biniha Timur akan terus memberi sumbangsih perkembangan Islam di Sulut dan Gorontalo,” kata Murdianto.

Dengan lingkungan yang kondusif, alamiyah, sejuk, dan hijau, ditunjang dengan kawasan keseluhan yang memiliki luas 26 hektare, diharapkan selama setahun program Sekolah Dai Hidayatullah Sulawesi Utara Gorontalo menjadi candradimuka untuk menyiapkan pemimpin pelanjut kejayaan agama, bangsa, dan negara tercinta. (ybh/hidayatullah.or.id)

Pemerintah Didesak Kirim Bantuan Militer Selamatkan Warga Palestina dari Pembunuhan Brutal

Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina Prof Din Syamsuddin di atas panggung aksi damai bela Palestina di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Silang Monas, bertajuk “Bermilyar Dukungan untuk Gaza dan Palestina” di Jakarta, Ahad, 9 Juni 2024 (Foto: Zayn Amier/ Hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Peran penting masyarakat sipil seluruh dunia dalam meningkatkan kesadaran tentang situasi di Palestina dan mengadvokasi perdamaian, keadilan, dan kemerdekaan Palestina perlu didukung oleh pemerintah melalui jalur diplomatik.

Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARIBP) Prof Din Syamsuddin menilai dukungan oleh pemeritah ini amat penting agar dapat membantu membangun tekanan pada pemerintah dan aktor internasional untuk mengambil tindakan yang konstruktif untuk kemerdekaan Palestina.

Bahkan, lebih jauh, Din meminta kepada pemerintah Indonesia agar mengirimkan bantuan pasukan militer ke Jalur Gaza untuk membela Palestina dari genosida Israel.

“Apa cara terbaik untuk menghentikan kekejaman, kezaliman kebiadaban Israel atas Gaza? Kami sampai kepada kesimpulan, tiada jalan lain atau salah satu jalan yang terbaik adalah dengan aksi militer,” kata Din Syamsuddin.

Hal itu disampaikan Din dalam orasinya di atas panggung aksi damai bela Palestina di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Silang Monas, bertajuk “Bermilyar Dukungan untuk Gaza dan Palestina” gelaran komunitas organisasi lintas agama dan tokoh dalam wadah ARIBP di Jakarta, Ahad, 2 Dzulhijah 1445 (9/6/2024).

Ia mengaku hal itu telah dibicarakan di Komite Dewan Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina dan dianggap sebagai jalan terbaik dalam menghentikan invasi Israel atas Palestina.

“Desakkan kepada pemerintah Indonesia dan ini sudah menjadi keputusan ijtima ulama komisi fatwa MUI di Bangka Belitung beberapa waktu lalu untuk mendorong pemerintah Indonesia mengirim bantuan militer ke Gaza,” kata Din.

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu mengatakan, bila perlu, dia akan mengajak negara lain untuk mengambil langkah yang sama. Ia percaya hanya cara itulah yang dapat menghentikan kekejaman pasukan militer Israel atas Palestina.

Sebagian titik kumpul massa dalam aksi damai bela Palestina di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Silang Monas, bertajuk “Bermilyar Dukungan untuk Gaza dan Palestina” di Jakarta, Ahad, 9 Juni 2024 (Foto: Zayn Amier/ Hidayatullah.or.id)

Sejumlah tokoh lintas organisasi, agama, dan gerakan yang hadir dalam Aksi Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARIBP) ini membacakan pernyataan sikap yang berisi sembilan poin, yaitu:

1. Kami mengutuk sekeras-kerasnya Zionis Israel atas kejahatan Holokaus abad ke-21 terhadap bangsa Palestina khususnya di Jalur Gaza, begitu juga di Tepi Barat dan Palestina-1948. Kami tidak akan melupakan dan tidak akan memaafkan kejahatan besar Zionis Israel untuk selama-lamanya.

2. Kami menuntut agar Pengadilan Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) benar-benar melaksanakan keputusannya dan memberikan sanksi atas kejahatan-kejahatan Israel dan para pimpinannya. Kami mendesak ICJ segera menangkap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dan pejabat Israel lain serta menetapkannya sebagai penjahat perang yang dijatuhi sanksi hukum terberat.

3. Kami mengutuk pemerintahan Amerika Serikat sebagai sahabat setia dalam kejahatan Zionis Israel, yang terus mempraktikkan kemunafikan politik dengan terus mendukung Israel yang jelas-jelas melakukan kejahatan dan mengakibatkan jauhnya perdamaian serta ketidakstabilan dunia. Kami menuntut Amerika Serikat agar tidak menjadi sponsor dan pendukung berat terorisme Israel, termasuk dengan manuver-manuver veto licik di Dewan Keamanan PBB.

Sebagian titik kumpul massa dalam aksi damai bela Palestina di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Silang Monas, bertajuk “Bermilyar Dukungan untuk Gaza dan Palestina” di Jakarta, Ahad, 9 Juni 2024 (Foto: Zayn Amier/ Hidayatullah.or.id)

4. Kami mendukung dan mendesak Pemerintah Indonesia agar secepatnya memprakarsai dan mengajak negara-negara lain khususnya anggota OKI untuk mengirimkan bantuan militer yang dapat menghentikan pembantaian dan penyerangan brutal Zionis Israel di Gaza. Hal ini merupakan amanah UUD 1945 untuk menghilangkan penjajahan di muka bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan.

5. Kami memberikan dukungan sepenuhnya kepada mahasiswa, para dosen, guru besar di berbagai kampus di luar negeri yang menyuarakan pembelaan terhadap Gaza dan Palestina. Kami juga mengapresiasi negara-negara yang belakangan mengakui Palestina sebagai negara merdeka, serta mendukung negara-negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

6. Kami mendukung dan mengapresiasi semua pihak di Indonesia yang secara terus menerus membela kemanusiaan dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina, serta mengutuk Israel yang melakukan genosida.

7. Kami menyerukan negara-negara anggota OKI mengirimkan bantuan militer ke Jalur Gaza, untuk menyelamatkan warga Gaza dari pembunuhan brutal Israel. Kami juga mendesak gencatan senjata permanen di Gaza.

8. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada lebih dari 2/3 negara anggota PBB yang telah mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

9. Kami berkomitmen untuk terus menerus memboikot Zionis Israel dan seluruh pendukung hingga Palestina merdeka dan berdaulat.

(ybh/hidayatullah.or.id)

Menyerap Keutamaan Bulan Dzulhijjah dengan Tingkatkan Volume Amal Shaleh

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Kolumnis yang juga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan, Ust. Ahmad Rifai, Lc., mengajak untuk menyerap keutamaan bulan Dzulhijjah dengan meningkatkan volume amal shaleh pada momentum istimewa ini.

Dai dan pengajar di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, ini memberikan paparan tentang keutamaan bulan Dzulhijjah. Hal itu disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Ar-Riyadh, Balikpapan, 30 Dzulqaidah 1445 (7/6/2024).

Ia menekankan pentingnya meningkatkan amal shaleh selama bulan ini, yang dikenal sebagai bulan haram penuh keutamaan.

Dalam khutbahnya, Ustadz Rifai membandingkan usia umat ini dengan umat terdahulu.

“Usia umat ini sangatlah singkat. Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengabarkan hal tersebut di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi,” ujar Ustadz Rifai.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Usia rata-rata umatku antara 60 sampai 70 tahun, dan sedikit yang di antara mereka yang melewati usia tersebut.”

Meskipun usia umat ini singkat, Ustadz Rifai menegaskan bahwa Allah Subhanahu Wata’ala telah menjadikan umat ini sebagai yang terbaik.

“Dari sisi keutamaan dan fadhilah, Allah Subhanahu Wata’ala menempatkan umat ini sebagai umat yang terbaik,” jelasnya, mengutip hadits riwayat Imam Muslim, “Kita adalah umat yang terakhir dan terdepan. Dan kita adalah umat yang pertama kali masuk surga.”

Alumnus LIPIA Jakarta itu kemudian menjelaskan amalan-amalan yang bernilai pahala tinggi di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, salah satunya adalah malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari 1.000 bulan. Momentum tersebut juga hadir di bulan Dzulhijjah, yang memiliki keutamaan luar biasa.

“Bulan Dzulhijjah adalah bulan-bulan yang memiliki keutamaan yang sangat luar biasa,” katanya.

Ia menukil, Ibn Hajar Rahimahullah menjelaskan bahwa bulan ini memiliki keistimewaan karena berkumpul ibadah-ibadah yang sangat besar seperti shalat, puasa, menyembelih hewan kurban, dan ibadah haji.

“Pertemuan ibadah-ibadah besar ini tidak didapatkan pada bulan-bulan yang lain,” terangnya, seperti dikutip dari laman ummulqurahidayatullah.id.

Dia menjelaskan, para ulama menempatkan 10 hari pertama Dzulhijjah setara dengan 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Ibn Qayyim Rahimahullah berkata, “Siang hari dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah itu lebih utama dari siang hari pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Dan malam hari 10 hari terakhir Ramadhan itu lebih utama daripada malam pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.”

Ustadz Rifai mengajak umat untuk meningkatkan volume amal shaleh di bulan Dzulhijjah.

“Karena Dzulhijjah termasuk bulan haram yang punya kehormatan, amal shaleh di dalamnya memiliki bobot lebih tinggi dibandingkan kita melakukannya di luar bulan haram,” jelasnya.

Menekankan isi khutbahnya, Ustadz Rifai mengutip sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan Imam Bukhari, “Tidak ada hari-hari yang amal sholeh sangat dicintai Allah Subhanahu Wata’ala selain dari amal shaleh yang dikerjakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.”

Rifai menegaskan, “Ini semua menunjukkan bahwa kita dianjurkan dan sangat diperintahkan untuk meningkatkan amal shaleh di awal Dzulhijjah ini.”

Dengan penjelasan ini, Ustadz Rifai mengajak jamaah untuk memanfaatkan keutamaan bulan Dzulhijjah dengan sebaik-baiknya, meningkatkan amal ibadah dan amal shaleh demi meraih ridha Allah Subhanahu Wata’ala.* (Herim/MCU)

Penguatan Target Penyaluran Qurban, Baznas RI Kunjungi Peternak Binaan BMH di Kampung Suka Mulih

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Mendekati Idul Adha Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) memiliki target total qurban nasional sebanyak 6.532 kambing/domba yang akan di salurkan ke seluruh indonesia.

Dalam penguatan penyaluran qurban ini, Kepala Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Lembaga Amil Zakat Baznas RI dan tim aktif melakukan kunjungan ke berbagai peternak binaan LAZ yang hari ini salah satunya mengunjungi ke titik lumbung ternak binaan BMH di Desa Sukamulih, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Dzulhijah 1445 (10/6/2024).

Pada kesempatan tersebut Kepala Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Lembaga Amil Zakat Baznas RI, Tatiek Kancaniati, melihat BMH telah sukses melakukan pembinaan peternak kambing di sini. Yang awalnya dimulai dengan bantuan sebanyak 5 ekor, kini telah berkembang menjadi 38 ekor yang terbagi di dua kandang.

“Saya kira ini kemajuan bagus, semoga BMH terus maju dan dapat melahirkan mustahik menjadi muzaki melalui program ternak ini,” terang Tatiek Kancaniati yang hadir bersama tim.

Narwanto (54) peternak yang selama ini mendapat bantuan dan pendampingan dari BMH mengaku telah berhasil dan bahagia dengan bantuan modal kambing yang awalnya lima ekor dari BMH pada 3 tahun lalu.

“Alhamdulillah, saya telah berhasil, merasakan manfaat dari beternak dengan kambing bantuan dari BMH. Sudah cukup untuk kebutuhan kami kalau tiba masa kurban,” ungkapnya.

Narwanto tidak sendiri ada empat orang lagi penerima manfaat program ini. Yaitu, Yumana, Kusin, dan Ade. Kelima orang penerima manfaat itu merasa sangat terbantu dengan program lumbung ternak dari BMH.

Narwanto bersama 300 KK lainnya merupakan warga yang mengikuti program relokasi dari pemerintah karena tempat asal mereka tak mungkin lagi ditinggali disebabkan longsor hebat yang pernah terjadi.

Lokasi relokasi mereka berdekatan dengan lahan hibah milik BMH. Kepala Humas BMH Pusat Imam Nawawi, menyebutkan, BMH pun menyediakan sebagian lahan untuk wakaf guna pembangunan masjid, yang diberi nama Masjid Baitul Hidayah, lengkap dengan 1 rumah dai, dan 2 lokal untuk pendidikan Alquran anak-anak.

“Dan, ada dua ruangan untuk kegiatan ekonomi serupa ruko serta bantuan sumur bor sebagai suplai air bersih. Namun masih perlu sentuhan mendalam agar dapat berjalan dengan baik,” terang Imam Nawawi. (ybh/hidayatullah.or.id)

Bersinergi dengan Linkarsosial dan Pemerintah Desa Bedali dalam Agenda Rutin Peduli Disabilitas

0

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan manusia dengan bersinergi bersama Linkarsosial dan Pemerintah Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis, 29 Dzulqaidah 1445 (6/6/2024).

Melalui program rutin Peduli Disabilitas, gerakan ini meliputi Posyandu Disabilitas yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis serta bimbingan dan pelatihan bagi para penyandang disabilitas.

Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, semangat para penyandang disabilitas di Desa Bedali untuk terus belajar dan berkarya tidak pernah surut.

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pelatihan pengelolaan kain perca, yaitu limbah tekstil yang dimanfaatkan untuk membuat aneka produk daur ulang seperti keset kaki.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan membuat batik Ciprat dengan media tas kain.

Dwi Setiadi, salah satu penerima manfaat program ini, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dan pelatihan ini. Selain dapat memeriksakan kesehatan, kami juga bisa belajar keterampilan baru yang bermanfaat,” ujar Dwi Setiadi.

Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menjelaskan dampak positif dari program ini.

Imam mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung para penyandang disabilitas agar mereka dapat menjalani hidup dengan lebih mandiri dan produktif.

“Program ini tidak hanya memberikan akses kesehatan, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk berwirausaha dan mengembangkan keterampilan,” kata Imam Muslim.

Sinergi ini tidak hanya tentang bantuan jangka pendek, tetapi juga tentang pemberdayaan berkelanjutan yang memberikan harapan baru.

Program ini, jelas Imam, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas melalui keterampilan baru dan akses kesehatan yang lebih baik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mereka.

Dengan adanya program ini, diharapkan para penyandang disabilitas dapat menemukan peluang untuk berkontribusi lebih besar dalam masyarakat.

Sinergi antara BMH, Linkarsosial, dan Pemerintah Desa Bedali menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik dapat membawa perubahan positif yang signifikan.

Program Peduli Disabilitas ini adalah bukti nyata bagaimana kerja sama yang erat antara lembaga sosial dan pemerintah dapat menciptakan dampak besar dalam pembangunan manusia.

Dengan terus mendukung dan mengembangkan inisiatif seperti ini, kita dapat memastikan bahwa tidak ada satu pun anggota masyarakat yang tertinggal, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

“Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak penyandang disabilitas yang merasakan manfaatnya, sehingga mereka dapat hidup dengan lebih sejahtera dan mandiri,” tutup Muslim.*/Herim

BMH Hadirkan Sumur Bor ke-11 di Pesantren Hidayatullah Garut

0

GARUT (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah di Garut kini dipenuhi senyum bahagia dari para santri. Senyum itu hadir berkat sumur bor baru yang dihadirkan oleh Laznas BMH Jabar. Proyek ini merupakan bagian dari program kebaikan Laznas BMH untuk masyarakat pelosok.

“Alhamdulillah, Laznas BMH Jabar telah berhasil menghadirkan sumur bor titik ke-11 di Pesantren Hidayatullah Garut yang beralamat di Kp. Lengkong, Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Barat, Yusep Suhendar, Kamis, 29 Dzulqaidah 1445 (6/6/2024).

Proses pengeboran sumur berjalan lancar, disambut dengan antusiasme tinggi dari para santri yang tak sabar menanti selesainya proyek ini. Dengan kedalaman mencapai 100 meter, sumur bor ini mampu menyediakan pasokan air yang cukup bagi kebutuhan sehari-hari pesantren.

Dalam peresmian sumur bor ini hadir perwakilan BMH, pengurus pesantren, dan tokoh setempat. Program ini didukung penuh oleh para donatur Laznas BMH, yang berharap program ini memberikan manfaat langsung bagi para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Garut.

Ustadz Yayan Daryanto, selaku pimpinan pondok pesantren, mengucapkan terima kasih atas bantuan ini dan berharap sumur bor baru ini dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh penghuni pesantren.

“Air bersih adalah berkah besar bagi kami. Kami sangat berterima kasih kepada Laznas BMH dan para donatur yang telah mewujudkan impian ini,” ungkap Ustadz Yayan dengan penuh haru.

“Air bersih adalah dasar. Ketersediaan air bersih menjadikan taraf hidup sehat masyarakat terjaga, jauh dari potensi penyakit dan kondisi lingkungan yang buruk. Dalam kata lain, tersedianya air bersih juga menjamin hidup sehat dan bahagia masyarakat,” tutur Yusep.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih bagi pesantren, sumur bor ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan bagi para santri tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Ini adalah langkah nyata dalam membangun kesadaran lingkungan dan keberlanjutan di kalangan generasi muda.

Dengan adanya sumur bor ini, para santri kini dapat menikmati air bersih yang layak setiap hari, yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan mereka, tetapi juga memberikan kenyamanan dalam menjalani kegiatan sehari-hari.*/Herim

Dari Design Thinking Menuju Desain Organisasi

MENDESAIN sebuah organisasi bukan masalah sederhana, yang seolah-olah datang dari langit, sebab realitasnya membutuhkan upaya yang serius, kompleks, dan sistematis. Apalagi di era yang penuh dinamika dan perubahan, maka organisasi, termasuk organisasi Islam, dihadapkan pada berbagai tantangan.

Untuk tetap relevan dan kompetitif, organisasi perlu beradaptasi dan bertransformasi. Dalam konteks ini, design thinking menjadi pendekatan yang krusial untuk merancang desain organisasi yang efektif, modern, dan berkelanjutan.

Design thinking adalah pendekatan inovatif yang mengutamakan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna atau pelanggan sebelum menciptakan solusi.  Sehingga, design thinking bukan sekadar tren, melainkan metodologi berpusat pada manusia yang membantu organisasi untuk memahami kebutuhan, permasalahan, dan aspirasi para pemangku kepentingan.

Dalam konteks organisasi modern, design thinking adalah proses berpikir yang mengutamakan empati, ideasi, dan eksperimen untuk memecahkan masalah dan menciptakan inovasi. Ini melibatkan lima tahap utama: emphathize (berempati), define (menyusun masalah), ideate (menghasilkan ide), prototype (membuat prototipe), dan test (mengujicobakan).

Empati di sini berarti memahami secara mendalam kebutuhan dan perspektif dari semua pemangku kepentingan, baik itu karyawan, pelanggan, atau mitra bisnis. Tahap definisi membantu mengidentifikasi masalah inti yang perlu dipecahkan. Ideasi mengajak tim untuk berpikir kreatif dan mencari berbagai solusi potensial. Prototipe adalah tentang membuat model awal dari solusi tersebut, dan pengujian adalah untuk mendapatkan umpan balik dan melakukan iterasi untuk penyempurnaan.

Mengapa Design Thinking Penting dalam Desain Organisasi?

Sebelum merancang struktur, proses, dan budaya organisasi, penting untuk memahami konteks dan kebutuhan organisasi. Sehngga keberadaan design thinking menjadi sangat penting sebelum menyusun desain organisasi? Berikut beberapa alasan utama:

Pertama, Berpusat pada Manusia: Design thinking memastikan bahwa desain organisasi didasarkan pada kebutuhan dan pengalaman nyata manusia, baik itu karyawan maupun pelanggan. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih memotivasi dan mendukung produktivitas.

Kedua, Inovasi dan Adaptabilitas: Dengan fokus pada eksplorasi ide-ide baru dan iterasi cepat, design thinking mendorong inovasi dan membantu organisasi untuk lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan teknologi.

Ketiga, Kolaborasi dan Partisipasi: Design thinking melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses perancangan, meningkatkan kolaborasi dan rasa kepemilikan terhadap solusi yang dihasilkan.

Keempat, Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Melalui pengujian dan umpan balik terus-menerus, design thinking membantu organisasi membuat keputusan yang lebih tepat dan didukung oleh data.

Kelima, Memahami pengguna: Design thinking membantu organisasi untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan perilaku stakeholders, termasuk anggota, pelanggan, dan mitra, secara lebih detail untuk memberikan memberikan solusi yang inovatif.

Keenam, Membangun prototipe dan menguji: Dalam berbagai hal, maka keberadaan design thinking menekankan pada pembuatan prototipe dan pengujian solusi secara iteratif untuk memastikan solusi tersebut benar-benar berfungsi dan memenuhi kebutuhan pengguna.

Ketujuh, Mempercepat proses desain: Dengan melihat berbagai aspek yang cukup kompleks, maka design thinking membantu organisasi untuk merancang dan mengimplementasikan solusi dengan lebih cepat dan efisien.

Implementasi Design Thinking dalam Organisasi Islam

Dalam perspektif organisasi Islam, design thinking juga dapat diimplementasikan dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan ajaran Islam yang menjadi jatidirti dari organisasi tersebut, untuk menghasilkan desain organisasi yang komprehensif, modern, relevan, dan berkelanjutan.

Pertama, Empati Berbasis Kasih Sayang (Rahmah): Dalam Islam, empati adalah nilai yang sangat dijunjung tinggi. Implementasi design thinking dalam organisasi Islam harus dimulai dengan memahami kebutuhan dan perasaan karyawan serta pemangku kepentingan lainnya, sesuai dengan prinsip rahmah.

Kedua, Adil dan Transparan (Adl dan Shura): Proses definisi masalah dan ideasi harus dilakukan secara adil dan transparan. Prinsip shura (musyawarah) dalam Islam mengajarkan pentingnya konsultasi dan partisipasi seluruh anggota dalam pengambilan keputusan.

Ketiga, Inovasi yang Beretika (Ijtihad): Islam mendorong ijtihad, yaitu usaha inovatif untuk menemukan solusi baru, selama tetap dalam batas-batas etika dan syariat. Ideasi dalam design thinking harus mempertimbangkan nilai-nilai etika dan moral dalam Islam.

Keempat, Prototipe dan Pengujian Berkelanjutan (Istiqamah): Islam mengajarkan istiqamah atau konsistensi dalam melakukan perbaikan. Prototipe yang dihasilkan harus terus diuji dan diperbaiki untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi solusi yang dihasilkan.

Kelima, Manfaat bagi Seluruh Umat (Maslahah): Tujuan akhir dari desain organisasi dalam perspektif Islam adalah mencapai maslahah, yaitu manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh umat. Solusi yang dihasilkan harus mempertimbangkan kesejahteraan semua pihak yang terlibat.

Keenam, Meningkatkan komunikasi dan engagement: Design thinking dapat membantu organisasi Islam untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan stakeholders dan meningkatkan engagement dengan komunitas.

Ketujuh, Merancang struktur organisasi: Penerapan design thinking yang tepat dapat membantu organisasi Islam untuk merancang struktur organisasi yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan.

Penerapan design thinking dalam organisasi

Dalam pesrpektif organisasi apapun juga, termasuk organisasi Islam, maka ketika menerapkan design thinking sebagai framework (kerangka kerjanya), maka akan didapatkan sejumlah keunggulan yang tidak diperoleh jika tidak menggunakan kerangka ini. Dengan penerapan yang tepat, maka organisasi Islam setidaknya akan mendapatkan keunggulan sebagai berikut :

Pertama, Desain organisasi yang komprehensif: Design thinking membantu organisasi Islam untuk mempertimbangkan semua aspek organisasi, dari struktur dan proses hingga budaya dan kepemimpinan.

Kedua, Desain organisasi yang modern:  Design thinking membantu organisasi Islam untuk tetap relevan dengan tren dan kebutuhan zaman, akan tetapi tidak tercerabut dan tetap berpegang teguh dengan identitas (jatidirinya).

Ketiga, Desain organisasi yang relevan: Design thinking membantu organisasi Islam untuk fokus pada kebutuhan dan keinginan stakeholders, sehingga struktur yang dibangun berdasarkan pada keahlian orang-orang dalam struktur dengan mengedepankan meritokkrtasi, bukan faktor like or dislike atau akomodatif.

Keempat Desain organisasi yang berkelanjutan: Design thinking membantu organisasi Islam untuk membangun organisasi yang tangguh dan unggul dimasa sekarang, serta mampu menghadapi perubahan di masa depan.

Penutup

Mengintegrasikan design thinking dalam proses penyusunan desain organisasi menawarkan pendekatan yang inovatif, kolaboratif, dan berpusat pada manusia. Dalam konteks organisasi Islam, penerapan design thinking harus diselaraskan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam untuk memastikan desain organisasi yang tidak hanya efektif dan efisien tetapi juga adil, beretika, dan bermanfaat bagi semua.

Dengan menerapkan design thinking sebagai metodologi yang powerful, akan membantu dalam merancang desain organisasi yang efektif, modern, relevan dan berkelanjutan. Sehingga  organisasi Islam dapat membangun organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan manfaat bagi umat Islam dan masyarakat secara keseluruhan.[]

*) ASIH SUBAGYO, penulis peneliti senior Hidayatullah Institute (HI)

Senyum Bahagia Wisuda Anak Pengasong dan Peluncuran Program Kesetaraan

0

TEGAL (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Vanilla Hijab memberikan dukungan penuh pada wisuda ratusan anak TK/Raudhatul Athfal serta program kesetaraan bagi para pengasong di bawah naungan Lembaga Pendidikan Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal, Jawa Tengah.

“Kami bangga bisa mendukung upaya Dr. Yusqon dan Sakila Kerti dalam memajukan pendidikan masyarakat bawah,” ujar Imam Nawawi, Kepala Humas BMH Pusat, Ahad, 2 Dzulhijah 1445 (9/6/2024).

BMH turut menyumbangkan 120 eksemplar Al-Quran, sementara Vanilla Hijab memberikan 120 nasi kotak, paket hijab, mukena, dan sarung untuk para wisudawan.

Dr. Yusqon menjelaskan bahwa wisuda ini merupakan angkatan ke-12 untuk TK/RA dengan 50 peserta, dan angkatan ke-7 untuk program Kejar Paket A, B, C dengan 39 peserta.

“Semua pendidikan ini diberikan secara gratis, Alhamdulillah,” ungkap Dr. Yusqon haru.

Kehadiran BMH dan Vanilla Hijab disambut hangat oleh Sakila Kerti. “Kehadiran BMH dan Vanila Hijab bagi kami ini adalah pertolongan Allah, pengaturan Allah. Alhamdulillah, wisuda ini menjadi lebih meriah dan penuh syukur,” ucap Dr. Yusqon.

Bunda Aisah, Pengawas Vanilla Hijab, merasa terharu dan terinspirasi oleh program Sakila Kerti. “Program ini sangat bagus dan inspiratif,” tegasnya.

Acara wisuda ini juga dihadiri oleh Pj Wali Kota Tegal, Dadang Somantri, pegiat literasi nasional Kang Maman Suherman, aktris Yessy Gusman, Asdep Kemenko PMK, unsur dari Perpusnas RI, dan berbagai pihak lainnya, menunjukkan besarnya dukungan terhadap upaya memajukan pendidikan masyarakat bawah.

Sementara itu Kang Maman yang merupakan duta program kebaikan BMH mengatakan terimakasih atas kerjasama yang baik ini.

Kang Maman berharap kebaikan ini terus berlangsung dan berlanjut untuk kemajuan pendidikan anak bangsa, terutama mereka yang tidak mampu, sehingga semua bisa tegak kepalanya, karena punya ilmu, mampu mencerahkan dan memberdayakan.*/Herim

Pemuda Hidayatullah Bersama Aksi Solidaritas Rakyat Indonesia Bela Palestina

0
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin (depan) saat Aksi Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Palestina di Jakarta, Ahad, 9 Juni 2024 (Foto: Zayn Amier/ Hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Suara lantang solidaritas kembali menggema di bumi pertiwi. Ribuan massa, termasuk Pemuda Hidayatullah, memadati kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Patung Kuda, Jakarta, dalam Aksi Damai Solidaritas Palestina bertajuk “Bermilyar Dukungan untuk Gaza dan Palestina” di Jakarta, Ahad, 2 Dzulhijah 1445 (9/6/2024).

Aksi ini digagas oleh komunitas organisasi lintas agama dan tokoh dalam wadah bernama Aksi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARIBP) sebagai bentuk keprihatinan dan perlawanan masyarakat Indonesia terhadap agresi brutal Israel di tanah Palestina.

Kepada media ini, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, mengatakan, keterlibatan Pemuda Hidayatullah bersama barisan rakyat Indonesia lainnya dalam aksi ini untuk menyuarakan kecaman terhadap tindakan brutal Israel yang telah melampaui batas kemanusiaan.

Serangan demi serangan, pembantaian, dan pembakaran yang dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina, menurutnya, merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.

“Pemuda Hidayatullah dan kita semua rakyat Indonesia menolak penjajahan dan pembantaian yang dilakukan Israel. Dan, di waktu bersamaan, kita mengirimkan pesan kepada saudara saudara kita di Palestina bahwa pemuda dan seluruh warga Indonesia akan terus membersamai sampai kemerdakaan itu tiba,” katanya.

Dia menegaskan, aksi solidaritas ini menjadi wadah bagi Pemuda Hidayatullah dan gabungan massa lintas organisasi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak tinggal diam menyaksikan pembantaian dan pembakaran rakyat Palestina oleh penjajah Israel.

Sebagian titik kumpul massa dalam Aksi Damai Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Palestina bertajuk “Bermilyar Dukungan untuk Gaza dan Palestina” di Jakarta, Ahad, 9 Juni 2024 (Foto: Zayn Amir/ Hidayatullah.or.id)

Hentikan Hubungan dengan Israel

Lebih lanjut, Rasfiuddin mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah-langkah nyata dalam menghentikan kebiadaban zionis Israel.

Penghentian segala bentuk kerjasama yang menguntungkan Israel, termasuk hubungan dagang yang mungkin dilakukan secara diam-diam, menjadi poin penting yang disuarakan. Hal ini tegas dia sejalan dengan komitmen Indonesia dalam konstitusi untuk menghapuskan penjajahan di muka bumi.

“Hubungan dagang yang mungkin dilakukan diam diam dengan Israel harus dihentikan sebagai bentuk komitmen kita pada konstitusi yang teguh menghentikan segala bentuk penjajahan di muka bumi,” kata Rasfiuddin.

Dia menerangkan, aksi solidaritas ini selain sebagai menjadi wadah untuk menggemakan dukungan terhadap Palestina, juga sebagai edukasi berkelanjutan bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, agar mereka terus peduli dengan masalah Palestina.

Rasfiuddin menekankan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Baitul Maqdis adalah tanggung jawab bersama.

Generasi muda didorong untuk terus belajar dan memahami situasi di Palestina yang diantarannya melalui hasil riset mendalam yang dilakukan oleh cendekiawan berdarah Palestina, Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi, yang telah dibukukan.

Sehingga dengan mempelajarinya secara serius dan tajam, jelas Rasfiuddin, mereka dapat menjadi agen perubahan dan berkontribusi dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina untuk menghadirkan perdamaian di kawasan tersebut.

“Dukungan moral dan politis yang terus mengalir ini diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-hak mereka dan meraih kemerdekaannya,” katanya, menandaskan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Qurban untuk Kesehatan, Hadirkan Senyum dan Gizi untuk Masyarakat Dhuafa Sakila Kerti

0

TEGAL (Hidayatullah.or.id) — Menyambut Idul Adha, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) berkomitmen untuk tidak hanya menyebarkan kebahagiaan, tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat dhuafa.

Melalui program “Bahagia dengan Berqurban”, BMH menyiapkan 15 ekor kambing untuk disalurkan kepada masyarakat dhuafa yang aktif belajar di Lembaga Pendidikan Sakila Kerti, Kota Tegal, Jawa Tengah.

Imam Nawawi, Kepala Humas BMH Pusat, mengatakan pihaknya percaya bahwa qurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dan memastikan masyarakat dhuafa mendapatkan akses terhadap sumber protein hewani yang penting untuk kesehatan.

“BMH memandang masyarakat Sakila Kerti, yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa, yang mandiri dalam mencari nafkah dengan jadi pengasong adalah berhak atas kebaikan ini,” ujar Imam Nawawi.

Dr. Yusqon, pemimpin Sakila Kerti, menyambut baik inisiatif BMH ini. “Ini adalah kabar gembira bagi kami. Bantuan qurban ini akan sangat berarti bagi masyarakat di sini, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Program “Qurban untuk Kesehatan” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif ganda. Selain memenuhi kebutuhan spiritual umat Islam dalam menjalankan ibadah qurban, program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dhuafa, khususnya anak-anak, melalui asupan protein hewani yang cukup.

Dengan adanya program ini, BMH berharap dapat terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dari segi spiritual maupun kesehatan.

Pegiat Literasi Nasional Kang Maman Suharman, berulang kali menyampaikan bahwa program ini benar-benar buah dari kolaborasi yang apik antara masyarakat, BMH dan Sakila Kerti.

“Terimakasih atas dukungan dan kerjasama untuk pemenuhan gizi masyarakat Sakila Kerti di momentum Idul Adha nanti,” tuturnya.*/Herim