Beranda blog Halaman 389

Jenazah Laendra Akan Langsung Dibawa ke Sukabumi

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Jika tak ada halangan, jenazah Allahuyarham Laendra Rahmat Kartolo (50) akan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Kamis (21/10) siang. Namun, menurut Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah, Asih Subagyo, yang besok akan memimpin langsung penjemputan jenazah di bandara, belum tahu berapa lama proses pemeriksaan di dalam bandara akan berlangsung hingga bisa dibawa keluar.

“Prosesnya bisa beberapa jam. Tapi insya Allah kami akan menjemputnya dan rencananya akan langsung dibawa ke Sukabumi (Jawa Barat),” jelas Asih saat dikonfirmasi Rabu (20/10). Ikut dalam rombongan penjemputan, Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah DPP Hidayatullah, Nanang Nurpatria, Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, Shaleh Utsman, Ketua Departemen Sosial DPP Hidayatullah, Musliadi, dan Ketua Departemen Kesehatan DPP Hidayatullah, Imron Faizin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Allahuyarham Laendra, Ketua Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Jawa Tengah, meninggal di dalam pesawat dalam perjalanan menuju Turki dan transit di Abu Dhabi pada Senin (18/10) dini hari. Laendra rencananya hendak mengunjungi beberapa lembaga pendidikan dan tempat-tempat bersejarah di Turki bersama rombongan dalam program Safari Pendidikan Hidayatullah. Allahuyarham meninggal setelah terkena serangan jantung di dalam pesawat.

Menurut Penanggungjawab Penjemputan, Muhammad Akbar, dari tim Search and Rescue (SAR) Hidayatullah, penjemputan jenazah akan dilakukan menggunakan dua ambulan milik Baitul Mal Hidayatullah (BMH), serta satu mobil tim SAR Hidayatullah. Rombongan akan langsung bertolak ke Sukabumi untuk menyerahkan langsung jenazah kepada pihak keluarga. (Mahladi)

Jika Tak Ada Halangan, Jenazah Laendra Rahmat Tiba Kamis Siang

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengatur Perjalanan Tim Departemen Pendidikan Dasar Menengah DPP Hidayatullah ke Turki, Suci Oktaviani, mengabarkan bahwa pada Selasa (19/10) sekitar pukul 18.30 WIB, pihaknya telah dipanggil pihak kepolisian Abu Dhabi untuk menandatangani surat-surat yang berkenaan dengan wafatnya Allahyarham Laendra Rahmat Kartolo (51). Sebagaimana diketahui, Laendra wafat dalam perjalanan menuju Turki di dalam pesawat Etihad Airways pada Senin (18/10)

Suci, yang didampingi petugas dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk UEA, mengatakan bahwa pada Rabu (20/10), isteri Laendra, Rita Sahara akan dibawa ke rumah sakit untuk melihat jenazah suaminya. Di rumah sakit tersebut Suci dan Rita juga akan menjalani PCR Swab test untuk persiapan pulang ke tanah air.

Menurut petugas KBRI yang dikutip Suci, kemungkinan besar jenazah Allahyarham Laendra bersama Rita dan Suci akan diberangkatkan dengan pesawat Etihad EY474 pada Kamis (21/10) pukul 2.40 dini hari waktu Abu Dhabi dan diperkirakan tiba di Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB di hari yang sama.

Kepala Departemen Sosial DPP Hidayatullah, Musliadi, yang terus mengawal rencana kepulangan jenazah ini mengatakan, “Kita semua berharap Allah Ta’ala melancarkan proses pemulangan ini.” (Mahladi)

Jenazah Lendra Rahmat Kartolo Masih Tertahan di Abu Dhabi

0

ABU DHABI (Hidayatullah.or.id) — Jenazah Allahyarham Lendra Rahmat Kartolo saat ini belum bisa diterbangkan ke Indonesia dan masih tertahan di Abu Dhabi. Istri Alm Lendra, Rita Sahara, pada Senin petang (18/10) waktu Uni Emirat Arab (UEA) sempat ditemui petugas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi.

Dalam pertemuan itu, pihak KBRI menjelaskan kepada isteri Alm Lendra bahwa semua jenazah yang wafat di dalam pesawat milik UEA untuk mendapatkan visum et repertum dan pemeriksaan forensik (pemeriksaan jenazah untuk memastikan sebab-sebab kematian) di rumah sakit resmi pemerintah UEA. Ini sudah menjadi prosedur tetap mereka.

Karena itu, menurut pihak KBRI kepada Rita, ada kemungkinan jenazah akan tertahan beberapa hari di Abu Dhabi. Visum dan prosedur resmi lain memerlukan waktu 3 sampai 5 hari. Selain itu, ada dokumen-dokumen lain yang harus dilengkapi.

Rita dan Suci (pendamping dari perusahaan travel) sudah diberi visa untuk berdiam di UEA sampai 7 hari. Pihak Etihad Airways telah menyediakan hotel untuk menginap selama 1 hari 1 malam kepada keluarga Alm Lendra. Namun, untuk hari kedua dan seterusnya, pihak Etihad Airways menyerahkan pembiayaan kepada pihak keluarga.

Selanjutnya, jenazah akan dimandikan, dikafankan, dan diproses agar lebih bertahan lama di Abu Dhabi. Setelah semua prosedur resmi UEA selesai dilakukan akan diumumkan kapan jenazah bisa dikirim pulang.

“Mari kita mendoakan beliau husnul khotimah dan melaksanakan solat ghoib untuk beliau, karena in syaa Allah telah memenuhi syarat untuk disolatkan secara ghoib,” jelas Sekjen DPP Hidayatullah, Candra Kurnianto setelah mendengar informasi ini. (Mahladi)

Pemuda Hidayatullah Harus Aktif Belajar dan Bergerak

0

Judul di atas adalah bagian dari pesan yang disampaikan oleh Ustadz Laendra Rahmat yang merupakan Dewan Penasehat PP SAR Hidayatullah kala membuka kegiatan Leadership Training Center (LTC) Pemuda Hidayatullah Jawa Tengah di Kudus pada 1-3 Oktober 2021.

Sekalipun tak mengenal cukup dekat, beberapa kali saya sempat bertemu dengan beliau. Dan, kala di Kudus saya melihat beliau memang sosok yang enerjik dan seorang figur ayah dengan anak-anak yang baik dan berprestasi.

Seperti Ahmad Faruq yang kini bertugas sebagai staf di DPP Hidayatullah dan mengabdi di Lembaga Keuangan Syariah Baituttamwil Hidayatullah (LKS BTH). Anak pertamnya, Afifah Fauziyyah, lulusan Rekayasa Pertanian Institut Teknologi Bandung serta menyelesaikan jenjang magister jurusan Biomanajemen di kampus yang sama dan kini mengabdi sebagai relawan Pengajar Muda Indonesia Mengajar.

Sebagian besar pesan beliau kepada Pemuda Hidayatullah Jawa Tengah kala itu ialah tentang idealisme pemuda, yang tidak boleh terseret arus pragmatisme kemudian harus aktif di dalam belajar dan bergerak.

“Pemuda itu harus belajar, rajin belajar, gunakan waktu yang ada untuk betul-betul belajar, agar kelak dapat menjadi pemimpin yang bijaksana,” kata beliau memberikan motivasi malam itu.

Beliau pun sempat mengatakan bahwa jika usia muda tidak digunakan dengan baik, malas belajar, maka kelak hanya akan menjadi manusia dengan kontribusi yang minim.

“Jangan sampai Pemuda Hidayatullah seperti itu (minim kontribusi),” tegas Ketua Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Jawa Tengah ini.

Lebih jauh, pria murah senyum itu mengatakan bahwa bahwa pemuda juga harus rajin bergerak, melakukan pembinaan keumatan, aktivitas kebaikan.

“Jangan puas dengan yang di lakukan di dalam organisasi, harus keluar, ekspansi, agar keberadaan kita semakin luas manfaatnya. Jadi, Pemuda Hidayatullah itu mesti rajin belajar dan aktif bergerak,” ungkapnya lebih lanjut.

Kondisikan

Pesan beliau kepada pemuda ialah tertib dan disiplin, yang beliau ambil dari kata kondisikan.

“Pemuda harus dewasa, cerdas dan gesit di dalam bergerak. Kalau senior sudah bilang kondisikan, maka segenap daya harus difokuskan bagaimana sebuah program atau hajat kelembagaan bisa berjalan dengan baik. Jadi mampu membaca intruksi dengan lengkap, sehingga dapat dengan segera mengkondisikan keadaan,” urainya.

Selain itu juga harus mampu mendeliveri pesan agar tim mampu mengkondisikan.

“Sekali waktu kadang kala pemuda yang harus keluarkan intruksi mengkondisikan. Harus bisa juga pemuda menggerakkan tim melakukan itu,” imbuhnya.

Visioner

Terakhir beliau berpesan agar seorang pemuda memiliki pandangan visioner.

“Pandangan pemuda itu jauh kedepan, pandangan pemikiran harus jauh ke depan,” tegasnya.

Namun semua itu harus selaras dengan amaliah dan ibadah, jangan sampai tidak seimbang.

Pemuda harus dekat dengan Allah, melalui tilawah, sholat sunnah, Tahajjud utamanya dan beragam amal ibadah lainnya.

Jangan hanya pikirannya yang panjang dan jauh ke depan, namun ruhaninya tidak pernah diberikan nutrisi utamanya untuk sehat dan kuat dengan ibadah.

“Pemuda Hidayatullah harus seimbang, pikiran jauh ke depan, ibadah juga terus diperjuangkan. Semampu diri beribadah dengan baik, lakukan dan perjuangkan. Insha Allah hasilnya nanti akan seimbang dan membawa perubahan,” ungkapnya.

Kini Ustadz Laendra Rahmat telah menghadap keharibaan-Nya. Semoga pesan-pesan penting beliau dapat diserap oleh segenap kader muda untuk selanjutnya menjadi kekuatan yang membawa kemajuan umat dan martabat bagi bangsa dan negara.

Selamat jalan, senior. Doa kami engkau diampuni oleh Allah Ta’ala dan mendapatkan ridha di sisi-Nya. Aamiin.

Imam Nawawi, Ketum PP Pemuda Hidayatullah

Ustadz Laendra Rahmat Kartolo Berpulang Saat Menuju Turki

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Laendra Rahmat Kartolo (51 tahun), meninggal dunia dalam perjalanan dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju bandara Abu Dhabi.

Laendra, yang juga Pembina Yayasan An-Najah Rembang dan Pati, meninggal pada Senin (18/10) pukul 03.00 dinihari waktu Abu Dhabi, di pesawat Etihad Airways.

Allahuyarham salah satu anggota rombongan Safari Pendidikan Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah DPP (Dewan Pengurus Pusat) Hidayatullah yang akan melakukan perjalanan selama 10 hari untuk mengunjungi lembaga-lembaga pendidikan dan tempat-tempat bersejarah di Turki.

Menurut keterangan seorang dokter yang juga penumpang pesawat, diduga sebab medis kematian adalah serangan jantung.

Allahyarham dinyatakan wafat setelah awak pesawat Etihad Airways dan penumpang yang juga dokter, berusaha memberikan bantuan medis setelah mendapatkan laporan bahwa Allahyarham pingsan. Qaddarallaah wa maa syaa fa’ala beliau wafat sebelum pesawat mendarat.

Menurut keterangan istri Allahyarham, Ustadzah Rita Sahara, beliau berangkat dalam keadaan sehat wal afiyat. Beliau juga telah menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat.

Demikian pula saat masuk pesawat, Allahuyarham dalam keadaan sehat. Bahkan, sempat ikut berfoto bersama.Namun, Rita mengakui beberapa tahun sebelumnya Allahuyarham pernah sekali mendapat serangan jantung.

Ketua Depdikdasmen DPP Hidayatullah, Nanang Noer Patria, menyatakan, “Istri Allahyarham yang ada dalam rombongan dan seorang pemimpin safari akan mendampingi jenazah yang pemulangannya diurus oleh Etihad Airways ke Jakarta. Sedangkan anggota rombongan lain melanjutkan tugas sampai selesai.”

Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah Candra Kurnianto mengatakan, “Kita berduka cita mendalam atas peristiwa ini, pada saat yang sama kita menerima dengan ikhlas ketetapan Allah atas Allahyarham sebagai yang terbaik. Ambulans dan penerimaan jenazah sedang disiapkan di bandara Soekarno-Hatta.

Candra juga berharap semoga Allah Ta’ala mengampuni seluruh dosa Allahuyarham, menerima seluruh ibadah dan amal shalih beliau, dan Allah Ta’ala kumpulkan bersama para Nabi, Shiddiqin, Syuhada dan Shalihin. Kepada istri dan anak-anak beliau, serta seluruh keluarga beliau, Candra berharap semoga Allah sempurnakan keikhlasan dan kesabarannya. (Mahladi)

Pemprov Kaltara Resmikan Pelatihan Dakwah Digital

0

TANJUNG SELOR (Hidayatullah.or.id) — Perhatikan pendidikan keagamaan di Kalimantan Utara (Kaltara), Gubernur Zainal A. Paliwang melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, Haerumuddin hadiri pembukaan pelatihan dai bertema Mahirkan Kader Dakwah untuk terwujudnya Kaltara yang Maju, dan Sejahtera.

“Dakwah bertujuan untuk mengeluarkan manusia dari kejahilan serta kesempitan dunia menuju maha luasnya akhirat. Ini tugas mulia yang menyeruh untuk menuju jalan Allah, keimanan, patuh kepada hukum, dan juga berbagai kebaikan lainnya,” ujar Haerumuddin saat membuka acara tersebut di Kampus Pesantren Hidayatullah Tanjung Selor, Kaltara, Kamis, 7 Rabiul Awal 1443 (14/10/2021).

Ia meminta 100 peserta pelatihan dari lima kabupaten/kota di Kaltara untuk menegakan gaya hidup beragama di tengah masyarakat yang serba modern. Menurutnya, kemajuan teknologi menjadikan dakwah tidak hanya diterapkan dari mimbar ke mimbar, melainkan penyebarluasan melalui media sosial.

“Saya kira akhir-akhir ini ada kecenderungan masyarakat kita yang mulai menjauh dari agama, jadi saya ingatkan kepada peserta bahwa agama bukan simbol belaka. Saya harap dari pelatihan ini Kaltara dapat melahirkan dai dan daiyah yang siap dan mampu mengaplikasikan dakwahnya dalam kehidupan,” bebernya.

Selain Haerumuddin, Endi Haryono selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kaltara mengungkapkan bahwa kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (17/10/2021) ini memang perlu adanya pembaruan agar pesan dalam dakwah dapat terserap di berbagai elemen masyarakat.

“Memang benar yang dikatakan Bapak Assisten tadi, dakwah tidah hanya dapat dilakukan dari mimbar ke mimbar. Dakwah juga bisa dilakukan secara digital, nanti peserta akan diajarkan cara dakwah yang baik mulai dari etika keagamaan serta menghormati adat istiadat masyarakat melalui sosial media,” bebernya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang mengutus Bapak Asisten III. Dalam sambutannya, beliau sangat mendukung program kami dalam dakwah. Semoga sinergi antara Pesantren Hidayatullah dengan Pemerintah Provinsi Kaltara terus terjalin,” pungkas Endi.

Sebagai penutup, ia menjelaskan luasnya wilayah di Kaltara memberikan tantangan tersendiri untuk menyebarluaskan dakwah. Selain itu, dakwah secara digital juga dilaksanakan demi mendukung program pemerintah untuk mengurangi kerumunan demi memutus rantai penyebaran COVID-19.*/saq/dkipkaltara

Upgrading Dai se-Kepri Kuatkan Tsaqofah Islamiyah

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Penting bagi setiap dai memiliki pemahaman dan mengaktualisasi nilai tsaqofah Islamiyah yang akan membawa dampak kepada peningkatan kepekaan sosial dan pengembangan potensinya dalam perannya sebagai orang yang mengemban amanah dakwah di tengah masyarakat.

Demikian benang merah yang menjadi penekanan dalam acara Upgrading dan Konsolidasi Dai yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah yang diikuti oleh Pimpinan Daerah (DPD) se-Kepulauan Riau, Ahad, 10 Rabiul Awal 1443 (17/10/2021).

Menurut ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah, Asih Subagyo, upgrading ini dimaksudkan sebagai wahana peningkatan pemahaman kelembagaan, terutama Tri Konsolidasi, yaitu, pertama konsolidasi idiil terkait jatidiri Hidayatullah.

Kedua, konsolidasi organisasi menyangkut kepemimpinan, manajemen, regulasi yang berkenaan dengan pedoman organisasi dan pedoman dasar organisasi, tata kelola administrasi dan budaya organisasi. Dan, yang ketiga, konsolidasi wawasan terkait tsaqofah islamiyah dan worldview.

“Selain itu juga menyegarkan kembali spirit perjuangan para ‘assabiqunal awwalun’ (pendiri dan perintis Hidayatullah) dan memberikan pemahaman kondisi organisasi saat ini, serta tantangan ke depan,” tutur Asih Subagyo.

Kegiatan upgrading yang berlangsung interaktif diikuti dengan antusias para peserta. Berbagai problem dan tantangan dakwah di daerah diurai untuk menemukan solusi berdasarkan aturan yang tertuang dalam pedoman dasar organisasi dan pedoman organisasi dan spirit sistematika wahyu sebagai manhaj pergerakan Hidayatullah.

Dalam sambutannya ketua DPW Hidayatullah Kepri, Darmansyah menuturkan, bahwa kekompakan merupakan unsur penting dalam menjalankan roda dakwah dan organisasi. Darmansyah juga mendorong agar para pengurus DPD untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dan wawasan agar dapat mengelola organisasi secara maksimal.

“Kegiatan upgrading ini juga untuk kembali menyegarkan semangat kita dalam menjalankan amanah organisasi yang tentu tidak lepas dari konsep sistematika wahyu, yang menjadi rujukan dalam berorganisasi,” terang Darmansyah.

Gelaran kegiatan konsolidasi dan upgrading yang digelar DPW Hidayatullah Kepri ini bersinergi dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepri sebagai mitra strategis.

“BMH sangat peduli terhadap kegiatan dakwah Islam yang dilakukan oleh para da’i, karena salah satu konsentrasi program BMH adalah meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM), salah satu strateginya adalah keberpihakan terhadap pembinaan ummat dalam supporting kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan,” ungkap Abdul Aziz, General Manager BMH Kepri.

Upaya Hidayatullah untuk meningkatkan kualitas kader di seluruh Indonesia terus digencarkan yang ditandai diantaranya dengan kegiatan yang digelar 15-17 Oktober 2021 ini yang dihadiri 22 peserta dari 7 Kab/kota se Kepulauan Riau yang berlangsung di Kampus Utama Hidayatullah, Batam.

Gawean bidang organisasi DPW Hidayatullah Kepri ini dihadiri juga oleh ketua Departemen Sumberdaya Insani (SDI) DPP Hidayatullah, Arfan AU dan ketua departemen Organisasi, Samsudin. Beberapa tema menarik dipaparkan narasumber termasuk strategi mengelola organisasi di masa pandemi.*/Mujahid M. Salbu

Mengharap Turunnya Rahmat Allah

0

Ada banyak rahmat Allah yang tercurah tanpa kita memintanya, sebagai perwujudan nama-Nya yang mulia, “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim”. Komposisi sinar matahari, rasio oksigen terhadap gas-gas lain di atmosfer, atau jarak relatif bumi ke matahari, semua ini hanyalah sekelumit sampel dari rahmat Allah yang tidak pernah kita minta. Akan tetapi, ada pula rahmat yang digantungkan kepada sebab-sebab tertentu. Ia tidak akan diberikan kecuali bila syarat-syaratnya dipenuhi.

Dengan kata lain, kita diharuskan bekerja keras untuk menarik simpati dan perhatian Allah agar bersedia menurunkan rahmat-Nya. Dan, pada kenyataannya seluruh bagian syariat Islam adalah sarana untuk mengejar turunnya rahmat itu.

Bahkan, sebenarnya kita pun hanya bisa masuk surga berkat rahmat-Nya, bukan karena amal-amal kita. Kenikmatan surga terlampau mewah untuk ditukar dengan kualitas amal manusia yang seringkali bopeng di sana-sini oleh pamrih, kemalasan, riya’, kelalaian, keterpaksaan, dsb.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berusahalah untuk tepat dan mendekati (amal terbaik), dan bergembiralah! Sungguh, tidak seorang pun yang dibuat masuk surga oleh amalnya.” Para Sahabat bertanya, “Tidak juga Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga saya, kecuali jika Allah melimpahi saya dengan rahmat-Nya. Beramallah kalian, karena sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu, meskipun hanya sedikit.” (Riwayat Muslim, dari ‘Aisyah).

Dalam riwayat lain, dikatakan: “Tidak seorang pun yang diselamatkan oleh amalnya.” Para Sahabat bertanya, “Tidak juga Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga saya, kecuali jika Allah melimpahi saya dengan rahmat-Nya. Berusahalah untuk tepat dan mendekati (amal terbaik)! Beramallah di pagi hari, siang hari, dan sebagian dari penghujung malam! Bersikaplah pertengahan dalam beramal! Bersikaplah pertengahan dalam beramal! Niscaya kalian akan sampai (kepada tujuan).” (Riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah).

Begitulah jalan satu-satunya. Kita harus beramal semaksimal yang kita mampu: pagi, siang, malam. Kita juga harus berusaha untuk kontinyu, mempersembahkan yang terbaik, dan tidak ekstrim. Rasulullah sangat menekankan sikap pertengahan alias sedang-sedang saja ini. Sebab, sikap pertengahanlah yang dapat menjaga ketersediaan energi mental di sepanjang perjalanan yang melelahkan ini, sehingga kita tidak drop sebelum sampai ke tujuan.

Oleh karenanya Rasulullah mengingatkan kita agar tidak memperketat agama melebihi apa yang sudah disyariatkan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah/ringan. Tidak seorang pun yang memperberat agama ini melainkan ia pasti akan dikalahkannya. Bersikaplah pertengahan dan berusahalah mendekati (yang terbaik). Manfaatkanlah waktu-waktu pagi, sore, dan sebagian dari akhir malam (untuk membantu meraih keajegan dalam beribadah).” (Riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah).

Sungguh, simpati-Nya tidak dapat diraih dengan ghuluw (berlebihan, ekstrim). Bahkan, Allah membencinya. Siapa saja yang memberati dirinya sendiri dengan apa yang tidak dituntunkan Al-Qur’an dan Sunnah, suatu saat akan ambruk kehabisan daya. Ia akan mengalami futur (kendor, jenuh). Tentu saja kondisi begini sangat rawan, bahkan mengerikan. Bagaimana jika habisnya energi itu justru di saat-saat terakhir kehidupan, sehingga mengakibatkan su’ul khatimah? Na’udzu billah!

Para Sahabat Nabi merupakan contoh terbaik dari sikap pertengahan ini. Mereka adalah kaum yang kehebatan amalnya tidak terletak pada kadarnya yang menakjubkan, tetapi pada ketulusan dan keistiqamahannya yang luar biasa. Sangat boleh jadi ada orang-orang dari generasi berikutnya yang mengerjakan shalat, berpuasa, atau berinfak lebih banyak dibanding para Sahabat, namun mereka tidak sanggup mengejar apalagi mendahuluinya.

Rasulullah bersabda, “Jangan mencela Sahabat-sahabatku! Jangan mencela Sahabat-sahabatku! Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan bisa mengejar satu mud infak mereka, tidak juga setengahnya.” (Riwayat Bukhari dari Abu Sa’id, dan Muslim dari Abu Hurairah). Satu mud sendiri kira-kira setara dengan 6,75 ons atau 675 gram.

Sangat wajar kiranya jika Ibnu ‘Umar berkata, “Barangsiapa yang ingin mengambil teladan, maka hendaklah ia meneladani orang yang sudah meninggal. Mereka itulah para Sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka adalah sebaik-baik umat ini; orang-orang yang paling baik hatinya, paling mendalam ilmunya, dan paling sedikit memaksakan diri. (Mereka adalah) suatu kaum yang telah dipilih Allah untuk mendampingi Nabi-Nya dan menyebarkan agama-Nya. Maka, contohlah akhlak dan jalan hidup mereka. Mereka adalah para Sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” (Riwayat Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, I/305).

Ibnu Mas’ud juga berkata, “Barangsiapa diantara kalian yang ingin mengambil teladan, hendaklah ia meneladani para Sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya diantara umat ini, paling mendalam ilmunya, paling sedikit memaksakan diri, paling lurus perilakunya, dan paling baik keadaannya. (Mereka adalah) suatu kaum yang telah dipilih Allah untuk mendamping Nabi-Nya, maka akuilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak langkah mereka, sebab sungguh mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” (Riwayat Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi, II/947; dan al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah, I/214).

Sikap ekstrim sendiri bisa tampil dalam dua manifestasi yang saling bertentangan. Pertama disebut Ifrath (melampaui batas atau berlebihan), dan kedua disebut Tafrith (teledor atau sangat kurang dari sewajarnya). Tentu saja, simpati Allah tidak bisa diraih melalui keduanya. Wallahu a’lam.

Ustadz Alimin Mukhtar

Terus Berakselerasi Khidmat Hidayatullah Sulawesi Barat

MATENG (Hidayatullah.or.id) — Tiada kata henti untuk melakukan kebaikan demi kebaikan, kemudian meluaskannya ke setiap penjuru mata angin sebagai ikhtiar melakukan percepatan gerakan dalam rangka berkidmat kepada umat dengan wasilah dakwah dan tarbiyah.

Hal itulah yang terus diupayana Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat. “Dalam menjalankan tugas seorang kader harus memiliki jati diri yang kuat sesuai konsep sistematika wahyu,” kata Mardhatillah.

Ketua DPW Hidayatullah Sulbar ini kembali menekankan hal itu saat melantik pengurus Pergantian Antar Waktu (PAW) DPD Hidayatullah Mamuju Tengah, (08/10/2021).

Menurut Mardhatillah, sejalan dengan upaya khidmat yang lebih baik, setiap kader dai Hidayatullah perlu untuk selalu menjaga jatidiri yang selama ini menjadi kultur Hidayatullah. Sehingga dengan begitu, tujuan yang ditarget bisa dicapai dan amanah yang diembankan dapat dijalankan dengan baik.

“Pengembangan dari jatidiri itu adalah seorang kader perlu kritis pada setiap problematika, kreatif dalam setiap ide, komunikatif dan kolaborasi antara pengurus atau departemen,” imbuhnya memungkasi.

Dalam prolognya memandu acara ini, ketua Departemen Organisasi dan SDI DPW Hidayatullah Sulbar, Muhammad Bashori, menyampaikan bahwa Perkumpulan Hidayatullah baru saja mendapatkan apresiasi di Forum Diskusi Pemerintah dan Ormas oleh Dir Intel Polda Sulbar sebagai satu satunya ormas Islam dalam 10 ormas yang terupdate Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di Kesbangpol per Oktober tahun ini.

Selain menekankan pentingnya peran keumatan secara luas, Bashori dalam pemaran item departemennya dalam sesi koordinasi usai pelantikan itu, mengutarakan bahwa dalam menjalankan tugas atau amanah jangan hanya berfokus pada departemen dan bidangnya saja tetapi harus selalu ada sinergitas dengan yang lainnya.

Dalam kesempatan tersebut juga mengemuka nilai aset DPD Hidayatullah Mamuju Tengah yang cukup memadai dimanfaatkan mengembangkan unit usaha seperti minimarket di tempat yang strategis. Bidang ekonomi DPW Sulbar juga membidik bidang peternakan dan pertanian.

Dalam rapat konsolidasi ini juga dibahas mengenai pola administrasi dan pengelolaan dana infaq Gerakan Nawafil Hidayatulah (GNH) yang diharapkan semakin baik, akuntabel, terstandar dan bernilai manfaat.

Demikian pula yang berkenaan dengan administrasi perkantoran, tata kelola, dan alat alat kelengkapan organisasi harus semakin baik dan terstandar sebagai tindak lanjut dari hasil workshop sekretaris DPD Hidayatullah se Sulbar beberapa waktu lalu.*/Fadel

25 Anggota SAR Hidayatullah Peserta Bimtek Basarnas

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 25 anggota SAR Hidayatullah perwakilan dari berbagai daerah di Kaltim menjadi peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Operasi Penanggulangan Bencana yang diadakan oleh Basarnas Kaltim selama 3 hari yang dibuka pada Rabu, 6 Rabiul Awal 1443 (13/10/2021).

Acara yang digelar di Kantor Basarnas Balikpapan itu dibuka oleh Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho. Irwan mengharapkan, pelatihan SAR tersebut dapat memunculkan kader khususnya para milenial dan santri dalam melakukan pertolongan pertama akan suatu kejadian bencana alam.

Dia menyebutkan, ini adalah pertama kali (bimtek SAR) di Kaltim, Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memberikan bimtek SAR untuk santri dan milenial.

“Saya mendorong kedepannya pelatihan SAR ini dapat terus menjadi agenda rutin Basarnas dengan persetujuan DPR khususnya Komisi V DPR RI,” ujar Irwan.

Irwan melanjutkan, partisipasi aktif masyarakat dalam pencarian dan pertolongan adalah kunci keberhasilan SAR.

Untuk itu, Irwan terus mendorong pelatihan potensi SAR kepada organisasi yang memiliki tenaga rescuer eksisting selama ini yang perlu ditingkatkan kompetensi dan kemampuannya.

Sehingga, pada saat ada musibah atau bencana sudah mempunyai kemampuan di daerah untuk pencarian, pertolongan serta penyelamatan.

“Sebagai salah satu mitra strategis Komisi V DPR RI, tahun depan kita terus akan tingkatkan baik jumlah kegiatan maupun anggaran untuk pelatihan berikut perlengkapan kantor SAR di Kaltim,” pungkas Legislator dapil Kaltim ini.

Dalam pembukaan tersebut juga dihadiri Marsekal Pertama Arif Widianto selaku Direktur Bina Tenaga Basarnas. Tak hanya itu, turut mendampingi Kepala Kantor SAR Balikpapan Melky.

Salah seorang anggota SAR Hidayatullah yang menjadi peserta bimtek ini, Fathi Fadhlullah, mengatakan kegiatan ini kian menambah bekal pengetahuan dan praktik dalam pengelolaan operasi pencarian dan pertolongan.

“Semoga bimtek SAR seperti ini bisa digelar secara berkelanjutan terutama bagi potensi relawan SAR di Kaltim. Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat utamanya bagi saya pribadi,” kata Fathi.

Kendatipun Kaltim tidak termasuk daerah rawan bencana geologi, namun, menurut Fathi, bencana meteorologi seperti banjir, longsor dan lainnya tetap harus diantisipasi. “Salah satunya melalui bimtek ini,” ujarnya.

Diketahui, Kaltim merupakan kawasan yang secara geografis memiliki struktur sesar sumber gempa, yakni Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternostes. Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat yang terletak di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur masih menunjukkan tanda-tanda keaktifan. (ybh/hio)