Beranda blog Halaman 641

Semarak Dakwah Ramadhan Hidayatullah Wilayah Mamuju

hidayatullah mamuju (1) hidayatullah mamuju (2) hidayatullah mamuju (4) hidayatullah mamuju (5)Hidayatullah.or.id — “Tenang, adik-adik. Lapar dan loyonya kita sekarang ini bisa bernilai pahala di sisi Allah,” hibur Ustadz Amran selaku pemateri kedua di depan sekira 40 anak peserta Pesantren Ramadhan Smart yang diadakan di masjid Nurut Taqwa Desa Taranggi, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Mamuju Utara.

Senada dengan Kepala Desa Taranggi, Semmana. Amal Ardhi, ketua panitia, menjelaskan bahwa dirinya dan warga desa lain senang karena sejak tanggal 8 hingga 10 Juli di desanya kembali diadakan kegiatan yang fokus pada pelajaran agama pada anak-anak mereka.

Terlebih kegiatan itu dilakukan pada momen yang tepat yakni pada bulan Ramadhan. Di saat melaksanakan ibadah puasa tentunya sangat cocok diisi dengan pembelajaran tentang agama dan secara spesifik membahas hukum-hukum seputar puasa Ramadhan.

Pada hari pertama banyak membahas materi aqidah. Tentunya dikemas dengan metode yang familiar dengan dunia anak. Dengan diselingi game-game stimulus sebagai selingan dalam setiap peyampaian materi, cara ini dinilai efektif karena bisa merawat semangat peserta hingga akhir acara.

Selain aqidah, fiqih shiyam dan sejarah nabi mengisi hari-hari peserta yang rata-rata masih duduk di bagku sekolah dasar.

Kegiatan sejenis juga diadakan secara bergilir di beberapa kecamatan di dua kabupaten, Mamuju Utara dan Mamuju Tengah. Di antaranya kecamatan Dapurang dan Baras yang berada di wilayah Mamuju Utara.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju Tengah pengurus Hidayatullah melakukan kegiatan serupa di empat tempat, kecamatan Topoyo, Karossa, Budong-Budong dan kecamatan Tobadak.

Hanya saja waktu pelaksanaanya berbeda dari sepekan sebelum memasuki bulan puasa hingga pertengahan bulan Ramadhan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hidayatullah Mamuju Utara, Muhajirin yang juga Pembina di DPD Hidayatullah Mamuju Tengah memberikan apresiasi khusus kepada teman-teman yang tetap konsisten melakukan dakwah termasuk merutinkan pelaksanaan event tahunan ini.

“Yang terpenting solid dan istiqamahnya dalam dakwah, apalagi pengurus Hidayatullah Mamuju Tengah dan Utara itu masih seperti satu tim saja. Karena yang jadi ketua di Mateng (Mamuju Tengah –Red) itu dulunya sekretaris di Mamuju Utara” ujar Muhajirin kepada media ini. (Bashori, Mamuju)

Hidayatullah Serukan Negara Islam Bersatu Bantu Palestina

bendera logo hidayatullahHidayatullah.or.id — Ormas Islam Hidayatullah mengutuk keras serangan Zionis-Israel terhadap Palestina belum lama ini. Serangan brutal tentara Israel tersebut masih terus berlangsung hingga beberapa waktu lalu.

Serangan itu dinilai Hidayatullah sebagai cerminan sikap pengecut dan tak berperikemanusiaan yang telah sering dilakukan Israel. Negara-negara Islam se-dunia pun diserukan untuk bersatu melawan negara penjajah itu.

“Hidayatullah menyerukan pemerintah negara Islam, alim ulama, dan para cendekiawan Muslim dunia, agar bersatu membantu Palestina memperjuangkan kemerdekaannya,” demikian pernyataan resmi Hidayatullah melalui Kepala Biro Humas Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah, Mahladi, yang dikirimkan ke media, Sabtu (12/07/2014).

Dalam rilis itu, pemerintah Indonesia diserukan meningkatkan perannya membela rakyat Palestina dengan berbagai cara. Baik melalui diplomatik, bantuan dana, bantuan barang kebutuhan, maupun tenaga medis dan kemanusiaan.

“Menyerukan kepada kaum Muslim di Indonesia, khususnya kader Hidayatullah, untuk menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi atas derita yang ditanggung warga Palestina, khususnya Gaza, antara lain lewat sumbangan harta,” serunya.

Hidayatullah pun, ungkapnya, telah melakukan penggalangan dana lewat Baitul Maal Hidayatullah (BMH) guna dikirimkan kepada rakyat Palestina.

“Kepada masyarakat Muslim Indonesia agar tak lupa memanjatkan doa, terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini. Semoga Allah Subhanahu Wata’la melimpahkan kesabaran kepada rakyat Palestina atas cobaan yang menimpa mereka, dan semoga Zionis-Israel dihinakan oleh Allah Subhanahu Wata’la atas tindakan biadab mereka,” pungkas Mahladi.

Selain melalui BMH, selama ini Hidayatullah juga turut menggalang “dana Palestina” melalui berbagai pesantrennya. Jamaah Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pernah menggalang “dana Palestina” Rp 100 juta lebih dalam waktu singkat, Senin (05/08/2013). Penggalangan dana ini menyambut kunjungan Imam Masjid asy-Syahid, Palestina, Syaikh Muhammad al-Ghul ke Gunung Tembak kala itu.* (pr/hio)

Siaran Pers PP Hidayatullah Tentang Invasi Israel ke Palestina

0

Siaran Pers Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah
Nomor 006/Humas/2014

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sehubungan serangan biadab yang dilancarkan Zionis Israel ke Palestina sejak Rabu malam, 9 Juli 2014, yang menewakan sekitar 100 penduduk sipil, termasuk anak-anak, serta melukai ratusan orang lainnya, maka Hidayatullah menyatakan hal-hal sebagai berikut:

 

  1. Mengutuk serangan biadab Zionis Israel tersebut. Serangan ini mencerminkan sikap pengecut dan tak berperikemanusiaan yang memang telah berulang kali mereka lakukan.
  2. Menyerukan kepada pemerintah Indonesia agar meningkatkan perannya membela rakyat Palestina dengan berbagai cara, baik diplomatik, bantuan dana, bantuan barang kebutuhan, maupun tenaga medis dan kemanusiaan.
  3. Kepada pemerintah negara Islam, alim ulama, dan para cendekiawan Muslim dunia, agar bersatu membantu Palestina memperjuangkan kemerdekaannya.
  4. Menyerukan kepada kaum Muslim di Indonesia, khususnya kader Hidayatullah, untuk menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi atas derita yang ditanggung warga Palestina, khususnya Gaza, antara lain lewat sumbangan harta. Hidayatullah sendiri telah melakukan penggalangan dana lewat Baitul Mal Hidayatullah guna dikirimkan kepada rakyat Palestina.
  5. Kepada masyarakat Muslim Indonesia agar tak lupa memanjatkan doa, terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini, semoga Allah SWT melimpahkan kesabaran kepada rakyat Palestina atas cobaan yang menimpa mereka dan semoga Zionis Israel dihinakan oleh Allah SWT atas tindakan biadab mereka.

Demikian Siaran Pers ini kami buat untuk diketahui oleh seluruh masyarakat.

Wassalamualaikum Wr Wb

Jakarta, 12 Juli 2014

Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah

Mahladi
Kepala Biro Humas

Murid Hidayatullah Purwodadi Ikuti English Camp Ramadhan

Tampak peserta serius mengikuti kegiatan ini / DOK
Tampak peserta serius mengikuti kegiatan ini / DOK

DSC06046Hidayatullah.or.id — Dalam rangka mengaplikasikan nilai-nilai ibadah dan menanamkan kepribadian Islam terhadap generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan tetap menarik, SMP Islam Integral Luqman al Hakim Yayasan Amanah Pesantren Hidayatullah Purwodadi mengadakan Super Camp Intensif English Course fo Ramadhan.

Selama 10 hari anak-anak SMP Integral menginap di sekolah dan mempelajari bahasa Inggris dengan dibimbing secara langsung oleh tutor-tutor berpengalaman langsung dari kampung inggris Kediri Jawa Timur.

Kegiatan yang mengambil tema “Yuk, Kita Kuasai bahasa untuk meningkatkan taqwa” ini diikuti oleh 120 siswa-siswi dan 14 guru.

Acara yang berlangsung mulai tanggal 3 hingga 12 Juli 2014 ini dibuka oleh Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Hartanto, S. Pd, MM. Dalam sambutannya Hartanto memberikan apresiasi yang luar biasa atas kegiatan ini.
“Baru kali ini saya menemukan sekolah yang melaksanakan pondok Romadhon dengan waktu lama dengan diisi dengan kegiatan belajar bahasa Inggris. Semoga dengan penguasaan bahasa global ini akan menjadikan anak-anak SMP Integral bisa bersaing di era masa depan dan penguasaan bahasa ini harus menjadi budaya di sekolah,” pesan Hartanto.

Program Super Camp Intensif English Course for Ramadhan adalah agenda Rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh sekolah Hidayatullah Purdodadi.

Achmad Bashori selaku kepala SMP Islam Integral Luqman al Hakim menjelaskan bahwa program ini diadakan dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan amal ibadah di Bulan puasa yang mulia serta membekali anak-anak dengan penguasaaan Bahasa Inggris.

“Kami mendatangkan para tutor langsung dari kampung Inggris Pare kediri agar para siswa terkondisi dengan suasana berbahasa Inggris selama 24 jam,” jelar Achmad Bashori.

Kegiatan harian yang dilaksanakan dari pagi hingga malam antara lain; setiap pagi anak-anak mengawali kegiatan dengan sholat dhuha berjamaah kemudian berdoa, berdzikir, membaca Al-Qur’an dan asmaul husna di masjid.

Selanjutny mereka masuk ke kelas untuk praktek bahasa inggris dengan materi speaking, describing, exspression, vocabularies, grammar, dan kegiatan extra class.
Setelah sholat selalu dilanjutkan dengan tadarus bersama. Sebelum berbuka anak-anak mengikuti kajian berbuka puasa bersama dan pada malam harinya melaksanakan sholat tarawih berjamaah dan sholat lail yang berlangsung jam 03.00 serta diakhiri dengan sahur.

Seluruh rangkaian acara diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias walaupun dengan agenda yang terbilang padat.

Achmad Bashori berharap semoga dengan kegiatan ini anak-anak dan guru akan terbiasa memanfaatkan waktu di bulan puasa dengan lebih baik dan mereka memiliki komitmen untuk menguasai bahasa Inggris dan menjadikannya sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di sekolah.

“Dua bahasa yaitu Arab dan Inggris memang menjadi core assurance sekolah ini agar output yang dihasilkan kompetitif, selain juga memiliki kematangan spiritual dan emosional“ tandas Achmad Bashori. (hio/ybh)

PLN Wilayah NTT Apresiasi Ponpes Hidayatullah Batakte

GM PT PLN Wilayah NTT, Ricard Safkaur dan pimpinan Hidayatullah Batakte Ustadz Syamsul Bahri dalam seremoni penyerahan . Foto: SP/ Yoseph Kalen
GM PT PLN Wilayah NTT, Ricard Safkaur dan pimpinan Hidayatullah Batakte Ustadz Syamsul Bahri dalam seremoni penyerahan . Foto: SP/ Yoseph Kalen

Hidayatullah.or.id – Perusaahan Listrik Negara Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN NTT) memberikan apresiasi kepada Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Batakte, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pesantren Hidayatullah Batakte dinilai telah berperan aktif memberi kontribusi positif terhadap kehidupan keberagaman di wilayah tersebut khsusnya pada bidang pembinaan sumber daya manusia dengan menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan kemandirian.

Dalam kesempatan itu PLB Wilayah NTT menyerahkan bantuan Corporate Social Responcibility (CSR) kepada Pondok Pesantren Hidayatullah yang tepatnya terletak di Desa Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Minggu, (6/7) lalu.

Bantuan diserahkan langsung oleh General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, kepada penanggung jawab Ponpes Hidayatullah, Syaiful Bahri, MH. Penyerahan bantuan juga di dampingi Manajer Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Lucas Chriswantara.

Bantuan yang diberikan berupa bahan bangunan senilai jutaan, untuk meningkatkan pembangunan Ponpes Hidayatullah Batakte yang kini telah menyelenggarakan pendidikan formal untuk tingkat SMP dan SMA.

“Bantuan ini semoga bisa bermanfaat untuk menjadikan ponpes menjadi tempat yang lebih baik,” kata Richard Safkaur.

Sementara itu di kesempatan yang sama Dandrem Brigjen TNI Achmad Yuliarto melakukan penanaman anakan pohon buah-buahan di lokasi kebun milik Ponpes Hidayatullah Batakte yang berjarak satu kilometer dari lokasi Ponpes.

Achmad Yuliarto mengatakan kerja sama tersebut didadasarkan pada semangat melestarikan alam dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan alam sekitar yang telah menjadi komitmen Hidayatullah selama ini.

Penanggung jawab Ponpes Hidayatullah, Ustadz Syaiful Bahri, MH, menyampaikan syukur dan terima kasih kepada PT PLN Wilayah NTT dan Dandrem yang telah menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap kegiatan dan program keummatan Ponpes Hidayatullah Batakte di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, semoga Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte ini terus berkembang lebih baik lagi dan berkontribusi untuk pembangunan,” ungkap Ustadz Syaiful memungkasi. (hio/bs)

Pesan Imam Palestina pada Santri Hidayatullah Yogyakarta

Imam tarawih dari Palestina menyalami para santri Hidayatullah Yogyakarta / MT
Imam tarawih dari Palestina menyalami para santri Hidayatullah Yogyakarta / MT

Hidayatullah.or.id —- Bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, hari Selasa (01/07/2014) lalu para santri Hidayatullah kedatangan tamu istimewa dari Palestina.

Syeikh Mahmoud Abdul Kareem, imam asal Palestina ini menyempatkan mampir dan bersilaturrahmi dengan para santri terkait lawatannya di Indonesia dalam program Siraman Manis (Silaturrahim Ramadhan Imam-imam Palestina & Suriah) yang diselenggararakan relawan Sahabat Al-Aqsha.

Dalam pesannya, Mahmoud Abdul Kareem memberikan tips pada para santri tentang bagaimana menghafal Al-Qur’an dengan baik.

“Ikhlas dan menjauhi pencuri waktu,” katanya di hadapan puluhan Santri Pondok Pesantren Hidayatullah.

“Karena pencuri waktu adalah salah satu teman yang buruk,” lanjutnya.

Tentang ‘Pencuri Waktu’ ini ia mengisahkan kisah sahabat Ibnu ‘Abbas Ra, di mana pada umur 11 tahun, Ibnu ‘Abbas sudah digelari orang yang paling paham tentang Al-Qur’an. Sehingga sudah menjadi referensi tentang Al-Qu’ran. Apa yang dilakukan Ibnu ‘Abbas ketika teman-temannya mengajak untuk bermain?

“Saya tidak punya waktu untuk bermain-main,” demikian perkataan Ibnu ‘Abbas dikutip Syeikh Mahmoud Abdul Kareem.
Selain itu, pria yang akan berada di Indonesia selama sebulan untuk menjadi imam tarawih selama bulan Ramadhan ini juga menyampaikan pesan lain kepada santri Pondok Pesantren Hidayatullah.

“Hendaklah kalian memilih teman. Siapa yang bisa diajak menjadi teman. Karena agama seseorang itu bergantung agama temannya.”

Ia mengutip sebuah Hadis Rasulullah ShalAllah u ‘alaihi wassalam yang berbunyi, “Jika teman-teman kita baik , maka baik pula diri kita. Begitupun sebaliknya, jika teman kita buruk, maka kita bisa berubah menjadi buruk.”

“Layaknya berteman dengan penjual minyak wangi, maka kita akan terkena wanginya. Pun saat berteman dengan seorang pandai besi, kita bisa terpercik apinya,” begitu katanya.

Dalam acara ramah-tamah, ada salah seorang yang bertanya tentang kabar terkini Palestina.

“Seharusnya kalian semua bersyukur, karena kalian tidak seperti anak-anak Palestina. Anak-anak seusia kalian di Palestina tidak bisa mengecam pendidikan seperti ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, Syeikh Mahmoud Abdul Kareem ini akan berada di Yogyakarta selama 9 hari.

“InsyaAllah beliau akan menjadi imam shalat tarawih di masjid Jogokariyan selama di Yogyakarta ini,” kata Fanni Rahman, dari relawan Sahabat al Aqsha.*/Mahmud Thorif (Yogjakarta)

Tim Asesor BAN-PT Kunjungi STIE Hidayatullah Depok

akreditasi akuntansi 2Hidayatullah.or.id — Setelah sebelumnya Jurusan Manajemen menjalani Visitasi dari Tim Assesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), beberapa hari lalu (3-4 Juli 2014) giliran Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) menjalani visitasi dari Tim Assesor.

Seperti diketahui, visitasi merupakan rangkaian kegiatan akreditasi yang harus dijalani agar sebuah program studi mendapat akreditasi dari BAN-PT. Tujuannya adalah untuk melakukan validasi atas data yang disampaikan dalam Borang dengan fakta yang berlangsung dalam proses pendidikan.

Adapun tim Assesor yang ditugaskan untuk dalam visitasi ke jurusan akuntasi STIEHID kali ini adalah Bapak Sujoko Efferin, M.Com (Hons), MA, PhD yang juga merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Surabaya serta Ibu DR. Prihat Assih, Msi yang juga adalah Wakil Rektor II Universitas Merdeka Malang.

Ketua STIE Hidayatullah Dr Abdul Mannan, MM, dalam kesempatan pelepasan kepulangan tim assesor, mengatakan bagi pihak STIE Hidayatullah Depok kegiatan akreditasi ini adalah titik tolak untuk terus meningkatkan proses dan kualitas pendidikan.

“Apapun nanti penilaian Tim Assesor adalah masukan bagi STIE Hidayatullah untuk memperbaiki dan meningkatkan proses sehingga terlahir kualitas sarjana yang berkarakter sebagai modal untuk melakukan pembangunan dan perubahan bangsa”, demikian disampaikan Ketua STIE Hidayatullah Depok, DR. Abdul Mannan, MM.

Di tempat terpisah Dr. Abdullah selaku panitia akreditasi STIEHID menyampaikan bahwa semua bahan yang dibutuhkan dalam visitasi sudah disiapkan sesuai adanya.

Dia menjelaskan, karena ini sifatnya merekam proses, serta mencocokan data, bagi STIE Hidayatullah, visitasi dari tim assesor berjalan saja apa adanya. Prosesnya berjalan natural sebagaimana telah disampaikan dalam borang.

“Fakta dan datanya semua kami siapkan dan tadi sudah dijelaskan semuanya. Alhamdulillah lancar,” papar Abdullah. Kegiatan visitasi ini berlangsung selama 2 hari dengan sejumlah agenda sesuai dengan ketentuan dalam akreditasi BAN-PT.

Dr Sujoko Efferin adalah asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 23 Juni 2007. Bapak Sujoko menjadi asesor BAN-PT untuk program studi Akuntansi dan Manajemen.

DR. Prihat Assih, SE.,M.Si.Ak sendiri adalah asesor BAN PT yang pakar di bidang Ekonomi Pembangunan lulusan Universitas Gadja Mada (UGM) Yogyakarta. Karya karya ilmiah Prihat Assih kerap menghiasai jurnal-jurnal internasional dan nasional baik cetak maupun online.

Sebagaimana diketahui, BAN-PT adalah sebuah badan dari Departemen Pendidikan Nasional yang bertugas untuk melaksanakan penjaminan mutu eksternal seluruh perguruan tinggi di Indonesia. BAN-PT adalah juga anggota dari International Network for Quality Assurance Agency in Higher Education (INQAAHE).

Tugas asesor BAN-PT adalah melakukan evaluasi dan memberikan penilaian terhadap mutu penyelenggaraan program studi sesuai bidangnya di seluruh Indonesia, baik PTN maupun PTS. Dari hasil evaluasi dan penilaian tersebut, setiap program studi mendapatkan peringkat A, B, C, atau tidak terakreditasi. (ybh/hio)

Meneladani Kebersihan Islami Kampus Hidayatullah Morawa

kebersihan hidayatullah medan 2 kebersihan hidayatullah medan 3 kebersihan hidayatullah medan 4 kebersihan hidayatullah medan madrasah-aliyah-hidayatullah-medanHidayatullah.or.id — Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wassallam dalam suatu kesempatan pernah berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Sesungguhnya Allah itu mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang – orang yang bersih”. Di waktu lainnya Nabi juga pernah berpesan, “Sesungguhnya Allah itu mencintai keindahan”.

Demikianlah wasiat Rasulullah yang sudah banyak kita hafal di luar kepala dan sudah kita dengar sejak di Madrasah Ibtida’iyyah atau sudah sering kita dengar dari ceramah-ceramah para ustadz. Namun sejauhmanakah kita telah mengamalkan isi hadits Rasulullah saw tersebut?

Alhamdulillah, di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa Deli Serdang, Sumatera Utara, hadits tersebut tidak hanya dihafal oleh para santri, tetapi sudah mendarah daging dikalangan warganya. Mereka tidak mau hanya menghafalnya saja, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga tidak heran jika para santri di di sini senantiasa menjaga agar kebersihan kampus pesantren tetap terjaga setiap harinya. Setidaknya tiga kali dalam sehari para santri berkeliling kampus untuk melakukan kegiatan kebersihan, yaitu ba’da shubuh, setelah dhuhur dan selepas sholat ashar.

Ketua Yayasan Hidayatullah Tanjung Morawa, Ustadz Choirul Anam, menjelaskan bahwa selepas shubuh para santri melakukan kegiatan halaqah taklim, wirid Al-Ma’tsurat, serta belajar Al-Qur’an yakni Tahsin, Tartil, Tahfidz dan Tafsir serta Bahasa Arab.

“Para santri kemudian bubar meninggalkan masjid. Tetapi tidak langsung menuju asrama melainkan semua dikomando oleh Dewan Santri untuk keliling kampus untuk melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan baru kemudian ke asrama untuk mandi, ganti pakaian , sarapan dan persiapan berangkat ke sekolah sesuai dengan jenjang masing-masing,” kata Chorul Anam kepada media ini, ditulis Senin (07/07/2014).

Pada tengah hari setelah sholat Dhuhur berjama’ah, para santri kembali belajar terjemah dan tafsir Al-Qur’an. Bubar dari masjid mereka tidak langsung menuju asrama melainkan semuanya dipimpin oleh Dewan Santrinya untuk keliling kampus membawa sapu lidi dan ada yang membawa gerobak sampah untuk melakukan sweeping sampah sampai ke sudut-sudut kampus.

“Barulah setelah itu mereka menuju asrama untuk berganti pakaian kemudian makan siang di dapur umum,” ungkap Choirul seraya menambahkan kegiatan ini dirutinkan sejak dahulu kala untuk menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan kepada santri.

Sementara pada sore hari usai shalat jam’ah Ashar para santri membaca wirid al-Ma’tsurat, menghapal Al-Qur’an, serta belajar Bahasa Arab kemudian bubar dengan cara yang sama seperti Shubuh dan Dhuhur. Mereka lalu berkeliling kampus mencari dimana saja ada sampah untuk dipungut, disapu, dikumpulkan dan dimasukkan kedalam gerobak untuk dibuang ke tempat sampah.

“Begitulah yang selalu terjadi setiap hari, sehingga kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan ini dikenal sebagai kampus yang bersih dan teduh,” ungkap Choirul bangga.

Choirul tidak bicara tanpa bukti. Setidaknya itulah yang selalu terdengar dari komentar para pengunjung di pesantren ini, apakah sebagai tamu atau orangtua santri yang sedang mengunjungi putra-putri mereka yang sedang mondok di sini.

Tradisi yang selalu ditumbuhkan itu, jelas Choiril, memang merupakan tujuan para pengelola dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan bahwa setiap ajaran agama yang sudah dipelajari jangan sampai hanya menjadi tambahan pengetahuan saja.

“Seperti pentingnya menjaga kebersihan dalam Islam, (ini) jangan hanya dihafal dan diketahui saja, tetapi harus menjadi amalan kebiasaan sehari-hari. Kita tidak ingin almu pengetahuan agama yang sudah diketahui oleh santri nantinya hanya menjadi sampah di otak saja, karena tidak diamalkan,” jelas Choiril Anam.

Budaya menjaga kebersihan 3 waktu di Kampus Hidayatullah Morawa ini sempat membuat sejumlah pengunjung heran. Pasalnya, santri dan warga selalu serempak setiap 3 waktu tersebut untuk melakukan pembersihan kampus. Hanya sekali komando, langsung go!. Ini pula yang kemudian membuat banyak orangtua yang tertarik memilih memasukkan anaknya ke kampus pendidikan integral ini.

Kultur kebersihan yang digalakkan oleh Kampus Hidayatullah Medan patut juga ditiru oleh kampus kampus Hidayatullah lainnya di seluruh nusantara. Agar peradaban Islam tentang masalah kebersihan benar-benar merealisasi dan mendorong umat manusia semakin rindu dengan terbangunnya budaya mulia ajaran Islam. Semoga. (ybh/hio)

Mushida Surabaya Gelar Bazar untuk Masyarakat

muslimah hidayatullah surabaya 2 muslimah hidayatullah surabaya 3 muslimah hidayatullah surabayaHidayatullah.or.id — Bulan Ramadan menjadi bulan berkah bagi masyarakat. Seperti di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya contohnya. Masyarakat sekitar pesantren dimanjakan belanja supermurah dalam sebuah kegiatan berkonsep kekeluargaan dan penuh kekerabatan. Kegiayan ini digelar oleh Muslimat Hidayatullah Surabaya.

Ribuan orang berjubel di halaman pesantren yang beralamat di Jalan Kejawan Putih Tambak, Mulyorejo, Kamis lalu (3/07/14) lalu. Semua bertransaksi jual beli di acara bazar Ramadan ini.

Beragam barang dijajakan di acara bazar Ramadan. Mulai kebutuhan dapur, pakaian, kebutuhan kesehatan, hingga digelar pula cek darah gratis.

Menurut Ketua Panitia, Syamsul Alam, kegiatan ini sekaligus momen saling berbagi kepada masyarakat sekitar. Masyarakat diundang mengikuti kegiatan ini.

Warga juga diberitahu bahwa barang di bazar Ramadan harganya super murah dan tentu tetap berkualitas.Satu paket kebutuhan dapur hanya 15 ribu. Isinya, gula, beras, minyak, teh dan lainnya.

“Jadi sangat murah,” kata Syamsul Alam.

Yang lain, berbagai jenis kebutuhan pakaian juga dijual. “Seperti baju hanya seribu rupiah. Padahal masih bagus,” kata Syamsul.

Untuk menjajakan barang-barang ini dibantu para siswa SMP Putri Luqman al Hakim.

Kegiatan ini terintegrasi agar para siswa belajar entrepreneurship dan memahamai bagaimana membangun silaturrahim dan hubungan yang baik dengan siapa saja.

Selain bazar, juga diadakan pengobatan gratis dan cek darah kerjasama dengan laboratorium Pramita Surabaya.

“Cek darah ini jauh dari estimasi kami, peminatnya melebihi kuota,” pungkas Syamsul. (hio/ybh)

Kader Hidayatullah Didorong Harus Rakus Baca Buku

Satria-dan-AbdurrahmanHidayatullah.or.id -– Ketua Ikatan Guru (IGI) Satria Dharma menantang santri dan warga Hidayatullah untuk rajin membaca buku. Setiap orang, katanya, bisa membaca 1 buku tiap bulan, alias 12 buku setahun.

Tantangan ini diladeni Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad. Ia berharap, jamaahnya, terkhusus di Kampus Pusat Gunung Tembak, sering-sering membaca buku.

“Kalau Pak Satria setiap tahun bisa membaca 12 buku, maka orang-orang Gunung Tembak bukan 12 buku setiap tahun, (tapi) sepuluh kali lipat dari itu,” ujar Kyai Rahman pada acara Tasyakuran Kelulusan dan Penugasan Santri Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Angkatan XXII di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, belum lama ini.

Menguatkan tantangannya, Satria pada hari itu menyumbangkan buku-buku kepada Hidayatullah sebanyak 20 kilogram. Pemberian ini dinilai Ustadz Abdurrahman sebagai karunia yang harus dimanfaatkan jamaahnya.

“Ada karunia harus 10 kali lipat. Bahkan lebih daripada itu, bighoiri hisab (tanpa perhitungan. Red),” ujarnya, sebagai dalih meladeni tantangan Satria.

Beliau pun menjelaskan, membaca merupakan salah satu langkah membangun peradaban Islam. Sebagaimana wahyu pertama dalam surat al-’Alaq, “Iqra’! (Bacalah!)”.

“Al-Qur’an itu bacaan, maka dia harus dibaca. Ke mana-mana kita bawa al-Qur’an. Al-Qur’an ini pedoman untuk membaca apa saja. Membaca yang terlihat dan tidak terlihat. Kalau ada spirit al-Qur’an, sehingga memang apa saja mau dibaca,” ujar Kyai Rahman berpesan.

“Bacalah budaya Indonesia ini. Pelototi budaya yang berkembang di Indonesia ini. Indonesia ini kaya dengan budaya, kaya dengan suku-suku bangsa,” lanjutnya.

Pelopori Masjid Perpustakaan

KH Abdurrahman pun mengaku, tantangan Ketua IGI membuatnya lebih bersemangat menyelesaikan pembangunan gedung baru Masjid ar-Riyadh di Gunung Tembak. Sebab, di puncak masjid tersebut akan dijadikan perpustakaan.

“Kita ingin menjadikan Masjid (di) Gunung Tembak ini sebagai pelopor pembangunan masjid perpustakaan, sebelum didahulukan orang (lain). Tapi kalau Pak (Satria) Dharma mau mendahului, silakan, siapa tahu masjidnya sudah ada,” lanjut kyai yang dikenal dekat dengan santri ini.

Sementara Satria mendorong jamaah pesantren untuk giat membaca. Sebab, menurutnya, membaca merupakan perintah Allah, bukan sebatas anjuran.

“Pesantren seharusnya menjadi komunitas yang paling banyak membaca. Nantinya setelah ini Pondok Pesantren Hidayatullah menjadi pondok yang paling banyak membaca sedunia. Ini saya bawa buku 20 kg untuk Hidayatullah,” ujarnya berharap. (skr/hio)