Beranda blog Halaman 599

Muslimat Hidayatullah Narasumber Perwanis 2016 di Malaysia

Sekretaris Majelis Penasehat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida), Kurnia Irawati Istadi / Foto: Dokumentasi ISMA
Sekretaris Majelis Penasehat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida), Kurnia Irawati Istadi / Foto: Dokumentasi ISMA

Hidayatullah.or.id – Sekretaris Majelis Penasehat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida), Kurnia Irawati Istadi, turut menjadi pembicara mewakili Indonesia dalam helatan Persidangan Wanita Islam Antarabangsa (Perwanis) 2016 yang digelar oleh Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) mengusung tema besar ‘Wanita Pemangkin Kemenjadian Generasi’.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Presiden ISMA, Abdullah Zaik Abd Rahman, di Shah Alam, Selangor, Malaysia, Rabu (27/04/2016).

Kurnia Irawati Istadi dalam pemaparannya menyampaikan makalah berjudul “Penghayatan Akidah & Pembentukan Peribadi Wanita Muslimah di Indonesia”.

Dalam pidatonya Irawati menegaskan bahwa menjadi ibu bagi muslimat adalah menjadi sebuah keutamaan, walaupun setelah itu seorang muslimat bisa memilih untuk juga menjadi guru, dokter, pedagang, arsitek, dan sebagainya.

“Menjadi ibu dengan tugas utama membangun keluarga professional, mendidik anak menjadi generasi emas bagi agama dan bangsa, adalah peran ibu yang terpenting sebelum mengambil peran lain di luar keluarga. Dan seandainya peran lain di tengah umat pun diambilnya, tetap diwajibkan bagi seorang ibu untuk tetap mengutamakan menyelesaikan tugas-tugas utama dalam keluarga terlebih dulu sebelum melaksanakan tugas untuk umat,” kata Irawati.

Selanjutnya dipaparkannya juga, bahwa untuk bias sukses melakukan tugas berat seorang ibu itulah, maka setiap muslimah harus memiliki keterampilan manajemen diri yang baik sehingga mampu menjadikan diriya sebagai manajer keluarga yang profesional.

Untuk itulah, menurut ibu 6 anak ini, seorang muslimah perlu mempelajari beberapa poin penting berikut.

Pertama, selalu meningkatkan kualitas diri melalui program pengembangan diri yang terencana. Seorang ibu manager keluarga harus selalu meningkatkan potensi yang ada pada dirinya. Harus disediakan waktu bagi ibu untuk itu, sesuai dengan bidang yang dipilihnya.

“Bisa saja ibu memilih untuk meneruskan program belajarnya secara formal di berbagai universitas di luar jam sibuknya dalam mengatur rumahtangga. Atau ibu bisa memilih mengikuti kursus untuk meningkatkan ilmu dan ketrampilan yang menjadi potensinya, mungkin kursus bahasa asing, kursus computer, memasak, dan lainnya. Bisa juga memilih untuk belajar sendiri secara informal, dengan banyak membaca, bertanya kepada para ahli dan mengikuti beragam praktek kegiatan di masyarakat,” tukasnya.

Kedua, lanjut beliau, mengatur, merencanakan dan melaksanakan seluruh urusan operasional kerumahtanggaan menjadi 8 departemen, yaitu departemen pendidikan anak, personalia, keuangan, domestik, spiritual, property, humas dan peningkatan sumber daya manusia.

Dengan membuat perencanaan jangka panjang, menengah dan jangka pendek untuk masing-masing departemen tersebut, akan memudahkan dalam pelaksanaannya. Berikutnya juga disusun program kontrol dan evaluasi secara berkala,

“Maka hasil yang diperoleh akan lebih professional dan berkualitas. Waktu yang tersedia menjadi produktif sehingga ibu bisa menyisihkan waktu untuk berperan lebih banyak bagi kegiatan keumatan,” cakap Irawati.

Ketiga, meneladani gaya manajemen islami seperti yang ditunjukkan melalui keteladanan keluarga nabi Ibrahim as. Beberapa gaya manajemen islami tersebut antara lain melakukan refleksi diri seperti ketika seseorang sedang wukuf di padang Arafah, yaitu dengan mengevaluasi kesalahan diri, menemukan kelemahan dan kekuatan potensi diri, serta memanfaatkan peluang yang ada serta menghadapi tantangan yang menyerang.

Contoh dari keluarga Nabi Ibrahim lainnya yaitu teladan membuat perencanaan di malam hari sebelum hari dimulai, seperti saat kita bermalam di Muzdalifah, bersiap untuk lontar jumrah, thawaf dan sa’i. Sambil mempersiapkan kerikil, diibaratkan menyusun sebuah kekuatan dan rencana yang rapi untuk menghadapi hari esok.

Manajemen Islami ala keluarga Ibrahim lainnya, membuang kekurangan diri yang ada, serta bangkit melawan tantangan yang menghadang, seperti ketika Ibrahim melemparkan kerikil ke arah setan yang mengganggu, yang direfleksikan dalam lontar jumrah.

Selain itu, keteladanan keluarga Ibrahim juga mengajarkan menjaga agar garis kehidupan ini senantiasa dalam lingkaran syariah yang ditentukan Allah, seperti saat kita thawaf mengelilingi ka’bah dalam lingkaran yang rapi yang telah ditetapkan Allah.

Dan tak kalah penting, jelas Irawati, manajemen Islam keluarga Ibrahim memiliki etos kerja keras tanpa putus asa yang didasari keyakinan kuat akan datangnya pertolongan Allah, seperti keyakinan dan kerja keras yang ditunjukkan Siti Hajar saat melakukan sa’i. (ybh/hio)

BMH Lengkapi Program dengan Pemberdayaan Ekonomi

BMH Gelar Seminar Wirausaha dan Luncurkan Program Mandiri Terdepan 2
Salahs satu kiprahnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi, LaznasBaitul Maal Hidayatullah memberikan bantuan modal usaha untuk pengusaha kecil

Hidayatullah.or.id – Meski tetap fokus mengirim dai ke daerah pelosok dan perbatasan, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) melengkapi kiprahnya dengan program pemberdayaan ekonomi.

Direktur Program dan Pendayagunaan BMH Ade Syariful Allam menjelaskan, program pemberdayaan ekonomi yang dinamakan Mandiri Terdepan (Mapan) ini mempunyai dua tujuan, yakni sebagai pintu masuk dan penguatan program yang ada. Program ekonomi juga bisa menjadi pembuka program inti BMH pada dakwah dan pendidikan.

Program Mapan yang ditujukan bagi pengusaha dhuafa ini dilakukan melalui pembekalan keterampilan dan bantuan modal. Sebelum jadi penerima manfaat Mapan, para pengusaha dhuafa diberi pelatihan terkait keorganisasian BMH dan akad-akad syariah agar bisa membuat perencanaan bisnis sederhana dan kesepakatan bersama program.

“Ada seleksi calon penerima manfaat sebelum mereka dikelompokkan. Pemberian modal sendiri dalam bentuk hibah bergulir. Bantuan modal juga murni bantuan tanpa margin,” kata Syariful saat bersilaturahim ke kantor harian Republika, Jakarta, Jumat (29/4).

Besaran dana yang diberikan antara Rp 1 juta-Rp 2 juta di awal. Syariful mengakui, bantuan modal memang tidak besar karena BMH ingin ada pemerataan penerima. Usaha yang dijalankan para pengusaha dhuafa pun beragam mulai dari penjual pulsa, pedagang gerobak, hingga industri kecil rumahan.

BMH, lanjut Syariful, berupaya memperlakukan para pengusaha dhuafa ini secara arif. Jika terjadi musibah atau hal lain di luar prediksi yang membuat usaha para penerima manfaat ini terhenti, BMH memberlakukan pemutihan.

“Selain diputihkan, jika terjadi musibah, para pengusaha dhuafa ini juga diberi bantuan. Tiap dua pekan sekali ada pembinaan berupa program mengajar dan belajar baca Alquran dan pelatihan usaha. Kami harap mereka terlibat aktif di sana,” ujarnya.

Sejauh ini program Mapan telah terlaksana di Luwuk, Banggai (Sulawesi Tengah), Pondok Ranji, Tangerang Selatan (Banten), Soreang, Bandung (Jawa Barat), Denpasar (Bali), dan Rawamangun (DKI Jakarta).

Ada pula pelatihan menjahit untuk ibu-ibu di Surabaya dan Yogyakarta. Nantinya ibu-ibu ini diharapkan bisa diterima bekerja oleh perusahaan tekstil. BMH mencatat, penerima manfaat program Mapan dan program pemberdayaan ekonomi lain sekitar 8.000 orang.

Baberapa program pemberdayaan ekonomi oleh BMH juga disambungkan dengan program pemberdayaan dai. Tidak jarang para dai yang dilibatkan dalam program Dai Tangguh tidak hanya memberi waktu dan tenaga bagi masyarakat yang dibina, tetapi juga harta.

Selain bagi masyarakat umum, program pengembangan ekonomi juga dilakukan di pesantren-pesantren rintisan. Program Pesantren Berdaya yang digerakkan BMH bertujuan membangun kemandirian pesantren.

Direktur Utama BMH Supendi mengatakan, belum lama ini BMH juga menjalankan program konversi ternak babi ke kambing di desa-desa di sekitar Gunung Sindoro, Lumajang, Jawa Timur. “Mualaf di sana masih mempunyai kebiasaan memelihara babi untuk kegiatan agama yang mereka anut sebelum menjadi Muslim,” kata Supendi.

Pesantren Hidayatullah di sana mengenalkan program ini sebagai bagian pembinaan Islam.

Saat silaturahim ke Republika, Supendi juga mengatakan, BMH ingin belajar mengelola konten publikasi seperti Republika.

Pada 2014, BMH sempat bekerja sama dengan Republika dalam program bantuan ke Palestina. “Jadi, bisa sinergi pengembangan program bersama yang bisa dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujar Syariful.

Pada kesempatan itu, Redaktur Pelaksana Harian Republika Subroto mengatakan, sejak awal berdiri, visi Republika tetap menjadi saluran umat Muslim. “Republika didirikan sebagai corong umat Islam. Umat memang harus saling dukung dan membesarkan,” katanya. (rep/hio)

Tanpa Pacaran, Hidayatullah Batam Gelar Nikah Mubarak

Tiga mempelai pria, Fahrul Islam, Remun Suwardi dan Abdul Rasyid mendengarkan sighat ta’lik yang dibacakan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batuaji, H Suardi di Masjid Agung Hidayatullah Batam, Batuaji setelah akad nikah  // Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Tiga mempelai pria, Fahrul Islam, Remun Suwardi dan Abdul Rasyid mendengarkan sighat ta’lik yang dibacakan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batuaji, H Suardi di Masjid Agung Hidayatullah Batam, Batuaji setelah akad nikah // Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

Hidayatullah.or.id – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam kembali menggelar pernikahan mubarak untuk kedua kalinya. Sabtu (7/5) pukul 07.00 WIB, sebanyak tiga pasang pengantin dinikahkan secara massal oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batuaji, H Suardi di Masjid Agung Hidayatullah Batam, Batuaji.

Ketiga pasang pengantin tersebut, Fahrul Islam berpasangan dengan Nur Fadhillah, Remun Suwardi dengan Rika Mariance dan Abdul Rasyid dengan Nur Hayati. Mereka merupakan ustaz dan ustazah yang mendidik para santri di Pesantren Hidayatullah.

Hadir pada acara tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, Ustaz Khoirul Amri, para ustaz dan ustazah, santri, dan tamu undangan.

Tokoh pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur yang menjadi saksi pada acara sakral tersebut mengatakan, di antara tujuan kegiatan ini untuk menjalankan salah satu syariat Islam yaitu pernikahan. Dengan harapan, kelak dari pernikahan ini akan lahir kader- kader pembela Islam.

“Bahwa dengan menikah nantinya akan lahir generasi-generasi Islam yang taat yang terus membela, mengokohkan dan menyiarkan agama Allah, kiranya ini menjadi harapan kita bersama, aamiin,” ujar Jamaludin saat menyampaikan nasehat pernikahan.

Lebih lanjut, Jamaludin mengatakan, bahwa menikah merupakan sebuah jihad dan sudah melaksanakan dari separoh agama.

“Kalau sudah menikah harus bisa menjadi imam buat keluarga. Penuhilah rumahtangga itu dengan kasih sayang dan tanggungjawab, dengan demikian akan diperoleh ketenangan dan ketentraman,” ujar pria yang juga menjadi peserta pernikahan Mubarak 100 pasang di Gunung Tembak pada 1997 silam.

Dalam ceramahnya, Jamaluddin juga sempat menceritakan tentang proses lamaran untuk ketiga pengantin pria tersebut.

“Para pengantin pria dan perempuan ini tak pernah bertemu langsung sebelumnya. Tak ada itu pacar-pacaran. Sayalah yang melamar mereka untuk ketiga pengantin pria ini. Mereka baru saling bertemu saat penyerahan mahar, itu pun hanya lihat sekilas saja, cuma melirik lah. Alhamdulillah sejauh ini pernikahan seperti ini berhasil dan Insha Allah tidak ada yang gagal, saya sendiri juga menikah dengan cara dijodohkan seperti ini pada tahun 1997 lalu,” kenangnya.

Jamaluddin juga mengatakan, bahwa salah satu tujuan menikah adalah untuk memenuhi kebutuhan fitrah manusia. Dan Islam pun memudahkan urusan bagi siapa yang sudah siap dan mampu untuk menikah.

“Islam mengoreksi adat jahiliah bangsa Arab yang berlebihan dalam menetapkan mahar. Mahar yang tinggi seringkali menjadi barrier bagi pernikahan. Akibatnya, banyak perkawinan yang tak dapat dilangsungkan karena ketidaksanggupan memenuhi tuntutan mahar yang tinggi dari pihak perempuan. Hal itu jelas menyalahi kehendak agama Islam,” katanya.

“Nabi menganjurkan memberi mahar walaupun berbentuk cincin besi. Sebab, mahar bukanlah simbol nilai perempuan dalam perkawinan, tetapi simbol kewajiban suami akan memberi nafkah kepada istrinya,” katanya lagi.

Jamaludin menambahkan, jadi bagi yang sudah siap untuk menikah, maka kita pun akan memfasilitasinya dengan demikian akan menutup rapat-rapat pintu perzinaan yang dilarang keras dalam Islam.

Nur Hayati, salah seorang mempelai perempuan mengatakan bahwa ia sama sekali tidak keberatan melakukan pernikahan seperti itu, meskipun ia juga tidak memiliki bayangan tentang suaminya.

“Belum pernah kenal, saya hanya tahu bahwa calon suami saya juga binaan Hidayatullah, saya percaya dengan pilihan ustaz di pesantren karena tidak mungkin kami dipilihkan orang yang salah,” ujarnya.

Seperti diketahui, pernikahan mubarak adalah isitilah pernikahan massal yang digelar oleh Pesantren Hidayatullah untuk menikahkan para santrinya yang telah memasuki usia matang berumah tangga. Dalam prosesnya, para peserta pernikahan tidak pernah saling berjumpa atau mengenal sehingga tidak ada kata pacaran.

Pacaran baru dilakukan setelah menikah dimana antar mereka saling bertaaruf lebih jauh. Kendatipun demikian prosesnya tetap memenuhi kaidah keumuman seperti kedua pihak mempelai saling bertemu agar sama-sama mengenal lebih jauh.

Alhamdulillah, dalam pelaksanaannya selalu sukses yang indikatornya tiadanya kasus seperti ketidakcocokan yang timbul setelah pernikahan selain riak-riak kecil yang biasa terjadi di dalam bahtera rumah tangga. (btp/hio)

Gerakan Nusantara Mengaji di Kampus Hidayatullah Kupang

Ketua DPC PKB Kabupan Kupang, Dedi Lisnahan berbincang dengan pimpinan Pondok Pesetran Hidayatullah Kupang , Ustadz Usman Mamang pada acara pembukan Nusantara mengaji .
Ketua DPC PKB Kabupan Kupang, Dedi Lisnahan berbincang dengan pimpinan Pondok Pesetran Hidayatullah Kupang , Ustadz Usman Mamang pada acara pembukan Nusantara mengaji .
Suasana mangaji dan baliho Nusantara Mengaji
Suasana mangaji dan baliho Nusantara Mengaji
Suasana mangaji dan baliho Nusantara Mengaji
Suasana mangaji dan baliho Nusantara Mengaji

Hidayatullah.or.id – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) didapuk menjadi salah satu tuan rumah gelaran seremoni pembukaan Gerakan Nusantara Mengaji.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte Kabupaten Kupang NTT, Ustadz Usman Mamang, pada acara seremonial pembukaan kegiatan Nusantara Mengaji Kabupaten Kupang yang digelar di Kompleks Pondok Pesentran Hidayatullah, Sabtu (7/05/2016) pukul 19.30 WITA, turut memuji gerakan mengaji yang diinisiasi Abdul Muhaimin Iskandar ini.

“Gerakan ini bahkan telah menjadi gerakan nasional. Tentu di balik itu ada harapan besar dalam rangka untuk meninggikan martabat bangsa dengan Al Qur’an. Kami memberi apresiasi yang tinggi kepada Abdul Muhaimin Iskandar yang menginisasi ini,” kata Usman Mamang dalam keterangannya di Kupang.

Menurut Usman, gerakan serentak kegiatan mengaji 300.000 kali khataman Al Qur’an ini adalah sebagai bentuk dukungan moril umat ini untuk kemaslahatan dan keselamatan bangsa.

Hidayatullah khususnya di Kupang, kata Usman, pun turut mendukung tujuan mulia acara tersebut. Pembangunan bangsa, terang Usman, tidak bisa dipisahkan dari aspek-aspek religius dan moralitas sebab pembangunan yang memiliki nilai hakiki adalah yang merelasikan aspek materiil dengan nilai ketuhanan.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Kupang, Dedi Lisnahan mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Kuoang yang telah membantu melaksanakan Nusantara Mengaji, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan sukses.

“Kegiatan Nuasantara mengaji adalah kegiatan keagamanan yang kaitannya dengan Tuhan. Bagi yang membaca mendapatkan pahala serta yang didoakan dapat dikabulkan Oleh Tuhan. Sehingga dengan banyak membaca kitab Suci serta berdoa bangsa kita, Indonesia, mendapat keberkahan dan kesalamatan,” jelas Dedi Lisnahan.

Dedi Lisnahan bersyukur, rencananya Nusantara mengaji untuk Kabupaten Kupang 50 Khataman namum bisa mencapai 150 khataman. Hal ini semua, terang dia, merupakan satu anugerah dan berkah bagi Kabupaten Kupang dan merupakan suatu hal yang luar biasa.

“Saya tidak menduga ternyata Kabupaten Kupang bisa mencapai 150 khataman. Ini merupakan hal yang luar biasa. Terimakasih kepada Pondok Pesentran Hidayatullah, Ustad Mamang, dan jajaran yang telah bersama mensukseskan Gerakan Nusantara Mengaji di Kabupaten Kupang,” ucap Dedi Lisnahan seperti dikutip ZonaLineNews.

Kegiatan Nusantara Mengaji Kabupaten Kupang dilasanakan di Pondok Pesantren Hidayatullah diikuti sedikitnya 150 santri dan pengurus Pondok Pesantren. Acara pelaksanaan kegiatan Nusantara mengaji di Kabupaten Kupang dilaksanakan sejak Jumat 6 Mei 2016 dan akan berakhir pada Minggu 8 Mei 2016. (ybh/hio)

Kampus Hidayatullah Kupang Tuan Rumah MTQ Kabupaten

Kampus Hidayatullah Kupang Tuan Rumah MTQ se-KabupatenHidayatullah.com– Pembukaan dan rangkaian acaea Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVI tingkat kabupaten diadakan di Kampus Hidayatullah Kupang Barat, Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara yang mengangkat tema, “Dengan Semangat MTQ Kita Tingkatkan Kerja Sama dan Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama” ini berlangsung pada Jum’at-Sabtu (29-30/04/2016).

Hadir membuka kegiatan ini mewakili Bupati adalah Anshar Ka’ban, Kepala Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kupang. Sebelum membuka dengan resmi kegiatan ini, Anshar Ka’ban mengingatkan pentingnya sportivitas dalam bertanding.

Dalam sambutannya ia menyampaikan, “Di antara peserta, (jika) ada peserta yang tidak mau siap menerima kekalahan berarti mentalnya belum teruji. Maka tidak layak dikatakan sebagai pemenang, apalagi sportif. Semoga itu tidak terjadi di tempat ini.”

Turut hadir antara lain, Camat Kupang Barat, Kepala Dandim 1604, Kapolsek Kupang Barat, Kepala Kementerian Agama Kupang, Ketua STIT Kupang, imam-imam masjid se-Kupang, kepala desa, pendeta, pastur, para pemuda, masyarakat desa setempat, dan peserta MTQ.

“Saya berharap dari tempat ini, ada peserta yang bisa lolos hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” tutup Ka’ban.

Usman Mamang selaku Ketua Panita menyampaikan, perlombaan MTQ ini terdiri dari cabang tilawah, golongan anak-anak, golongan remaja, golongan dewasa, cabang hifdzil Qur’an, dan cerdas cermat. Total keseluruhan peserta 48 orang.

Sementara sumber dananya, kata dia, berasal dari para donatur, pengusaha, masyarakat, dan bantuan dari Ikatan Keluarga Minang di Kupang.

Walau minim biaya, lanjutnya, acara MTQ ini berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Sebelum mengakhiri sambutan, Usman Mamang membacakan pantun:

“Bunga kamboja putih berseri, putihnya hingga ke ujung dahan. Atas bantuan dan kerja sama yang diberikan, semua pihak kami ucapkan terima kasih.”

Sementara itu, Kabupaten Ende NTT akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Musbaqah Tilawati Alquran (MTQ) Tingkat Propinsi NTT yang akan diselenggarakan pada Bulan Mei 2016 ini.

Ketua Panitia MTQ Provinsi NTT, Abdul Syukur mengatakan, sebagai persiapan saat ini pihak panitia telah mengadakan serangkaian rapat persiapan guna mensukseskan pelaksanaan MTQ tersebut.

Rencananya, pelaksanaan MTQ akan dipusatkan di Lapangan Pancasila Ende dan juga Masjid Arabita.*/ Usman AW, Kupang

Berdakwah Harus Terus Fokus, Jangan Selalu Ikutan Ribut!

Shohibul Anwar Dakwah Harus Fokus, Jangan Terus Ribut
Ketua Departemen Dakwah dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Ust Shohibul Anwar.

Hidayatullah.or.id – Di antara yang paling memungkinkan dalam memperjuangkan Islam adalah lewat dakwah dan pendidikan. Demikian dikatakan Ketua Departemen Dakwah dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Ust Shohibul Anwar, M.Pd.I.

Hal itu disampaikan pembina Pos Dai ini dalam sambutannya pada pembukaan acara pertemuan para dai se-Nusantara yang digelar Pos Dai bekerjasama dengan Departemen Dakwah dan Penyiaran DPP Hidayatullah.

Acara yang dirangkai dengan Dauroh Mua’llim bertema “Bersama Dai Membangun Negeri” ini berlangsung di Pusdiklat Jl Indragiri, Desa Sumberejo, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu-Selasa (30/04-03/05/2016).

Ust Shohibul Anwar mengatakan, dalam berdakwah, para dai dituntut untuk fokus dengan kinerjanya. Bukan terbawa arus terus meributkan berbagai kondisi yang ada.

“Jangan kita kayak anak kecil. Musim layangan kita main layangan, musim kelereng juga main kelereng,” ujarnya di depan puluhan peserta.

Maksudnya, terangnya, para dai jangan reaktif menanggapi berbagai isu. Seperti soal lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender; atau soal tindakan pemimpin non-Muslim; dan sebagainya.

“Terus-menerus kita akan dihadapkan dengan segala keributan. Setiap minggu ada isu yang dilempar,” ujarnya.

“Sehingga kita juga ikut dan ingin ribut. Sehingga kita saling menyalahkan dan beranggapan kenapa kita tidak melawan? Kenapa kita tidak ini, itu, dan sebagainya seperti yang dilakukan orang lain,” lanjutnya.

Di sinilah, kata dia, para dai dituntut memiliki dan memahami program kerja yang jelas. Supaya perjuangan mendakwahkan Islam ada hasilnya.

“Kalau kita sibuk menjawab PR-PR (pekerjaan rumah) yang diberikan oleh musuh-musuh kita itu, jangankan melawan musuh, kita ini akan bertengkar antara sesama kita sendiri,” ujarnya mewanti-wanti.

Seperti diketahui, Persaudaraan Dai Indonesia atau yang disingkat Pos Dai adalah lembaga dakwah nasional yang didirikan ormas Hidayatullah. Lembaga ini didirikan dengan tujuan mengajak dan membantu masyarakat untuk memahami agamanya dengan lebih baik, karena permulaan dari ridha Allah Ta’ala kepada seorang hamba adalah bilamana telah tumbuh dalam jiwanya keinsyafan untuk beragama dengan benar.

Pos Dai juga berkhidmat menaungi kiprah para dai yang tersebar diseluruh nusantara dalam upaya menyebarkan kebaikan dan mengentaskan buta aksara Al-Qur’an serta kebodohan dan kemiskinan menuju kemuliaan dan kesejahteraan.

Pos Dai berkomitmen menjadi Lembaga Dakwah Nasional yang profesional dan terpercaya dalam upaya membangun ummat yang maju dan bermartabat.*/ Zainal Amiruddin – Malang

Rezim Asad Suriah dan Pendukungnya adalah Ashabul Ukhdud Abad ke-21

aleppoRisalah Departemen Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah tentang Situasi di Aleppo, Suriah

  1. Selama sembilan hari, sejak 22 April 2016, rezim Suriah yang dikendalikan oleh Basyar Al-Asad didukung oleh Iran dan Rusia, lakukan lebih dari 260 serangan udara, 110 artileri, 18 peluru kendali, 68 bom, membantai lebih dari 200 warga, serta lukai ratusan lainnya. Demikian laporan satuan tugas kedaruratan warga, Syria Civil Defence, yang dikenal secara internasional bertugas menolong korban-korban serangan militer yang sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun.
  2. Akibat gempuran dan agresi militer itu, untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari 1 milenium (1000 tahun), masjid-masjid Aleppo tidak melakukan solat Jum’at pada 29 April 2016. Demikian dilaporkan kantor-kantor berita diantaranya Asy-Syarqul Awsath.
  3. Aleppo (atau dalam bahasa Arab disebut حلب atau Halab) adalah nama salah satu kota tertua di dunia yang masih dihuni oleh manusia, dimulai sejak 5000 tahun sebelum Masehi. Aleppo juga kota terbesar di Suriah, ibukota propinsi paling utara, berbatasan dengan Turki. Kota Aleppo menempati kawasan seluas 190 Kilometer per segi, berpenduduk kurang lebih 2 juta jiwa.

    Seorang warga menolong seorang anak dari reruntuhan RS Al-Quds Aleppo. // Foto: Aleppo Media Council
    Seorang warga menolong seorang anak dari reruntuhan RS Al-Quds Aleppo. // Foto: Aleppo Media Center
  4. Sejak Maret 2011, rezim Basyar Al-Asad memutuskan menggunakan kekerasan senjata untuk membunuhi, menteror, menangkapi, menyiksa sampai mati, warga Suriah, untuk mempertahankan kekuasaan keluarga dan kroninya. Akibat dari keputusan itu banyak wilayah Suriah yang terbelah dua. Ada yang warganya berhasil membebaskan diri dari kekuasaan diktator Asad, ada yang belum.
  5. November 2012, Aleppo terbagi dua. Sebelah utara berhasil dibebaskan oleh warga, sebelah selatan masih dikuasai rezim Asad. Kawasan yang berhasil dibebaskan oleh para Mujahidin dari kalangan warga, diembargo oleh rezim. Listrik diputus, air dimatikan, jalan-jalan diblokade, serangan militer terus menerus dikerahkan oleh rezim, baik dari udara maupun dengan artileri jarak jauh. Namun, warga dan Mujahidin yang berada di kawasan yang sudah dibebaskan dari rezim bersabar dan bertahan. Mereka bahkan membentuk Mahkamah Syari’ah yang mengatur tata tertib kehidupan dan keperluan masyarakat sebisa mungkin, seperti distribusi makanan, penyelesaian sengketa, pendataan penduduk, kebersihan, air, dan sebagainya. Sampai pada akhir musim panas tahun 2015 lalu, sebagian besar kota Aleppo berhasil dibebaskan.

    Sejak 2012, milisi-milisi pendukung Asad semprotkan “الأسدأو نحرق البلد” (Pilih Asad atau Kami Bakar Negeri/Kota/Desa Ini) di tembok-tembok di seantero Suriah, termasuk di Aleppo
    Sejak 2012, milisi-milisi pendukung Asad semprotkan “الأسدأو نحرق البلد” (Pilih Asad atau Kami Bakar Negeri/Kota/Desa Ini) di tembok-tembok di seantero Suriah, termasuk di Aleppo
  6. Awal Februari 2016, dibantu oleh kekuatan angkatan udara rusia dan milisi-milisi Syiah Iran dan Lebanon, Aleppo digempur dan direbut kembali oleh rezim. Terjadi eksodus (pengungsian besar-besaran) warga Aleppo ke dekat perbatasan Turki. Kantor-kantor berita dan media internasional menyebut kejadian itu sebagai krisis terburuk sejak berlangsungnya krisis kemanusiaan di Suriah.
  7. Memanfaatkan datangnya musim semi, di awal bulan April 2016, warga dan Mujahidin Aleppo mengerahkan kembali mujahadahnya untuk membebaskan kota itu. Alhamdulillah berhasil. Namun keberhasilan inilah yang memicu rezim Asad untuk melakukan pengerahan kekuatan militer besar-besaran, terutama lewat udara dan artileri jarak jauh, yang sudah berlangsung sembilan hari sampai hari ini.
  8. Aleppo Media Center, sebuah kantor berita yang didirikan oleh warga kota, juga berbagai media internasional seperti Aljazeera, menyiarkan foto-foto dan video-video penghancuran Rumah Sakit Al-Quds di kota itu. Tidak kurang dari 50 orang dokter, paramedis, karyawan, dan pasien dilaporkan terbunuh akibat serangan yang terjadi Jum’at 29 April 2016. Sebuah rekaman kamera CCTV di rumah sakit itu hari ini disiarkan oleh stasiun televisi Inggris Channel 4.
  9. Penghancuran RS Al-Quds merupakan salah satu kejahatan militer, dari rangkaian yang panjang sejak lima tahun lalu. Tapi hari-hari ini rezim Asad yang didukung Rusia dan Iran serta milisi-milisi bersenjata Syiah dari Iraq, Lebanon, dan Afghanistan sedang mengkonsentrasikan kejahatan agresi militernya ke Aleppo secara indiskriminatif. “#AleppoisBurning (حلب_تحترق#) (Aleppo Terbakar)” demikian hashtag yang kemudian mendunia, disematkan di laporan-laporan tentang pembumihangusan Aleppo. Rumah sakit, sekolah, pertokoan, pasar, rumah-rumah, semua dihujani rudal, bom meriam, bom gentong, dan mortir.
  10. Sejak tahun 2012, gerombolan-gerombolan bersenjata pendukung Asad telah berkampanye menggunakan grafiti (cat semprot) dengan tulisan di tembok-tembok di wilayah yang dikuasainya berbunyi: الأسدأونحرق البلد (Pilih Asad atau Kami Bakar Negeri/Kota/Desa Ini).
  11. Cara-cara yang digunakan oleh Rezim Basyar Asad, yaitu membakar warga kota Aleppo dengan peluru kendali, bom artileri, bom gentong, mortir dan lain-lain mengingatkan hamba-hamba Allah akan peristiwa yang pernah terjadi sebelum zaman Rasulullah. Peristiwa itu diabadikan oleh Allah di dalam Al-Quran surat Al-Buruj:

 

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ (1) وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ (2) وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ (3) قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ (4) النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ (5) إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (6) وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ (7) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (9)

“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mu’min (orang beriman) itu melainkan karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (Al-Quran surah Al-Buruj ayat 1-9)

 

  1. Dalam penjelasan mengenai rangkaian ayat Al-Quran itu, Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (hadits no. 3005) melalui jalur Shuhaib Radhiyallahu ‘anhu, menggambarkan, bahwa telah terjadi pembantaian atas orang-orang yang beriman kepada Allah dan mempertahankan kemuliaan dirinya, oleh rajanya yang zhalim dan memaksakan kekuasaan mutlaknya. Pembantaian itu dilakukan dengan cara membakar semua orang beriman di dalam sebuah parit raksasa.
  2. Rezim Asad dan semua pihak yang mendukung kejahatan agresi militer berupa pengeboman, pembakaran, pembantaian, serta fitnah terhadap orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang merupakan umat Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alayhi wa sallam di Aleppo adalah “Ashabul Ukhdud Abad ke-21“.
  3. Apa yang terjadi di Aleppo dan Suriah adalah ujian dari Allah, apakah kita akan berdiam diri menyaksikan kejahatan-kejahatan dilakukan atas kaum Muslimin dan orang-orang yang beriman kepada Allah, atau kita akan bergerak mengamalkan tuntunan Allah dalam Al-Quran surah Al-Anfaal ayat 72:

‎إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (٧٢)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertoIongan (kepada muhajirin, menyelamatkan iman dan nyawanya), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu WAJIB memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

 

  1. Semoga amal yang kita lakukan untuk menjawab tuntunan Allah dalam ayat di atas mengundang pertolongan Allah, sehingga perdamaian hakiki kembali menyelimuti Aleppo, Suriah, Negeri Syam, dan seluruh permukaan dunia.*

 

Jakarta, Ahad, 24 Rajab 1437 / 1 Mei 2016

Departemen Luar Negeri
Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah

Masjid Umawi yang dibom dan dibakar rezim Asad. Untuk pertama kalinya sejak seribu tahun lalu, tidak ada solat Jum’at di Aleppo
Masjid Umawi yang dibom dan dibakar rezim Asad. Untuk pertama kalinya sejak seribu tahun lalu, tidak ada solat Jum’at di Aleppo

 

[Khutbah Jum’at] Musuh Abadi Ummat Manusia

0

Hidayatullah.or.id – Khutbah Jum’at yang dibawakan oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ustadz Nashirul Haq, Lc, MA. Silahkan menyimaknya melalui halaman di bawah ini. Selamat menyimak:

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”tEG7LEDxJ78?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

Mahasiswa STIE Hidayatullah Ikuti Dauroh Hafal Al-Qur’an

[FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah Depok3 [FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah Depok2 [FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah DepokHidayatullah.or.id – Sebanyak 28 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID), Kota Depok, Jawa Barat, yang berhasil lolos seleksi, mengikuti program “Dauroh Menghafal Al Qur’an 30 Juz 40 Hari” yang berlangsung di Komplek Pesantren Hidayatullah Depok.

Program yang diikuti oleh mahasiswa STIEHID ini terselenggara berkat kerjasama pihak kampus bagian akademik dengan pemegang hak karya program ini yakni Yayasan Ruhama Bogor serta didukung oleh Yayasan Pesantren Hidayatullah Depok.

Pengurus STIE Hidayatullah, Suheri Abdullah, MM, dalam keterangannya mengatakan program dauroh ini merupakan nilai lebih yang dilakukan STIE Hidayatullah untuk mencetak sarjana yang unggul tidak saja dari aspek saintika (intelektual), tetapi juga memiliki kemapanan dalam kecerdasan etika (spiritual) juga cerdas estetika (emosional).

“Progam dauroh ini sejalan dengan spirit yang melatari berdirinya STIE Hidayatullah, yaitu komitmen untuk kontribusi dalam pembangunan nasional di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dakwah, budaya dan pengembangan manajemen,” kata Suheri.

Hingga saat ini, kata Suheri, dauroh ini telah berhasil menelurkan beberapa calon hafidz Al Qur’an yang telah menyelesaikan hafalannya sampai Juz 20 ke atas. Bahkan ada beberapa yang sukses menyelesaikan hafalan 30 Juz.

“Alhamdulillah, ini prestasi yang luar biasa. Kami sangat mengapresiasi dan bangga terhadap prestasi mahasiswa yang berhasil ke tahapan tersebut,” ujarnya.

Suheri menerangkan, dengan pemahaman dan pendalaman terhadap kandungan Al Qur’an, dauroh ini diharapkan menstimulasi lahirnya kader leader berwawasan integral sehingga mampu merelasikan antara aktualisasi ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah dengan nilai-nilai ajaran agama Islam yang luhur.

“Sebab, dalam Islam tidak ada dikotomi antara pengajaran ilmu pengetahuan umum atau saintis dengan pengajaran agama. Pendidikan harus terintegrasi dan itulah yang terus dilakukan STIE Hidayatullah,” kata Suheri.

Suheri menambahkan, dauroh yang digelar 40 hari secara intensif ini berfokus kegiatan di Masjid Ummul Quro, Kalimulya, Cilodong, Kota Depok.

Selain itu dauroh ini diselenggarakan dengan semangat kerelawanan dimana peserta tidak dipungut biaya sedikit pun alias gratis. Meskpun gratis, peserta mendapatkan fasilitas konsumsi rutin 3 kali sehari dan berbagai ketersediaan kebutuhan lainnya seperti asrama dan keperluan MCK.

Karenanya, Suheri mengajak kepada masyarakat turut beramal shalih dengan mendukung program dauroh tersebut. Salah satu yang cukup menyita pendanaan adalah kebutuhan konsumsi bagi puluhan peserta.

Bagi siapa saja yang ingin turut berinvestasi akhirat dengan mendukung program dauroh ini, dapat melakukan donasi ke nomor rekening berikut: Bank BSM 788-7788-779 atau Bank Muamalat 448-0008-888  atas nama Yayasan Pesantren Hidayatullah Depok. Konfirmasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi mobile phone +62 813-8061-0339. (ybh/hio)

Wakil Bupati Buka Rakerda Hidayatullah Kotabaru Kalsel

IMG-20160426-WA019 IMG-20160426-WA017Hidayatullah.or.id – Wakil Bupati Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Ir. H. Burhanuddin, hadir membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Kotabaru, Kalsel, belum lama ini.

Wakil Bupati Burhanuddin dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, berkomitmen mengembangkan program pembinaan ruhani dan moral masyarakat dengan mendukung peran sentral organisasi-organisasi yang ada di wilayah tersebut tak terkecuali organisasi dan lembaga-lembaga Islam.

Beliau mengutarakan, Hidayatullah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar yang memiliki jaringan luas secara nasional perlu mendapatkan dukungan karena perannya selama ini telah memberi kontribusi positif terhadap pembangunan bangsa.

“Hidayatullah perlu terus menguatkan perannya, terutama di bidang dakwah dan pembinaan umat sebagaimana telah dilakukan selama ini. Itu yang perlu selalu dikuatkan,” katanya saat membuka Rakerda DPD Hidayatullah Kotabaru di Masjid Agung Kotabaru, Kalsel, pertengahan April lalu (15/04/2016).

Burhanuddin menyatakan sangat menyambut baik program-program keagamaan yang telah digalakkan Hidayatullah di Kotabaru, kendati kehadiran Hidayatatullah di kabupaten tersebut relatif baru.

Wakil Bupati berharap sinergi antar organisasi serta lembaga-lembaga swadaya dan keagamaan di Kotabaru dapat terus terjalin dengan baik. Sebab, tegasnya, pembangunan sebuah wilayah tidak bisa dilepaskan dari peran swadaya masyarakat, termasuk di kabupaten yang dipimpinnya tersebut sejak ia dilantik bulan Februari lalu.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Kabupaten Kotabaru, Mursalin Ukasya, mengatakan Hidayatullah Kotabaru saat ini berfokus pada pengembangan program dakwah dan sosial. Serta telah menyelenggarakan program pendidikan formal.

“Salah satu program penting kita adalah bersilaturrahim karena ini juga merupakan perintah Nabi kita. Selain memanjangkan umur, silaturrahim akan melancarkan rejeki. Semoga silaturrahim kita hari ini juga, Insya Allah, mendatangkan berkah keduanya untuk kita semua,” ujar Mursalin.

Mursalin menambahkan, pihaknya kini sedang merencanakan membangun beberapa unit infrastruktur untuk menopang penyelenggaraan program Hidayatullah di wilayah tersebut.

Ia berharap dengan adanya dukungan dari Pemkab dan tak terkecuali swadaya masyarakat, rencana tersebut dapat segera terwujud dalam rangka pemanfaatannya untuk kepentingan umat dan bangsa.

“Hidayatullah Kotabaru berharap dapat memberikan layanan mulai dari pedesaan hingga kota dengan mengusung jargon Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub atau GARDAKOTA seperti yang telah dimulai di beberapa kota besar lainnya seperti Jabodebek. Semua itu hanya akan bisa di wujudkan jika kita semua telibat dan memberikan iuran perjuangan yang tepat,” kata Mursalin.

Lebih lanjut, kata Mursalin, PD Hidayatullah Kotabaru sedang merampungkan rencana pengadaan Gedung Dakwah Center yang nantinya akan difungsikan menjadi pusat layanan dakwah bagi masyarakat Kotabaru dan sekitarnya. (ybh/hio)