Beranda blog Halaman 304

Ponpes Hidayatullah Tabalong Asuh si Bayi Muhammad Fadlan Ramadan

0

TABALONG (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah Tabalong, Kalimantan Selatan, telah mendapatkan Surat Kuasa untuk kepengasuhan si bayi yang bernama Muhammad Fadlan Ramadan.

“Iya, kami sudah mendapatkan surat kuasa kepengasuhan bayi ini,” kata Ketua Yayasan Hidayatullah Tabalong, Ust. Abdul Rahman Sudding, saat dikonfirmasi Hidayatullah.or.id, Jum’at, 18 Sya’ban 1444 (10/3/2023).

Seperti diketahui, sebelumnya ada orang tak dikenal membuang bayi mereka di depan gudang Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, dini hari, Jum’at pekan lalu.

Abdul Rahman mengatakan pihaknya menerima kuasa tersebut dan akan menjalankan kepercayaan itu sebaik baiknya. “Kami akan memberikan pengasuhan dan memenuhi hak mendasar yang dibutuhkan bayi ini,” katanya.

“Mohon doanya, semoga Yayasan Hidayatullah Tabalong terus istiqamah dalam berkhidmat kepada umat baik dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan berbagai program keumatan lainnya,” tandasnya menambahkan.

Sementara itu, diketahui 2 pelaku kasus pembuangan bayi ke Pondok Pesantren Hidayatullah di Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong telah diamankan polisi.

Kapolres Tabalong AKBP Anib Bastian mengatakan, kedua pelaku adalah orang tua sang bayi. Pasangan itu mendapat penanganan berbeda.

Sebab sang ibu masih di bawah umur. Sementara suaminya yang berusia 19 tahun telah ditahan. “Untuk ibunya masih menjalani proses diversi,” kata Kapolres Anib dalam konferensi persnya seperti dilansir Radar Banjarmasin.

Proses diversi atau pengalihan penyelesaian perkara pidana anak ke proses peradilan pidana itu dilaksanakan selama 14 hari dengan melibatkan instansi terkait. Seperti Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak. Selama itu pula pelaku masih dalam pengawasan orang tuanya.

Masih dalam keterangan Kapolres Tabalong AKBP Anib Bastian, ia mengatakan dalam pengungkapan kasus ini polisi dimudahkan karena kedua tersangka kembali mendatangi pondok pesantren setelah ramainya pemberitaan di media.

Ketika dimintai keterangan, mereka mengakui menaruh bayi tersebut dengan alasan panik karena hasil hubungan di luar nikahnya.

Pelaku melahirkan sendiri di kamar tidurnya, hanya dibantu adiknya yang masih berusia 15 tahun.

Bayi laki-laki itu kemudian dibersihkan dan dipotong ari-arinya menggunakan pisau dapur. Ari-ari bayi lantas ditanam di samping rumah, memakai kayu untuk menggali lubangnya.

Adik sang ibu yang kini dijadikan saksi, diminta tidak memberitahu orang tuanya dengan alasan takut dipukuli. Kemudian pelaku membawa bayi ke pesantren agar mendapat pengasuhan yang layak.*/Yacong B. Halike

Cianjur Berangsur Pulih Pasca Gempa, Warga di Huntara Harap Tempat Lebih Layak

CIANJUR (Hidayatullah.or.id) — Tiga bulan lebih pasca kejadian gempa Cianjur yang menewaskan ratusan orang dan mengakibatkan ribuan orang harus kehilangan tempat tinggal serta harus mengungsi, kondisi perekonomian saat ini terpantau mulai berjalan normal.

“Ini terlihat dari banyaknya toko-toko sembako yang sudah kembali beroperasi serta pasar yang kembali mulai aktif,” terang Koordinator Lapangan Program BMH di Cianjur, Dhiyauddin, Kamis, 17 Sya’ban 1444 (9/3/2023).

“Di samping itu sektor pertanian kembali menggeliat, banyak dari masyarakat yang kembali menggarap lahan mereka dan beberapa pekerja pabrik sudah kembali masuk bekerja,” imbuhnya.

Meski begitu, masih ada beberapa hal yang masih belum ideal. Yaitu aktivitas anak sekolah yang belum 100 % berlangsung di beberapa tempat, mengingat beberapa sekolahan yang roboh dan masih tahap pembangunan

“Di sisi lain masih banyak warga yang tinggal di huntara yang terbuat dari terpal, berbeda dari sebelumnya yang tinggal di tenda terpal komunal, kini warga tinggal di atas tanah mereka masing-masing,” ungkap Dhiyauddin.

Ustadz Apep selaku kepala posko di kampung Pasir Gombong, Cugenang, berharap warga yang masih tinggal di huntara yang terbuat dari terpal, bisa menempati lokasi yang lebih layak.

“Setidaknya dinding menggunakan GRC. Semoga Ramadhan nanti mereka bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” ucapnya penuh harap.*/Herim

Harapan kepada Milenial, KH Abdurrahman: “Generasi yang Dipermudah Teknologi”

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Besar nian harapan Pemimpin Umum Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad kepada generasi milenial sebagai pelanjut rperjuangan dakwah menebarkan risalah Islam ke penjuru negeri.

Optimisme itu ia kemukakan pada acara Tabligh Akbar rangkaian kegiatan Halaqah Kubra Kader Hidayatullah Jawa Timur yang mengangkat tema “Menyongsong Usia Emas Hidayatullah” Kader Hidayatullah Jawa Timur, belum lama ini.

“Allah masih memberikan bagian juga sesuai dengan zamannya. Apalagi hari-hari ini yang disebut generasi milenial, generasi yang dipermudah oleh kemajuan teknologi sehingga tidak ada yang mustahil,” katanya seperti dilansir laman Ummul Qura Hidayatullah yang dinukil Hidayatullah.or.id, Kamis, 17 Sya’ban 1444 (9/3/2023).

Pemimpin Umum Hidayatullah mengapresiasi para generasi pelanjut yang selalu punya cita-cita tinggi. Apalagi dukungan kemajuan teknologi diyakini akan mempermudah percepatan dari harapan besar tersebut.

Menurut ustadz yang pernah tugas dakwah ke Irian Jaya hanya berbekal peti pakaian dari kayu ini, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antara dua generasi berbeda. Yakni, para orangtua sebagai generasi awal yang merintis dakwah dengan generasi milenial yang akan melanjutkan cita-cita pendahulunya.

“Memang generasi Rasulullah dan Sahabatnya adalah generasi terbaik sebagaimana sesepuh Hidayatullah adalah generasi terbaik. Karena dia perintis, makanya dikatakan menyongsong generasi emas,” ucapnya.

Kenapa demikian? Karena generasi awal itu, sambungnya, adalah yang telah meletakkan sesuatu yang bernilai mahal. Mahalnya itu karena telah membuktikan keistiqamahan dalam kesabaran. Jadi punya nilai keemasan mahal.

Ustadz Abdurrahman lalu menceritakan satu kisah peperangan di masa sahabat Umar al-Faruq.

Diceritakan waktu itu, umat Islam membutuhkan tambahan personel hingga 8.000 pasukan. Namun khalifah Umar hanya mengirim sekitar separuh dari jumlah yang diminta.

“Karena di situ ada panglima yang nilainya bisa beratus kali lipat lebih dari orang biasa. Itu mahal, generasi perintis memang mahal,” jelasnya.

Menyongsong Usia Emas Hidayatullah

Tema “Menyongsong Usia Emas Hidayatullah” menjadi daya tarik tersendiri baginya jelang Silaturahim Nasional Hidayatullah tahun ini.

Di hadapan ribuan kader Hidayatullah yang memadati lapangan SMP-SMA Integral Luqman al-Hakim, Surabaya, Pemimpin Umum mengawali pencerahannya dengan bersyukur kepada Allah dan menceritakan perkembangan kondisi kesehatan yang dialaminya.

“Alhamdulillah Allah telah membimbing kita, memberikan semangat, kemauan dan teristimewa kesehatan untuk hadir di majelis silaturahim ini. Syukur kepada Allah atas doa jamaah Hidayatullah. Saya katakan ini doa-doa yang memberikan spirit,” ucapnya berbahagia.

Kaitan dengan tema “Menyongsong Usia Emas Hidayatullah” Pemimpin Umum mengingatkan soal percepatan dan obsesi besar dalam meraih capaian pada momentum istimewa tersebut.

“Ayat yang dibaca ‘infiru khifafan wa tsiqalan’ itu tadi berarti mobilitas tinggi,” jelasnya menerangkan ayat yang terdapat pada surah at-Taubah.

Mobilitas tinggi, jelas sahabat karib KH. Abdullah Said, Pendiri Hidayatullah itu, tidak hanya sekadar semangat berlomba dalam kebaikan (sabiqun bil khairat), tetapi juga dibutuhkan kemampuan visioner dan obsesi besar.

Soal cita-cita, menurutnya, hal itu bisa saja ditertawakan oleh manusia yang lain atau dianggap tidak masuk logika. Tapi itu disebutnya tak masalah, sepanjang orang itu meyakini cita-cita yang diperjuangkannya.*/Abu Jaulah/MCU

[Download Khutbah Jumat] Sambut Ramadhan dengan Mental Kemenangan

KITA mengenal sejak kecil bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Namun, kalau kita mau sedikit menundukkan kepala, merenung, benarkah keberkahan Ramadhan telah benar-benar kita raih selama ini?

Pertanyaan ini penting agar kita siap menyambut Ramadhan 1444 H dengan kesiapan, bahkan dengan mental siap menjadi pemenang. Pemenang dalam hal ini adalah kita mampu mengisi 24 jam pada hari-hari Ramadhan dengan produktivitas amal, ibadah, ilmu, dakwah, kepedulian, dan kemajuan umat Islam.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya ditulis oleh Ust. Imam Nawawi, S.Pd.I, M.Pd.I. Unduh sekarang:

Simpul Sinergi Bersama Warga Gembira Bersih bersih Masjid di Bangkalan Dayak

0

KOTABARU (Hidayatullah.or.id) — Tampak warga masyarakat antusias dan riang gembira membersihkan rumah agung yang terbuat dari kayu nan kokoh itu. Demikianlah aksi Bersih-bersih masjid (BBM) simpul sinergi Laznas BMH dan BSI Maslahat yang terlaksana dengan baik di Mushola Al-Jihad yang berada di Desa Bangkalan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Lokasi masjid itu cukup jauh dari posisi kota. Untuk ke lokasi sasaran program, tim BMH harus menempuh jarak hingga 8 jam.

Untuk sampai ke titik lokasi tim harus menempuh perjalanan jauh dan ekstrim dengan menggunakan kendaraan motor melalui jalan darat dengan melalui 3 kabupaten/kota.

Kemudian harus masuk hutan belantara yang jaraknya hingga 10 kilo dari dalam raya.

“Untuk masuk ke lokasi kami sering hampir terjatuh,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kalsel, Ahmad Rifandi, Ahad, 13 Sya’ban 1444 (5/3/2023).

Selain menggelar aksi BBM, Laznas BMH juga menyerahkan 1 gulung ambal, perlengkapan ibadah fardhu kifayah, mukena sholat, karpet, perlengkapan kebersihan, dan mushaf Al-Qur’an sekaligus melaksanakan pengecatan dan perbaikan MCK dan tempat wudhu.

Ustadz Harmoko selaku pembina muallaf di sana mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BMH Perwakilan Kalsel ini.

“Kami atas nama warga dan bina muallaf di desa ini mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BMH yang telah datang jauh untuk perbaikan mushola dan perbaikan sarana wudhu serta perlengkapan ibadah,” katanya.

“Semoga Allah memberikan keberkahan dan membalas dengan kebaikan yang sempurna kepada semua yang ikut berkontribusi program baik ini,” tutup Ustadz Harmoko.*/Herim

Keluarga Sakinah Bisa Dibentuk dari Perjodohan dan Lingkungan

AULA Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Syarif Kasim Pekanbaru, Riau, terasa riuh gembira saat ujian promosi doktor ke 283, yaitu Dr. Paryadi, S.Sos.I, M.S.I, berlangsung. Disertasinya menarik perhatian penguji dan para tamu yang hadir karena membahas perjodohan dalam pernikahan.

Ujian promosi doktor yang dilaksanakan hari Senin, 6 Maret 2023 tersebut berjudul “Model Perjodohan pada Pernikahan Mubarakah di Pesantren Hidayatullah Balikpapan dalam Tinjauan Maqashid Syariah”.

Dalam paparan awal, Paryadi menyampaikan latar belakang penelitiannya tentang kerisauan terhadap model perjodohan di masyarakat yang cenderung menyulitkan orang yang hendak menikah.

Misalnya perjodohan yang memakai standar harta atau materi, performance atau wajah, status sosial atau jabatan seseorang. Wajar banyak bujang ‘lapuk’ dan perawan tua karena kesulitan mendapatkan jodohnya, sebagian memilih tidak menikah dan tragisnya ada yang terjebak dalam LGBT.

Sisi lain, ada model perjodohan yang berkembang melalui biro jodoh offline dan online. Namun, keduanya memiliki risiko terjadi penipuan, pelecehan, dan pacaran yang parah. Model penjodohan biro jodoh kurang memberikan pendampingan secara intens, cenderung menyerahkan kepada pihak yang ingin serius menikah dengan tidak dibimbing hingga akad nikah.

Di saat itulah Pesantren Hidayatullah Balikpapan menggagas model perjodohan dalam pernikahan mubarakah. Menikahkan para santri putra dengan santri putri yang dewasa dan memenuhi persyaratan administrasi pemerintah untuk menikah. Meski sebelumnya mereka tidak saling mengenal apalagi pacaran tapi pernikahan mereka bisa terbentuk keluarga sakinah.

Pernikahan mubarakah di Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaksanakan 30 kali sejak tahun 1977 hingga 2022 dengan peserta 804 orang. Adapun angka perceraian hanya 33 kali atau 4,1%. Ini angka yang sangat rendah dibandingkan dengan perceraian di masyarakat.

Sementara perceraian di masyarakat setiap tahun meningkat tajam. Padahal penjodohannya dilakukan dengan cara memilih sendiri, mengenal luar dalam pasangan sebelum menikah atau melalui pacaran berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Setelah proses perjodohan dan pernikahan maka perlu ada lingkungan yang mendukung terbentuknya keluarga sakinah seperti fasilitas ibadah, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi yang terkait dengan penjagaan agama, jiwa, harta, akal dan keturunan.

Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. Ilyas Husti, didampingi oleh Prof Ahmad Rofiq sebagai penguji eksternal dari UIN Semarang, Prof. Zikri Darussamin sebagai promotor, Dr Khairunnas sebagai ketua Program Studi Hukum Keluarga, Dr. Sofia Hardani sebagai co-Promotor.

Penguji satu satu persatu memberikan pertanyaan kepada Paryadi. Kemudian dijawab dengan tegas dan tepat oleh promovendus. Setelah selesai sidang promosi dan memperhatikan hasil penelitian serta jawaban, maka promovendus dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dengan nilai 3.93. Spontan promovendus sujud syukur dan gemuruh suara dari para tamu yang hadir karena mendengar pencapaian nilai tersebut.

Dr. Paryadi, S.Sos.I, M.S.I yang biasa dipanggil Abdul Ghofar selama ini mendapatkan amanah sebagai wakil sekretaris jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah. selain itu beliau juga sebagai dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah di Balikpapan.

Dalam sidang promosi tersebut ia didampingi oleh istrinya yaitu ustadzah Saryati, anak-anaknya yaitu Ahamd Yasin al-Faqih, Faiqah Putri an-Najah dan Ahmad Ad’iyyah Zamzam, teman-teman dari Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Riau, dan Pos Dai Hidayatullah Riau.

Beberapa rekomendasi penting dalam penelitian ini yaitu memberikan masukan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) untuk lebih serius dalam pembekalan sebelum pernikahan dengan cara menambah waktu, pendalaman materi dan kesiapan materi dari calon pengantin.

Instansi pemerintah juga bisa berkolaborasi dengan ormas Islam, pesantren untuk membuat model penjodohan dalam pernikahan yang memudahkan perjaka dan gadis yang hendak menikah. Ini juga menghindari kumpul kebo dan menekan angka perceraian yang terjadi di masyarakat.*/Ibnu M Hawab – Tadabbur Republika

OJK Edukasi Literasi Keuangan Syariah di Ponpes Hidayatullah Makassar

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — OJK menggelar kegiatan edukasi keuangan syariah dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program Sakinah (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah) di Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar, Jumat, 11 Sya’ban 1444 (3/3/2023).

Dalam sambutannya, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengingatkan para santri akan pentingnya mengelola keuangan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan keluarga dimasa depan.

Kegiatan edukasi keuangan bagi santri ini disambut baik oleh Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah (Pimpinan Pondok Pesantren) Suwito Fatah yang menyampaikan pentingnya literasi keuangan syariah bagi santri sebagai calon pemimpin.

Sementara itu Regional CSO BSI Irvan Satya menyampaikan pentingnya sinergi berbagai pemangku kepentingan dan pelaku jasa keuangan untuk bekerja sama mendukung perkembangan ekonomi syariah.

Inilah Harapan Ust Nashirul kepada PP Pemuda Hidayatullah 2023-2026

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah Periode 2023-2026 langsung take action, bergerak menjalankan amanah yang diembannya sejak usai dilantik. Salah satu upaya dalam memantapkan gerakan adalah menyerap inspirasi, saran, dan harapan dari para senior.

Menandai perlangkahannya ini, Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah Periode 2023-2026 yang dipimpin Rasfiuddin Sabaruddin diterima Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, Selasa, 16 Sya’ban 1444 (7/3/2023).

Dalam audiensi tata muka ini ketum Rasfiuddin didampingi segenap pengurus harian PP Pemuda Hidayatullah yaitu Sekretaris Jenderal Bustanol Arifin, Bendahara Umum Kamilul Khuluq, Ketua Departemen Organisasi & Pengembangan Hanifuddin Chaniago, Ketua Departemen Dakwah & Pembinaan Anggota Imam Muhammad, Ketua Departemen Perkaderan Joshua H. Solin, Ketua Departemen Ristek Refra Elthanimbary, dan Ketua Departemen Ekonomi & Kewirausahaan M. Deden Sugianto.

Sementara Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat DPP Hidayatullah didampingi sejumlah jajaran yaitu Kabid Tarbiyah Ir. Abu A’la Abdullah, M.HI, Kabid Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Asih Subagyo, Bendahara Umum Marwan Mujahidin, SE, M.Sust, Ketua Departemen Sumberdaya Insani Muhammad Arfan AU, dan Ketua Departemen Rekrutmen dan Pembinaan Anggota Iwan Abdullah.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah dalam sambutannya mengapresiasi sukses penyelenggaraan Munas VIII Pemuda Hidayatullah yang telah menghasilkan kepengurusan baru, lompatan terobosan untuk tata kelola Pemuda Hidayatullah yang lebih baik lagi sebagai organisasi pendukung Hidayatullah.

Pada kesempatan tersebut Nashirul Haq juga menaruh harapan kepengurusan Pemuda Hidayatullah Periode 2023-2026 semakin progresif beradab sebagaimana tagline-nya yang diantaranya ditandai dengan mengefektifkan berbagai forum pertemuan dan selanjutnya menderivasikan ke semua level pengurus dan dan anggota.

“Dapat mengadakan rapat yang lebih sering. Antum bisa lebih dari pada kami, kami 5 kali, antum bisa 7 kali lipat produktivitasnya, semangatnya, dan kreatifitasnya,” katanya.

Sebagai pemuda yang hari ini hidup di tengah kemajuan teknologi informasi, Pemuda Hidayatullah dapat setiap waktu berkoordinasi untuk menggulirkan berbagai kegiatan turunan dari program mainstream yang telah ditetapkan.

“Jangan menunggu rapat offline, bang Refra sudah tinggal di Batu, tinggi sinyal dan kuat di sana. Koordinasi dan komunikasi harus intens 24 jam,” harapnya seraya berpesan.

Di sisi lain, Nashirul juga mendorong sumber daya Pemuda Hidayatullah terlebih bagi yang duduk di level struktural agar menjalankan amanahnya dengan penuh kesungguhan seoptimal mungkin. “Harus menjiwai tupoksi pemuda, menjiwai tugas struktur,” katanya.

Dalam pada itu, sebagaimana yang ia cermati dalam program umum, ia menyarankan hendaknya membuat draf program kerja 3 tahunan dan di-breakdown tahunan secara terfokus dan berjenjang.

“Paling utama adalah kaderisasi, usahakan terukur dan target kuantitatifnya terkejar,” imbuhnya seraya menyakinkan bahwa Kabid Tarbiyah akan memberikan support system lewat halaqah.

Tak kalah penting, Nashirul menekankan, perlu adanya satu formulasi kekinian yang perlu dipikirkan Pemuda Hidayatullah sehingga para pemuda masa kini semakin tertarik kepada Islam dengan tawaran keasyikan yang ada di dalamnya.

“Perlu belajar strategi tarbiyah bagaimana menjaring anak anak muda. Munculkan konsep yang sifatnya implementatif. Anda harus lebih semangat, lebih progresif, lebih militan, lebih beradab,” tandasnya.*/Yacong B. Halike

Laznas BMH-BSI Maslahat Gelar Program Peduli Masjid di Ngasinan Jateng

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Laznas BMH, BSI dan BSI Maslahat berkolaborasi untuk syiar sambut Ramadhan dengan melakukan program bersama Peduli Masjid dan Mushola Pedalaman. Kali ini program digelar di Masjid Al Barokah, Dusun Ngasinan, Desa Timpik, Kec. Susukan, Kab. Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Selasa, 15 Sya’ban 1444 (7/3/2023)

Staf Amil BMH Perwakilan Jawa Tengah, Chandra, mengatakan program ini diinisiasi sebagai wujud mengembalikan syiar bahwa bulan Ramadhan harus disiapkan sejak dini.

“Program peduli masjid dan mushola pedalaman ini memberikan edukasi bagi warga bahwa bulan Ramadhan sebentar lagi akan segera tiba. Mari siapkan bekal untuk menyambut dan mengisinya,” katanya.

Program peduli masjid dan Mushola pedalaman ini merupakan program tepat sasaran kolaborasi antara BMH, BSI dan BSI Maslahat. Program ini dapat menjadi contoh untuk membantu masyarakat pedalaman untuk bersiap menyambut Ramadhan.

Doa dan harapan disampaikan Bapak Nur Sholeh selaku takmir Masjid Al Barokah. “Terimakasih kepada BMH, BSI dan BSI Maslahat yang sudah memberikan kelengkapan kebutuhan masjid”, katanya.

Pada kegiatan ini masjid mendapatkan bantuan karpet, mukena, alat kebersihan serta pemasangan daun pintu di masjid Al Barokah ini. “Sekali lagi terimakasih atas dukungan ini. Semoga Allah mudahkan seluruh pihak yang terlibat kelimpahan pahala disisi-Nya,” tandas Nur Sholeh.*/Yusran Yauma

Laznas BMH Perwakilan Kaltara Serahkan Annual Report kepada Baznas dan Kemenag

TANJUNG SELOR (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Laznas BMH Perwakilan Kalimantan Utara berkunjung ke Kantor Kementerian Agama dan Baznas di setiap Kabupaten/Kota dalam rangka penyerahan Annual Report Tahun 2022.

“Kunjungan pada hari ini adalah menyampaikan laporan kegiatan pengelolaan zakat, infak  dan sedekah oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) untuk wilayah Provinsi Kalimantan Utara di setiap Kabupaten/Kota seperti Tarakan, Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung,” terang Kepala BMH Perwakilan Kaltara, Fathur Rahmansyah, Selasa, 15 Sya’ban 1444 (7/3/2023).

Fathur menambahkan laporan yang disajikan kepada setiap daerah Kabupaten/Kota adalah turunan dari laporan yang diberikan kepada Kemenag dan Baznas Provinsi beberapa waktu lalu. 

“Semua ini merupakan wujud pertanggung jawaban BMH atas amanah kebaikan kaum Muslimin yang memberikan kepercayaan pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah, melalui BMH di setiap daerah,” imbuhnya.

“Insha Allah pada bulan Ramadhan ini  kami BMH akan memberikan edukasi dan layanan zakat kepada masyarakat di Kalimantan Utara di setiap daerah, guna memudahkan dalam penghimpunan dan pendistribusian,” tegas Fathur.*/Herim