Beranda blog Halaman 605

Ketum Ingatkan Pentingnya Peran Guru dalam Pendidikan

0

Raker Tahunan Pendidikan Hidayatullah 2016Hidayatullah.or.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Nashirul Haq, mengatakan seluruh program Hidayatullah hampir semuanya bersinggungan dengan kependidikan. Dalam amal usaha pendidikan seluruh aspeknya bisa secara simultan merangkul program ekonomi, sosial, dakwah, kaderisasi, aset, jaringan, sumberdaya manusia, dan sebagainya.

“Maka, potensi amal usaha pendidikan harus didayagunakan semaksimal mungkin untuk merealisasikan visi-misi Hidayatullah,” kata Ketum saat menyampaikan pengarahan dalam acara pembukaan Rapar Kerja Nasional (Rakernas) Pendidikan Hidayatullah di Surabaya, Jawa Timur,
Selasa (14/05/1437 H – 23/02/2016).

Lebih lanjut beliau berpesan agar guru harus memiliki karakter tegas sekaligus lembut. Tegas tanpa harus menjadi keras, lembut tanpa menjadi lemah, tetapi carilah jalan pertengahan di antara keduanya.

Selain itu, kata beliau, pendekatan kepada ortu/wali santri dan umat harus diubah. Jangan mengedepankan proposal untuk menjadi donatur. Kata beliau, orang yang bersimpati karena kasihan maka dukungannya bersifat emosional dan terbatas, mudah berubah oleh sikon yang terjadi.

“Tapi jika mereka bersimpati karena percaya penuh (tsiqoh), maka dukungannya bersifat ideologis dan tak terbatas, cenderung permanen,” imbuhnya.

Lebih jauh Ketum menukaskan, generasi yang lahir dari pendidikan “mewah” mungkin cerdas secara akademik dan bisa menduduki posisi-posisi strategis, akan tetapi kurang bisa bertarung, berjuang dan membuat perubahan di tengah-tengah umat.

Karenanya, beliau berharap, lembaga-lembaga pendidikan Hidayatullah harus tetap menyeimbangkan penyediaan sarana prasarana yang baik bagi santri, sekaligus menjaga sikap hidup sederhana.

Beliau mengatakan, santri dan alumni sekolah Hidayatullah harus memahami dan dikenalkan dengan baik dengan ajaran-ajaran Islam yang luhur terutama manhaj sistematika nuzulnya wahyu (SNW).

Dengan penanaman pemahaman terkait lembaga dan manhaj SNW dengan baik, akan menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Lembaga (tanpa ‘ashobiyah/ fanatisme golongan). Inilah yang akan mengikat alumni kepada lembaga, tegasnya.

Pentingnya peran pendidik

Dalam hadis dikatakan bahwa ikan, semut, dan semua makhluk ikut mendoakan orang ‘alim yang mengajarkan ilmunya. Mengapa? Karena hewan-hewan itu merasakan dan mendapatkan manfaat dari ilmunya. Misalnya: manusia jadi tidak merusak alam, jika menyembelih hewan dilakukan dengan baik, dsb. Hewan jadi terhormat dan nyaman, maka mereka pun mendoakan para guru yang mengajarkan ilmunya.

Pelajaran bagi guru: orang kompeten yang tawadhu’ akan dihormati. Orang kompeten yang sombong akan dibenci. Orang tidak kompeten yang sombong akan ditinggalkan.

Di tengah beban dan tanggung jawab keguruan yang menumpuk, kita juga harus menghadapi sikap murid yang kadang menjengkelkan. Maka kesabaran harus terus-menerus dilatih. Jika kita tidak bisa bersabar dan menahan emosi, biasanya kita justru akan terjatuh ke dalam masalah baru yang lebih ruwet.

Di antara bentuk diskriminasi yang paling menyakitkan murid adalah jika mereka dibeda-bedakan karena status sosialnya.

Di antara bentuk sifat amanah guru dalam mengajar adalah menyampaikan materi yang sudah dipastikan kebenarannya, diteliti validitasnya, dan jika ada yang keliru bisa meluruskannya.

Jika guru tidak lagi bersemangat untuk belajar dan menambah ilmu, maka lemahnya spirit ini juga yang akan menular pada murid-muridnya. Mereka tidak merasakan ilmu yang segar, tapi terasa basi, membosankan, tidak menarik.

Tugas pendidik/guru dalam Islam adalah: (1) menanamkan nilai, (2) mengajarkan ilmu, (3) memberi keteladanan.

Pendidik berkarakter Mujahid, cirinya: (a) menjadi guru karena panggilan iman, (b) menjadikan pendidikan sebagai wadah jihad, (c) maksimal dalam menjalankan amanah dan tugasnya, (d) punya idealisme melahirkan kader, (e) paham dan mengamalkan manhaj Hidayatullah.

Demikian pesan disampaikan Ketua Umum DPP Hidayatullah saat membuka Rakernas Pendidikan Hidayatullah yang digelar selama 3 hari di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur. (red/cps)

Rakerwil Hidayatullah Serentak Sejumlah Daerah di Nusantara

Hidayatullah.or.id – Sejumlah Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah di daerah menggelar acara Rapat Kerja (Raker) untuk membahas program periode 5 tahun mendatang serta melakukan evaluasi program 5 tahun sebelumnya.

Dari Rakerwil ini diharapkan program dan kiprah Hidayatullah secara nasional dapat terus ditingkatkan guna membangun kualitas umat baik internal jamaah maupun dalam lingkup masyarakat secara luas serta terus menguatkan komitmen meninggikan martabat bangsa tercinta, Insya Allah.

Berikut ini beberapa foto kegiatan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah:

cover rakerwil kaltim 2016 Rakerwil Hidayatullah Aceh Rakerwil Hidayatullah Gorontalo Rakerwil Hidayatullah Riau Rakerwil Hidayatullah Sulbar Rakerwil Hidayatullah Sulbar2 Rakerwil Hidayatullah Sulbar3 Rakerwil Hidayatullah Sulbar4

Laznas Baitul Maal Hidayatullah Teguhkan Kiprah untuk Bangsa

Hidayatullah.or.id – Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas), Baitul Maal Hidayatullah (BMH) telah berkiprah untuk bangsa ini lebih dari 15 tahun.

Pada Desember 2015, BMH resmi dikukuhkan kembali sebagai LAZNAS oleh Kementrian Agama RI dengan SK No 425 tahun 2015 dan sesuai ketentuan UU Zakat No 23/2013.

Direktur Utama Laznas BMH, Supendi menuturkan, perjalanan panjang Laznas BMH senantiasa mendapat perhatian dan dukungan konkret masyarakat, dunia usaha dan pemerintah, sehingga pertumbuhan penggalangan dana BMH terus meningkat dari tahun ke tahun dengan angka perolehan sebesar Rp 85 miliar pada tahun 2015.

“Di tahun ini (2016) dengan tema utama Menghantar Hidayah kami menetapkan target sebesar Rp 150 miliar,” ucap Supendi di Jakarta, Rabu (24/2).

Adapun, sambung Supendi, dengan tema utama Menghantar Hidayah, Laznas BMH memiliki tiga program unggulan. Pertama adalah program Da’i tangguh, lalu program Mandiri Terdepan (MAPAN) dan ketiga adalah program Senyum Anak Indonesia.

Tahun ini, kata Supendi, ditargetkan tambahan alokasi pendayagunaan bantuan untuk 4.990 Da’i pedalaman, bantuan untuk pemberdayaan 14.900 masyarakat, meningkatkan produktifitas kemandirian 287 pesantren serta pembentukan kelembagaan ekonomi masyarakat dalam bentuk Baitul Tanwil (Bank Desa) melalui
program MAPAN.

Supendi menjabarkan, untuk program Da’i tangguh, akan disebar 4.990 Da’i ke daerah pelosok di Indonesia yang membutuhkan pembinaan, setiap bulannya para Da’i akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta. Laznas BMH, akan memfasilitasi para Da’i tangguh dengan kendaraan sesuai dengan medan yang ditempuh oleh para Da’i tangguh tersebut.

“Untuk daerah yang masih di dataran rendah kami sediakan 100 motor bebek dengan biaya Rp 20 juta per unit, kemudian untuk daerah pedalaman dataran tinggi kami sediakan 50 motor trail dengan biaya Rp 30 juta per unit dan untuk di daerah perbatasan laut kami fasilitasi 10 speed boat dengan biaya Rp 85 juta per unit,” papar Supendi.

Ia pun optimis, Laznas BMH akan selalu menjadi mitra umat, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, mandiri dan berakhlak mulia.

“Alhamdulillah kini BMH hadir di 25 provinsi dan 59 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” kata Supendi.

Laznas BMH adalah satu-satunya Laznas yang berangkat dari pesantren dengan program inti dakwah dan pendidikan. Hingga kini tidak kurang dari 1.860 santri tahfidz yang mendapat beasiswa penuh di Pesantren Tahfidz BMH di seluruh pelosok tanah air dan Gaza di Palestina.

Sebanyak 500 siswa sudah digembleng dan lulus dari sekolah pemimpin mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

BMH juga memberikan beasiswa kepada 750 mahasiswa untuk menjadi kader Da’i BMH di lima Perguruan Tinggi milik BMH melalui program beasiswa Kader Bangsa yang merupakan derivasi dari program Senyum Anak Indonesia.

Beasiswa kader bangsa ini digembleng di lima PT yang dikelola mandiri oleh BMH yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Balikpapan, Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Hakim Surabaya, STIKMA Malang, STIKIP Batam dan STIE Hidayatullah.

Salurkan Qur’an Braille
Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diwakili oleh Edi Purnomo dalam Konfrensi Pers Laznas BMH di Warug Daun Cikini Jakarta (24/2) menyatakan bahwa institusinya memiliki program Qur’an Braille.

“Melihat Laznas BMH memiliki Program Satu Juta Wakaf Qur’an, saya pikir tepat jika, BMH dengan Kementerian Sosial bersinergi untuk pendistribusian Qur’an Braille,” ungkapnya.

“Apa yang dilakukan BMH di berbagai daerah dengan menyebar wakaf Qur’an tentu sudah baik. Tetapi, mereka yang maaf, tidak bisa melihat sangat kesulitan mendapatkan Al-Qur’an. Makanya, bisa ini disinergikan agar Qur’an Braille bisa tepat sasaran,” imbuhnya.

Program Satu Juta Wakaf Laznas BMH sendiri hingga kini masih terus berlangsung. “Pada tahun 2015, Alhamdulillah telah tersalurkan sebanyak 40.133 eksemplar Qur’an ke berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Supendi selaku Direktur Utama BMH.

Terkait dengan tawaran Kementerian Sosial sendiri, Imam Nawawi selaku Humas Laznas BMH Pusat mengatakan akan segera ditindaklanjuti. “Ini sinergi baik, terutama untuk membantu saudara-saudara kita yang diuji penglihatan. Insya Allah BMH sambut baik dan akan ditindaklanjuti kedepannya,” pungkasnya.

Pelopori Gerakan Perlindungan Anak

Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang resmi BMH telah melakukan banyak hal. Di antaranya ikut turun tangan mengatasi masalah perlindungan anak.

“BMH dengan percaya diri saya katakan telah bergerak menjadi pelopor dalam hal perlindungan anak,” ungkap pakar psikologi forensik Reza Indragiri dalam Konfrensi Pers Laznas BMH di Warung Daun Cikini.

Kita semua, kata Reza, tentu masih ingat bagaimana seorang wanita yang mendapat sumpah serapah dari banyak pihak dan diekspos di media karena statusnya yang dipandang hina.

Ketika banyak pihak ikut melakukan sumpah serapah, BMH tidak terpengaruh dengan itu, BMH tidak ikut melakukan sumpah serapah. BMH justru mencari dimana keluarga dan menyelamatkan masa depan anak dari sang ibu yang mati dalam kondisi yang sangat mengenaskan itu.

“Mungkin ini langkah kecil. Tetapi bagaimanapun ini adalah awal yang nyata terhadap kepedulian perlindungan anak. Oleh karena itu, diskusi saya selama ini dengan teman-teman BMH, mengkristal hingga terbentuklah ide “Lukman” akronim dari “Perlindungan Anak Demi Masa Depan,” paparnya.

Dengan apa yang telah dilakukan BMH selama 15 tahun berkiprah, Reza yang juga kolumnis tetap Majalah Mulia BMH itu mengaku optimis bahwa BMH bisa lebih banyak lagi menyelamatkan anak-anak bangsa demi masa depan negara yang lebih gemilang.

Salut Selebriti
Melalu beragam programnya, Laznas BMH terus semakin akrab di kalangan masyarakat. Tidak saja dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap situasi dan kondisi bangsa yang terbiasa bersegera memberikan bantuan dan empatinya, tetapi juga dari kalangan selebritis, seperti Tommy Kurniawan.

Tommy mengaku mengenal Program Dai Tangguh setahun silam di Senayan.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran Laznas BMH ini. Saya mengenal Dai Tangguh ini setahun lalu di Senayan. Saya sangat terhipnotis dengan perjuangan-perjuangan membangun dai tangguh,” ungkapnya di Jakarta.

“Dai tangguh ini memang dai yang berpendidikan, memiliki jiwa dan hati nurani bersih, bahkan seorang dai pun ditugaskan kemana saja demi kepentingan umat,” tegasnya.

Oleh karena itu, Tommy pun mendorong semua pihak bisa bersama-sama membantu program Laznas BMH demi terwujudnya pembangunan umat manusia untuk bangsa dan negara.

“Saya pikir saatnya kita semua bersama-sama mendorong program-program BMH ini, dai tangguh yang berdakwah di daerah-daerah terpencil dan pedalaman. Mudah-mudahan BMH menjadi lembaga yang besar yang bisa membantu pemerintah dalam membangun umat manusia di Indonesia,” pungkasnya. (ybh/hio)

FOTO-FOTO:

Bapak Edi Purnomo Kementerian Sosial Ajak Laznas BMH Salurkan Qur'an Braille Rilis Press Conference - Aktor Tommy Kurniawan Akui Kagum Dai Tangguh BMH Rilis Press Conference - Aktor Tommy Kurniawan Akui Kagum Dai Tangguh BMH 1 Rilis Press Conference - Laznas BMH Pelopori Gerakan Perlindungan Anak demi Masa Depan

[VIDEO] Silaturrahim Ormas Islam di DPP Hidayatullah

0

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”yl5b5HSi-YA?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

Sekitar 250 juta penduduk Indonesia mayoritas Muslim mengharapkan peran sentral elit umat Islam, khususnya dalam suksesi kepemimpinan nasional berintegritas. Namun harapan itu belum sepenuhnya mewujud.

Demikian salah satu kesimpulan silaturrahim dan diskusi tokoh ormas-ormas Islam yang digelar di kantor DPP Hidayatullah, Jl Cipinang Cempedak, Jakata, Rabu siang (18/02/2016).

Karena itu, dipandang mendesak dilakukan upaya berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan publik ini. Guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Jawahir Thantowi, menggagas taman kepemimpinan.

Jawahir mengatakan, taman kepemimpinan atau garden of leadership adalah gerbang wisata peradaban pustaka. Cita-citanya mewujudkan pemimpin Muslim yang istiqamah dan moderat, serta memimpikan NKRI sebagai model negara Muslim terdepan.

Urgensi taman kepemimpinan sebagai solusi krisis kader kepemimpinan multi dimensi. Guna mengisi posisi strategis kepemimpinan ummat dan bangsa, sebagai negara muslim teladan di dunia.

Jawahir menilai, krisis kader kepemimpinan di kalangan umat Islam salah satunya karena sistem pengajaran pendidikan yang belum komprehensif. Serta tidak adanya suatu model ideal yang disepakati institusi-institusi Islam. (Hidayatullah.com)

Fadli Zon Apresiasi Ormas Islam Nasional Hidayatullah

Fadli Zon Apresiasi Ormas HidayatullahHidayatullah.or.id – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengaspresiasi gerakan yang dilakukan organisasi masyarakat (Ormas) Islam nasional, Hidayatullah, utamanya di bidang pendidikan dan dakwah Islam.

“Saya medukung gerakan Ormas Hidayatullah yang banyak berkontribusi terutama di bidang pendidikan dan dakwah Islam, juga melakukan penyantunan terhadap anak yatim piatu dan dhuafa,” kata Fadli Zon usai menerima pengurus ormas Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jabodebek, di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III DPR, Selasa (23/2/2016).

Menurut Fadli Zon, ormas ini mempunya susunan organisasi yang rapi sudah eksis dan hadir di seluruh wilayah Republik Indonesia, serta mempunyai pemahaman keislaman dan kebangsaan yang solid.

“Kita membutuhkan ormas-ormas seperti ini, yang kiprahnya bagi masyarakat konkret dan nyata terutama di bidang pendidikan dan dakwah yang kontributif,” ungkapnya seperti dikutip laman resmi DPR RI.

Lebih lanjut, Fadli Zon mengatakan pemerintah harus memberikan dukungan dan perhatian positif terhadap ormas semacam ini.

“Mestinya perlu peran partisipasi dari masyarakat merupakan bentuk gerakan civil society yang fokus kepada bidang pendidikan dan dakwah. Setidaknya pemerintah membantu dan memberikan fasilitas dan kemudahan-kemudahan, agar mereka bisa berkiprah lebih banyak lagi di masyarakat,” tegasnya. (dpr/hio)

GP Ansor Bantu Bangun Masjid Ponpes Hidayatullah Medan

HU Analisa Medan/ dok
HU Analisa Medan/ dok

Hidayatullah.or.id – Salah satu gerakan kepemudaan di bawah organisasi Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Cabang Kabupaten Deliserdang menyumbang sebanyak 20 sak semen untuk kelanjutan pembangunan masjid santri putri Pondok Pesantren Hidayatullah di di Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung­morawa, Deliserdang, Selasa (16/2) lalu.

Sekretaris GP Ansor Deliserdang, Julyadi Yahya Pulungan, yang memandu rombongan menuturkan, sumbangan dalam bentuk semen untuk melanjutkan pembangunan masjid Hidayatullah bagian dari komitmen Ansor setelah mengetahui informasi pembangunan masjid yang bakal digunakan aktivitas belajar santriwati Pesantren Hidayatullah itu terkendala.

“Kami datang kemari dengan membawa sumbangan ala kadarnya berbentuk semen dengan harapan kelanjutan pembangunan masjid ini bisa segera dimulai kembali,” ungkap Julyadi.

Julyadi mengatakan, sumbangan yang diberikan sebagai bentuk peduli GP Ansor Deliserdang itu masih sangat kecil serta jauh dari bisa merampungkan pembangunan masjid Hidayatullah. Namun ia berharap, sumbangsih itu bisa menjadi amal ibadah bagi pengurus yang berinfak serta menginspirasi pihak lain sehingga bersama-sama turut membantu.

“Memang tidak banyak, tapi kita berharap selain menjadi amal sahabat sahabat kita yang berinfak di Ansor, ini kita kumpul sedikit-sedkit, juga bisa menginspirasi pihak lain untuk bisa melakukan gerakan serupa,” ujarnya.

Julyadi optimis, masjid Pesantren Hidayatullah Medan untuk santri putri ini bisa segera rampung dan akan juga berupaya merangkul dermawan lainnya untuk bisa turut membantu kelanjutan pembangunan masjid Hidayatullah yang tergolong cukup megah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Medan, Chairul Anam, menjelaskan, pembangunan masjid Hidayatullah dengan ukuran 16 X 16 meter itu dimulai sekira setahun lalu dan terkendala kelancarannya sekira 5 bulan terakhir karena kekurangan dana.

Selama ini, selain bersumber dari dana yayasan dalam pembangunannya juga bantuan dermawan lain yang tidak mengikat sehingga perkembangannya sudah mencapai sekira 70-80 persen.

Diharapkan pihaknya tahun 2016 pembangunan masjid ini bisa rampung dan mendapat banyak bantuan dari dermawan untuk penyelesaiannya.

Masjid Hidayatullah, terang Anam, akan difungsikan khusus untuk kegiatan belajar sekira 300 santriwati tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah serta pengajian dakwah kaum ibu dari luar pesantren.

“Nanti akan digunakan untuk kegiatan santriwati kita sekitar 300-an. Juga akan digunakan untuk aktivitas pengajian ibu-ibu yang ada di sekitar pesantren ini,” urainya.

Demi mempercepat pembangunannya, Chairun Anam sangat berharap ada pihak dermawan yang bisa turut serta membantu perampungannya. Sebab keberadaan masjid itu sangat dibutuhkan dalam menunjang akivitas belajar santriwati Pesantren Hidayatullah Medan.

Turut serta mendampingi Sekretaris GP Ansor Deliserdang Julyadi Yahya Pulungan, Bendahara Erwin Ramadani SE, Ketua PAC GP Ansor Tanjungmorawa Ahmad Najamuddin, dan Ketua Ranting NU Desa Buntu Bedimbar R Sukamto. (ana/hio)

Hidayatullah Kaltim Harus Terus Bina Umat di Pedalaman

Hidayatullah.or.id – Kabag Kesehatan, Mental dan Spiritual Biro Sosial Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Drs. H. Abd. Wahab, M.Si, mendorong segenap kader Hidayatullah Kaltim untuk terus meneguhkan peranan Hidayatullah di wilayah tersebut dengan meneruskan dan menguatkan pembinaan umat masyarakat di pedalaman dan perbatasan.

Abdul Wahab saat membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak yang berhalangan hadir dalam acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kaltim 2016, mengatakan Hidayatullah harus terus dapat memberikan pencerahan kepada semua lapisan masyarakat terutama masyarakat yang ada di pedesaan bahkan di perbatasan.

“Karena Hidayatullahlah yang mampu dan bisa hadir di tengah masyarkat seperti itu. Terbukti semua dengan awal-awal kehadiran Hidayatullah yang bisa diterima dimana saja. Semoga Hidayatullah ke depan semakin jaya dan Sukses dalam menjalankan amanah yang mulia ini,” kata Abdul Wahab di Komplek Pesantren Hidayatullah Samarinda, (13/02/2016).

Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur kali ini mengangkat tema “Meneguhkan Jati Diri menuju Sukses Tarbiyah dan Dakwah”. Raker ini bertujuan untuk menata perencanaan program-program strategis dan berkelanjutan selama satu tahun ke depan bagi Ormas Hidayatullah Kalimantan Timur.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur (DPW Hidayatullah Kaltim) DR. H. Muhammad Tang S. M.Pd.I, meyampaikan bahwa ormas Hidayatullah hadir di tiap daerah kabupaten/ kota sampai tingkat desa itu semua merupakan mitra pemerintah dalam membina masyarakat baik itu dari segi agama, sosial, pendidikan bahkan sampai kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

“Semua kader Hidayatullah harus bisa memberi warna yang positif ke pada masyarakat dimana pun dia ditugaskan,” kata Tang.

Tang menjelaskaskan, negara maupun pendiri dari Hidayatullah ini mengharapkan terciptanya lingkungan Baldatun thayyibatun gafur yang kemudian diharapkan bisa di ciptakan dan dirasakan oleh semua pihak. Oleh karena itu, lanjut Tang, pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur dapat berjalan dengan baik.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Bidang Dakwah, Ustadz Muhammad Sholeh Utsman, menuturkan yang mesti menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Rapet Kerja Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur adalah sektor Pendidikan Bagaimana pendidikan yang diterapkan Oleh Hidayatullah agar mampu menghasilkan generasi emas bagi bangsa Indonesia ini.

Sholeh mengharapakan DPW Hidayatullah Kaltim harus lebih agresif lagi melakukan kegiatan dakwah kepada seluruh lapisan masyarakat dan mendorong semua kader untuk terlibat dalam dakwah karena sejatinya semua manusia atau mukmin yang lahir di muka bumi adalah utusan dari Allah Ta’ala untuk menyebarkan risalah kebenaran agama Islam ini apapun profesinya.

“Jadi tidak ada alasan bagi setiap kader untuk tidak ambil bagian di dunia ini khususnya di bidang dakwah,” kata Sholeh.

Sholeh juga mengharapkan Hidayatullah Kaltim harus lebih fokus dan serius mengaktifkan halaqoh kader baik dalam tingkat Ulya dan maupun Wustho. Semetara untuk halaqoh Ulya dapat dikontrol oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD), adapun untuk halaqoh Wustho’ dapat dikontrol oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW).

Di bidang pembinaan anggota dituntut untuk lebih semangat dan percaya diri untuk melakukan pengajaran Al-Qur’an dan pembinaan majelis taklim, baik itu di sekolah, di masjid-masjid, dan di kampus-kampus serta perkantoran. Serta mendorong kader meningkatkan pemahaman yang luas kepada setiap lapisan Masyarakat.

Ustadz Sholeh Usman juga memandang perlunya pemantapan bidang ekonomi dan keuangan guna mendorong para jamaah dan kader Hidayatullah untuk memiliki etos kerja dan produktifitas yang tinggi. Hal tersebut kata Sholeh perlu dikuatkan dalam rangka membangun kemandirian lembaga dan masyarkat.

Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Kalimintan Timur ini merupakan salah satu agenda tahunan yang pada kesempatan kali ini diadakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda (13-14/02/2016).

Pada kesempatan itu juga Kapolresta Kota Samarinda diwakili Oleh Kepala Bagian Binmas Poltabes Kota Samarinda Iptu Ipan Saputra, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan ormas-ormas Islam, beserta Dewan Pengurus Daerah (DPD) sebanyak 10 DPD Kabupatan dan Kota se-Kaltim. (ybh/hio)

FOTO-FOTO:

masukin yang ini aja mas ton Bapak. Drs. H.A. Wahab.M.Si IMG_0430 IMG_0434

 

Santri Hidayatullah Makassar Juara I Lomba Pungut Sampah

0

Santri Hidayatullah Juara I Lomba Pungut Sampah di MakassarHidayatullah.or.id– Santri Yayasan Al Bayan Pesantren Hidayatullah Makassar, Sulawesi Selatan. memenangkan Lomba Pungut Sampah pada Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ahad (21/02/2016) pagi itu, para santri berhasil mengumpulkan sampah paling banyak daripada para peserta lain. Jumlah sampah yang mereka pungut sebanyak sekitar 365 kg. Terkumpul total 955,5 kg sampah dari semua peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh 3.690 orang peserta dari berbagai institusi swasta dan pemerintahan se-Tamalanrea.

Di antaranya, koramil, polsek, staf kelurahan, UPTD, SD-SMA, BRI, Pesantren Hidayatullah, Immim, Babinsa, Binmas, Forum Tamalanrea, imigran pencari suaka, serta masyarakat Tamalanrea.

Peringatan Hari Sampah Nasional itu dirangkai dengan gerak jalan santai sambil memungut sampah. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang. Sepuluh tim yang terberat sampah perolehannya mendapatkan hadiah.

“Kegiatan ini untuk memberikan penyadaran ke masyarakat akan pentingnya kebersihan,” ungkap ketua panitia Drs Aminuddin.

Dalam hari kegiatan Hari Sampah Nasional ini, Al Bayan menurunkan 170 santri dan pembina.

Pada kesempatan tersebut, Camat Tamalanrea, Kaharuddin Bakti, mendorong perlunya dibentuk Bank Sampah di Pesantren Al Bayan.

“Kita berharap pesantren terlibat untuk membantu program kebersihan di Kecamatan Tamalanrea,” ungkap Kaharuddin.*/ Arfah Bandule

Istri Gubernur Santuni Anak Yatim Dhuafa Pesantren Hidayatullah Lhoknga

Istri Gubernur Aceh Santuni Anak Yatim Pesantren HidayatullahHidayatullah.or.id – Istri Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Hj. Niazah A Hamid, memimpin acara bakti sosial santunan 200 anak yatim dan dhuafa di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (14/02) lalu.

“Kami merasakan betapa pentingnya membangun kepedulian kepada anak yang tidak lagi didampingi orang tuanya,” ujar Hj. Niazah.

Istri orang nomor satu di Aceh ini hadir bersama rombongan Majelis Taklim Uswatun Nisaa, yaitu majelis taklim yang anggotanya para istri-istri pejabat Pemerintah Aceh.

“Kami merasakan betapa pentingnya membangun kepedulian kepada anak yang tidak lagi didampingi orangtuanya,” ujar Hj. Niazah.

Beliau menyebutkan, majelis taklim yang ia pimpin umumnya beranggotakan orangtua. Sebagai orangtua, tentunya, para pendamping pemimipin Aceh dan kepala-kepala SKPA tentu merasakan bagaimana mendidik anak.

“Kewajiban kita untuk mendidik anak-anak kita ini,” kata Hj. Niazah.

Dahlia, Koordinator Majelis Taklim Uswatun Nisaa menyebutkan, para rombongan istri pimpinan hadir di Gampong Nusa untuk bersilaturrahmi, menghadiri maulid nabi, serta memberikan santunan kepada 200 anak yatim dan fakir miskin.

Para rombongan membawa beras sebanyak 20 sak, gula 2 sak, telur, minyak, sebanyak sarung 20 kodi, serta santunan sebanyak 20 juta rupiah.

“Ini program rutinitas Majelis Taklim kita setiap tahun. Tahun lalu di Krung Raya,” ujar Dahlia.

Dahlia menjelaskan, program utama Majelis Taklim Uswatun Nisaa adalah pengajian rutin hari Selesa, yaitu kajian tentang islam, akhlak, fikih, tafsir, pendidikan, tajwid dan sirah nabawiyah. Pengajian dilangsungkan di Aula Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.

“Umum juga bisa ikut serta. Ini untuk merajut silaturahmi antar kita dengan masyarakat. Mudah-mudahan tidak hanya di provinsi, tapi di seluruh kabupaten/kota para ibu-ibu bupati juga melakukannya,” ujar Dahlia.

Di hadapan para santri, Hj. Niazah berpesan untuk belajar dengan rajin dan tidak lalai dalam beribadah kepada Allah.

“Dan yang paling penting juga, jangan pernah lupa mendoakan orangtua kita yang sudah terlebih dahulu mendahului kita,” ujar Umi Niazah.

Hj. Niazah yang datang bersama Istri Sekda Aceh, istri para SKPA, Danramil Lhoknga, Camat Lhoknga, Polsek Lhoknga, PKK Lhoknga dan Gampong Nusa, serta para tokoh masyarakat meminta para santri untuk tidak menyerah.

“Berputus asa adalah haram,” kata Umi Niazah.

Tengku Mahyidin, Pimpinan Pasantren Hidayatullah Lhoknga berterima makasih atas kehadiran para jamaah Majelis Taklim Uswatun Nisaa.

“Sebelumnya kami hanya melihat ibu-ibu di TV (media massa),” ujar Tengku Mahyidin.
Tengku menjelaskan, pesantren yang ia pimpin ini berdiri di tahun 1998. Pesantren ini dibangun sebagai lembaga sosial, dakwah dan lembaga pendidikan.

Bangunan pesantren tersebar di beberapa titik pada sebuah komplek di kaki perbukitan Gampong Nusa. Bangunan tersebut berdiri atas bantuan negara donor pasca tsunami.

“Kampus (pesantren) kita ini hadir sebagai Rahmatan lil ‘Alaamin, rahmat untuk seluruh alam,” ujar ustad Mahyidin.

Tengku menambahkan, pesantrennya juga pernah mendapatkan bantuan donor khususnya pasca tsunami diantaranya dari Inggris, Australia, Arab Saudi, dan Pemerintah Aceh sendiri. (ybh/hio/hms)

Dirjen Pendis Kemenag Imbau Verifikasi Ulang Pesantren

0
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin / Kemenag.go.id

Hidayatullah.or.id – Maraknya alumni pesantren yang terindikasi radikal dan terlibat aksi teror di belahan bumi Indonesia ini, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menghimbau agar masyarakat dan aparat harus merespon secara proporsional berbagai indikasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan tersebut.

“Saya instruksikan agar seluruh Kanwil Kementerian Agama Propinsi maupun Kabupaten/Kota memverifikasi dan memvalidasi ulang pondok pesantren, terlebih lagi yang mempunyai pemahaman radikal,” tegas guru besar UIN Alaudin Bidang Ilmu Hadits Fakultas Adab dan Humaniora ini dikutip laman Pendis Kemenag, Senin.

Kalau memang terindikasi ada potensi radikal, lanjut Kamaruddin, maka Kementerian Agama wajib melakukan komunikasi secara produktif melalui pembinaan, pendekatan dan sosialisasi dibantu pemuka agama dan tokoh masyarakat setempat. Pendekatan yang dipakai pun juga memakai komunikasi akademik-dialogis.

Kementerian Agama pun, kata lulusan terbaik program magister Universitate te Leiden Belanda ini, akan membuat kajian komprehensif meliputi kurikulum, tenaga pengajar, dan kelembagaan pesantren untuk memastikan pesantren terindikasi radikal atau tidak.

“Bisa saja dari sisi kelembagaan dan kurikulum tidak ada masalah akan tetapi ustadz/tenaga pengajar yang punya pemahaman radikal,” terang pria kelahiran Santang, Kutai Kartanegara, Kaltim ini.

Agar radikalisme tidak terjadi, mantan Sekretaris Ditjen Pendis ini, maka gerakan Islam Rahmatan lil alamin (ISRA) harus dilakukan secara masif, terencana, dan terstruktur di seluruh Indonesia.

“Sesuai dengan visi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, kompetitif, dan moderat maka mengintensifkan secara masif gerakan ISRA adalah sebagai counter argumen yang harus disampaikan oleh lembaga-lembaga di bawah Ditjen Pendis dan semua pihak yang menginginkan kedamaian,” cetusnya.

Realisasi konkret dari gerakan ISRA tersebut, tambah Kamaruddin, adalah melalui kurikulum pada pendidikan formal (madrasah) maupun non-formal (pesantren dan madrasah diniyah).

“Kita ajak mereka berdiskusi akan potensi munculnya radikalisme di pesantren dan madrsah. Kampanye melalui melalui media sosial-internet juga sangat penting dilakukan agar generasi terbebas dari virus radikalisme,” kongkretnya. (ybh/hio)