Beranda blog Halaman 485

Milenial Kupang Ikuti Training Super Live Revolution

0

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — DPD Hidayatullah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan betajuk Wisata Religi For Generation Moslem yang dikemas menarik bersama dengan Training Super Life Revolution (SLR) yang diikuti oleh puluhan pelajar dan mahasiswa Islam milenial Kota Kupang mengangkat tema “Mencetak Generasi Milenial Berakhlaq Mulia”, 18-20 Oktober 2019.

Acara berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat hingga Ahad lalu, bertempat di Masjid Nabawi, Desa Raknamo, Kecamatan Kupang Timur, Kota Kupang, NTT.

Hadir dalam pembukaan kegiatan diantaranya Ketua DPW Hidayatullah NTT Ust Usman Mamang, Ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang Ust Anwar Hady Tory, Ketua MUI Kabupaten Kupang KH Jalahudin Mustafa, Ketua Yayasan Ulil Amri Syaiful Bahri.

Selain itu, turut hadir pula Ketua Banser Kab Kupang, Imam Masjid Nabawi Raknamo, dan tidak ketinggalan Bpk Kolonel Inf Abdullah Jamali, S.I.P dari perwakilan Dandrem 161 Wirasakti sekaligus beliau memberikan materi tentang wawasan kebangsaan dan bela negara bagi pelajar dan mahasiswa.

Sambutan dari Ketua MUI Kabupaten Kupang, KH Jamaluddin Mustafa menyampaikan, bahwa, persiapkan diri kalian wahai generasi milenial untuk menghapi tantangan jaman yg begitu keras dan dahsyat.

“Hadapilah dengan berbekal ilmu agama, salah satunya yaitu dengan mengikuti kegiatan training seperti ini. Setelah itu tumbuhkan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT,” pesannya.

Ia menukil sabda Nabi, bertaqwalah kepada Allah. Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik.

“Jika ini diamalkan maka lingkungan dan masyarakat di sekitar kita akan merasakan manfaat yang luar biasa. Lebih dari pada itu masa depan kita akan terarah,” sambungnya.

Ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang Ust Anwar Hady Tory selaku pihak penyelenggara kegiatan menyampaikan apresiasi dan turut senang karena pelajar dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini melebihi kuota yg disediakan panitia.

“Idealnya hanya 40 peserta namun ketika akan ditutup pendaftaran hingga hari terakhir yg mendaftar mencapai 60-an lebih peserta,” sebut Anwar.

Anwar menambahkan, kegiatan training semacam ini kedepan akan terus diadakan agar pelajar dan mahasiswa bisa bersemangat dalam meniti kehidupan.

Ust Usman Mamang selaku Ketua DPW Hidayatullah Nusa Tenggara Timur saat membuka acara berpesan agar peserta lebih serius dan bersemangat mengikuti kegiatan. Menjadi sunnatullah bahwa setiap insan menginginkan suasana alam yang baru.

Peserta disediakan penginapan yang jauh dari perkoataan, tidak hiruk pikuk yang sering kita jalani rutinitas sehari hari yang membosankan.

“Sehingga dari kegiatan ini yang jauh dari keramaian dapat membuat peserta tidak mudah bosan dan selalu bergairah dalam hidup dengan selalu beramal shaleh,” kata Usman.

Setelah dibuka Ketua DPW Hidayatullah NTT, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi dari Kolonel Inf Abdullah Jamali, S.I.P selaku Kasi Intel 161 Wirasakti. Ia menyampaikan, bagi pelajar dan mahasiwa cara membela negara adalah dengan selalu giat belajar untuk masa depan yang akan datang.

“Suatu saat kita tidak akan berpangku tangan karena kita telah memulai untuk diri kita sendiri agar senantiasa belajar untuk bela diri kita, bahkan kita bisa membela negara kita karena kita telah banyak belajar,” imbuhnya.

Di akhir kegiatan penutupan peserta diajak jalan-jalan menikmati panorama Bendungan Raknamo sembari tadabbur alam.*/Muhamad Aidil Wandan

Jiwa Kenabian

KEHIDUPAN Muhammad bin Abdullah adalah kehidupan yang sempurna. Setiap pria normal niscaya memimpikannya: istrinya cantik dan mulia, putri-putrinya menyejukkan pandangan mata, mapan secara ekonomi, dan terpercaya (al-amin) dalam kaumnya.

Namun begitu, jiwanya tetap gelisah. Di usia 40-an, untuk meredahkan kegelisahan hatinya, seringkali ia menuju Jabal Nur, ber-tahannuts di gua Hira yang berada di lerengnya. Sungguh jauh jarak tempat itu dari rumahnya dan sulit untuk mendakinya.

Kegelisahan yang begitu kuat seolah mengalahkan segala letih itu. Dengan bertahanuts dia berharap mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dalam hatinya.

Bertahanuts cara yang ia pilih, karena cara itulah yang biasanya dilakukan orang-orang salih jaman dulu, jika mereka menginginkan pencerahan.

Dari ketinggian gua Hira, Muhammad dapat melihat kota Makkah secara keseluruhan. Di bawah langit Makkah yang bertabur bintang tanah kelahirannya itu tampak hening dan tenang. Kecintaan dan kecemasan berkelindan di benaknya saat memandangnya.

Ia mencintai kota itu karena ia lahir dan tumbuh di kota itu dengan segala romantikanya. Juga sebagian besar warga kota itu adalah kerabatnya.

Adapun ia mencemaskannya karena ia menyaksikan kota itu tidak lagi ramah. Kerusakan moral menggejala dimana-mana. Orang-orang yang lemah dan kurang beruntung tidak lagi diperhatikan.

Hukum bertindak keras terhadap orang-orang lemah, namun lembek bagi orang-orang berkuasa. Kekayaan hanya berputar di segelintir orang. Orang-orang kaya dan berkuasalah yang menguasai kota itu dari segala aspeknya. Dan mereka, para pengelola kota itu adalah juga termasuk paman-pamannya sendiri.

Ia dan kaumnya adalah ibarat orang-orang yang menaiki sebuah kapal yang sama. Beberapa penghuni kapal itu sedang berusaha merusak kapal tersebut, entah mereka sadari atau tidak.

Jika tindakan mereka tidak dihentikan, maka bukan hanya para perusak itu yang akan celaka, tapi seluruh penghuni kapal itu akan binasa, termasuk dirinya. Namun, apa yang dapat ia lakukan ?

Demikianlah, rasa tanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan kaumnya itulah yang membawa Muhammad bertahanuts ke gua Hira untuk bermunajat kepada Sang Pencipta, meminta solusi bagi nasib kaumnya. Jiwa yang semacam ini dipunyai oleh setiap nabi/rasul dan juga para pembaharu di setiap zaman.

Setiap kali Allah hendak menjadikan seseorang pembaharu bagi kaumnya, maka Dia akan tanamkan dalam hati hamba-Nya tersebut rasa benci terhadap praktek-praktek kaumnya yang menyimpang dari jalan kebenaran di satu sisi, di sisi lain Dia beri taufiq kepadanya untuk menemukan solusinya. Kita bisa menyebut jiwa yang sedemikian itu sebagai Jiwa Kenabian.

Kelak Al-Qur’an mengungkapkan Jiwa Kenabian Sang Rasul Terakhir itu dengan narasi yang indah:

“Sungguh telang datang kepada kalian seorang rasul dari (kaum) kalian sendiri. Terasa berat olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keselamatan dan keimanan) atas kalian, terhadap orang-orang beriman dia amat belas kasihan lagi penyayang.” (Qs. At-Taubah: 128)

Bagaimana dengan kita?

AHMAD SUHAIL, Direktur Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai)

Undang Santri Hidayatullah Doa Bersama Kodim 0910/Malinau

0

MALINAU (Hidayatullah.or.id) — Dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab perlu dibarengi dengan doa agar dalam setiap pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Hal inilah yang diyakini Komandan Kodim 0910/Malinau Letkol Inf Nopid Arif, S.Sos., M.Han berserta seluruh anggota Makodim 0910/Malinau. Bertempat di aula Makodim 0910/Malinau, Jalan Pusat Pemerintahan Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau, Kabupaten Malinau, Jum’at (17/10/2019).

Dandim mengundang santri Pondok Pesantren Hidayatullah untuk melaksanakan acara yasinan dan doa bersama yang diikuti sekitar 100 orang.

Acara diawali dengan sambutan oleh Komandan Kodim 0910/Malinau yang menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya acara ini pertama untuk mendoakan kondisi wilayah Kabupaten Malinau agar selalu aman, nyaman dan kondusif.

Yang kedua, lanjut Komandan Kodim 0910, yaitu dalam rangka mendoakan keluarga besar Kodim agar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab diberi kelancaran, kemudahan dan keselamatan, khususnya dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 Wiltas agar di beri kesuksesan.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dalam setiap langkah kita ke depannya menjadi lebih berkah lebih barokah dan lebih memberikan kebaikan serta menutup pintu keburukan,” pungkas Komandan Kodim 0910/Malinau Letkol Inf Nopid Arif.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan taushiah singkat Ustadz Yusuf dari Pesantren Hidayatullah yang mengucapkan terima kasih atas undangan Komandan Kodim 0910/Malinau untuk melaksanakan acara yasinan dan doa bersama.

Beliau juga mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir untuk saling mengajak dalam kebaikan walaupun kita juga memiliki kekurangan. Kata Yusuf, ibarat petani dalam menanam padi, pasti akan ada rumput yang tumbuh di sela-sela padi bahkan mungkin lebih subur tumbuhnya.

“Tetapi kita harus tetap ikhtiar menyebarkan kebaikan. Jadikan rumput itu sebagai cobaan dan ujian agar kita bisa naik tingkat,” kata Ust Yusuf.

“Dunia memang tempatnya lelah tempatnya capek. Sudah ada tempatnya kita untuk beristirahat dan sudah disiapkan tempat yang luar biasa bagusnya. Oleh karena itu mari kita jalani hidup ini dengan tujuan akhirat,” ucap Ust Yusuf.

Acara diakhiri dengan pemberian santunan oleh Komandan Kodim 0910/Malinau kepada anak yatim/ dhuafa dari Pondok Pesantren Hidayatullah Malinau. (Pendam VI/Mlw)

Majukan Dakwah Wasathiyah sebagai Maslahat untuk Semua

0

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Mudzakarah Pengurus Pusat Hidayatullah Ust Ahkam Sumadiana menyampaikan pentingnya selalu mengedepankan prinsip dakwah wasathiyah dalam setiap langkah gerakan dakwah di berbagai lini kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan beliau di Samarinda ketika menjadi salah satu narasumber dalam acara Daurah Marhalah Wustha yang diselenggarakan Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Kaltim, beberapa waktu lalu.

“Dakwah Wasathiyah ini sangat penting karena Islam adalah jalan tengah dari semua permasalahan yang dihadapi oleh manusia.  Wasathiyah merupakan sikap yang terbaik,  adil dan pertengahan,” katanya.

Artinya, lanjut Ahkam, Islam tidak membenarkan adanya ekstrim kiri maupun ekstrim kanan.

“Karena sikap ekstrim tersebut sesungguhnya menyalahi fitrah manusia, fitrah agama bahkan fitrah Allah Ta’alaa,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, narasumber lainnya Ust Anshor Amiruddin, menekankan pentingnya pengarus-utamaan hidup berjama’ah mengingat peradaban Islam hanya dapat ditegakkan dengan berjamaah.

“Sedangkan tanpa berjamaah, bagaimanapun hebatnya seorang kader tetap tidak akan mampu mewujudkan visi misi perjuangan,” kata Anshor yang juga anggota DM ini.

Dalam pada itu, ia berpesan kepada kader untuk selalu menjaga ukhuwah serta menghindari penyakit fanatik buta (ta’ashshub) yang selalu merasa benar sendiri dan menegasikan saudaranya yang lain.

Beliau menjelaskan, positioning serta eksistensi Hidayatullah sebagai jama’atun minal muslimin menunjukkan bahwa Hidayatullah bukanlah satu-satunya ormas atau harakah yang sedang mendakwahkan Islam sebagai rahmatan lilalamin.

“Tetapi, Hidayatullah merupakan salah satu dari sekian banyak ormas dan harakah Islam yang menginginkan agar manusia dapat selamat baik di dunia lebih-lebih di akhirat,” tukasnya.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Ust Drs. H. Tasyrif Amin M. Pd, yang menyampaikan materi Khittah, Visi, Misi serta tema Ushul ‘Ilmi fil Islam, mengemukakan peranan Hidayatullah sebagai ormas Islam di Indonesia.

“Hidayatullah memiliki hak dan tanggungjawab dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terutama dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dan NKRI,” kata Tasyrif.

Beliau juga memaparkan tema Ushul ‘Ilmi fil Islam yakni materi tentang dari mana sesungguhnya ilmu dan kebenaran itu diperoleh manusia khususnya bagi orang muslim.

“Mendapatkan informasi yang benar dari sumber yang benar merupakan keharusan bagi seorang kader agar dapat melaksanakan tugas dan amanah berlandaskan kebenaran,” imbuhnya berpesan.

Panitia dalam keterangannya menerangkan, pelaksanaan agenda Daurah Marhalah Wustha ini sebagai wujud dan realisasi program kerja Departemen Perkaderan Hidayatullah wilayah Kalimantan Timur.

Daurah ini dilaksanakan untuk mengupgrade kader-kader yang telah mengikuti jenjang Daurah Marhalah Ulaa sekaligus telah mengikuti Halaqah Ulaa selama setahun penuh.

Jenjang perkaderan sebagai konsekuwensi untuk meningkatkan kualitas kader Hidayatullah terutama dalam rangka menyongsong estafeta dan dinamika organisasi.

Kegiatan pelatihan kali ini digelar di dua tempat yaitu di Kampu Madya DPD Hidayatullah Samarinda dengan peserta laki-laki di Kampus Putra sedangkan peserta ibu-ibu di Kampus Putri. (ybh/hio)

Ir Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin Resmi Dilantik

Presiden Jokowi dan Wapres K.H. Ma’ruf Amin mendapatkan ucapan selamat dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo setelah menerima Berita Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, dalam Sidang Paripurna MPR RI, di Senayan, Jakarta, Minggu (20/10) sore. (Foto: JAY/Humas Setkab)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ir H Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024.

Jokowi dan Ma’ruf resmi menjalankan peran sebagai presiden dan wapres setelah dilantik dalam acara yang berlangsung di Gedung MPR pada Minggu (20/10/2019).

Sebelum dilantik, Jokowi membacakan sumpah jabatan sebagai Presiden periode 2019-2024.

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa,” ujar Jokowi.

Setelah itu, giliran Ma’ruf Amin yang membacakan sumpah jabatan.

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa,” ucap Ma’ruf.

Tidak lama kemudian, Jokowi dan Ma’ruf Amin menandatangani berita acara pelantikan. Penandatanganan itu disaksikan 10 pimpinan MPR. Berikutnya, giliran Ketua MPR Bambang Soesatyo yang menandatangani berita acara pelantikan.

Tidak hanya ketua, sembilan wakil ketua MPR pun menandatangani berita acara pelantikan. Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi presiden dan wapres terpilih setelah menang dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang merupakan pesaing mereka dalam Pilpres 2019 juga hadir dalam pelantikan ini. Hadir juga Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. Tampa juga mantan Wapres HM Jusuf Kalla dan lain-lain.

Acara pelantikan juga dihadiri undangan dari negara sahabat. Sejumlah kepala negara atau kepala pemerintahan juga datang ke Indonesia untuk menghadiri pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

BMM dan IMS Gelar Baksos Hapus Tato di Yogyakarta

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelarbakti sosial berupa kegiatan hapus tato bersama Islamic Medical Service (IMS) kepada 50 orang di Gedung Serba Guna, Kentungan, Sleman, Yogyakarta.

Tak hanya itu, BMM juga memberikan santunan serta pemeriksaan kesehatan kepada 100 anak yatim dhuafa. Santunan tersebut diberikan untuk dana operasional Panti Asuhan Al-Falah dan Ulil Albab sebesar Rp10 juta dan pemberian santunan kepada 100 yatim dhuafa sebesar Rp10 juta.

Teten Kustiawan selaku Direktur Eksekutif BMM mengatakan, bakti sosial tersebut menjadi bagian dariacara peresmian perwakilan kantorBMM di Yogyakarta. Kantor Perwakilan ini dibentuk untuk meningkatkan pelayanan dan memenuhi standarisasi sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS).

Diharapkan perwakilan ini bisa menjalankan fungsi untuk mensosialisasikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) dan dana sosial kemanusiaan (DSKL) di wilayah Yogyakarta.

“Nantinya, perwakilan kantor BMM ini juga akan menjalankan program pendistribusaan yang bersifat kolaborasi dengan lembaga-lembaga amil zakat lainnya,” kata dia dalam siaran persnya Kamis (17/10/2019).

Imron Faizin, Direktur IMS di sela-sela acara mengatakan, “Alhamdulillah animo masyarakat Sleman terhadap program hapus tato cukup tinggi, terlihat dari jumlah pendaftar yang datang langsung ke tempat acara melebihi kuota yang telah ditentukan.”

Imron pun berharap program hapus tato di Sleman dan sekitarnya bisa berkesinambungan.

Acara peresmian pembukaan kantor ini juga dihadiri Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya, Kabag Pemberdayaan Kementerian Agama DIY Mushahrudin, Relationship Manager Bank Muamalat Cabang Yogyakarta dan Koordinator Bidang Pemberdayaan Ekonomi TJSP Sleman, Agus S. Primasta.

“Kami berharap, hadirnya BMM di Yogyakarta sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku semakin meningkatkan efektifitas layanan dalam pengelolaan zakat khususnya di Yogyakarta,” ujar Teten. (ybh/hio)

Hidayatullah Jakarta Selatan Gelar Upgrading Ilmu Al-Quran

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Jakarta Mengaji, yang merupakan salah satu program layanan masyarakat DPD Hidayatullah Jakarta Selatan, membutuhkan sumberdaya muallim (pengajar Al-Quran) yang banyak dan juga berkualitas.

Meningkatkannya kuantitas partisipan program, tentu menuntut adanya peningkatan kualitas pada program tersebut pula. Hal inilah yang disadari sepenuhnya oleh direktur Jakarta Mengaji, yang juga ketua Departemen Dakwah DPD Hidayatullah Jakarta Selatan, Muhammad Amin Insani.

“Program yang saat ini menyasar dua segmentasi, driver ojek online dan pegawai PPSU di tiap kelurahan ini, sejauh pelaksanaannya semakin banyak menarik minat segmentasi tersebut. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah pendaftar pada program,” kata Amin Insani dalam keterangannya diterima media ini, beberapa waktu lalu.

Pada Ahad (13/10), bertempat di markaz dakwah DPD Hidayatullah Jakarta Selatan, The Jayakarta House, diselenggarakan pendalaman materi (upgrading) ilmu Al-Quran.

Pesertanya tidak lain dan tidak bukan adalah para pengajar Jakarta Mengaji yang berasal dari anggota El-Mahalli (Mahasiswa Hidayatullah di LIPIA).

Bertindak sebagai pemateri, ustadz Baharun Musaddad, Lc., lulusan ilmu Al-Qur’an Universitas Islam Madinah yang juga seorang hafiz Al-Quran bersanad.

Para peserta diberi pendalaman yang sangat bermanfaat terkait dengan bagaimana membaca Al-Quran dengan baik dan benar dimulai dari hal-hal yang paling mendasar, yakni makharijul huruf (teknik pengucapan huruf-huruf Al-Quran).

Program pendalaman seperti ini diharapkan akan terus berlanjut secara berjenjang demi semakin meningkatnya kualitas para pengajar program Jakarta Mengaji yang kemudian akan turut pula meningkatkan kualitas pelayanan dakwah pada program tersebut.*/Achmad D. Rajiv La Hadi

Wapres Resmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah

0

Wapres HM. Jusuf Kalla hadir meresmikan Gedung Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim di Jalan Cipinang Cempedak I/14 Otista, Polonia, Jakarta Timur, Jumat (11/10/2019).

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”sPdMcDAh77Y?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

Dakwah itu Perlu Kesungguhan, Kerja Keras dan Munajat

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dakwah bukanlah persoalan mudah, menekuninya tak cukup hanya berbekal ilmu agama atau kemampuan retorika.

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr. Nashirul Haq, MA saat memberikan sambutan dalam Peresmian Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah yang juga turut dihadiri oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Jum’st (11/10/2019)

“Kami dalam dakwah memegang doktrin dari para perintis Hidayatullah, yang penting ada kesungguhan, kerja keras, munajat kepada Allah Ta’ala. Insya Allah bantuan Allah SWT tidak akan pernah datang terlambat,” tegasnya di hadapan ratusan hadirin dan hadirat.

Kemudian, pria yang juga anggota Dewan Pertimbangan MUI itu mengutip sebuah pepatah Bugis seraya melanjutkannya dengan menukil firman Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an.

“Reso temmangingi namalomo naletei pammase dewata,” kata Nashirul. Artinya, kerja keras dengan penuh keikhlasan dan tak lupa berdoa agar tujuan kita dapat tercapai.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut [29]: 69).

Hidayatullah sebagai ormas memiliki program utama (mainstream) yakni dakwah dan tarbiyah (pendidikan).

“Kami ingin hadir bersama pemerintah dan seluruh komponen umat ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umat,” tutupnya kepada para insan media selepas acara.

Menurut Nashirul, gedung ini akan difungsikan untuk kegiatan dakwah, seperti belajar dan mengajar Alquran, pelayanan konsultasi keluarga, kajian keislaman, pelatihan para dai, dan tempat pertemuan para tokoh Islam guna membicarakan solusi atas persoalan umat.

Ia menambahkan, Pusat Dakwah Hidayatullah telah menetapkan kegiatan dakwah dan pendidikan sebagai program arus utama organisasi. Program dakwah dilakukan oleh para dai yang tersebar di 352 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah, sedang program pendidikan telah dijalankan oleh seluruh penyelenggara pendidikan Hidayatullah, dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MPR Bambang Soesatyo, Walikota Jakarta Timur M. Anwar, Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, Ketua DPPUH KH DR Abdul Mannan, Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq.

Hadir pula perwakilan keluarga besar pewakaf Haji Abdul Karim Loebis, sesepuh Hidayatullah H. Susilo dan H. Fuad Hasan Masyhur, para ulama dan tokoh masyarakat, pimpinan ormas Islam tingkat pusat, serta seluruh ketua DPW Hidayatullah dari 34 provinsi di Indonesia.

Sementara Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin serta Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah.*/

Tim Olimpiade Luqman Hakim Berjaya di Optika Jakarta

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Seakan tak punya lelah. Mereka terus berjuang dan mengukir sejarah. Jika pekan kemarin mereka menjelajah kota Suwar-suwir Jember, akhir pekan ini mereka menaklukkan Ibu Kota Jakarta. Yups, merakalah tim olimpiade Sekolah Integral Luqman Al Hakim (Siluqim) Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Tim olimpiade SD dan SMP Siluqim berhasil mengawinkan gelar juara 1 dalam Olimpiade Matematika (OPTIKA) 19 Tingkat Madrasah dan Sekolah Islam Se-Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) Ahad (13/10/2019) kemarin.

Tim Olimpiade SD yang berhasil menyabet juara 1 beranggotakan Kurnia Amatullah Husna Rahmanto, Vania Nurmala Syahda, dan Dwifa Nashita Nuha. Sedangkan tim SMP diwakili Reswara Anargya Dzakirullah, Aldyto Rafif Abhinaya, dan Ahmad Haizun Tafdhila.

Pembina sekaligus pendamping tim olimpiade Siluqim, Ust. Imam Syafii, S.Si menjelaskan bahwa lomba di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini merupakan rangkaian agenda “Roadshow Goes to Campus” tim olimpiade Siluqim. Setelah sebelumnya berlaga di OMITS 2019 ITS Surabaya, Math Competition PHI 2019 Unisma Malang, MCR LRP 2019 Unesa Surabaya, OLMAT 2019 UIN Surabaya, dan Mathemaics Studen Club 2019 Universitas Negeri Jember.

“Alhamdulillah agenda roadshow ke 6 Universitas memperoleh hasil yang positif. Hampir di semua ajang, tim kami naik podium meraih juara 1. Roadshow ini merupakan salah satu persiapan tim sebelum mereka berlaga di event internasional”, jelasnya.

Sementara itu ketua tim olimpiade Siluqim, Ust. Adi Purwanto, M.Pd mengapresiasi pencapaian tim olimpiade dalam agenda roadshow ini. Beliau sekaligus memohon doa dan dukungan agar seluruh anggota tim senantiasa dalam lindungan dan pertolongan Allah SWT.

“Atas perjuangan dan prestasi dari seluruh tim olimpiade, saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Hasil yang sangat membanggakan. Tetaplah menjadi sang juara yang rendah hati, respek kepada siapapun, dan jangan lupa untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Tanpa pertolongan-Nya, mustahil hasil ini bisa diraih,” pesan beliau.

OPTIKA 19 sendiri merupakan ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika (HMJ-PMAT) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta.

Peserta OPTIKA 2019 berasal dari seluruh Indonesia. Tercatat ada 13 wilayah dan beberapa kota yang mengikuti tahapan seleksi hingga grand final. Diantaranya Jakarta, Pamekasan, Tangerang, Serang, Bekasi, Bogor, Depok, Bandung, Cirebon, Purwokerto, Semarang, Jepara, Pamekasan, Surabaya, Kediri, Jogjakarta, Malang, Medan, Riau, Aceh, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Makasar, Palu, Lombok, Lampung, Pontianak. Bisa dibayangkan betapa ketatnya persaingan.

Format olimpiade dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu seleksi wilayah, seleksi nasional dan olimpiade semifinal. Dengan Lomba Cerdas Cermat Matematika sebagai tahapan akhir atau Grand Final OPTIKA./*Cakrud