Beranda blog Halaman 606

Pemerintah Didorong Tetapkan 22 Oktober Hari Santri Nasional

hari santriHidayatullah.or.id — Belasan ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) mendorong pemerintah agar menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Sebab mereka menilai, tepat pada tanggal tersebut, 70 tahun yang lalu, peranan santri terlihat paling menonjol.

“Waktu itu Pak Jokowi tawarkan 1 Muharram. Itu kan peringatan Tahun Baru Islam. Umat Islam seluruh dunia merayakan. Kalau ini enggak, tanggal 22 Oktober 1945, hari di mana peranan santri sangat menonjol,” jelas Ketum PBNU Said Aqil Siradj dalam konferensi pers di gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakpus, dikutip Detikcom, Selasa (6/10/2015) lalu.

Said menjelaskan, pada tanggal 22 Oktober 1945 merupakan hari di mana KH Hasyim Asyari mengumumkan fatwanya yang dikenal sebagai Resolusi Jihad. Fatwa tersebut lahir dari hasil musyawarah ratusan kiai dari berbagai daerah di Indonesia untuk menentang agresi militer Belanda kedua.

Resolusi jihad memuat seruan-seruan penting yang memungkinkan Indonesia tetap bertahan dan berdaulat sebagai negara dan bangsa. Fatwa tersebut menyerukan bahwa setiap muslim wajib memerangi penjajah.

“Jihad melawan sekutu beliau katakan fardhu ain. Wajib hukumnya. Yang mati melawan penjajah disebut syahid sedangkan yang bekerjasama dengan penjajah adalah kafir. Bahkan kalau meninggal, disuruh tidak salatkan mayatnya,” terang Said.

Sementara itu Sekjen NU Helmy Faishal menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan hal itu kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, pada prinsipnya Jokowi setuju.

“Beliau menyatakan prinsipnya setuju dan akan meneruskan pada Kemenag dan Kemensos. Kami juga sudah mengikuti perkembangannya,” ujarnya.

Menurut Helmy, Menag Lukman Hakim Saifuddin telah menyurati 10 ormas Islam di Indonesia. Dan menurut informasi yang ia peroleh, seluruh ormas tersebut menyatakan persetujuannya.

“Persetujuan ormas-ormas itu dijadikan dasar untuk diserahkan kepada presiden,” ujarnya.

LPOI yang terdiri dari Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlalul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Indonesia (Perti) dan Persatuan Umat Islam (PUI) juga telah menyatakan dukungan secara resmi kepada Mensesneg Pratikno.

“Jadi tampaknya kalau dengar bocorannya, insya Allah tanggal 22 Oktober pemerintah akan menjadikan Hari Santri Nasional. Kita khusnudhon aja,” tutupnya. (kff/hri)

Songsong Munas IV, Pemuda Hidayatullah Gelar Sarasehan

sarasehan syabab hidayatullaj kaltim6Hidayatullah.or.id — Pimpinan Wilayah Syabab (Pemuda) Hidayatullah Kalimantan Timur  menggelar acara dialog dan sarasehan yang dirangkai dengan silaturrahim dai muda se-Kalimantan Timur di Komplek Pesantren Hidayatullah Balikpapan, baru baru ini.

Acara sarasehan dan silaturrahim dai muda gelaran PW Syabab Hidayatullah Kaltim ini merupakan bagian dari rangkaian acara menyongsong Musyawarah Nasional IV Hidayatullah yang rencananya akan digelar di Kota Balikpapan, 7-10 November mendatang.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad, Lc. Tampak pula bersamanya sejumlah tokoh-tokoh muda enerjik lainnya diantaranya Ketua Departemen Dakwah dan Pengkaderan PW Hidayatullah Kaltim Muhammad Sholeh, Ketua PW Syabab Hidayatullah Kaltim Muslim Manshur, dan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Syabab Hidayatullah Kaltim Muhammad Arfan yang sekaligus memoderati acara tersebut.

Ketua PW Syabab Hidayatullah Kaltim, Muslim Manshur, mengatakan acara sarasehan tersebut mengemuka banyak isu yang dibahas antusias oleh seratusan peserta yang hadir.

“Temu dengar dan sharing pendapat ini lebih kepada dorongan kepada Syabab Hidayatullah untuk terus melakukan penguatan internalisasi gerakan. Ini kita akui memang belum sepenuhnya maksimal,” kata Muslim Manshur dikutip dari Kaltim.TV, Sabtu (12/09/2015)

Muslim menilai, gerakan apapun tidak saja gerakan kepemudaan harus selalu rutin melihat ke dalam agar tidak terjebak pada klaim semata seraya dengan itu tetap meneropong keluar untuk menelaah dinamika eksternal yang berkembang.

“Karena itu, harus disadari bahwa Syabab Hidayatullah harus menyadari fungsi dan perannya sebagai mesin cetak kader pelanjut estafeta kepemimpinan Hidayatullah. Yang karena itu, Syabab memang harus selalu mengevaluasi diri baik secara personal maupun organisatioris,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh kader senior Hidayatullah, Ustadz Hasyim HS. Kata Ustadz Hasyim, personil Pemuda Hidayatullah harus terus bergerak dan “haram” hukumnya merasa tua sehingga melemahkan potensinya.

“Anak muda, Syabab Hidayatullah, tidak boleh cepat merasa tua. Harus banyak gerak karena masih muda. Banyak berbuat, untuk umat ini. Umat menantikan karya Anda,” katanya berpesan.

Pada kesempatan sarasehan ditelurkan beberapa rekomendasi diantaranya mendesak dilakukannya sosialisasi dan koordinasi secara berkelanjutan antara PW Syabab Hidayatullah dengan PD Syabab. Sebab, sejauh ini, upaya tersebut dinilai belum sepenuhnya maksimal untuk meretas program-program strategis yang berdimensi lokal.

Selain itu, perlunya transformasi berkelanjutan manhaj Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW) yang telah menjadi metode gerakan Hidayatullah secara umum.

Pokok-pokok doktrin yang ada dalam SNW mestinya tersampaikan sistematis ke pemuda Hidayatullah. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk kontinuitas transformasi ini adalah dengan menelurkan program utama bernama SNW Basic Training yang digagas oleh PP Syabab Hidayatullah.

SNW Basic Training adalah training kepemimpinan dasar bagi calon atau kader-kader Syabab Hidayatullah. SNW Basic Training berisikan mater-materi training aplikatif selain juga disampaikan secara kumulatif dengan tema-tema yang telah disesuaikan dengan materi marhalah fase pra-wahyu.

Syabab Hidayatullah juga didorong untuk masuk ke dalam interaksi pergumulan wacana kaum intelektual cerdik pandai baik di kalangan muda mahasiswa dan sekolah-sekolah serta kampus-kampus perguruan tinggi.

Disanalah Syabab Hidayatullah akan berlatih menguji kadar intelektualitas dan merasakan benturan gagasan serta kemudian menjawab persoalan-persoalan yang ada dengan ide-ide SNW. Pola interaksi ini dianggap akan menumbuhkan kepekaan ilmu dan kesadaran beriqra’.

“Maka salah satu rekomendasi sarasehan ini adalah Syabab Hidayatullah harus pula rajin menggelar kegiatan-kegiatan diskusi ilmiah yang tak perlu digelar terlalu formal dan mewah, konsisten saja itu sudah sangat baik,” jelas Muslim.

Dalam rekomendasinya juga, Syabab Hidayatullah diserukan fokus pada gerakan dakwah dan tarbiyah dan diupayakan tidak terjebak pada ashobiyah atau sentimen (fanatik) semu.

Kata Muslim, kita harus bangga dan cinta pada Hidayatullah sebagai wadah berjuang dan berbakti untuk umat dan negeri. Tapi tidak kemudian dengan itu kita bebas merendahkan sesiapa saja yang dianggal berbeda. Harus tetap elegan dan mengedepankan etika Islam dan kemanusiaan.

Rekomendasi lainnya, Syabab Hidayatullah diharapkan untuk dapat turut mengawal program-program nasional lembaga induk seperti Grand MBA (Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al Qur’an) dengan melakukan elaborasi program yang direaktualisasi sesuai dengan level kemampuan objek yang disasar. Misalnya pendidikan Al Qur’an untuk anak-anak muda jalanan yang dikemas sesuai dengan minat mereka. Pelan-pelan mereka kita arahkan kepada cahaya Islam.

Ditegaskan Muslim, yang terpenting dari rekomendasi itu adalah seruan vitalnya kontinuitas penajaman spiritual para pemuda Hidayatullah khususnya para pengurus Syabab di tingkat pengurusan level apapun.

Karena itu, dalam rekomendasi ini, pengurus wilayah dan daerah harus rutin membuat program mabit bulanan bahkan pekanan selain dengan menggiatkan halaqah-halaqah yang telah dibentuk oleh PD induk masing-masing. *

Bangga, Kapolda Sebut Kampus Hidayatullah Islamic Center

kapoldda kaltim memberikan arahan di hidayatullah gutem kapoldda kaltim memberikan arahan di hidayatullah gutem3 kapoldda kaltim memberikan arahan di hidayatullah gutem4Hidayatullah.or.id — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur, Irjen. Pol. Drs. Safaruddin, mengungkapkan rasa bangganya terhadap Pesantren Hidayatullah Pusat yang berlokasi di bilangan Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan.

Bahkan bapak asli Wajo, Sulawesi Selatan, ini menyebut Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, sebagai Islamic Center.

“Ini adalah Islamic Center yang sesungguhnya. Sebab pusat kegiatan Islam bisa kita lihat di pesantren ini. Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, harus bangga dengan keberadaan Hidayatullah,” ujarnya di hadapan jamaah usai shalat Jum’at di Masjid Ar Riyadh, Komplek Peesantren Hidayatullah, Jum’at pekan lalu.

Kapolda mengatakan, Kalimantan Timur akan selalu aman dan jauh dari pertikaian. Sebab, masih ada santri-santri dari pesantren yang selalu berdoa dan menunaikan perintah Allah, meskipun jumlah orang yang bermaksiat lebih banyak.

“Luar biasa, mudah-mudahan ke depan pesantren ini bisa lebih berkembang lagi,” ujar jenderal polisi bintang dua ini seraya diaminkan jamaah.

Pada hakikatnya, kata Kapolda lagi, seluruh umat manusia di dunia ini butuh keamanan. Kebutuhan akan keamanan ini sudah ada pada diri manusia sejak dian lahir. Bahkan anggota tubuh kita ini sudah didesain oleh Allah Ta’ala untuk melindungi diri kita.

“Coba saja mata kita ditusuk oleh tangan kita, maka secara refleks kelopak mata akan tertutup untuk melindungi mata dari ancaman,” katanya dalam kunjungan silaturrahim dengan warga dan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan tersebut.

Beliau memberikan contoh nyata kebutuhan manusia akan rasa keamanan. Menurutnya, naluri keamanan ini yang membuat setiap desa membuat Poskamling.

Diterangkan Kapolda, naluri keamanan inilah yang membuat perusahan dan berbagai institusi yang ada di dunia ini membutuhkan satpam untuk menjaga propertinya. Dan bahkan pesantren pun ada petugas keamanan yang menjaga pesantren dari gangguan-gangguan dari luar.

Kapolda mengajak ratusan santri dan warga untuk merenungi kekacauan yang terjadi di beberapa negara belahan dunia lainnya. Ia memaparkan, masyarakat di sana tidak bebas melaksanakan setiap aktifitas, sebab selalu ada ancaman yang menghantui mereka.

“Bayangkan jika Balikpapan kacau. Bayangkan jika Kalimantan Timur kacau. Jika itu terjadi, kita yang berada di pesantren pun tidak bisa beribadah dan belajar dengan aman,” ujarnya.

Olehnya, ia berpesan kepada masyarakat Kaltim, khususnya warga dan santri pesantren untuk senantiasa menjaga kerukunan umat beragama di Kalimantan Timur dengan cara mempelajari nilai-nilai agamanya dengan benar.

“Sebab sebetulnya, setiap manusia, selama mampu mempelajari dan melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, maka dijamin Kalimantan Timur ini pasti aman,” cetusnya.

Pada kesempatan tersebut Ketua Yayasan Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Zainuddin Musaddad, menyampaikan seluk beluk sejarah Pesantren Hidayatullah.

Hingga saat ini, kata Abah Zain, demikian beliau karib disapa, Pesantren Hidayatullah telah eksis di saentero nusantara hingga 300 titik dari Sabang hingga Merauke. Abah Zain menegaskan bahwa seluruh Pesantren Hidayatullah yang eksis tersebut semuanya mengambil spirit dari Hidayatullah Gunung Tembak sebagai pusat pergerakan.

Kapolda juga sempat meninjau dan berkeliling kampus didampingi oleh beberapa pengurus pesantren untuk melihat lebih dekat insfraktruktur dan tatanan pondok pesantren seluas 120 hektar tersebut. (Rizky Kurnia Syah)

Legislator Harap Hidayatullah Solusi Problem Kebangsaan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid

Hidayatullah.or.id — Kendati Hidayatullah telah memfokuskan diri dalam mainstream pergerakan yakni di bidang pendidikan dan dakwah, lembaga yang didirikan oleh almarhum Ustadz Abdullah Said ini pula didorong untuk selalu melakukan penajaman program sebagai solusi seiring dengan kompleksitas problem kebangsaan.

Hal itu sebagaimana diutarakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid. Menurut Sodik, ormas itu harus profesional, antara lain dengan penajaman fokus terkait dengan program-program kerja baik jangka pendek maupun panjang.

“Meskipun, Hidayatullah sudah menetapkan fokus pendidikan dan dakwah, namun perlu adanya kreasi atau kreatifitas,” katanya kepada Hidayatullah.com yang menyambanginya di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Legislator Senayan asal Partai Gerindra ini mengungkapkan, Hidayatullah pun mesti selalu melakukan evaluasi mengenai apa saja yang bisa dilahirkan oleh Hidayatullah terkait dengan gagasan-gagasan baru, jaringan-jaringan sekolah atau litbang pendidikan maupun para gurunya.

“Kalau dulu bisa dibilang orangtua kerja keras dengan semangat jihadnya maka sekarang tidak cukup dengan kerja keras namun juga perlu kerja cerdas,” imbuhnya.

Sodik mengatakan bahwa setiap organisasi butuh positioning yang jelas serta harus berkerja secara profesional. Lebih jauh lagi, keberadaannya harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Organisadi Hidayatullah, kata Sodik, harus menentukan positioning yang jelas di tengah masyarakat. Apakah merupakan organisasi massa, organisasi kader, atau justru yang lainnya.

Selain itu, lanjutnya, apakah juga menjadi organisasi massa yang besar, bermutu, memberikan makna dan sangat diperhitungkan justru menjadi organisasi kader besar, bermutu dan diperhitungkan?

Nah, visi besar itu dulu yang harus dipikirkan jika belum,” kata Sodik.

Sodik memberikan masukan supaya Hidayatullah lebih fokus mengamati dan mencermati hambatan-hambatan bagi umat atau generasi muda saat ini, seperti masalah miras, pornografi, seks bebas, keluarga yang rapuh, narkoba, dan lain sebagainya.

“Itu sudah dikerjakan Hidayatullah, meskipun belum banyak masyarakat yang tahu tentang itu,” ujarnya.

Hidayatullah harus bisa melakukan riset tentang fakta-fakta kondisi umat seperti itu baru kemudian menghadirkan solusinya, demikian pungkas Sodik.

Diketahui, Hidayatullah akan menggelar acara Musyawarah Nasional (Munas) Hidayatullah ke-IV yang insyaAllah akan diselenggarakan di Balikpapan, Kaltim, mulai 7 sampai 10 November 2015. Menyongsong helatan tersebut, sejumlah tokoh nasional turut mengapresiasi dan memberi sumbang saran atas kiprah Hidayatullah. (Ahmad Fazeri)

Kafilah Sulsel Siap Sukseskan Munas IV Hidayatullah

rakornas hidayatullah sulawesi selatan 2015Hidayatullah.or.id — Dalam rangka sosialisasi pesiapan Musyawarah Nasional IV Hidayatullah serta konsolidasi organisasi untuk sosialisasi dan tindak lanjut hasil Sidang Pleno Hidayatullah Sulawesi Selatan Tahun 2015.

Pimpinan Wilayah (PW) Hidayatullah Sulawesi Selatan mengundang Pengurus Daerah (PD) dan Yayasan Kampus Madya se-Sulawesi Selatan untuk mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah.

Acara yang bertempat di Kampus Pesantren Hidayatullah Bone ini berlangsung intensif sehari pada hari Ahad 27 September 2015 lalu.

Pengurus PD Hidayatullah Bone, Ustadz Syukron Amin, dalam keterangannya kepada redaksi mengatakan kegiatan koordinasi pengurus yang digelar intensif selama sehari penuh tersebut digelar dalam rangka turut konsolidasi guna mensukseskan gelaran Musyawarah IV Hidayatullah yang insya Allah akan digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, awal November mendatang.

“Alhamulillah, soliditas tim terus dikuatkan termasuk melakukan persiapan di sana-sana khususnya yang bersifat materil untuk kelancaran perjalanan menuju Munas,” kata Syukron Amin kepada redaksi.

Rapat koordinasi ini berlangsung semarak yang diikuti oleh puluhan perwakilan pengurus PD Hidayatullah se-Sulawesi Selatan. Acara ini juga diselingi dengan kegiatan ramah tamah yang semakin menghangatkan pertemuan untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah. (ybh/hio)

Kapolres Qurban di Ponpes Hidayatullah Merauke

Kapolres Kabupaten Merauke AKBP Sri Satyatama
Kapolres Kabupaten Merauke AKBP Sri Satyatama

Kapolres Merauke AKBP Sri SatyatamaHidayatullah.or.id — Pada perayaan hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah yang juga diiringi dengan ibadah qurban, Kapolres Kabupaten Merauke AKBP Sri Satyatama pada kesempatan idul Qurban tahun ini turut melakukan ibadah qurban yang diserahkan langsung ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Merauke, Provinsi Papua.

Kapolreas Sri Satyatama melakukan qurban beberapa ekor sapi yang diantar langsung hidup-hidup oleh anggotanya ke Komplek Pesantren Hidayatullah Merauke di Jalan Trans Irian, Cigombong, Kelapa Lima, Kabupaten Merauke.

Hewan qurban yang nantinya didistribusikan ke santri dan warga pesantren serta masyarakat sekitarnya ini diserahterimakan secara simbolis di halaman asrama Pesantren Hidayatullah Merauke.

Sekedar napaktilas, sebelum pemekaran pada tahun 2000, Hidayatullah hampir menempati seluruh Kabupaten di Irian Jaya.

Setelah Irian Jaya dimekarkan menjadi dua provinsi; Papua dan Papua Barat, kabupaten yang dulunya hanya berjumlah 15, saat ini berubah meningkat menjadi 29 kota dan kabupaten. Salah satunya kini Hidayatullah hadir di Merauke. (ybh/hio)

Awalnya Transaksional Menjadi Figur Ideologis Transendental

Manusia Transaksional Menuju Figur Ideologis TransendentalADA SEBUAH kisah yang menarik dan unik di dalam Al Qur’an. Kisah yang melukiskan betapa hebatnya energi kekuatan immaterial yang diserap dari telaga keimanan kepada Allah Ta’ala.

Orang beriman adalah orang yang sukses nan jaya. Sukses dalam arti yang luas, sukses secara utuh dan seimbang. Dan, pemiliknya (shohibul Iman) dapat mempertahankan di puncak kejayaannya.

Namun merintis jalan kesuksesan itu sulit. Dan, lebih sulit lagi mempertahankannya sampai di puncak keberhasilan. Orang yang beriman tidak mungkin dapat terkalahkan di dunia dan akhirat, karena bersandar kepadai Zat Yang Maha Kuat.

Orang beriman akan diberi kekuasaan, rizki, kehidupan yang baik, dilindungi oleh-Nya dari serangan musuh-musuh-Nya, di muka bumi ini.

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman (QS. Al Mukminun (23) : 1).

Keimanan mengubur sedalam-dalamnya energi-energi negatif. Dan membangunnya dengan energi positif. Orang beriman tidak merasa bersedih hati, tidak merasa lemah, tidak berjiwa kerdil.

Orang beriman menghadapi segala sesuatu disikapinya dengan kalkulasi (perhitungan) keimanan-Nya. Menghitungnya dengan matematika Ilahi. Ia sudah kembali kepada Allah ketika masih hidup di dunia. Tidak ada peristiwa kecil dan besar, timbul dan tenggelam, pasang-surut, tanpa sepengetahuan-Nya.

وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١٣٩
Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (berada di posisi atas), jika kamu benar-benar beriman (QS. Ali Imran (3) : 139).

Dari Pragmatis
Sungguh sebuah kisah yang menarik, kisah nyata yang diungkap oleh Allah Ta’ala dalam kitab-Nya, bagaimana orang-orang yang pada awalnya bekerja, hidup, yang diburu adalah harta, kedudukan, pragmatis, tetapi ketika iman masuk di dalam lubuk hatinya, maka semuanya menjadi kecil, hal yang sederhana.

Bagi orangh-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala ini apa yang dimilikinya menjadi tidak berarti, tidak bermakna, tanpa ditemani oleh keimanan yang sudah dicicipinya.

Dimulai dari kisah perjuangan dakwah Musa kepada Fir’aun. Dengan spirit Laa ilaha illallah. Dengan spirit ini pula, Ibrahim menumbangkan imperium yang dibangun Namrud selama 400 tahun.

Setelah membakar Khalilullah (kekasih Allah) Ibrahim selama 50 hari, ia menahan sakit selama 400 tahun pula. Karena tidak dapat mengeluarkan tentara-tentara Allah berupa kutu, nyamuk, kecoak, yang masuk melalui lubang hidung, mulut, telinga, dan melekat di dalam otaknya, ketika tidak tahan menderita sakit selama empat abad, akhirnya ia memukul kepalanya sendiri dengan besi, dan meninggal.

Sejak saat itu, kehebatan Namrud tinggal puing-puingnya saja. Namrud hanya merupakan kejayaan masa yang silam.  Spirit kalimat thayyibah itu pula yang dijadikan landasan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk meruntuhkan struktur masyarakat jahiliyah sampai ke akar-akarnya.

Lalu ada pula Musa, anak angkat Firaun. Yang ingin dididik agar mewarisi kekayaan dan kerajaannya, ternyata berakhir dengan jalan cerita berbeda. Itulah keunikan kehidupan ini. Apa yang diimpikan orang tidak selalu terwujud dalam kenyataan.

Sekalipun ia mewujudkan obsesinya dengan dukungan symbol atau atribut kemegahan harta dan kemewahan kekuasaan. Terbukti secara empiris, kehidupan ini berada dalam genggaman Allah Ta’ala. Ia memutar roda kehidupan ini sesuai dengan iradah-Nya tanpa pernah berhenti. Dan tidak ada yang dapat menghalangi-Nya.

Disamping itu, ada kisah lain yang lebih menakjubkan. Tentang kisah penasihat raja Fir’aun (sekelompok tukang sihir). Ketika Firaun dan disupport para tukang sihir untuk berkonfrontasi (adu kekuatan) dengan Musa Alaihissalam. Dan Musa membawa tongkat yang berasal dari Allah Ta’ala.

Tetapi, para pembesar kerajaan dan para tukang sihir memandang tongkat Musa secara lahiriyah. Ia ingin menandingi Musa dengan mendatangkan para tukang sihir. Para tukang sihir berkumpul di lapangan terbuka, dan membuat tali-temali berubah menjadi ular-ular kecil yang akan mematuk siapa, dan apa saja yang berada di hadapannya.

Dan inilah yang dicari sebelum tukang sihir beriman. Dan demikianlah yang dicari pada umumnya manusia. Yang diharapkan tukang sihir sebelum menunjukkan kebolehannya adalah persoalan-persoalan materi, persoalan perut dan dibawah perut. Ia secara transparan mengajukan permohonannya kepada Fir’aun sebelum konfrontasi dimulai.

أَئِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبِينَ ٤١

Apakah sesungguhnya kami akan mendapatkan upah, jika kami yang menang (QS. Asy Syu’ara (26) : 41). Jika aku yang menjadi pemenang, wani piro? (berani memberi bonus berapa ). Kira-kira begitu dialog imajinatifnya dalam komunikasi kita di sini.

Tentu yang dimaksud oleh tukang sihir itu adalah kemudahan akses kekuasaan dan kekayaan dari Firaun. Dan itulah yang dicari para tukang sihir, paranormal, dukun, yang tidak beriman kepada Allah Ta’ala.

Meraka berani mengelabui dan menyulap pandangan manusia dengan ilmu sihirnya, yang penting dapat uang. Ujung-Ujungnya Dhuwit (UUD). Sebelum pertandingan dilanjutkan, transaksi keuangan harus jelas terlebih dahulu. Ono rego ono rupo. Kedua, minta kejelasan posisi di jajaran kerajaan Firaun.

قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ إِذٗا لَّمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ٤٢

Ya, pasti. Dan sungguh jika kalian menang, maka tidak sekedar uang, tidak sekedar harta, tapi kalian benar-benar termasuk orang-orang yang dekat kepadaku (QS. Asy Syuara (26): 42).

Yakni, menjadi orang-orang istimewa di lingkungan istana Firaun. Ia akan memperoleh jabatan tinggi di dalamnya. Sebagai imbalan reputasi dan prestasinya dalam mengalahkan Musa as. Terjadilah apa yang terjadi. Nabi Musa berkata kepada tukang-tukang sihir itu. Sebelumnya diawali dengan ucapan tukang sihir.

قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ ٤٣

Wahai Musa, kami yang duluan atau kami yang duluan (QS. As Syuara (26) : 43).

Nabi Musa menjawab, Silakan kamu duluan, dan keluarkanlah apa saja yang kamu miliki?.
فَأَلۡقَوۡاْ حِبَالَهُمۡ وَعِصِيَّهُمۡ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبُونَ ٤٤

Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, Demi kekuasaan Fir’aun sesungguhnya kami yang akan menang (QS. Asy Syuara (26): 44).

Tali temali itu dilihat manusia secara lahiriyah menjadi ular-ular yang banyak sekali menjilat-jilat, dan sekan-akan siap memangsa siapa pun dan apa pun di hadapannya. Dan Musa sedikit gentar menghadapi ular-ular jadian itu. Wahyu turun kepada Musa agar melemparkan tongkatnya.

فَأَلۡقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ ٤٥

Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan (QS. Asy Syuara (26): 45).

Tongkat Nabi Musa menjadi ular raksasa yang menelan habis ular-ular kecil yang dibikin oleh para tukang sihir Firaun. Setelah itu, apa yang terjadi. Ada sebuah fenomena yang muncul di luar dugaan Musa Alaihissalam.

Tukang-tukang sihir itu sekonyong-konyong sujud, seraya mengatakan:
فَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ ٤٦
Sesungguhnya kami menyatakan diri beriman kepada Rabb semesta alam (QS. Asy Syuara (26): 46).

Figur Ideologis
Ketika keimanan masuk di dalam jantung tukang sihir, ada keajaiban pada realitas kehidupannya. Lahir perubahan cara pandang, perasaan, sikap serta perilakunya selalu dalam takaran ideologis dan kesadaran transendental.

Iman bukan sesuatu yang jumud (beku). Iman bukan sekedar angan-angan. Sikap yang menonjol ketika sudah merasakan manisnya, getaran iman di dada, adalah langsung sujud.

Jadi, keimanan melahirkan ketaatan. Logikanya, kepercayaan itu perlu dibuktikan. Dengan sikap taat. Kekhusyuan di dalam hati, berefek pada kekhusyuan di pisik.

Tukang-tukang sihir itu langsung sujud secara spontan tanpa ada rasa takut dan gentar. Keimanan yang tidak melahirkan amal shalih sama jeleknya dengan amal yang tidak dilandasi oleh iman.

قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٧ رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ٤٨
Kami beriman kepada Rabb alam semesta. Tuhan yang disembah oleh Nabi Musa dan Nabi Harun (QS. Asy Syuara (26): 47-48).

Kebenaran telah dilihat nyata dengan mata hati dan mata kepala oleh tukang sihir. Bayangkan, apa kira-kira yang dilakukan oleh raja Firaun terhadap tukang-tukang sihir yang dikerahkannya di lapangan, justru sujud, masuk Islam, beriman kepada Allah Ta’ala. Mempercayai Musa dan menjadi pengikut setianya.

Firaun memang termasuk tipologi manusia yang melampaui batas. Sudah sering, kebenaran diperlihatkan oleh Musa di hadapannya, tetapi dia hanya bisa beriman di mulut.

Sudah seringkali dihadirkan ayat-ayat kauniyah, dengan terjadinya bencana alam, bencana sosial, hama wereng, Musa juga mengajak kembali kepada Allah. Dan Fir’aun menyatakan sanggup untuk bertaubat.

Setelah bencana dihilangkan, dia mengingkari janjinya sendiri. Seakan-akan peringatan nabi Allah itu tidak bermanfaat. Diberi peringatan atau tidak diberi peringatan, sama saja. Melihat anak buahnya sujud kepada Musa, tidak menjadikannya sebagai pelajaran (ibrah), tetapi ia semakin murka. Dan mengancam kepada tukang-tukang sihir.

قَالَ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ
Jadi, kalian beriman kepada Musa sebelum aku beri izin kepada kalian (QS. Asy Syuara (26): 48).

Jadi, seakan-akan ia memposisikan dirinya Tuhan. Untuk beriman kepada Allah, tukang-tukang sihir itu harus memperoleh izin dari Firaun.

إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ فَلَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَۚ
Sungguh, ia itu (Musa) yang telah mengajarimu ilmu sihir. Sungguh, kamu akan tahu akibat perbuatanmu itu (QS. Asy Syuara (26) : 48).

Apa akibat dan resiko yang akan kalian tanggung wahai tukang-tukang sihir?.

لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ ٤٩
Sungguh, benar-benar akan aku potong tangan-tangan kalian dan kaki-kaki kalian secara silang dan kamu sekalian akan aku salib (ditancapkan dan dipaku di pohon-pohon kurma) (QS. Asy Syuara (26): 49).

Inilah peristiwa yang sangat menakjubkan. Manusia, yang tadinya mengharap dunia, memburu hadiah, mengejar jabatan, tetapi ketika iman masuk di dalam hatinya, bukan hadiah yang diperoleh tetapi ancaman dan intimidasi. Bukan ujian kesenangan. Tetapi ujian penderitaan dan kesulitan. Apakah sikap para tukang-tukang sihir menghadapi ancaman itu ?.

Mereka serempak menjawab, Wahai Firaun, tidak ada masalah. Kecil itu. Sekalipun kamu akan membunuh dan menyalibku. Lakukanlah, tidak ada masalah.

قَالُواْ لَا ضَيۡرَۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ ٥٠
Mereka berkata, tidak masalah. Sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan kembali (QS. Asy Syarah (26): 50).

إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٥١
Sesungguhnya kami sudah sangat berharap Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kami, dan kami betul-betul berharap menjadi orang-orang awal beriman (QS. Asy Syuara (26): 51).

Itulah keajaiban keimanan. Ketika keimanan sudah masuk di dalam diri seseorang, ia memperoleh kekayaan ruhiyah yang luar biasa. Dunia dan seisinya menjadi kecil. Jabatan dan kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang sepele.

Keimanan yang teguh membalik secara drastis kondisi pemiliknya. Ketika keimanan masuk, apa yang dimilikinya semakin berharga, dan bermakna. Keimanan adalah sumber kemuliaan, sumber kejayaan, sumber kekuatan, sumber kebahagiaan.

Itulah tipologi mukmin sejati. Sekalipun mereka, awalnya gila harta, gila tahta, gila wanita, berselimut dengan dosa dan maksiat, ketika iman fungsional, Allah Ta’aala mengampuninya dan menghapus masa lalunya.

Mantan tukang sihir, mantan penjahat, mantan perampok, menjadi manusia-manusia dengan kesadaran barunya, manusia-manusia yang mulia. Dan dengan kesadaran dan struktur jasmani dan ruhani yang baru dan fresh, ia berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Sebaliknya, orang yang paling buruk di dunia ini adalah mantan ustadz, mantan santri, dan mantan orang baik, mantan orang yang berpegang teguh dengan wahyu. Seperti Qarun, Haman, keduanya menjual imannya untuk kepentingan dan kepingan dunia. Ia menggadaikan dan menukar keimanannya dengan harga yang murah.

وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱلَّذِيٓ ءَاتَيۡنَٰهُ ءَايَٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنۡهَا فَأَتۡبَعَهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ١٧٥
Wahai Muhammad, bacakanlah kepada kaum kafir Quraisy kisah seorang kaum Nabi Musa yang telah Kami karuniai pengetahuan agama yang benar, tetapi ternyata dia mengabaikannya. Maka setan memperdayainya terus-menerus. Karena itu dia termasuk golongan yang sesat. (QS. Al Araf (7): 175).

وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِ‍َٔايَٰتِ رَبِّهِۦ ثُمَّ أَعۡرَضَ عَنۡهَآۚ إِنَّا مِنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُنتَقِمُونَ ٢٢
Wahai Muhammad, siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengingkari peringatan Al Quran yang disampaikan kepada mereka?. Allah berfirman, Sungguh Kami akan menuntut tanggung jawab orang-orang yang berbuat dosa di dunia (QS. As Sajdah (32): 22).

___________
USTADZ SHOLEH HASYIM, Penulis adalah anggota Dewan Syura PP Hidayatullah. Saat ini pembina Pesantren Hidayatullah Kudus, Jawa Tengah.

Polisi Justar Purba, Bangga Lulusan Ponpes Hidayatullah

Dirlantas Medan Zulkarnain Pane Dirlantas Medan Zulkarnain Pane2 Dirlantas Medan Zulkarnain Pane3 Dirlantas Medan Zulkarnain Pane4Hidayatullah.or.id — Rombongan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polres Medan melakukan anjangsana silaturrahim ke Yayasan Pondok Pesantren Hiayatullah Medan, Sumatera Utara. Anjangsana yang dibingkai dengan kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari Dirgahayu ke 60 Ditlantas yang jatuh pada pada 22 September.

Rombongan Ditlantas Medan dipimpin langssung oleh sang Direktur Ditlantas yakni AKBP Zulkarnaen Pane. Dalam kunjungan ini beliau dan rombongan lantas menyerahkan bantuan sembako dan buku kenang kenangan yang diterima secara simbolis oleh Pimpinan Pesantren Hidayatullah Medan, Ustadz Drs Choirul Anam.

Acara kemudian dilanjutkan dengan bincang-bincang sekaligus silaturrahim di kantor yayasan sambil menikmati buah duku khas Pesantren Hidatullah Medan yang masyhur manisnya.

Disela sela silaturrahmi tersebut, Pimpinan Pondok Ustadz Choirul Anam, menceritakan sejarah pesantren beserta seluruh programnya. Pertemuan yang berlangsung hangat itu diselingi canda tawa. Apalagi memang diantara jajaran polisi lalu lintas tersebut salah satunya adalah lulusan Pesantren Hidayatullah Medan yang juga merupakan santri awal saat pesantren ini dirintis di Tanjung Morawa.

Polisi lulusan Pesantren Hidayatullah Medan tersebut bernama H. Justar Purba. Beliau dengan bangganya mengenang dan menceritakan sejarah hidupnya bergabung di Pesantren Hidayatullah ini sejak awal berdirinya. Sang polisi ini sekalgus dai Hidayatullah Medan.

Selesai bincang bincang, semua rombongan Ditlantas pulang kecuali H. Justar Purba. Beliau tetap bertahan sampai sore karena ingin bernostalgia dengan para santri serta ia sempat berceramah dihadapan para santri diakhiri dengan membuat kuis berhadiah untuk santri.

Siapa saja yng bisa menjawab pertanyaan seputar ibadah mendapat uang lima puluh ribu rupiah. Karuan saja para santri sangat bersemangat menjawab kuis pak polisi yang santri itu.

Banyak yang dapat duit, lumayan buat jajan dan beli buku. Kuis berakhir Pak Justar pun pamit pulang. Para santri berebut bersalaman dengan santri senior yang juga polisi itu sambil berpelukan.

Terumakasih, Pak Justar. Terimakasih, Pak Zulkarnaen Pane. Terimakasih, Pak Polisi. Selamat Dirgahayu ke-60 Tahun Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polri. Semoga dapat terus mengabdi dengan tulus untuk umat dan bangsa, Aamiin.

Hidayatullah Batu Sewakan Villa Sejuk Bernuansa Alam Islami

Tampak sebuah bangunan mini villa dengan fasilitas lengkap di dalamnya
Tampak sebuah bangunan mini villa dengan fasilitas lengkap di dalamnya
Masjid di lokasi Villa Hidayatullah Batu
Masjid di lokasi Villa Hidayatullah Batu
View dari kejauhan alam eksotis bumi Batu Malang dilihat dari Villa HIdayatullah
View dari kejauhan alam eksotis bumi Batu Malang dilihat dari Villa HIdayatullah

Hidayatullah.or.id — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Malang menawarkan penyewaan villa dengan harga bersaing dan layanan maksimal bagi masyarakat, khususnya mereka yang berdomisili di Jawa Timur dan sekitarnya.

Villa bernuansa natural dengan eksotisme alamnya ini juga sangat cocok bagi pelancong muslim yang berkunjung ke Malang.

Kesejukan alam villa Hidayatullah Batu ini juga dirasa tepat untuk menjadi destinasi wisata keluarga atau dan asyik dijadikan sebagai pusat pertemuan formal bagi perusahaan atau institusi pemerintah karena tersedia space yang sangat memadai untuk kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat).

Kepala Humas Hidayatullah Malang, Rahmatullah Rahman, mengatakan saat ini memang telah menjamur villa dengan branding islami. Namun, dia meyakinkan, Villa Hidayatullah Batu insya Allah menggabungkan dua keunikan yakni nuansa alamiyah dan Islamiyah sekaligus.

“Villa Hidayatullah merupakan tempat penginapan yang selalu banyak diminati masyarakat Kota Batu, Madiun, Kediri, Malang, Surabaya, Gresik, Jogjakarta, Bandung, khususnya masyarakat muslim yang berada di Pulau Jawa. Bahkan ada dari Banjarmasin dan Medan,” kata Rahmatullah kepada redaksi baru baru ini.

Lokasi Villa Syar’i Hidayatullah Batu berada di kaki Gunung Banyak serta dikelilingi hutan pinus yang kian menambah kesan eksotisme villa yang berdiri sejak sepuluh tahun lebih ini.

“Tidak ketinggalan udara ataupun air segar khas pegunungan Kota Wisata Batu semakin menambah kesan perjalanan Anda di Villa Hidayatullah Batu,” kata Rahmatullah berpromosi.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Villa Hidayatullah Batu berkomitmen memberikan service terbaik bagi tamu-tamu yang menyewa villa di sini khususnya pelanggan reguler.

Villa Hidayatullah Batu kini telah menyediakan beberapa layanan lainnya diantaranya Cottages Sakinah, Mawaddah, dan 6 Wisma Ar-Royyan dengan fasilitas akomodasi perhotelan.

Selain itu tersedia pula lokal villa dengan 2 tempat kamar tidur, ruang santai, ruang dapur, kamar mandi dalam plus pemanas air, dan konsumsi. Adapula Villa Wisma Firdaus dan Al-Kautsar yang merupakan penginapan beranjang dan bertingkat dengan kapasitas 150 orang.

Rahmatullah juga menyebutkan, di Villa Hidayatullah Batu kini terdapat juga Pendopo Hidayatullah, Masjid Hasan Hasly, serta tempat pertemuan yang difungsikan sebagai metting room, yaitu Aula Hall Maryam yang mampu menampung peserta 150 orang.

Anda berminat? untuk reservasi silakan menghubungi staf management Villa Hidayatullah Kota Wisata Batu melalui saluran mobilephone 085-735-550-718, 081-232-729-720, dan 081-369-688-356. (ybh/hio)

Muslim Singapura Qurban 400 Ekor Kambing di Pesantren Hidayatullah Cirebon

Salah seorang pengasuh Pesantren Hidayatullah Cirebon, Ustadz Ihsan, berfoto di depan kambing yang akan disembeleh / dok
Salah seorang pengasuh Pesantren Hidayatullah Cirebon, Ustadz Ihsan, berfoto di depan kambing yang akan disembeleh / dok
Salah seorang pengasuh Pesantren Hidayatullah Cirebon, Ustadz Ihsan, berfoto di depan spanduk sponsor / dok
Salah seorang pengasuh Pesantren Hidayatullah Cirebon, Ustadz Ihsan, berfoto di depan spanduk sponsor / dok
Pimpinan Pesantren Hidayatullah Cirebon, Suharno (kiri kedua) didampingi beberapa perwakilan Pengusaha Muslim Singapura di Masjid Pesantren Hidayatullah, sebelum prosesi penyembelihan, Jumat 25/09/2015
Pimpinan Pesantren Hidayatullah Cirebon, Suharno (kiri kedua) didampingi beberapa perwakilan Pengusaha Muslim Singapura di Masjid Pesantren Hidayatullah, sebelum prosesi penyembelihan, Jumat 25/09/2015

Hidayatullah.or.id — Sejumlah warga muslim Singapura melalui lembaga konsultan manajemen dan tenaga kerja, Imtidad, bekerjasama Aqiqah El-Syifa Farm melaksanakan pemotongan sebanyak 400 ekor kambing kurban di Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Cirebon, Jumat (25/9) dimulai sekitar pukul 07.30.

Pemotongan kambing kurban terbanyak itu merupakan yang pertama kali terjadi di Kota Cirebon. Dalam kesempatan itu, sekitar 50 orang pengusaha muslim Singapura ikut menyaksikan prosesi pemotongan hewan kurban.

Koordinator pemotongan kurban dan Ketua Aqiqah El-Shifa Farma, Uzroni mengatakan, apa yang dilakukan warga muslim Singapura itu merupakan bentuk kepedulian masyarakat muslim Singapura terhadap muslim Indonesia.

“Alhamdulillah pemotongan sebanyak 400 ekor kambing yang dimulai sejak pukul 07.30-10.30 itu bisa berjalan dengan lancar. Daging hewan ini akan kami salurkan ke 20 lembaga dakwah dan sosial yang tersebar di Kota, Kabupaten Cirebon, Indramayu, bahkan sampai Subang. Rencananya kesuksesan pemotongan hewan kurban ini, kedepan akan dilaksanakan pemotongan kurban sebanyak 1.000 ekor kambing,” jelas Uzroni, di sela-sela penyembelihan hewan kurban.

Lanjut dia, Aqiqah El-Shifa Farm merupakan sebuah lembaga yang menyediakan kambing kurban dalam jumlah besar yang beralamat di Losari. Selain itu, Aqiqah El-Shifa juga menerima konsultasi dan edukasi tentang pertanian dan peternakan terpadu.

“Pemotongan sebanyak 400 ekor kambing ini diharapkan bisa memberikan keberkahan dan banyak manfaat, baik lembaga Pesantren Hidayatullah, maupun lembaga-lembaga lainnya yang mendapatkan hewan kurban, dan kedepan semoga pemotongan ini bisa dilanjutkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Pengusaha Muslim Singapura, H. Pasuni Maulan menyampaikan, pemberian 400 ekor hewan kurban itu sebagai bentuk kepedulian para pengusaha Singapura, untuk menyumbangkan sebagian rezekinya melalui pemotongan hewan kurban ini.

“Pemotongan hewan kurban tahun kemarin di Indonesia dilaksanakan di daerah Kendal, Jawa Timur, dan sekarang dilaksanakan di Kota Cirebon, tepatnya di Pesantren Hidayatullah,” kata Pasuni Maulan.

Dia berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, dan kesuksesan pemotongan hewan kurban ini, ke depan Insyaallah akan dilaksanakan pemotongan kurban dalam jumlah besar, sekitar 1.000 ekor kambing, kata Pasuni berbicara menggunakan bahasa Melayu.

Senada dengan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Cirebon, Ustadz Suharno mengatakan, pemotongan 400 ekor kambing berjalan dengan lancar.

“Harapannya dari pemotongan kurban ini berkah untuk warga Kota dan Kabupaten Cirebon, dan tahun depan pemotongan kurban ini bisa dilanjutkan,” terangnya. (win/fnc)