Beranda blog Halaman 535

Gardakota dan DPD Jakarta Selatan Gelar Mabit

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Jakarta Selatan (Jaksel) bekerjasama dengan Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub (Gardakota) menggelar acara malam bina iman dan takwa (Mabit) di Masjid Jami’ Ar Rahman Jln Swadaya RT 01/09 Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jumat-Sabtu.

Acara diisi dengan taklim dan tauhsiah yang menghadirkan narasumber anggota Dewan Mudzakarah Ust Ir Abu A’la Abdullah dan Ust Akib Junaid.

Turut juga hadir Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta Ust Asdar Majhari Taewang beserta jajaran, Ketua Gardakota Muhammad Isnaini dan Dewan Pengurus DPD Hidayatullah Jakarta Selatan Abdul Maliki.

Mabit ini mendapat sambutan positif jamaah. Ketua DKM Masjid Jami’ Ar Rahman Drs Sanusi H. Husin mengapresasi kegiatan yang bertajuk “Shalat Malam Keliling” (SMK) yang diinisiasi oleh Gardakota.

Menurutnya, kegiatan SMK perlu untuk digulirkan termasuk menggelorakan gerakan shalat berjamaah di masjid sebagai tonggak tegaknya peradaban bangsa.

Acara itu ditutup pada keesokan harinya dengan melakukan kerja bakti bersama membersihkan masjid dan lingkungan sekitar yang diakhiri dengan ramah tamah. (ybh/hio)

 

Daurah Murabbi dan Sosialisasi Pemantapan Pembinaan Anggota

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Pengkaderan dan pembinaan anggota adalah mainstream organiasi. Keduanya sangat menentukan peningkatan kualitas dan kuantitas anggota dan kader secara nasional.

Demikian disampaikan Ketua Departemen Pengkaderan DPP Hidayatullah Ust Shaleh Utsman disela-sela acara Daurah Murabbi dan Muallim di Kampus Induk Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Jum’at (30/03/2018).

Acara daurah tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi program Departemen Pengkaderan dan Departemen Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah.

“Intensitas pengkaderan dan pembinaan juga secara langsung berdampak pada kinerja organisasi secara umum. Sehingga kekuatan konsolidasi organisasi sangat ditentukan sejauhmana proses pengkaderan pembinaan berjalan massif secara nassional,” kata Shaleh.

Dengan demikian, terang dia, kedua program mainstream ini harus mendapat perhatian serius dan sungguh-sungguh, untuk mencapai targetpengkaderan dan pembinaan bisa diwujudkan.

Dia menerangkan, mengelola pengkaderan dan pembinaan terkait banyak hal, di antaranya adalah murabbi/muallim, materi dan metode palaksanaannya.

“Ketiga unsur ini menyatu dalam kegiatan halaqah sebagai wadah pembinaan dan pengkaderan anggota dan kader. Untuk itu,
dibutuhkan Daurah Murabbi sebagai pemimpin halaqah, yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan pembinaan halaqah,” imbuhnya.

Dalam pada itu, juga dilakukan sosialisasi program terkait pengkaderan dan pembinaan DPP Hidayatullah tahun 2018. Untuk itu, yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Departemen Pengkaderan dan Pembinaan secara nasional.

Shaleh menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka mengintegrasikan kegiatan Departemen Pengkaderan dan Departemen Pembinaan Anggota, dengan tujuan diantaranya untuk menguatakan program mainstream dan sinergitas pelaksanaannya.

Selain itu, kegiatan yang digelar selama 3 hari ini untuk mensosialisasikan hasil revisi materi Halaqah Ulaa dan implementasinya dalam pelaksanaan halaqah serta penguatan materi Halaqah Taklim Anggota serta Halaqah Diniyah dan Taklim Diniyah yang berbasis DKM.

Acara yang berlangsung intensif selama 3 hari ini dihadiri oleh peserta Ketua Departemen Pengkaderan dan Departemen Pembinaan Anggota DPW, koordinator Murabbi Wilayah, murabbi Halaqah Ulaa dan Wustha yang direkomendasikan khusus oleh pengkaderan DPW, dan Ketua DKM Kampus Induk dan Kampus Utama. (ybh/hio)

DPD Hidayatullah se-Kalsel Gelar Rapat Kerja Gabungan

0
Ketua-ketua DPD Hidayatullah se-Kalsel berfoto bersama usai pembukaan Rakergab / dok

TANAH BUMBU (Hidayatullah.or.id) – Pesantren Hidayatullah melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan dihadiri oleh 4 perwakilan Dewan Pengurus Daerah; Tanah Bumbu, Kotabaru, Banjarbaru dan Tabalong. Acara ini bertempat di Kantor Bupati Tanah Bumbu beberapa waktu lalu dan ditulis pada Kamis (29/03/2018).

Rakerda Gabungan dengan tema “Optimalisasi Program Dakwah dan Tarbiyah Menuju Sukses Berperadaban Islam”, ini dibuka oleh H. Ardiansyah, Staf Bupati mewakili Bupati Tanah Bumbu.

Dalam sambutan Bupati Tanah Bumbu yang dibacakan, pemerintah sangat komitmen memperhatikan guru-guru agama, bahkan ada yang disekolahkan keluar luar negeri sesuai dengan tridharma pembangunan Bupati Tanah Bumbu di bidang Pendidikan.

Bupati mengatakan, Pesantren Hidayatullah diharapkan pihakna mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia, pendidikan yang rahmatan lil alamin, dan mampu menjawab tantangan jaman dengan sukses berperadaban Islam.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Selatan, H. Mushaddiq, S.Pd.I, dalam sambutannya mengatakan misi Hidayatullah adalah melaksanakan ajaran Islam dalam miniatur kampus yang terintegrasi pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA yang mampu melahirkan generasi Qur’ani dan kader dai.

“Kami berharap di Tanah Bumbu ini Hidayatullah punya lahan kampus yang bisa dijembatani oleh Pemerintah Daerah,” katanya.

Ketua panitia, juga ketua DPD Hidayatullah Tanah Bumbu Ust Muhammad Akram Sadli menyampaikan Rakerdagab tahun ini menyusun program-program kerja dakwah dan tarbiyah dan menawarkan pendidikan Islam yang rahmatan lil alamin.

“Juga berharap masyarakat dapat memberikan masukan positif dalam memajukan syiar Islam di Tanah Bumbu,” pungkas Akram. (ybh/hio)

DR Abdul Mannan Pesan Shalat Berjamaah Awal Kemenangan

0

BEKASI (Hidayatullah.or.id) – Tokoh penggerak dakwah yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum Hidayatullah, DR Abdul Mannan, MM, mengatakan kunci kebangkitan umat adalah bersatu dan shalat berjamaah di awal waktu adalah awal kemenangan.

Hal disampaikan dia saat menjadi pembicara dalam acara Mudzakarah Kebangsaan 26 Tahun Dakta Media Network dengan tema “Gelorakan Cinta Indonesia yang Adil dan Beradab di Hotel Horison, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/03/2018).

“(Shalat berjamaah) ini mengundang berkah dari Allah Subhanahu Wata’ala dan ini awal kemenangan,” katanya.

Abdul Mannan mengatakan dakwah harus dilakukan lebih efektif. Karena itu, melalui Radio Dakta dimana ia menjadi salah satu inisiator berdirinya, merupakan wadah agar dakwah dapat semakin meluas dan efisien.

Namun, sambung dia, untuk mengatasi problem yang tengah dihadapi bangsa tidak bisa sendirian. Masalah yang ada harus diselesaikan secara berjamaah dengan melalui gerakan membangun sumber daya manusia.

“Manyelesaikan persoalan bangsa kita dimulai dari pendidikan. Pendidikan untuk membentuk mindset anak didik untuk menjadi mujahid dakwah yang benar. Maka kita harus kembali kepada sejarah yaitu bagaimana Rasulullah mencetak kader kader yang berkualitas,” imbuhnya.

Oleh karena itu, sambungnya, pendidikan ini harus mencetak orang beriman yang melahirkan imamah.

“Pemimpin yang yakin dan mengerti bagaimana membawa bola menuju goal ke gawang. Dunia ini dilanda krisis kepemimpinan akibat iman yang degradasi,” katanya.

Ia pun mengajak untuk kembali berkaca kepada sejarah perjuangan para ulama untuk membebaskan Indonesia dari kolonialis Belanda, penjajah Jepang, dan sebagainya.

“Pesan dari KH. Noer Ali, kuatkan iman bangun ukhuwah. Itulah kekuatan moral untuk mengadapi liberal,” kata Abdul mengutip pesan pahlawan zaman revolusi dengan sebutan “Singa Karawang Bekasi” itu.

Di akhir pemaparannya, Abdul Mannan mengaku tak mau menjadi politisi meskipun ia termasuk diantara tokoh yang pernah terlibat mengawali berdirinya sejumlah partai seperti Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera.

“Saya gak mau jadi politisi, saya mau jadi negarawan. Negarawan itu mendidik orang,” tukas penulis buku Era Peradaban Baru ini.

Mudzakarah Kebangsaan ini merupakan rangkaian acara peringatan Milad 26 Tahun Dakta Media. Dengan tagline “Ikhtiar Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradaba”, merupakan semangat baru dan kesiapan Dakta untuk menyongsong era informasi yang cepat dan benar.

Dakta Media, menurut Direktur Utama Dakta Media Network, Andi Kosala, selalu peduli terhadap kemajuan anak bangsa.

Andi mengatakan, saat ini reformasi di Indonesia sudah mencapai 20 tahun. Oleh karena itu harus ada yang dapat ditorehkan untuk menuju Indonesia yang sejahtera adil dan beradab.

Mudzakarah Kebangsaan kali ini menghadirkan keynote speaker DR. Hamdan Zoelva, mantan Ketua MK. Sebagai pembicara hadir TGB (by phone), DR. Mardani Ali Sera, Prof. DR. Hamdan Zoelva, DR. Eggi Sudjana, dan DR. Abdul Manan, MM sebagai inisiator berdirinya Dakta. (ybh/hio)

Grand MBA Hidayatullah Diminati Jabatan Kemajuan Islam Malaysia

0

MALAYSIA (Hidayatullah.or.id) – Salah satu program Hidayatullah untuk menggalakkan dakwah islamiyah guna mengentaskan problem buta aksara Al Qur’an ke khalayak luas adalah melalui Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al Quran atau disingkat Grand MBA yang metodenya terus dikembangkan oleh Majelis Qur’an Hidayatullah (MQH) di bawah koordinasi Posdai dan Departemen Dakwah DPP Hidayatullah.

Seiring dengan minat dan kesadaran umat untuk mempelajari agama, Grand MBA pun mendapat sambutan positif termasuk oleh masyarakat luar negeri, salah satunya adalah Malaysia.

Melalui komunikasi yang intensif antara pihak DPW Hidayatullah Kalimantan Utara dengan pihak Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) Tawau selama 3 bulan terakhir, pada tanggal 22 – 23 Maret 2018 lalu telah diselenggarakan Training of Trainers (ToT) Pengajaran Belajar dan Menterjemahkan Al Qur’an Kaidah Grand MBA di Open University Malaysia Tawau di Tawau, Sabah, Malaysia.

Acara ini dilaksanakan atas kerjasama JAKIM Cawangan Sabah dan Majelis Qur’an Hidayatullah. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak tuan rumah.

Hadir dalam acara peresmian Ketua Setiausaha Bidang Politik Kepada Ketua Menteri Sabah, Datuk Nizam DSP Abu Bakar Titingan. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik dalam pengembangan ilmu Al Qur’an di bumi Sabah.

“Program ini kita harapkan semakin meningkatkan proses pengajaran Al Qur’an di negeri Sabah dengan menggunakan kaidah yang kreatif dan inovatif,” cakapnya.

Pelatihan ini diikuti oleh sedikitnya 100 peserta. Mereka adalah guru-guru KAFA (Kelas Agama dan Fardhu Ain) perwakilan dari daerah Kunak, Semporna, Lahad Datu dan Tawau yang dinaungi oleh JAKIM Tawau.

Selain itu, ada juga peserta yang merupakan pengurus masjid, para dai, dan imam-imam qoryah (desa) yang berada di bawah naungan Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah (JHEAINS) Tawau.

Dalam pantauan media ini, peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selain dari tim instruktur yang atraktif dan komunikatif dalam menyampaikan materi, peserta juga disuguhkan yel-yel dan games ice breaking dari Tim Ice Breakers Hidayatullah Kaltara agar peserta lebih semangat dan tidak bosan dalam pelatihan yang menggunakan format klasikal tersebut.

“Biasanya kalau ada pelatihan begini, banyak yang pulang sebelum program habis. Tadi, peserta ikut terus dari awal sampai habis”, kesan Ust. Najar, salah satu da’i peserta ToT.

Dalam acara penutupan, Ust. Ahmad Suhail, Direktur Posdai (Persaudaraan Da’i) Hidayatullah Pusat yang membawahi Majelis Qur’an Hidayatullah berpesan kepada peserta yang juga merupakan guru agar memperhatikan adab dalam proses belajar dan mengajar.

“Al Adab qablal ilm. Adab itu sebelum ilmu. Jadi, kalau mengajar guru harus mengedepankan adab dalam mengajar dan mengajarkan kepada murid adab dalam belajar. Kalau ada ilmu yang diajarkan susah masuk, jangan-jangan ada adab-adab dalam menuntut ilmu yang kita abaikan”, tegas beliau.

Sedangkan, Ketua JAKIM Tawau, Ust. DR. Amin Nasir dalam arahannya, menyampaikan agar para peserta menerapkan ilmu yang sudah didapatkan.

Beliau melontarkan, pengorbanan para instruktur dan pihak penyelenggara harus dibarengi dengan kesungguhan untuk merealisasikan penggunaan metode Grand MBA di tempat tugas para guru-guru KAFA.

“Nanti kita akan mengadakan musyawarah dengan para penyelia (pengawas) KAFA dari semua daerah. Kita akan membuat zon-zon yang mengumpulkan beberapa guru untuk mengontrol pelaksanaan Grand MBA di masing-masing daerah.”, papar beliau.

Dalam kesempatan yang sama, Ust. DR. Amin Nasir juga menyampaikan harapan agar ke depan akan dapat melaksanakan pelatihan lanjutan dari pelatihan pertama ini dalam rangka semakin menguatkan pemahaman dan penguasaan peserta dalam menggunakan metode Grand MBA ini. Kegiatan diakhiri denga penyerahan sertifikat secara simbolis dan foto bersama.*/ Mazlis Mustafa

 

Hidayatullah Peduli Aksi Bantu Korban Banjir Simboro Mamuju

0

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Hidayatullah Peduli membantu korban banjir di dua lokasi yang berbeda lokasi di kecamatan Simboro dan kecamatan Mamuju, kabupaten Mamuju Sulawesi Barat dengan lebih dari 3000 korban terdampak atau 1.300 kepala keluarga.

Aksi ini berhasil menghimpun sejumlah bahan dan makanan pokok, pakaian layak pakai dan pakaian baru dari pedagang pasar serta alat-alat sekolah.

“Aksi ini adalah kontribusi unit TK, SD dan SMP dan Rumah Tahfidz Al-Furqan, Muslimat Hidayatullah, SAR Hidayatullah, serta Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bergabung menggalang dana warga, walimurid murid dan masyarakat luas,” jelas Herman, kordinator aksi.

Salah satu penerima paket tersebut adalah pria lanjut usia, Daeng Rate, dengan beban seorang istri yang tinggal di “rumah” yang sudah bergeser sekitar 50 meter dari tempat semula.

Daeng Rate mengaku sangat bersyukur mendapatkan paket pakaian dan bahan makanan dengan sejumlah uang tunai. “Mudah mudahan diberkahi ‘ki Allah nak,” kata Daeng Rate dengan mata berkaca kaca.

Profesi pengumpul kardus bekas dengan pendapatan tertinggi paling besar 30.000 sehari itu bahagianya memuncak saat tau kalau dirinya akan dibangunkan rumahnya kembali oleh Hidayatullah Peduli.

Di hampir semua sudut kota Mamuju sebenarnya tergenang banjir pada hari itu (22/3), hujan mengguyur wilayah Mamuju sejak tengah malam sebelumnya hingga pukul 10.00 siang dan bertepatan dengan pasangnya air laut.

Arus air bandang terbesar membanjiri perempatan Simbuang setinggi leher orang dewasa hingga merusak kios kios dan rumah rumah penduduk sekitar sebagian lain rumah dan seisinya hilang diterjang banjir besar yang baru pertama kalinya terjadi di Mamuju.

Salah satu faktor banjir tersebut meluapnya muara sungai Mamunyu, Rimuku dan sungai Karema ditambah air laut sedang pasang.

Di sore harinya meski air berangsur surut namun masih menyisakan endapan lumpur dan perabot rumah tangga berlumuran lumpur, bebatuan dan pohon bawaan banjir yang berserakan.

Tersisa, isak tangis dan keringat orang yang sedang memunguti kembail barang-barang milik mereka yang berserakan dan sebagian hilang.

Tercatat sebanyak 30 warga Simbuang kehilangan hunian, rumah dan kios, pakaian dan alat-alat rumah tangga.

“Kami akan berupaya mendirikan kembali pemondokan mereka seperti semula,” lanjut Herman.

Korban kebanyakan berstatus menumpang di atas tanah milik salah seorang tokoh masyarakat sehingga tidak bisa dibangunkan secara permanen, bentuk bangunan hanya mengembalikan ke bentuk semula yakni pondokan berbahan kayu dengan atap daun rumbia dan seng.

Yang terpenting, menurutnya. Bangunan mushallaa sebagai sarana ibadah maupun taman pengajian dan kegiatan majelis taklim sangat sibutuhkan mengingat jauhnya jarak dengan masjid sekitar. */Muhammad Bashori

Laznas BMH-IMS Menggelar Hapus Tato di Kota Solo

SOLO (Hidayatullah.or.id) – Sejak diluncurkan layanan Hapus Tato dari Islamic Medical Service (IMS) di Jakarta dan dibantu mobilitas informasi yang tinggi yang saat ini cukup diujung jempol, masyarakat kini dengan mudah bisa mendapatkan info-info terkait program dan kegiatan keummatannya. Salah satunya hapus tato.

Boomingnya informasi ini tidak luput dari pantauan masyarakat Solo. Dengan beragam upaya untuk menghadirkan layanan hapus tato ini agar dapat hadir di Kota Solo dapat terwujud.

“Alhamdulillah, hari ini, Selasa dan Rabu Besok (27-28/3), Layanan hapus tato akan kami adakan di Yayasan Al Kahfi Hidayatullah Solo, setelah dua hari sebelumnya dilaksanakan hapus tato di masjid MUI,” kata Ahmad Hamim, Penanggungjawab Hapus Tato di Yayasan Al Kahfi Hidayatullah Solo.

Ahmad mengatakan, upaya menghadirkan layanan hapus tato ini karena pihaknya ingin memfasilitasi masyarakat yang kepingin hijrahnya benar-benar sempurna, salah satunya dengan ikhtiar untuk menghapus tato.

“Sebab, jika tato masih menempel di kulit, maka akan ada ‘pori-pori’ kulit yang akan terhalang untuk dibersihkan. Padahal salah satu kewajiban umat sebelum beribadah kepada Allah adalah membersihkan diri baik hadas besar atau pun hadas kecil,” kata Ahmad lebih jauh.

Ahmad Syahidin, relawan yang juga PJ Hapus Tato IMS, mengatakan, sambutan masyarakat Solo dengan layanan ini sangat positif. Terbukti para peserta mohon agar program ini bisa berlanjut dan dilaksanakan dimana.

“Panitia hanya mentarget 150 orang peserta untuk acara hapus tato namun pendaftar mencapai 1000 orang. Program ini sangat dinanti para sahabat Hijrah dan sangat berharap bisa terus terealisasi,” pungkas Syahidin.

Sebelum acara hapus tato dimulai, para peserta mendapatkan siraman ruhani dari dai, Ust. Muzakkir Kholil. Dalam tausiahnya, beliau memotivasi sahabat hijrah untuk sama-sama menjaga hidayah ini.

“Mari sama-sama sahabat hijrah, kita jaga hidayah, Islam dan Iman. Jangan sampai pada hari kiamat nanti apa-apa yang kita perbuat di dunia ini dengan susah payah justru Allah menilai kita jauh dari jalan-Nya dan akhirnya kita menjadi penghuni neraka,” pesannya beliau mengutif surah Al Ghasyiyah ayat 3.

“Bekerja keras lagi kepayahan. Namun pada akhirnya semua kebaikan itu tidak diterima oleh Allah, justru balasannya adalah neraka yang Allah siapkan. Semoga kita bisa terhindar dari masalah besar ini,” pesan beliau.

Salah seorang peserta hapus tato, Mohammad Jafaruddin Jody, mengatakan dirinya sangat bersyukur sekali hari ini bisa menghapus tatonya. Sudah sejak anak pertama saya lahir, kuat sudah niatan untuk benar-benar ingin menghapus masa silam saya yang kurang baik. Namun karena terkendala biaya.

“Alhamdulillah. Hari ini dengan anak sudah 3 saya bisa ikut hapus tato ini,” kata Mohammad Jafaruddin Jody dengan sesekali mengusap air mata yang tidak bisa ditahan karena rasa haru.

“Terima kasih BMH-IMS dan Yayasan Al Kahfi yang sudah memfasilitasi saya untuk semakin sempurna dalam proses hijrah ini,” ungkapnya dengan menahan tangis karena haru.*/Yusran Yauma

Zainuddin Musaddad: Suami Harus Teguhkan Peran Istri

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Idealnya, pasangan suami istri saling terbuka apalagi dikala menghadapi masalah rumah tangga yang datang silih berganti. Dengan saling keterbukaan dan penerimaan, akan meneguhkan peran keduanya.

Demikian benang merah materi disampaikan Ketua Departemen Adab dan Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah, KH Drs Zainuddin Musaddad, dalam acara seminar parenting mengangkat tema “Sukses Dunia Akhirat dengan Al Quran” yang digelar PAUD-KB-TKA Yaa Bunayya Depok, Ahad (25/03/2018).

“Ayah boleh saja egois karena watak bawaan lelaki memang seperti itu. Tetapi ayah harus pintar mengakui beratnya tugas istri,” kata Abah Zain, demikian ia karib disapa oleh santrinya.

Abah Zain mengatakan, istri atau umumnya wanita kerap mengdepankan perasaan ketimbang rasio. Para ayah harus memahami ini agar setiap masalah yang datang tak memantik “pertengkaran” yang berlebihan.

“Kalau dia (istri) yang salah, kita (suami) memaafkan. Kalau kita (suami) yang salah kita yang minta maaf,” imbuhnya, seraya menekankan pentingnya peran suami meneguhkan peran istri dalam menjalankan rutinitasnya sebagai seorang ibu.

Kalau seorang suami ternyata tidak mau mengerjakan semua pekerjaan yang ada di rumah. Maka setidaknya dia harus menguatkan pekerjaan pekerjaan istri yang sesungguhnya amat berat itu.

Namun, egoisme suami kadang-kadang amat dominan. Hal ini, menurut Abah Zain, ditunjukkan oleh sikap suami yang selalu harus menang walaupun sebenarnya salah. Seorang lelaki tak mau terlihat lemah dan kalah oleh wanita.

“Suami itu walaupun sebenarnya salah tapi tetaap saja bertahan dengan segala argumennya. Karena itu, biasanya suami itu segan meminta maaf kepada istri,” kata Zain seperti dikutip Parentnial.com.

Di balik egoisme itu, sebenarnya suami memiliki cara sendiri untuk meminta maaf kepada istri tanpa mengutarakannya secara langsung dengan kata-kata. Gelagat ini, kata Abah Zain, harus pintar-pintar dipahami oleh sang istri.

“Karena egois, lelaki itu minta maaf dengan caranya sendiri seperti memuji masakan istri atau memberikan sentuhan. Begini cara suami menyembunyikan keegoisannya,” kata konselor keluarga dan praktisi pengobatan Nabawi ini.

Seminar parenting ini didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH), Elzatta Group, dan Parentnial.com sebagai media partner. (ybh/hio)

Lulus Perguruan Tinggi Kampus Hidayatullah Tak Perlu Melamar Jadi Pegawai

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, menghadiri undangan peresmian gedung baru sekolah integral Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Batu Aji, Kota Batam, Kepri,  Sabtu (24/03/2018).

Di hadapan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur, dan ratusan hadirin lainnya, Nashirul menyampaikan profil singkat Hidayatullah dan peranannya dalam mengembangkan sumber daya manusia melalui dakwah dan pendidikan.

“Hidayatullah mengembangkan sistem Pendidikan Integral berbasis Tauhid yang diharapkan dapat melahirkan generasi Islam berkualitas dari segi keimanan, keilmuan, dan amal shaleh,” kata Nashirul.

Dalam pada itu, kader dan alumni kampus Hidayatullah siap ditugaskan untuk melakukan pengabdian di masyarakat yang telah dibekali skil praktis selama menempuh masa pendidikan.

Beliau mengatakan, alumni kampus Hidayatullah harus memiliki kemampuan untuk berkiprah di masyarakat sebagai pendidik, dai dan pemimpin umat.

“Lulusan perguruan tinggi Hidayatullah tidak perlu melamar menjadi pegawai dan karyawan, justru diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak bangsa untuk meraih kesejahteraan dunia dan akhirat,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri PAN-RB mengapresiasi kiprah dan perkembangan Pesantren Hidayatullah Batam yang kini telah berusia 20 tahun.

Menteri Asman mengaku bangga dengan kreatifitas dan semangat Hidayatullah yang terus mengembangkan sayapnya dalam memajukan pendidikan khususnya di Batam dan Kepulauan Riau.

“Saya bangga atas kepedulian Hidayatullah yang ikut menyukseskan pendidikan generasi bangsa,” kata Asman.

Ketua Yayasan Hidayatullah Batam H. Jamaluddin Nur menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Menteri dan para undangan.

Pada kesempatan itu Jamaluddin melaporkan perkembangan dan kiprah Hidayatullah Batam yang mengelola pendidikan dari tingkat TK, SD, SMP, SMU, dan Perguruan Tinggi. (ybh/hio)

Hidayatullah Banjarnegara Sinergi Ormas Islam Lainnya Gelar Seminar Parenting

0

BANJARNEGARA (Hidayatullah.or.id) – Ormas dan lembaga Islam di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, bersinergi menggelar kegiatan Seminar Parenting yang bertajuk “Membangun Karakter Anak Berakhlak Qur’ani” di Rejasa Room Surya Yudha, Kota Banjarnegara, Sabtu, (24/3/2018).

Ketua Panitia Seminar, Kak Rosi Ganthenk, mengatakan seminar ini merupakan kerjasama lintas organisasi massa dan lembaga Islam yang dimotori oleh SD Islam Integral Hidayatullah Banjarnegara, MI Maarif NU Pucang, PAUD Al Kautsar, PAUD Yaa Bunayya, Balai Dakwah Banjarnegara dan Laznas BMH.

“Meski berasal dari lintas ormas dan lembaga Islam, semuanya bersinergi bahu membahu untuk maju, sukses dan unggul,” kata Rosi lebih lanjut.

Sebelum acara inti berupa Seminar Parenting, tamu undangan disuguhi dengan kolaborasi pementasan Drama “Asal Mula Sumur Zam Zam.”

Kolaborasi apik dan menggemaskan dari siswa-siswi SD Islam Integral Hidayatullah dan MI Maarif NU Pucang Banjarnegara ini menuai sambutan meriah.

Ust. Mohammad Fauzil Adhim selaku pembicara diawal materinya menyebutkan dihadapan 350 peserta seminar bahwa acara ini merupakan seminar spesial karena ada sinergi antar organisasi Islam.

“Sinergi inilah yang sangat kita perlukan akhir-akhir ini,” katanya.

Lebih lanjut, Fauzil memaparkan kepada peserta seminar bahwa setiap manusia akan melalui tahap-tahap perkembangan yang akan dilalui setiap orang.

Setidaknya, jelas dia, setiap anak adam yang diberikan kesempatan menghirup udara lebih lama oleh Allah akan melewati fase-fase diantaranya, fase bayi, thufulah (anak-anak), mumayyiz, amrad dan mukallaf.

“Pentingnya peran untuk mengetahui dan mempersiapkan tumbuh kembang anak menjadi point penting untuk diperhatikan orangtua,” saran Fauzil.

Kartono, salah seorang peserta seminar ini sangat bersyukur dapat mengikuti acara parenting dengan antusias hingga selesai.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada panitia seminar ini, karena dengan mengikuti seminar ini, saya banyak dapat ilmu mendidik anak secara Islami,’ ujar beliau yang juga wali murid SD Islam Integral Hidayatullah Banjarnegara ini.*/Yusran Yauma