Beranda blog Halaman 51

Setelah Delapan Tahun, Putra Asli Suku Togutil Kembali ke Kampung Halaman sebagai Dai Masyarakat

0

HALMAHERA (Hidayatullah.or.id) –– Seorang remaja dari suku Togutil bernama Rahmat kini tampil menyampaikan dakwah di hadapan masyarakat. Sosok yang berasal dari pedalaman Halmahera itu menjalani proses panjang sebelum berdiri sebagai pendakwah.

Perjalanan hidupnya bermula jauh dari ruang-ruang dengan akses terbatas, dari kawasan hutan yang selama ini dikenal terpencil dan terpinggirkan.

Rahmat merupakan remaja suku Togutil yang mengikuti pembinaan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Maluku Utara. Delapan tahun silam, ia diberangkatkan ke Pulau Jawa untuk mengikuti pendidikan melalui program Pondok Rumah Ceria di Bekasi.

Pada masa itu, Rahmat masih berada pada tahap awal pembelajaran. Ia belum mampu membaca dan masih sangat bergantung pada bimbingan dasar.

Pembinaan tersebut berlangsung dalam waktu panjang. Proses pendidikan dan pendampingan dijalani secara berkelanjutan. Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Rahmat kembali ke tanah asalnya di Halmahera. Kepulangan ini menjadi momentum penting setelah bertahun-tahun menjalani pendidikan di luar daerah.

Perjalanan menuju kampung halaman bukan perkara mudah. Untuk mencapai wilayah pedalaman Togutil, Rahmat harus berjalan kaki selama tiga hari menembus hutan.

Medan yang dilalui mencerminkan kondisi geografis tempat ia berasal, sekaligus jarak yang selama ini memisahkan masyarakat pedalaman dari akses pendidikan dan pembinaan.

Keputusan pulang lahir dari kerinduan dan kepedulian. Rahmat kerap menyaksikan kondisi masyarakat Togutil melalui tayangan video yang beredar di media sosial.

Rekaman perjumpaan warga pedalaman dengan aktivitas pertambangan meninggalkan kesan mendalam. Dari situ muncul keinginan untuk kembali dan hadir langsung di tengah masyarakatnya.

Total enam hari perjalanan keluar dan masuk hutan ia tempuh. Setelah itu, Rahmat tiba di wilayah Galela, Halmahera Utara, dan bertemu kembali dengan ibu serta saudara-saudaranya. Kepulangan tersebut tidak hanya menjadi pertemuan keluarga, tetapi juga membuka ruang pengabdian di daerah asalnya.

Pengasuh pembinaan Suku Togutil, Ustadz Rahman Saha, menyampaikan bahwa Rahmat telah menunjukkan perubahan yang signifikan.

Selama berada di Galela, Rahmat tercatat telah mengisi tausiyah di enam titik berbeda. Aktivitas ini dilakukan di hadapan masyarakat setempat sebagai bagian dari kegiatan dakwah.

“Dulu ia datang masih kecil dan belum bisa membaca. Hari ini, ia berdiri menyampaikan tausiyah di hadapan masyarakat,” ujar Ustadz Rahman Saha. Pernyataan tersebut menggambarkan proses panjang yang telah dilalui Rahmat sejak awal pembinaan hingga saat ini.

Kepala Perwakilan BMH Maluku Utara, Nurhadi, menyampaikan bahwa capaian Rahmat merupakan hasil dari pelatihan yang dijalankan secara berkesinambungan.

Ia menilai bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan secara konsisten dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul, termasuk dari komunitas suku terasing.

“Delapan tahun lalu Rahmat berangkat sebagai anak didik. Hari ini ia kembali menjadi dai. Ini menunjukkan bahwa pelatihan membutuhkan kesabaran, waktu, dan konsistensi,” tutur Nurhadi.

Pada Ramadhan mendatang, Rahmat dijadwalkan mengikuti safari dakwah di sejumlah wilayah Maluku Utara. Agenda tersebut menjadi bagian dari aktivitas dakwah yang akan ia jalani setelah kembali dari pembinaan panjang.

Perjalanan Rahmat mencatat lahirnya seorang pendakwah dari pedalaman, melalui proses pendidikan yang berlangsung bertahun-tahun dan dijalani secara bertahap.

Hidayatullah Maluku Utara Awali Rakerwil dengan Rapat Pleno Pengurus Wilayah

0

TERNATE (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku Utara mengawali rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dengan menggelar Rapat Pleno Pengurus Wilayah selama dua hari, bertempat di Kampus Hidayatullah Gambesi, Ternate, pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.

Rapat pleno untuk sinkronisasi program antar pengurus wilayah ini dibuka langsung oleh Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Nasri Buhori, M.Pd. Dalam sambutannya, ia memaparkan arah kebijakan serta strategi organisasi untuk lima tahun ke depan sebagai pijakan gerak Hidayatullah Maluku Utara periode 2026–2030.

Menurutnya, agenda prioritas organisasi ke depan difokuskan pada upaya mewujudkan visi Hidayatullah melalui penguatan gerakan tarbiyah dan dakwah. Hal tersebut dirumuskan dalam tema utama periode ini, yakni “Konsolidasi Jatidiri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Maluku Utara Mandiri dan Berpengaruh.”

Tema tersebut, lanjut Nasri, menjadi landasan utama dalam penyusunan rencana strategis organisasi lima tahunan yang kemudian diturunkan secara operasional ke dalam program kerja tahunan sebagai arah kebijakan organisasi.

“Rakerwil merupakan bagian dari menjalankan amanah organisasi yang berlandaskan jatidiri Hidayatullah. Karena itu, komitmen dan loyalitas kader, terlebih para pengurus, adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya dalam keterangannya diterima media ini pada Ahad, 13 Sya’ban 1447 (1/2/2026).

Ia menegaskan bahwa Rakerwil merupakan manifestasi ketaatan dalam sistem kepemimpinan imamah jama’ah. Seluruh keputusan dan kebijakan yang dihasilkan merupakan implementasi dari ketetapan kepemimpinan hasil Musyawarah Majelis Syuro yang diturunkan secara berjenjang mulai dari Rakernas, Rakerwil, hingga Rakerda.

“Dalam pleno inilah kita bersama-sama merumuskan arah kebijakan dan rencana kerja lima tahun ke depan yang akan direalisasikan secara bertahap dalam program operasional tahunan. Dengan demikian, setiap kebijakan dan keputusan bersama menjadi standar kerja organisasi sesuai tema utama periode ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Maluku Utara, Ustadz H. Riyadi Poniman, S.HI, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan enam karakter Jatidiri Hidayatullah sebagai manhaj gerakan dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program kerja.

Ia menjelaskan bahwa konsolidasi jatidiri tidak sekadar menjadi slogan, melainkan harus memastikan proses internalisasi keimanan dalam diri setiap kader berjalan secara intens dan berkualitas. Dengan demikian, kader Hidayatullah mampu merepresentasikan diri sebagai ideolog-ideolog Islam yang siap berkorban dan memiliki kesiapan mengambil risiko maksimal demi kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi pergerakan seperti Hidayatullah harus dilandasi kesadaran ideologis yang kuat serta ditunjukkan melalui kinerja yang berdampak positif dan kontributif terhadap berbagai persoalan umat.

“Kita ingin setiap kader dan pengurus menjalankan program kerja secara konsisten dengan tetap berpegang teguh pada manhaj yang kita anut selama ini, yaitu enam karakter Jatidiri Hidayatullah. Tidak boleh lepas, apalagi melupakannya,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Hidayatullah harus dijadikan sebagai wasilah atau sarana untuk menggapai ridha Allah SWT melalui gerakan dakwah dan tarbiyah yang terarah dan berkesinambungan.

Sebagai tindak lanjut dari rapat pleno tersebut, DPW Hidayatullah Maluku Utara dijadwalkan akan menggelar Rapat Kerja Wilayah pada awal Februari 2026. Rakerwil ini bertujuan untuk memantapkan program kerja lima tahun ke depan sekaligus melakukan penguatan dan evaluasi terhadap berbagai aspek organisasi.

Kalapas Cipinang Ajak Hidayatullah Bersinergi dalam Pembinaan Warga Binaan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, mengajak Hidayatullah untuk menjalin sinergi dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat program pembinaan, baik pada aspek spiritual, keterampilan, maupun bentuk pembinaan lainnya yang relevan dengan kebutuhan warga binaan di lingkungan Lapas Cipinang.

Ajakan tersebut disampaikan Wachid Wibowo saat melakukan kunjungan silaturahmi bersama jajaran ke Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah pada Rabu, 10 Sya’ban 1447 (29/1/2025). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dilakukan sebelumnya sekaligus menjadi forum pembahasan peluang kerja sama pembinaan warga binaan pemasyarakatan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan fokus pada penguatan kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan.

Dalam pertemuan tersebut, Wachid Wibowo menjelaskan kondisi aktual Lapas Cipinang yang menampung warga binaan dengan status inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Ia menyampaikan bahwa jumlah penghuni Lapas Cipinang saat ini mencapai 2.049 orang, sementara kapasitas ideal lembaga tersebut hanya 880 orang.

Dari total penghuni, sekitar 1.800 orang beragama Islam, sekitar 180 orang beragama Kristen, dan selebihnya beragama Katolik. Data tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran kebutuhan pembinaan yang proporsional sesuai dengan kondisi lapas.

Wachid Wibowo juga memaparkan bahwa pola pembinaan di Lapas Cipinang terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian atau keterampilan. Pembinaan kepribadian mencakup aspek mental dan spiritual, sementara pembinaan kemandirian diarahkan pada pengembangan keterampilan warga binaan. Namun, ia mengungkapkan adanya keterbatasan sumber daya manusia yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembinaan tersebut.

Dari sekitar 270 petugas yang bertugas di Lapas Cipinang, Wachid Wibowo menjelaskan bahwa sebagian besar ditempatkan pada fungsi pengamanan. Untuk kebutuhan pembinaan, Lapas Cipinang saat ini hanya memiliki satu orang psikolog dan belum memiliki tenaga pembina yang berlatar belakang pendidikan sarjana agama. Kondisi ini mendorong pihak lapas untuk memaksimalkan potensi internal warga binaan dalam pelaksanaan pembinaan spiritual.

“Untuk pembinaan spiritual, kami memaksimalkan potensi warga binaan yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan,” ujar Wachid Wibowo.

Dalam forum silaturahmi tersebut, Wachid Wibowo secara terbuka menyampaikan undangan kerja sama kepada Hidayatullah. Ia menegaskan bahwa Lapas Cipinang membuka ruang sinergi dengan lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat pembinaan warga binaan.

“Kami membuka sinergi dengan lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan. Silakan Hidayatullah untuk bersama-sama melakukan pembinaan, baik spiritual, keterampilan, maupun bentuk pembinaan lainnya,” tegasnya.

Selain menyampaikan ajakan kerja sama, Wachid Wibowo juga mengungkapkan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh jajaran DPP Hidayatullah dalam kunjungan tersebut. Ia menyampaikan harapan agar silaturahmi yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. “Saya ucapkan terima kasih atas penyambutannya yang luar biasa. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan ridha dari Allah SWT,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Sosial Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Imron Faizin, menyampaikan bahwa Hidayatullah selama ini telah memiliki pengalaman kerja sama pembinaan dengan berbagai lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di sejumlah daerah di Indonesia. Ia menyatakan bahwa pengalaman tersebut menjadi modal dalam membangun sinergi yang lebih luas.

“Kami sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah lapas dan rutan. Semoga sinergi ini dapat berlanjut dan semakin kuat ke depannya, khususnya dengan Lapas Cipinang,” ujar Imron.

Turut hadir pada kesempatan itu Ketua DPP Hidayaullah Bidang Pelayanan Umat Drs. Shohibul Anwar, MH.I., dan Wakil Sekretaris Jenderal III Muhammad Isnaeni. Tampak pula Abdul Hadi MA Damanik dan Dadang Kusmayadi dari Yayasan Wakaf Al Qur’an Suara Hidayatullah.

Pertemuan ini menandai langkah awal penguatan komunikasi antara Lapas Cipinang dan Hidayatullah dalam konteks pembinaan warga binaan, dengan fokus pada kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan lapas dan program pembinaan yang ada.

Kadep Pembinaan DPP Hidayatullah Serukan Kader Hadir Nyata di Tengah Masyarakat

0

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Pembinaan Anggota Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Iwan Abdullah, M.Si., mendorong para pendakwah terutama kader Hidayatullah untuk terus hadir nyata di tengah masyarakat. Dia menegaskan bahwa menjadi mujahid pejuang dakwah merupakan pekerjaan yang memiliki nilai kemuliaan dan membawa dampak langsung terhadap kehidupan pribadi para dai.

Menurutnya, aktivitas dakwah tidak sekadar tugas organisasi, tetapi jalan pengabdian yang memengaruhi sikap, keteguhan, serta orientasi hidup para pelakunya.

Pernyataan tersebut disampaikan Iwan Abdullah saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Provinsi Sulawesi Barat pada Sabtu, 11 Sya’ban 1447 (31/1/2026). Ia mengingatkan bahwa pekerjaan dakwah memiliki kedudukan istimewa karena merupakan kelanjutan dari tugas para nabi dan rasul.

“Menjadi mujahid pejuang agama adalah pekerjaan mulia karena pekerjaan dakwah adalah pekerjaan para nabi dan rasul,” ujarnya dalam forum tersebut.

Pada kesempatan itu, Iwan Abdullah mengajak seluruh peserta Rakerwil untuk melakukan refleksi dalam menjadikan dakwah sebagai pekerjaan yang dijalani dengan sepenuh hati. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat dengan amanah dakwah.

“Bekerjalah dengan penuh hati. Cintai pekerjaan ini, cintai tugas ini,” katanya. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan tugas yang dilandasi rasa cinta akan memunculkan sejumlah dampak dalam proses kerja.

Lebih lanjut, Iwan Abdullah menguraikan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan cinta akan menghadirkan tiga kondisi. Pertama, pekerjaan dijalani dengan perasaan senang dan hati yang tenang. Kedua, dalam menghadapi tugas yang berat, seorang dai tetap bergerak dengan gesit.

Ketiga, ketika tugas berhasil diselesaikan, muncul rasa kepuasan batin. “Kerja senang hati tenang, tugas sulit tetap gesit, dan saat tugas tuntas hati pun puas,” katanya.

Dalam arahannya, Iwan Abdullah juga menyampaikan pesan dari Rais Aam Hidayatullah, KH Abdurahman Muhammad, yang menekankan empat prinsip kerja kader, yakni bekerja dengan ikhlas, bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas. Prinsip tersebut disampaikan sebagai landasan etos kerja yang perlu dipegang oleh seluruh kader Hidayatullah dalam menjalankan peran dakwah dan organisasi.

Selain itu, ia menegaskan pesan dari Ketua Umum Hidayatullah yang mengingatkan agar para pengurus organisasi tidak terjebak berada di “menara gading” yang jauh dari realitas masyarakat. Iwan Abdullah menekankan bahwa kader dan pengurus harus hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara nyata.

Ia menambahkan bahwa kader tidak seharusnya hanya sibuk dengan aktivitas kampus atau pengelolaan amal usaha, sementara kondisi sosial masyarakat sekitar tidak diketahui.

Laporan Ketua DPW Sulawesi Barat

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat, Najamuddin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Hidayatullah Sulawesi Barat telah hadir di seluruh kabupaten di wilayah tersebut.

Najamuddin menjelaskan bahwa keberadaan tersebut mendorong organisasi untuk berinteraksi dengan berbagai pihak eksternal serta dituntut tampil lebih luas di tengah masyarakat, termasuk dalam membangun wacana untuk merespons isu-isu kebangsaan.

“Kita mesti hadir di tengah masyarakat bukan hanya mampu menampilkan kinerja, tapi juga mengedepankan semangat sinergi dan kolaborasi dengan pendekatan profetik-profesional bersama berbagai elemen umat,” ujar Najamuddin.

Ia menambahkan bahwa implementasi sinergi dan kolaborasi harus diwujudkan melalui peran yang dinamis serta sikap wasathiyah dalam setiap aktivitas dakwah dan sosial.

Najamuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahim di seluruh lapisan masyarakat, termasuk dengan kelompok dakwah dan organisasi kemasyarakatan Islam. Menurutnya, keterbukaan terhadap berbagai pihak akan memperkuat peran sinergis Hidayatullah di tengah umat.

“Tetaplah menjaga silaturahim di semua lapisan masyarakat, kelompok-kelompok dakwah, ormas-ormas Islam. Kita yakin dengan membuka diri ke semua pihak akan semakin nyata peran sinergis kita,” tegasnya.

Rakerwil Hidayatullah Sulawesi Barat dilaksanakan pada Sabtu dan Ahad, 31 Januari hingga 1 Februari 2026, bertempat di Aula YPCM Hidayatullah, Mamuju. Dalam forum tersebut, para peserta diteguhkan kembali semangat berorganisasi melalui penguatan program kerja yang berorientasi pada pembinaan berkala sepanjang tahun 2026.

Pemaparan program kerja DPW Hidayatullah Sulawesi Barat disampaikan oleh para ketua departemen dalam rapat pleno yang dihadiri oleh Ketua DMW Hidayatullah, pengurus DPW, MMW Hidayatullah Sulbar, organisasi pendukung tingkat wilayah seperti Mushida dan Pemuda Hidayatullah, pengurus harian DPD se-Sulawesi Barat, serta SAR Hidayatullah Sulbar.[]

Donasi Kembalian Sakinah Mart Disalurkan ke BMH dalam RAT 2026

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Pimpinan Sakinah Mart, Fadil, menjelaskan bahwa program donasi kembalian dirancang untuk memudahkan masyarakat menunaikan amal kebajikan di sela aktivitas belanja rutin.

Melalui skema ini, konsumen diberi ruang untuk berbagi secara sukarela tanpa mengganggu kebutuhan utama, sehingga praktik sedekah dapat terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan membangun kebiasaan berbagi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadil dalam rangka penyerahan donasi kembalian konsumen Sakinah Mart kepada Baitul Maal Hidayatullah, Kamis, 10 Sya’ban 1447 (29/1/2026).

Penyerahan donasi berlangsung dalam rangkaian kegiatan Rapat Anggota Tahunan BTH Assakinah dan Koperasi Pondok Pesantren Hidayatullah Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Aula Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dan dihadiri oleh unsur pengelola usaha, koperasi, serta mitra kelembagaan.

Donasi kembalian yang diserahkan merupakan hasil partisipasi konsumen Sakinah Mart yang secara sukarela menyisihkan sebagian uang kembalian belanja mereka.

Program ini dirancang sebagai sarana edukasi sosial untuk menumbuhkan kepedulian, dimulai dari sedekah dengan nominal kecil. Melalui mekanisme tersebut, masyarakat diperkenalkan pada praktik berbagi yang sederhana namun konsisten, sebagai bagian dari pembiasaan beramal.

Fadil menyampaikan bahwa Sakinah Mart memandang sedekah kembalian sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan dana keumatan.

“Kami ingin mengajak konsumen merasakan kemudahan berbagi. Harapannya, langkah kecil melalui sedekah kembalian ini menjadi awal bagi kita untuk lebih peduli pada pentingnya pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah secara terarah demi kemaslahatan umat,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dana, tetapi juga pada pembentukan kesadaran sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Sakinah Mart dan BMH.

Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai contoh konkret keterlibatan sektor usaha dalam mendukung gerakan filantropi Islam. Menurutnya, kesadaran berzakat dan bersedekah perlu dibangun melalui kebiasaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Donasi kembalian ini adalah bukti bahwa kebaikan yang konsisten akan berdampak besar,” ujar Imam Muslim. Ia juga menegaskan komitmen BMH dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah secara profesional dan transparan.

“Kami di BMH berkomitmen mengelola dana ZIS ini secara profesional dan transparan, sehingga setiap rupiah yang diamanahkan benar-benar mampu mengubah mustahik menjadi muzakki di masa depan,” jelasnya.

Melalui pengelolaan yang terstruktur, dana donasi kembalian tersebut akan diarahkan untuk program-program pendayagunaan yang menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat. BMH menempatkan dana ZIS sebagai instrumen pemberdayaan, tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga untuk mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.

Kolaborasi antara Sakinah Mart dan BMH juga dipandang sebagai bagian dari upaya edukasi publik mengenai peran zakat dan sedekah dalam pembangunan sosial. Dalam konteks ini, zakat dan sedekah diposisikan bukan semata sebagai kewajiban keagamaan, tetapi sebagai pilar penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat. Melalui program donasi kembalian, masyarakat diajak memahami bahwa kontribusi kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan penyerahan donasi dalam forum Rapat Anggota Tahunan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen antara pelaku usaha berbasis komunitas dan lembaga amil zakat. Sinergi ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana sosial dapat berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi, sepanjang dilandasi prinsip amanah, transparansi, dan keberlanjutan.

Penyaluran Bantuan Logistik untuk Ketahanan Pangan Warga Pedalaman Berau

0

BERAU (Hidayatullah.or.id) — Kepala Unit Layanan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Berau, Sabliansyah, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan logistik yang dilakukan di wilayah pedalaman merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya menjelang momentum besar keagamaan.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar keluarga dhuafa di kawasan terpencil memiliki dukungan kebutuhan pokok dalam menghadapi waktu-waktu yang membutuhkan kesiapan sosial dan ekonomi yang lebih baik.

Penjelasan tersebut disampaikan seiring dengan kegiatan penyaluran bantuan logistik oleh BMH Perwakilan Kalimantan Timur kepada masyarakat di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu lalu sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam meringankan beban warga yang berada di wilayah pelosok. Tim BMH mendistribusikan bantuan secara langsung kepada keluarga penerima manfaat yang telah didata sebelumnya.

Program penyaluran ini difokuskan kepada kelompok masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan harian, terutama para lanjut usia dan janda dhuafa. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 paket sembako diserahkan kepada penerima manfaat di Kampung Inaran. Penyerahan dilakukan secara langsung untuk memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan sesuai sasaran program.

Paket sembako yang disalurkan berisi bahan pangan pokok yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Isi paket meliputi beras dan tepung sebagai sumber karbohidrat, minyak goreng dan gula, serta sejumlah bahan pendukung lain seperti susu, teh, kecap, dan saus. Komposisi bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dasar rumah tangga penerima manfaat di wilayah tersebut.

Kegiatan penyaluran bantuan ini mendapat tanggapan dari aparat kampung setempat. Kepala Seksi Pemerintahan Kampung Inaran, Mustain, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BMH dan para donatur yang telah menyalurkan bantuan kepada warganya. Menurutnya, kehadiran bantuan tersebut memberikan dukungan nyata bagi warga yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.

“Alhamdulillah, terima kasih BMH dan para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang masuk kategori dhuafa,” ujar Mustain.

Dalam keterangannya, Sabliansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan Ramadan yang semakin dekat. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan penerima manfaat di masa mendatang.

“Ramadan semakin dekat. Kami berharap kegiatan ini bisa semakin meluas manfaatnya, sehingga lebih banyak warga yang terbantu dalam menyambut bulan suci nanti,” jelasnya.

Penyaluran bantuan di Kampung Inaran merupakan salah satu rangkaian program sosial yang dijalankan BMH Kalimantan Timur dengan dukungan para donatur. Program tersebut diarahkan untuk memastikan bahwa bantuan kebutuhan pokok dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman, yang akses terhadap sumber pangan dan layanan sosial relatif terbatas dibandingkan wilayah perkotaan.

BMH Kalimantan Timur juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat luas untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial melalui dukungan donasi. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan program bantuan bagi keluarga dhuafa di berbagai wilayah. Dukungan dari para donatur menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan penyaluran bantuan logistik di daerah-daerah terpencil.

Dipimpin Muhammad Darwiwing, Pemuda Hidayatullah Jakarta Didorong Responsif terhadap Tantangan Perkotaan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Adam Sukiman, menegaskan bahwa peran strategis pemuda menjadi faktor kunci dalam merespons dinamika kebangsaan yang kian kompleks, terutama di kawasan perkotaan dan masyarakat urban.

Menurutnya, karakteristik kota besar dengan ragam persoalan sosial, budaya, dan kepemudaan menuntut kehadiran pemuda yang mampu membaca perubahan dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Adam Sukiman dalam rangka Musyawarah Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta yang digelar pada Sabtu, 11 Sya’ban 1447 (31/1/2026). Forum tersebut menetapkan Muhammad Darwiwing sebagai Ketua Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta untuk masa khidmat 2026–2029. Penetapan kepemimpinan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta yang dilaksanakan sebagai agenda konsolidasi organisasi.

Dalam keterangannya, Adam Sukiman menyampaikan bahwa Pemuda Hidayatullah dituntut mampu menghadirkan pendekatan yang inovatif dan solutif, khususnya dalam menjawab persoalan generasi muda di kota metropolitan seperti Jakarta.

“Pemuda Hidayatullah harus mampu menghadirkan solusi inovatif dan relevan bagi persoalan masyarakat, terutama generasi muda di kota metropolitan seperti Jakarta,” ujarnya, sembari menegaskan orientasi gerakan pemuda agar tetap kontekstual dengan realitas sosial perkotaan.

Adam juga mengaitkan peran pemuda dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan bahwa momentum tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter kuat. Dalam pandangannya, proses pembentukan kualitas kepemimpinan pemuda tidak dapat ditunda dan harus dimulai sejak sekarang melalui kaderisasi yang terarah dan berkelanjutan.

“Indonesia Emas membutuhkan generasi dengan karakter kepemimpinan yang berlandaskan tauhid, integritas, dan amanah,” ujar Adam Sukiman, yang juga dikenal sebagai inisiator program Edukator Masyarakat Muda (Emas) Jakarta.

Komitmen Pengurus Baru

Sementara itu, Muhammad Darwiwing yang baru ditetapkan sebagai Ketua Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi kepemudaan tersebut tampil lebih progresif. Ia menyatakan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan peran Pemuda Hidayatullah sebagai bagian dari kaderisasi umat dan bangsa. Dalam pernyataannya, Darwiwing menekankan pentingnya kontribusi nyata pemuda dalam menjawab tantangan sosial dan kebangsaan di wilayah perkotaan.

“Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta harus hadir sebagai kekuatan kaderisasi dan pusat gagasan yang mampu menjawab tantangan sosial, kebangsaan, dan kepemudaan secara konstruktif,” ujar Muhammad Darwiwing.

Pria kelahiran Parepare ini menambahkan bahwa fokus kepemimpinannya mencakup penguatan karakter, peningkatan profesionalisme kader, serta dorongan terhadap peran aktif pemuda dalam pembangunan masyarakat perkotaan yang berdaya dan beradab.

Musyawarah Wilayah ini juga menjadi ruang pertemuan antarstruktur organisasi untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan arah gerak Pemuda Hidayatullah di DKI Jakarta. Penetapan kepemimpinan baru diposisikan sebagai bagian dari kesinambungan program dan penguatan peran organisasi dalam menghadapi dinamika sosial masyarakat urban yang terus berkembang.

Kegiatan pelantikan Ketua Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Nanang Noerpatria, jajaran Dewan Murabbi Wilayah DKI Jakarta, jajaran Pengurus Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, serta unsur Muslimat Hidayatullah DKI Jakarta.

Apresiasi Terhadap Komitmen Gubernur Sulteng Perkuat Pembangunan Spiritual Masyarakat

0

PALU (Hidayatullah.or.id) — Wakil Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., atas komitmennya dalam mendekatkan masyarakat kepada Allah melalui penguatan aktivitas keagamaan.

Aziz memandang program shalat berjamaah yang saat ini digalakkan di masjid-masjid di seluruh wilayah Sulawesi Tengah sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan spiritual masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Abdul Aziz Qahhar dalam rangkaian pembukaan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 Sya’ban 1447 (31/1/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Anwar Hafid dan berlangsung di Masjid Al Amiin, Komplek Pesantren Hidayatullah Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Forum tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, jajaran pengurus Hidayatullah, serta unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan menjadi ruang konsolidasi hubungan antara organisasi keumatan dan pemerintah daerah.

Abdul Aziz Qahhar kemudian menguraikan hubungan personal dan kerja sama yang telah terjalin lama antara dirinya dan Gubernur Anwar Hafid. Ia mengungkapkan bahwa kedekatan tersebut bermula sejak tahun 2000, saat Anwar Hafid menjabat sebagai Camat Towuti.

Pada periode tersebut, keduanya terlibat langsung dalam upaya pembangunan Pondok Pesantren Hidayatullah, yang kemudian menjadi salah satu fondasi awal kerja sama antara Hidayatullah dan unsur pemerintahan di Sulawesi Tengah.

Menurut Abdul Aziz Qahhar, pengalaman bersama tersebut memberikan kesan mendalam dan memperkuat semangat kolaborasi yang terus terjaga hingga saat ini.

Ia menyampaikan bahwa komitmen Gubernur dalam mendukung aktivitas keagamaan, termasuk penguatan shalat berjamaah di masjid-masjid, merupakan kelanjutan dari perhatian yang telah ditunjukkan sejak masa pengabdian beliau di daerah. Apresiasi tersebut disampaikan secara terbuka sebagai bentuk penghargaan atas konsistensi dukungan pemerintah terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan pandangannya terkait pentingnya kesinambungan dakwah dan amal ibadah di Sulawesi Tengah. Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mempererat kerja sama dengan Hidayatullah dalam mendukung kegiatan dakwah di berbagai wilayah.

“Saya siap mendukung sepenuhnya program-program yang dilaksanakan oleh Hidayatullah Sulawesi Tengah, termasuk dalam hal armada dakwah, sesuai dengan permintaan DPW Hidayatullah. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar dakwah dapat terus berkembang,” ujar Gubernur.

Selain menyampaikan dukungan terhadap dakwah, Gubernur Anwar Hafid juga memperkenalkan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dikenal dengan nama Berani Cerdas. Program ini mencakup sembilan inisiatif strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.

Beberapa inisiatif yang disampaikan antara lain Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Menyala, Berani Murah, Berani Berkah, Panen Raya, dan Tangkap Banyak. Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan umat secara menyeluruh.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah, Sarmadani Karani, menyebut pembukaan Rakerwil Hidayatullah Sulawesi Tengah ini menandai penguatan hubungan antara organisasi Hidayatullah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Melalui komitmen yang disampaikan, kerja sama di bidang dakwah, pembangunan umat, dan peningkatan kualitas kehidupan sosial-keagamaan masyarakat diharapkan terus berjalan secara berkesinambungan di Sulawesi Tengah.

Sarmadani menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Gubernur Anwar Hafid sembari menyebut kehadiran tersebut sebagai bagian dari kehendak Allah dan membawa keberkahan bagi Hidayatullah Sulawesi Tengah.

Sarmadani Karani juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara Hidayatullah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menguatkan dakwah serta pembangunan umat di daerah.

Kunjungi Pesantren Hidayatullah Palu, Wali Kota Hadianto Komitmen Terus Dukung Pengembangan Pendidikan

0

PALU (Hidayatullah.or.id) –– Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, berkunjung sembari meninjau rencana pengembangan yang akan dilaksanakan oleh pihak Pondok Pesantren Hidayatullah di kawasan Tondo. Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka melihat secara dekat arah pengembangan lembaga pendidikan pesantren yang tengah dirancang, sekaligus sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Palu dan institusi pendidikan keagamaan.

Kunjungan ke Pondok Pesantren Hidayatullah Palu yang berlokasi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore tersebut dilaksanakan pada Jumat, 11 Sya’ban 1447 (30/1/2026).

Kehadiran Wali Kota Palu disambut oleh para santri, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah Sarmadani Karani beserta jajaran, Ketua Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Palu Abdullah serta pengurus Yayasan Hidayatullah Palu Ustadz Firdaus. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dengan dialog yang cair, berlangsung di area terbuka di bawah pepohonan di sekitar kawasan pesisir Tondo.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hadianto Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palu untuk terus mendukung pengembangan lembaga pendidikan, khususnya pesantren. Ia menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berakhlak dan memiliki daya saing, sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Selama pertemuan berlangsung, Wali Kota Palu turut berbagi pengalaman perjalanan hidupnya, mulai dari kehidupan sebagai warga masyarakat hingga menjalani amanah sebagai kepala daerah.

Cerita tersebut disampaikan dalam suasana dialog yang terbuka dan disambut hangat oleh para hadirin. Interaksi tersebut menambah kedekatan antara pimpinan daerah dan pengelola pesantren, serta menciptakan suasana kekeluargaan dalam pertemuan tersebut.

Selain mempererat hubungan, kunjungan ini juga membahas sejumlah rencana pembangunan fisik di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Tondo. Beberapa rencana yang disampaikan antara lain revitalisasi jalan masuk menuju kawasan pondok serta pembangunan taman yang dirancang sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Dalam pembahasan tersebut, Wali Kota Palu juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Kota Palu untuk mendukung pembangunan atap Masjid Pondok Pesantren Hidayatullah Tondo sebagai bagian dari penguatan fasilitas ibadah.

Hadianto Rasyid menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti rencana tersebut melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

“Saya akan segera menginstruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan peninjauan langsung, agar kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diintervensi. Kami siap membantu, dan saya juga meminta pengurus untuk segera memprosesnya. Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama,” ujarnya.

Dukungan ini, kata Wali Kota, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan fasilitas pendidikan dan sosial di wilayah Kota Palu, khususnya di kawasan Tondo. Rencana pembangunan yang dibahas dalam pertemuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan pesantren sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Hadianto Rasyid juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Program Unggulan Pemprov Sulteng di Rakerwil Hidayatullah

0

PALU (Hidayatullah.or.id) — Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyiapkan sejumlah program unggulan yang terbuka untuk disinergikan dengan organisasi keumatan, termasuk Hidayatullah.

Program-program tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, hingga penguatan kehidupan keagamaan masyarakat, yang seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Anwar Hafid saat secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah yang mengangkat tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Mandiri dan Berpengaruh” di Masjid Al Amiin, Komplek Pesantren Hidayatullah Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Sabtu, 12 Sya’ban 1447 (31/1/2026).

Tampak hadir membersamai acara tersebut Wakil Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar, Anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah Ust. H. Akib Junaid Kahar, utusan dari Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Ketua DPW Hidayatullah Sulteng Sarmadani Karani, S.Sos, dan Ketua Baznas Sulawesi Tengah Hatamuddin Tamrin, S.Sos., M.M.

Pembukaan Rakerwil diikuti juga oleh jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah, para ustaz, santri, remaja masjid, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat yang menyertai gubernur.

Gubernur Anwar Hafid menekankan peran strategis organisasi keumatan dalam proses pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berakhlak.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan tidak semata-mata bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas moral dan spiritual masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan organisasi keagamaan dinilai relevan dalam mendukung agenda pembangunan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Anwar Hafid turut membagikan pengalaman pribadinya yang tumbuh dan menempuh pendidikan dari wilayah terpencil dengan keterbatasan sarana dasar. Kisah tersebut ia sampaikan sebagai gambaran bahwa kondisi awal yang terbatas tidak menutup kemungkinan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas.

“Setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Dari daerah yang tidak ada listrik, tidak ada internet, ternyata lahir orang-orang besar. Dari situlah saya belajar tentang keteguhan, keikhlasan, dan pentingnya pendidikan serta nilai-nilai agama,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Anwar Hafid memaparkan Program Berani Cerdas sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bidang pendidikan. Program ini meliputi bantuan bagi sekolah swasta tingkat SMA, SMK, dan Aliyah, pemberian beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu, serta dukungan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 23 ribu mahasiswa telah menerima manfaat dari Program Berani Cerdas. “Ke depan, hingga 2030, kita menargetkan sekitar 200 ribu mahasiswa bisa dibiayai melalui program ini,” jelasnya.

Selain sektor pendidikan, Gubernur juga menguraikan Program Berani Sehat yang difokuskan pada penyediaan ambulans untuk Puskesmas Desa guna memperkuat layanan kesehatan dasar. Program lainnya adalah Berani Menyala, yang diarahkan pada perluasan akses listrik dan jaringan internet hingga ke wilayah desa.

Ajak Memakmurkan Masjid

Di bidang keagamaan, Pemerintah Provinsi menjalankan Program Berani Berkah yang menekankan penguatan kehidupan religius masyarakat melalui upaya memakmurkan masjid.

Anwar Hafid menegaskan keyakinannya bahwa pembangunan daerah akan berjalan secara optimal apabila kehidupan keagamaan masyarakat terjaga dengan baik.

Menurutnya, masjid memiliki peran sentral sebagai pusat pembinaan moral dan sosial. “Kalau masjid ramai, insyaallah daerah akan maju dan penuh berkah,” tegasnya dalam sambutan tersebut.

Di akhir arahannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah. Ia menyampaikan ajakan bersama untuk menjaga moral generasi muda, memerangi peredaran narkoba, serta menekan praktik prostitusi.

Selain itu, Anwar Hafid juga menginformasikan keberadaan layanan pengaduan masyarakat melalui Call Center Berani Samporoa di nomor 08116662222 yang beroperasi selama 24 jam, sebagai sarana komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.[]