Beranda blog Halaman 600

Ukhuwah Adalah Hal Utama dalam Berdakwah

Hidayatullah.or.id – Umat Islam saat ini terbagi menjadi beberapa kelompok yang merupakan qadarullah yang harus diterima.

Perbedaan tersebut menjadi sebuah kekuatan yang bisa dimanfaatkan dengan syarat ada kekuatan ukhuwah yang dibangun, dipupuk sehingga dalam menghadapi musuh bersama, umat Islam dapat dengan mudah mengalahkan mereka.

Demikian salah satu penyampaian , Ketua Umum PP Hidayatullah Nasirul Haq, MA saat mengisi pengajian umum di Masjid Al Furqon Denpasar.

“Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam hubungan antara umat Islam sebetulnya bisa dihindari, seperti klaim kebenaran sepihak, tidak mau berkomunikasi dengan sesama umat jika berbeda organisasinya, termasuk berprasangka buruk kepada sesama Muslim,” ujar alumni Universitas Islam Madinah ini.

“Sifat saling menghargai harus dikedepankan. Fenomena hari ini, banyak kita lihat, baru saja dia belajar satu dua hadist sudah berani berfatwa. Berani memvonis orang lain berdosa, penghormatan kepada alim ulama kurang, dakwah harus dengan komunikasi yang baik, ” tambah alumni International Islamic University Malaysia ini.

Sebagaimana diketahui Nashirul Haq melaksanakan kegiatan safari dakwah di berbagai masjid di Kota Denpasar Bali dari tanggal 23 sampai 24 April atas undangan DPW Hidayatullah Bali.

Safari dakwah direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka meneguhkan dakwah di Bali. Apalagi Muslim dengan jumlah yang minoritas, diperlukan dakwah yang fokus dan berkelanjutan sehingga semakin menguatkan akidah dan ukhuwah umat Islam di Bali.*/ Zulkipli Abu Nuna

Gerakan Hidayatullah Selalu Kedepankan Sikap Washotiyah

BaliHidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust H Nashirul Haq mengatakan kader Hidayatullah di manapun berada harus selalu mengedepankan sikap washotiyah sebagai dasar perjuangan setiap kader dan anggota Hidayatullah.

“Hidayatullah selau menekankan sikap washotiyah dalam berdakwah, bersikap, dan berukhuwah. Prinsip washotiyah inilah yang bisa membuat Hidayatullah diterima semua pihak,” kata Ust Nashirul Haq saat memberikan taushiah acara silaturrahim DPD Hidayatullah se-Provinsi Bali, Ahad (24/04/2016).

Pesan Ust Nashirul tersebut selaras dengan penyampaian yang pernah diutarakan Pimpinan Umum Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad, dimana beliau menegaskan bahwa keberadaan kampus-kampus Pesantren Hidayatullah di seluruh penjuru nusantara adalah sebagai alat peraga dakwah dan merupakan miniatur peradaban mulia yang secara inklusif dan transformatif mengejawantah keagungan ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan.

Beliau mengatakan bahwa dalam melakukan dakwah Islam, Hidayatullah selalu mengedepankan inklusifitas dalam rangka terus mengeratkan ikatan persatuan umat dan interaksi sosial antar sesama manusia. Dengan demikian, dakwah akan terbangun dengan semangat persaudaraan serta jauh dari klaim dan saling vonis.

Sebab itu, beliau mendorong jamaah Hidayatullah hendaknya tidak berfikir ekslusif sehingga paradigmanya pun menjadi sempit. Hidayatullah memang ada cacatnya, tapi jangan sampai kemudian hal itu melemahkan kita dalam berkarya untuk umat ini dan berfastabiqul khairat dengan cara yang penuh hikmah dan kebijaksanaan.

BACA: Hidayatullah Terus Teguhkan Dakwah Inklusif

Ketua Umum DPP Hidayatullah juga mendorong penguatan lembaga-lembaga pendidikan Hidayatullah sehingga dapat melahirkan kader kader dengan kualitas keilmuan yang tinggi.

“Sekaligus kualitas ruhiyahnya juga sejalan dengan keilmuannya. Jangan sampai hanya terkesan intelektual tetapi ruh spiritualnya tidak ada,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya beliau mendorong setiap kader dan anggota Hidayatullah harus bisa membangun komunitas Islami di manapun dia berada, karena Hidayatullah adalah ormas sehingga tidak semua anggotanya memungkinkan tinggal di pesantren.

“Di kampung-kampung atau di perumahan harus diupayakan ada halaqah” pungkas beliau. */ Zulkipli Abu Nuna

Gelar Seminar Wirausaha BMH Luncurkan Program MAPAN

BMH Gelar Seminar Wirausaha dan Luncurkan Program Mandiri Terdepan 1 BMH Gelar Seminar Wirausaha dan Luncurkan Program Mandiri Terdepan 2 BMH Gelar Seminar Wirausaha dan Luncurkan Program Mandiri TerdepanHidayatullah.or.id – Menjadi seorang pengusaha memanglah tidak mudah. Apalagi pengusaha yang menerapkan prinsip syariah, pengusaha yang tahu mana yang wajib dikeluarkan sebagai zakat dan mana yang menjadi penghasilan bersih.

Terkait hal tersebut,Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) bekerja sama dengan Laziz Babussalam (sebagai Mitra Zakat BMH) menggelar seminar dan pelatihan wirausaha.

Kegiatan yang mengusung tema “Hijrah Menjadi Muslimpreneur Sejati Ke-2 dan Launching Program MAPAN (Mandiri Terdepan )” itu diadakan di aula utama Masjid Babussalam, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (23/4).

Pelatihan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu. Pelatihan dibagi menjadi empat sesi.

Sesi pertama diisi oleh Tubagus Muallif, salah satu pengurus Laziz Babussalam. Ia memaparkan tentang bagaimana kiat menjadi muzakki, dari mustahik menjadi muzakki.

Sesi kedua diisi oleh pakar internet marketing Rawi Wahyudiono. Ia lebih banyak menitikberatkan kepada bagaimana cara mendongkrak penjualan melalui internet.

Sesi ketiga diisi Ato Sunarto. Ia memaparkan bagaimana kemasan yang menarik di pasaran. “Makanan yang dikemas menjadi kemasan yang bagus akan mempunyai nilai jual yang lebih,” ujar Ato.

Sesi terakhir adalah belajar membuat kue yang dipandu Iwin Winarti. Ia seorang pemilik usaha kue yang sudah sukses menjajakan kuenya di internet maupun direct selling. Bahkan ia juga membuka kelas membuat kue.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan program Mandiri Terdepan (MAPAN) oleh Lukmanul Khakim, salah satu staf di bagian pendayagunaan BMH. Manajer Pendayagunaan BMH Ismail menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis.

Pada tahap pertama ini BMH dan Laziz Babussalam memilih sembilaan orang yang berhak menerima bantuan. “Penerima modal akan dibina oleh BMH, agar omsetnya meningkat dan spiritualitasnya juga naik,” kata Ismail. (Siaran Pers BMH)

Hidayatullah Peduli Turut Bantu Korban Banjir Bantaran Bekasi

IMG-20160422-WA002 IMG-20160422-WA024 IMG-20160422-WA029 IMG-20160422-WA042Hidayatullah.or.id – Tim “Hidayatullah Peduli” melakukan aksi bantuan kemanusian terhadap korban banjir yang merendam sejumlah permukiman warga di bantaran Kali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang terjadi mulai Kamis (21/4) pagi kemarin.

Tim Hidayatullah Peduli ini meliputi relawan pencari serta pertolongan SAR Hidayatullah dibersamai oleh anggota Pemuda Hidayatullah, tim medis dari Islamic Medical Services (IMS), dan juga Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yang memantau serta memastikan ketersediaan logistik di medan bencana.

Koordinator Lapangan (Korlap) Usman Abdul Hamid yang memimpin pasukannya sejak kemarin melaporkan bahwa hingga saat ini seluruh warga di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, yang mengalami banjir hingga ketinggian 3 meter semua selamat. Pantauan Usman kemarin, sebanyak 3 blok di PGP yang semuanya digenangi air setinggi atap rumah.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujarnya kepada media ini melalui obrolan perangkat gawai baru baru ini.

Usman mengatakan saat ini air sudah tinggal selutut di daerah dalam. Namun di luar sudah nyaris kering.

“Sampai siang ini masyarakat fokus bersih-bersih rumah dan mengecek anggota keluarga yang sakit ke posko kesehatan yang dibuka IMS,” ujarnya.

Saat ini pemerintah masih terus berfokus pada perbaikan tanggul yang jebol serta memperbaiki saluran keluar masuk air kali. Sebagian besar rescuer sudah kembali ke posko masing-masing sembari mencari info yang dikeluarkan oleh BMKG dan tetap memantau melalui media.

“SAR Hidayatullah akan bertahan hingga bener-benar kondisi warga sudah nyaman,” kata Usman yang juga Sekretaris SAR Hidayatullah Pusat ini.

Sementara itu upaya pemulihan masih terus dilakukan. Umumnya masyarakat masih butuh obat-obatan, air minum, makanan, air bersih untuk cuci mandi kakus, serta kebutuhan pakaian buat ibu dan anak-anak.

“Alhamdulillah, sembako dan logistik lainnya dari BMH sudah disalurkan sejak malam sampai siang hari ini,” pungkasnya seraya berdoa bencana serupa tidak lagi terulang.

Seperti diwaIMG-20160422-WA052rta media, tanggul Kali Bekasi di Perumahan Pondokgede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, jebol pada Kamis (21/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam hitungan menit, luapan air Kali Bekasi sudah menggenangi seluruh perumahan warga.

Ketinggian air bahkan mencapai 3 meter dan sempat merendam sejumlah rumah hingga ke atap. Tanggul di ketiga RW itu mencapai 2,5 meter dan ada peninggian di sebagian tanggul mencapai satu meter. Namun, air meluap melewati tanggul yang belum ditinggikan, yakni di RW 08 atau tepatnya di bagian belakang Perumahan PGP Jatiasih.

Ratusan keluarga yang tidak sempat mengamankan barang-barang berharga hanya bisa pasrah melihat barang miliknya terendam banjir. Bahkan, beberapa warga lanjut usia yang belum dievakuasi terpaksa menunggu di lantai atas rumahnya. (ybh/hio)

Rakernas Mushida Komitmen untuk Internalisasi Gerakan

Rakernas Mushida Kuatkann Internalisasi GerakanHidayatullah.or.id – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat Hidayatullah Tahun 2016 telah ditutup. Selain merekomendasikan optimalisasi realisasi program kerja yang diantaranya mencakup ketahanan keluarga dan gerakan dakwah multidimensional, Rakernas 2016 Mushida ini juga mendorong upaya revitalisasi internalisasi gerakan.

Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Reni Susilowati mengatakan Mushida memang dituntut untuk terus mengoptimalkan perannya baik domestik juga di ranah publik. Namun, dia menegaskan, internalisasi gerakan juga menjadi hal yang tak terabaikan.

“Artinya, bahwa, apa yang mau kita berikan kepada umat secara luas, hendaknya itu harus betul-betul sudah terpraktik di internal Mushida. Jadi mesti ada keselarasan antara idealita dan realita. Ini pekerjaan berat yang membutuhkan kesepahaman kolektif,” kata Reni seperti dikutip website resmi www.Mushida.org.

Reni menjelaskan, dengan meneguhkan internalisasi gerakan, maka diharapkan Mushida terus mengevaluasi diri seraya di waktu yang sama tetap memiliki kepedulian terhadap beragam problem-problem keummatan.

Lebih jauh anggota Muslimat Hidayatullah didorong untuk berusaha menginternalisasi konsep pengkaderan Nabi (manhaj nubuwwah) yang kini direpresentasi gerakan Hidayatullah yang juga terangkum dalam perikehidupan Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wassallam melalui Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW). Internalisasi manhaj inilah, tegas Reni, yang harus ditegakkan untuk menjadi kesatuan ideologi kemudian menjadi kesatuan gerak.

Seperti diketahui, organisasi wanita Islam nasional Muslimat Hidayatullah (Mushida) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan digelar di Kota Depok, Jawa Barat, 8-10 April 2016.

Rakernas Muslimat Hidayatullah tahun 2016 kali ini mengusung tema “Optimalisasi Kerja Dakwah, Sukseskan Program Membangun Peradaban Islam”.

Ketua Panitia Pelaksana, Sarah Zakiyah, mengatakan tema yang diangkat tersebut merupakan derivat program dari gelaran Musyawarah Nasional Muslimat Hidayatullah 2015 lalu yang digelar di Kota Malang bertemakan “Bersama Keluarga Qur’ani Tinggikan Martabat Bangsa”.

Lebih lanjut Sarah menambahan, “Melalui Rakernas ini, Muslimat Hidayatullah ingin meneguhkan peran keluarga dalam rangka meninggikan martabat bangsa dengan berupaya berkontribusi lebih optimal untuk kemaslahatan ummat, yakni mencerahkan dan memberdayakan ummat melalui gerakan tarbiyah dan dakwah kemuslimatan”.

Selain itu, kata Sarah, Rakernas Mushida 2016 ini untuk melakukan reorientasi pengurus wilayah, konsolidasi organisasi, upgrading leadership fungsionaris, dan sosialisasi program kerja.

Pada Rakernas dilakukan brainstorming, pelatihan konsultatif, dan divisionalisasi untuk penguatan fungsi layanan konseling masalah keluarga dan penanganan LGBT yang diharapkan dibukanya puast-pusat konseling ruhani di wilayah–wilayah pengurus Mushida.

Rakernas Muslimat Hidayatullah ini digelar di Kampus YPP Hidayatullah Depok Jl. Raya Kalimulya Kel Kalimulya Kec Cilodong Depok, Jawa Barat.

Di sela acara Rakernas, juga diisi kegiatan seminar yang menghadirkan tokoh Dewi Inong Irana, SpKK dan Dr Sabriati Aziz. Ada juga sesi penting yakni pengarahan kelembagaan yang diisi oleh tokoh ideolog yang juga senior Hidayatullah yang juga mantan Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr Abdul Mannan. (ybh/hio)

Laznas BMH Salurkan Bantuan untuk Warga Luar Batang

Laznas BMH Salurkan Bantuan untuk Warga Luar BatangHidayatullah.or.id – Kepedihan cukup mendalam dirasakan oleh warga Luar Batang yang menjadi korban penggusuran. Selain, kehilangan rumah sebagian dari mereka juga sulit mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

Menyadari hal tersebut, Laznas BMH turut serta memberikan bantuan berupa bahan makanan, pampers, susu dan beberapa lainnya kepada warga Luar Batang yang diserahkan kepada Sekretaris Masjid Jami’ Keramat Luar Batang Mansur Amin, Jumat (15/04/2016).

Dalam obrolannya bersama tim, Mansur Amin (51) mengatakan bahwa masyarakat Luar Batang memerlukan bantuan langsung berupa uang atau makanan.

“Warga sekarang bang butuh uang. Kalau dibawakan sembako, beras misalnya. Mau dimasak dimana. Jangankan kompor, rumah saja sudah rata dengan tanah. Kalau tidak ya makanan yang sudah siap,” ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, Ismail selaku Kepala Divisi Pendayagunaan Laznas BMH DKI Jakarta berniat untuk datang kembali menyerahkan bantuan bagi masyarakat Luar Batang.

“Ya, insya Allah ini bantuan pertama. Insya Allah kepedulian umat tinggi akan sesama. Jadi, semoga Allah mudahkan, kami akan datang untuk membawa bantuan berikutnya untuk warga di sini,” ucapnya.

Kehadiran Laznas BMH di lokasi tersebut tidaklah sendirian. BMH bersinergi dengan Forum Zakat yang berposko di Masjid Jami’ Keramat Luar Batang Jakarta Utara.*(bmh)

[FOTO] Semarak Dauroh Al Qur’an di Hidayatullah Depok

[FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah Depok7 [FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah Depok6 [FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah Depok5 [FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah Depok4 [FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah Depok3 [FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah Depok2 [FOTO] Semarak Dauroh Al Qur'an di Hidayatullah DepokYayasan Pondok Pesantrem Hidayatullah Depok, Jawa Barat, menjadi tuan rumah penyelenggaran program “Dauroh Al Qur’an 40 Hari Hafal 30 Juz dan Artinya”.

Program ini terselenggara atas kerjasama antara Yayasan Ruhama Hidayatullah Bogor dengan Pesantren Hidayatullah Depok.

Kegiatan ini berlangsung selama 40 hari dengan peserta sebanyak 50 orang yang berasal dari mahasiswa STIE Hidayatullah dan murid Sekolah Pemimpin yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional untuk tingkat SMA.

Program ini terselenggara secara gratis 100 persen bagi peserta. Peserta mendapatkan fasilitas konsumsi selama 3 kali sehari, tempat tinggal, dan fasilitas lainnya.

Semoga amal ibadah kita semua mendapatkan limpahan pahala dari Allah Taála, Aamiin. (ybh/hio)

Ketua Fatayat NU Berbagi Ilmu kepada Mahasiswi Hidayatullah

Ketua Fatayat NU Beri Wejangan Mahasiswi HidayatullahKetua VII Pengurus Pusat Fatayat Nadhlatul Ulama (PP Fatayat NU), DR. Nur Rofi’ah, berbagi ilmu seraya memberikan wejangan seputar kewanitaan dan peranannya kepada segenap mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STISHID), Balikpapan, Kalimantan Timur, belum lama ini.

“Siapa pun bisa menjadi guru bagi kita, terutama dalam persoalan rumah tangga, baik pengalaman orang lain maupun pengalaman pribadi,” kata Dr. Nur Rofi’ah mengawali pembicaraannya saat menjadi pengisi materi dalam kegiatan diskusi ilmiah seputar orientasi hidup dalam berkeluarga.

Acara yang digelar oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Pengembangan Masyarakat (LPPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah Putri, itu berlangsung di Aula Hasanah Lukman, kampus STIS Putri pada Ahad, 03 April 2016 diikuti oleh 170 mahasiswi.

DR Nur Rofia menjelaskan, dalam Islam Allah swt sangat memuliakan perempuan, Allah sangat adil padanya, tapi ada saja beberapa kalangan yang salah menafsirkan ayat-ayat Allah atau Hadits Rasulullah saw, sehingga mereka menampakkan seakan-akan perempuan itu didiskriminasi.

“Allah Ta’ala Sang Maha Adil pada hambanya tidak mungkin menetapkan hukum diskriminasi pada perempuan, Rasulullah saw manusia mulia, tidak mungkin memperlakukan siapa pun dengan cara yang tidak manusiawi,” lanjut Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Begitu pula dalam hal pernikahan. Beliau menerangkan, Islam sangat memuliakan perempuan. Mengutip ulama Beduzzaman Said Nursi, beliau menyampaikan bahwa mengapa dalam Islam hubungan seksual dilakukan setelah ada ikatan pernikahan, karena sangat tidak adil apabila dilakukan berdua selama 9 menit ditanggung oleh perempuan selama 9 bulan dilanjutkan masa selama 9 tahun, kemudian hanya ditanggung oleh si perempuan saja (hamil di luar nikah).

“Pernikahan dalam Islam tidak hanya sekedar urusan antara sepasang suami-istri. Tetapi lebih dari pada itu, mencakup urusan antara pasangan suami-istri dan keluarganya, serta adanya tanggung jawab kepada Rabb-nya,” jelas alumnus Fakultas Ilahiyaat, Ankara, Turki.

“Orientasi Hidup berkeluarga adalah menciptakan keluarga sakinah di dalam rumah dan lingkungan dengan memadukan Mawaddah wa Rahmah, bukan hanya mengambil salah satunya saja”

“Menikah pun butuh komitmen, yaitu untuk membangun ketaatan kepada Allah Ta’ala. Apabila ketaatan pada-Nya hilang, maka disitulah akan terbuka celah perselingkuhan,” papar Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama.

Beliau berpesan kepada mahasiswi untuk mempersiapkan diri sejak sekarang untuk memantaskan diri menjalani pilihan-pilihan terbaik dari-Nya. “Mengantarkan diri menjadi istri sholehah untuk saling menjaga diri bersama pasangan, agar ketaatan pada-Nya senantiasa terlaksana,” pesan Rofi’ah mengakhiri.

Mahasiswi sangat antusias mengikuti acara ini, pukul 07.00 mulai berkumpul di kampus, dan beberapa diantaranya pun mengajukan pertanyaan seputar hukum keluarga. */Sahlah al-Ghumaishaa

Ketum PP Syabab Hidayatullah Konsolidasi ke Sulawesi Selatan

Sejumlah pengurus PD Syabab Hidayatullah se-Sulsel berfoto bersama dengan Naspi Arsyad (Ketua Umum) dan Soehardi Soekiman (Sekjen) // FOTO: NSD
Sejumlah pengurus PD Syabab Hidayatullah se-Sulsel berfoto bersama dengan Naspi Arsyad (Ketua Umum) dan Soehardi Soekiman (Sekjen) // FOTO: NSD

Hidayatullah.or.id – Dalam rangka konsolidasi internal, Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad didampingi Sekretaris Jenderal, Soehardi Soekiman, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan, selama 4 hari pertengahan bulan April ini.

Selain bersilaturrahim dengan pengurus PW Syabab Hidayatullah Sulsel, PD Syabab Hidayatullah Pare-pare, kedua punggawa organisasi kepemudaan Hidayatullah ini juga menjadi pengisi materi dalam acara silaturrahim kader muda Hidayatullah se-Sulawesi Selatan yang digelar sederhana namun tetap khidmat di Kampus Pesantren Hidayatullah Luwu Timur, Sabtu (16/04/2016).

Pada kesempatan itu, Ketum Naspi mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam suksesi estafeta kepemimpinan yang tidak saja lingkup komunitas seperti Hidayatullah, tetapi juga bangsa Indonesia.

Karenanya, Naspi berharap kader muda Hidayatullah di Sulsel terus menguatkan diri serta menyadari potensi pertumbuhannya yang sangat luar biasa.

Namun, Naspi menegaskan, tanpa komitmen dari dalam, mustahil seorang pemuda meskipun dengan tubuh atau fisik yang sehat, dapat bertumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.

Naspi juga mendorong kader muda Hidayatullah untuk selalu berjiwa besar dan menepikan sama sekali sikap pesimisme. Kendati beliau mengakui Syabab Hidayatullah merupakan organisasi kepemudaan (OKP) yang memang relatif masih sangat muda dari OKP yang lain, namun bangsa menunggu kontribusi Syabab Hidayatullah untuk memberikan peran terbaiknya.

“Sebab, negeri ini sejatinya adalah hadiah untuk ummat Islam, sehingga harus kita rawat, jaga, dan kembangkan dengan tetap beririsan dengan nilai-nilai luhur kebhinnekaan,” kata Ketum Naspi Arsyad seperti dikutip website Syababhidayatullah.or.id baru baru ini.

Ketum melanjutkan, tugas yang diamanatkan organisasi induk Hidayatullah kepada Syabab Hidayatullah adalah melakukan dakwah secara khusus kepada pelajar, mahasiswa, serta pemuda acara umum. Sehingga Syabab Hidayatullah, terang Ketum, harus mampu membuat program-program yang secara khusus menyasar kalangan pemuda.

Senada dengan Ketum, Sekjen Syabab Hidayatullah Soehardi Soekiman yang turut memberikan brainstorming pada acara tersebut menekankan diantara program yang sangat mendasar adalah bagaimana supaya generasi muda Indonesia bisa baca Al-Quran dan cinta terhadap Al-Quran sehingga halaqah di tingkat mahasiswa pemuda harus terus digalakkan di semua kampus dan daerah.

Demikian halnya dengan program yang saat ini juga sangat mendesak yang selama 2 tahun telah dilaksankan Syabab Hidayatullah adalah training pra pernikahan.

“Program ini tentu sangat strategis, sebab kita yakin bahwa kebangkitan dan ketahanan bangsa sejatinya berangkat dari keluarga yang cerdas memiliki visi dalam membangun rumah tangga. Sehingga jangan sampai para remaja di usia menikah belum faham apa itu pernikahan. Akibatnya mereka hanya memahami bahwa pernikahan itu memenuhi kebutuhan bioligis semata, tanpa punya pemahaman nilai strategis sebuah keluarga dalam membangun bangsa,” tukas Sekjen yang murah senyum ini.

Sementara itu, Muhammad Robianto selaku Ketua Pengurus Wilayah Syabab Hidayatullah Sulawesi Selatan dalam pemaparan singkatnya pembukaan acara mengatakan Syabab Hidaytullah sebagai organisasi pendukung harus diberi dukungan maksimal karena bagaimanapun kepemimpinan dakwah pasti akan beralih kepada generasi muda Hidyatullah.

Acara silaturrahim dan curah gagasan ini yang diikuti oleh sedikitnya 50 peserta dari unsur PD Syabab Hidayatullah se-Sulawesi Selatan ini ditutup dengan doa dan ramah tamah. (ybh/hio)

Laznas BMH Gelar Seminar Wirausaha untuk Pemuda

0

Merek mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi terutama dalam dunia perdagangan barang dan jasa, tidak terkecuali di internet yang saat ini menjadi medium potensial untuk bisnis.

Keberadaan merk untuk membedakan antara produk satu dengan produk lainnya. Karena itu, wirausahawan yang merintis usaha tidak boleh mengesampingkan aspek penting ini.

Demikian dikatakan konsultan hak kekayaan intelektual (HAKI), Muhammad Faisal Thamrin, saat menjadi pengisi acara seminar enterprenersip yang digelar Laznas Baitul Maal Hidayatullah di kota Depok, Jawa Barat.

BERITA VIDEO SELENGKAPNYA

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”0y86XiI274o?rel=0&autoplay=1″][/youtube]