Beranda blog Halaman 679

Gadis-gadis Makassar Minati Pesantren Hidayatullah Malang

Pesantren Hidayatullah Malang ternyata diminati anak-anak perempuan dari Makassar. Puluhan santriwati di pesantren putri yang terletak di Jl Raya Apel Kota Malang, Jawa Timur, ini berasal dari Makassar dan kota-kota lainnya di Sulawesi Selatan.

”Ada puluhan santriwati  pesantren ini berasal dari Makassar dan daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Kami datang belajar di sini karena pesantren ini termasuk yang terbaik. Santriwatinya tidak hanya diajari ilmu agama Islam tetapi juga pelajaran umum lainnya dengan baik,” kata santriwati ketika ditemui Tasman Banto dari Tribun Timur di depan kompleks pesantren mereka, Kamis malam.

Para santriwati pesantren ini selalu tampil mengharumkan nama Malang dan Jawa Timur. Mereka sering mengikuti berbagai lomba, seperti lomba matematika, bahasa Inggris dan lomba mata pelajaran umum lainnya dan selalu menjadi juara pertama.

Pesantren Hidayatullah termasuk salah satu pesantren terbaik di Kota Malang. Tidak heran santrinya kebanyakan berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara selain berasal dari berbagai kota lainnya di Kalimantan dan Jawa.

Yang menarik, para santrwati yang berasal dari Makassar justru adalah anak-anak orang kaya. Demikian pula para santri dari Palu dan Kalimantan adalah mereka yang tergolong orang-orang kaya. Mereka menyekolahkan anaknya di pesantren ini karena para santriwati tidak sekadar dicecoki dengan pelajaran agama Islam tetapi juga pelajaran umum seperti sekolah lainnya.

Ada pula enam santriwati asal Papua. Mereka kebetulan berasal dari keluarga kurang mampu dan pesantren menyekolahkan mereka secara gratis.

Para santriwati yang berprestasi justru diberikan beasiswa untuk belajar ke luar negeri. Misalnya, beberapa santrinya belum lama ini dikirim belajar ke Jerman, Kairo dan negara-negara lainnya. Di pesantren ini para santriwati juga diajari beberapa bahasa asing selain bahasa Arab, juga bahasa Inggris, dan bahasa Jerman.

Sekitar sebulan lalu pesantren ini baru saja menerima santri baru. Selama sebulan mereka dikarantina di dalam kompleks pesantren dan belum diizinkan keluar. Tetapi seminggu sebelum lebaran para santri akan dijemput keluarganya untuk kembali ke daerahnya masing-masing dan kembali ke pesantren seminggu setelah lebaran. (tbt/hio)

Petinggi Fasharkan TNI AL Kunjungi Ponpes Hidayatullah Distrik Prafi

Kepala Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL Manokwari, Provinsi Papua, Kolonel Laut (T) Eriawan, SE didampingi istri melakukan anjangsana silaturrahim ke Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari Distrik Prafi, Ahad (21/07/2013) lalu.

Pada kesempatan itu, Kafasharkan menyerahkan sejumlah bantuan fisik, kitab suci Al-Quran, dan peralatan sekolah.

Kafasharkan dan istri bertatap muka dengan pimpinan dan pengasuh pondok serta anak didik/santriwan-santriwati. Kunjungan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jalasenastri ke-67. Disamping itu, kata Eriawan, kunjungan pihaknya ini juga dalam rangka memperkuat ukhuwah islamiah.

“Mungkin dengan kunjungan ini dapat melihat situasi dan Isya Allah, kalau ada rejeki kami bisa berkunjung lagi,” tuturnya sumringah.

Kepada santriawan-santriawati, Kafasharkan berpesan dan berharap agar dapat belajar dengan tekun dan rajin. Pendidikan merupakan modal untuk menghadapi tantangan yang makin kompetitif.

“Kita boleh merencanakan setinggi langit, namun tanpa ada rahmat dari-Nya tidak bisa apa-apa. Jadi, adik-adik mesti belajar giat dan berdoa,” tukasnya di hadapan para santri.

Sementara itu, Ketua Jalasenastri Cab IV Fasharkan TNI AL Manokwari, Ny Eriawan menyatakan, kunjungan ini untuk melihat dari dekat Pondok Pesantren Hidayatullah yang telah turut serta membangun Papua.

Ia berharap dari kunjungan ini para santriawan-santriawati lebih terpacu untuk belajar serta menjadi anak yang sholeh dan sholeha. “Kita berharap peningkatkan potensi anak bangsa jauh lebih baik,” tandasnya.

Masyarakat Hadiri Launching Pesantren Hidayatullah Taliwang

Masyarakat dan puluhan aktivis dakwah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Propinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Taliwang hadir dalam peresmian Pondok Pesantren Hidayatullah Taliwang, Juli lalu. Beberapa di antara mereka adalah Ustad M. Jalaluddin,M.Pd.I bersama Ustad Saparwadi,S.Adm dan Ustad Winarta Hidayat,S.Kep.

Juga para aktivis  dakwah lainnya  yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemda KSB merintis berdirinya Pesantren Hidayatullah Taliwang KSB.

Launching pendirian Pesantren Hidayatullah Taliwang KSB dilaksanakan bulan Juni 2013, bertempat di Masjid Attaufiq Kelurahan Telaga Bertong.PP_Taliwang

Acara tersebut dirangkai dengan pembukaan program tahsin al Qur’an, qira’atil Qur’an, dan majlis taklim. Ada juga pemberian santuan kepada para jompo dan dhuafa di wilayah kelurahan telaga bertong.

Inisiator pendirian Pesantren Hidayatullah Taliwang KSB, Zulkipli,SE,MM dalam sambutannya mengajak beberapa aktifis dakwah di Taliwang untuk melakukan kerja konkrit dakwah dan pendidikan di kabupaten yang terkenal dengan perusahaan tambang Newmont Nusa Tenggara tersebut.

Kehadiran lembaga pendidikan agama ini berawal dengan kegiatan pembinaan tahfiz Qur’an di rumah tahfiz yang menempati rumah M. Jalaluddin. Setelah itu  diikhtiarkan untuk membebaskan lahan di Kelurahan Telaga Bertong Taliwang.

Melalui program wakaf tunai pembebasan lahan untuk pesantren dimulai.  Ustadz M.Jalaluddin rutin melakukan bersilaturrahim untuk mengajak ummat Islam lainnya berpartisipasi berwakaf tunai, mulai dari Rp.75.000/meternya.

Hingga saat ini, sudah terkumpul Rp 10.500.000 sejak program wakaf tunai digulirkan. Mengingat pembebasan lahan lembaga ini masih membutuhkan dana besar, sekitar  Rp.210.000.000, diharapkan ummat Islam bersedia berwakaf untuk pesantrendengan menghubungi M.Winarta Hidayat di nomor ponsel 081917667340.*/PD Taliwang*

Sulbar Gencar Vitalisasi dan Implementasi Piagam Gunung Tembak

Untuk misi sukses peningkatan pelayanan terhadap tarbiah keumatan, seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hidayatullah di Propinsi Sulawesi Barat serempak memaksimalkan momentum bulan Ramadhan tahun ini sebaik-baiknya.

Di mobilisasi DPD Hidayatullah Kabupaten Mamuju Utara, diakan agenda “Pesantren Ramadhan Smart” bergilir di 4 tempat cabang Hidayatullah, yakni di Kampus Pasangkayu, Baras, Taranggi dan Bulubonggu.

“Kita musti ambil bagian dalam pembinaan umat, dan (Pesantren Ramadhan Smart) ini yang bisa kita lakukan secara kontinyu,” jelas Muhajirin, Ketua DPD Hidayatullah Mamuju Utara.

Dimulai sejak hari ke-4 Ramadhan itu dilakukan oleh tim DPD Hidayatullah Mamuju Utara. Menurut data panitia tercatat sekitar 200 peserta di empat tempat mengikuti acara rutin tahunan ini.

Acara serupa juga dilakukan di DPD Mamuju, meski pesertanya masih dominan santri karena difokuskan pada materi wawasan keislaman dan kelembagaan Hidayatullah.

Ketua PW Hidayatullah Sulbar Abu Bakar Muis menjelaskan, tujuan agenda ini senantiasa digulirkan agar santri beribadah sesuai tuntunan Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya. Sekaligus mendidik mental cikal bakal pemimpin yang matang dan berdaya saing di masa mendatang.

“Ini kami rancang sedini mungkin agar mereka sudah terbiasa dengan tradisi kelimuan dan memiliki kepribadian yang siap tugas,” sahut dia.

Sama dengan DPD lainnya, Majene mengadakan kegiatan serupa sejak awal Ramadhan hingga pertengahan. untuk selanjutnya memaksimalkan i’tikaf pada akhir bulan puasa ini.

Selain itu acara ini juga melibatkan peserta dari sekolah lain. Pesantren Ramadhan yang dilakukan di Kampus Hidayatullah Kabupaten Polewali Mandar juga menentukan pertengahan bulan ini sebagai akhir kegiatan rutin tahunannya. Adapun materi secara umum yang disampaikan sama, yaitu ilmu Tauhid, sejarah para Nabi, fiqih ibadah dan seputar puasa Ramadhan.

“Alhamdulillah, seluruh ikhwan dan kader Hidayatullah se-Sulbar merespon sepenuhnya maklumat Piagam Gunung Tembak dari pusat, yaitu maksimalkan tadarrus, qiyamul lail, tarbiyah dan meningkatkan pelayanan umat,” demikian ditegaskan Ustadz Abu Bakar Muis. (Laporan wartawan www.Hidayatullah.or.id di Sulawesi Barat, Muhammad Bashori)

Jaga dan Tingkatkan Tradisi Salam di Lingkungan Kampus

Tentu ada nilai lebih pada pola ketika sekolah menerapkan sistem pembelajaran berbasis Tauhid sesuai tuntunan Ilahi. Tidak hanya pada tujuan pencapaian hasil pembelajaran, juga menitik beratkan pada proses pembelajarannya.

Hal itu dikatakan Kepala Sekolah Lembaga Pendidikan Islam Integral Hidayatullah (LPIH) Mamuju, Herman DJ, S.Sos.I. Herman mengatakan, yang jelas terlihat adalah ucapan salam di antara siswa dan sholat jamaah di masjid sekolah, selain tradisi tadarrusnya saat di bulan puasa.

“Tradisi ini sudah menjadi warna Hidayatullah. Sehingga kalau tidak terbangun ini tradisi maka bukan Hidayatullah namanya,” kata Herman kepada Hidayatullah.or.id, Kamis (18/07/2013).

LPIH dengan sejumlah lembaga pendidikan yang dibawahinya, sejak berdirinya hingga kini terus melakukan inovasi, pembenahan, dan evaluasi pada semua aspek khususnya pada bidang program. Begitu juga TK Al-Furqan Mamuju dibawah lembaga yang sama.

Salah satu agenda upgrading SDM LPIH Mamuju dalam rangka peningkatan kualitas ulumuddin guru dan karyawan, akan diadakan kegiatan fokus injeksi spirit mulai tanggal 13 Juli hingga 22 Juli mendatang.

Kegiatan upgrading itu dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat, Ustadz Drs. Abu Bakar Muis. Acara ini melibatkan sedikitnya 35 peserta digelar di salah satu ruang belajar SD Hidayatullah Mamuju sebagai tempat kegiatan.

Dihadapan peserta, Ustadz Abu Bakar mengatakan, “Upaya peningkatan ulumuddin ini adalah kultur lembaga kita. Di mana pun posisi dan tugas kita. Karena menjadi standarisasi tiap individu guru dan karyawan yang sekaligus dai”.

Di kesempatan yang sama, Ketua LPIH Mamuju Herman, mengatakan supaya setiap guru di sekolah ini memahami tugas dan fungsinya sebagai dai yang betugas mentransformasikan nilai-nilai Tauhid ke dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya ini menjelaskan, kegiatan serupa dilakukan secara periodik pekanan, bulanan dan setiap semester. Diikuti semua tenaga pengajar di sekolah-naungan naungan LPIH yakni pada jenjang TK, SD dan SMP serta Salafiyah Wustha – jenjang formal program Kementrian Agama- dengan materi upgrading tentang kualitas sistem pembelajaran dan kualitas guru secara umum.

Memanfaatkan momen bulan puasa tahun ini, LPIH Mamuju lebih menekankan pada penguatan ilmu-ilmu agama yang disampaikan secara lengkap oleh murabbi wilayah Drs. Muhammad Naim dan Muhammad Taufik Malik, S.Sos.I. dengan materi utama pengenalan pada manhaj lembaga yakni Sistimatika Nuzulnya Wahyu (SNW). Adapun tahsin qiraah, tauhid dan fiqih disampaikan setiap usai meteri. (Laporan wartawan www.Hidayatullah.or.id di Sulawesi Barat, Muhammad Bashori)

Mobil Out of Control, Rombongan Safari Ramadhan Hidayatullah Balikpapan Selamat

Jalan poros Balikpapan-Samarinda kerap dijuluki “jalur tengkorak”. Tak terhitung kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur yang menghubungkan dua kota utama Kaltim ini. Selasa (16/7) sore, meski tak sampai menelan korban jiwa, kecelakaan tunggal menimpa mobil yang mengangkut rombongan Safari Ramadan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Balikpapan.

Insiden terjadi di Jalan Soekarno-Hatta Km 59 dari arah Balikpapan menuju Samarinda sekira pukul 15.30 Wita. Mobil Toyota Kijang Rover dengan nomor polisi KT 1456 DG mengalami out of control setelah ban belakang sebelah kiri pecah. Mobil yang dikendarai Tangguh (36) itu sontak oleng ke jalur berlawanan, dan akhirnya terperosok ke semak-semak tepi jalan dan berhenti setelah menabrak pohon.

“Waktu saya melintas, kelihatannya kejadiannya baru saja. Mereka langsung keluar dari dalam mobil yang terbalik tersebut,” ujar seorang saksi mata seperti dikutip harian lokal, Kaltim Post.

Ya, sang sopir memang selamat. Begitu pula tiga penumpangnya; Muh Soleh (38), Aswan (16), dan Hasan (21). Namun bagian depan dan sisi kanan mobil rusak parah. Mobil berhasil dievakuasi pihak kepolisian sekira pukul 17.00 Wita.

Diketahui, para aktivis Hidayatullah ini hendak menuju Samarinda dalam rangkaian misi Safari Ramadan. Selain ke Kota Tepian, mereka juga rencananya melawat ke beberapa daerah, seperti Tenggarong, Bontang dan Sangatta.

“Tiba-tiba ban belakang mobil pecah, kemudian mobil tidak bisa dikendalikan dan oleng ke jalur sebelah kanan. Untung saja tidak ada kendaraan dari arah berlawanan. Mobil terperosok ke parit dan akhirnya menabrak pohon,” tutur Muh Soleh, salah seorang penumpang, saat dikonfirmasi Kaltim Post.

Kapolres Kukar AKBP Abdul Karim melalui Kasubbag Humas Polres Kukar AKP Suwarno berharap agar para pengguna jalan bisa lebih berhati-hati di jalur tersebut. “Karena aktivitas pengguna jalan diperkirakan akan meningkat menjelang Lebaran,” ujar dia.

Dalam beberapa waktu terakhir, Kaltim Post mencatat beberapa kejadian menonjol kecelakaan di jalan poros Balikpapan-Samarinda. Tanggal 20 Juni lalu, terjadi tabrakan bus dengan mobil Innova. Pada insiden itu pengemudi Innova tewas di lokasi kejadian, Km 62. Sebelumnya, setahun silam, di Km 57 juga terjadi tabrakan Xenia dengan truk yang mengakibatkan 9 nyawa melayang. (kp/hio)

Hidayatullah Diharap Cetak Kader “Tafaqquh Fiddin”

Rabu, 17 Juli 2013 11:05

DI USIANYA yang ke-40 tahun, Hidayatullah dituntut untuk terus melanjutkan kiprah dan meneruskan pangabdiannya dalam perannya sebagai pondok pesantren, lembaga dakwah dan pendidikan, serta gerakan sosial pemberdayaan.

Demikian harapan yang disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA.

Profesor Kamaruddin yang putra Bontang, Kaltim, ini mengatakan pihaknya berharap Hidayatullah terus berkontribusi dalam pembangunan dalam rangka mencerdaskan anak anak bangsa t erutama dalam hal pendidikan karakter.

“Hidayatullah diharapkan membidangi lahirnya pola pendidilkan karakter yang universal, sebab karakter harus strong untuk pembangunan bangsa yang powerfull,” kata Kamaruddin Amin, mengapresiasi helatan Silatnas Hidayatullah.

Kata Kamaruddin, pihaknya menaruh harapan besar kepada Hidayatullah dalam perannya membangun bangsa, utamannya pada dimensi tafaqquh fiddin atau pendalaman terhadap nilai dan ilmu ilmu agama Islam.

“Dengan penguatan pada dimensi itu, kita berharap Hidayatullah dapat melahirkan ulama yang berakarakter. Karena ulama sudah semakin langka,” kata lulusan S3 Rheinischen Friedrich Wilhelms Universitaet Bonn, Jerman ini.

Namun tentu saja, lanjut Ketua MUI Sulawesi Selatan, ini dirinya menyarankan Hidayatullah tidak saja fokus pada dimensi tafaqquh fiddin semata. “Saya kira hal ini sudah core, ini inti. Jadi sudah pasti dan harus,” tegasnya.

Maka selain dari itu, lanjut dia, Hidayatullah juga harus terus membangun dialog dengan elemen-elemen bangsa, peduli pada persoalan-persoalan kemanusiaan seperti perbaikan moral dan pendidikan bangsa, tandasnya. (ybh/hio)

“Abdullah Said Tokoh Besar Kaltim”

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyebut pendiri Pondok Pesantren Hidayatullah, almarhum Ustadz Abdullah Said, sebagai tokoh besar Kaltim yang harus dilanjutkan pekerjaannya.

“Abdullah Said adalah salah satu tokoh besar yang tercatat dalam sejarah Kalimantan Timur. Beliau adalah tokoh yang harus kita hormati, tokoh yang sangat cerdas, dan kita wajib melanjutkan apa yang telah beliau rintis,” kata Awang Faroek Ishak saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah di Emberkasi Asrama Haji, Batakan, Balikpapan, Kamis (20/06/2013).

Kata Awang, dengan kiprah dan kerja keras Abdullah Said, Hidayatullah kini menjadi sebagai salah satu ikon Kalimantan Timur. Sebab, biasanya, kata dia, pesantren pesantren besar lahirnya di pulau Jawa baru menyebar ke seluruh nusantara.

“Kalau di Jawa Timur ada Gontor, maka di Kalimantan Timur ada Hidayatullah yang telah menyebar ke pelosok nusantara. Hidayatullah merupakan organisasi kegamaan yang telah eksis di Indonesia,” kata Awang di hadapan lebih 700 pengurus PW dan PD Hidayatullah.

Pada kesempatan itu Awang juga menceritakan ia menyaksikan sendiri bagaimana Abdullah Said mulai merintis pembangunan pesantren ini. Bahkan ia tahu persis sejarah proses administrasi berdirinya termasuk dukungan Gubernur kala itu, Abdul Wahab Sjahranie

“Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri perjuangan beliau,” ungkapnya.

Awang melanjutkan, dirinya selama ini mengetahui bahwa visi dan misi Hidayatullah adalah sebagai salah satu lembaga pengembangan keagamaan yang menyelenggarakan kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial “Itu patut untuk kita dukung,” kata dia.

Selama ini, jelasnya, Hidayatullah telah membuktikan diri dengan kerja keras untuk mengembangkan pemikirannya dalam rangka pembangunan dan pembinaan umat.

Oleh karena itulah, kata Awang, pemerintah mengharapkan Hidayatullah bisa terus mengevaluasi apa-apa saja yang sudah dilaksanakan serta yang belum terlaksanakan. Apa yang kurang baik, diperbaiki menjadi lebih baik lagi.

“Dan saya pasti selalu memberikan dukungan terhadap semua program program Hidayatullah,” ujarnya.

Awang mengaku juga telah menghimbau kepada perangkat pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim untuk mendorong program program keummatan yang digagas oleh Hidayatullah.

“Yang penting Hidayatullah tidak berpolitik, tapi saya tahu Hidayatullah tidak buta berpolitik,” selorohnya.

Dalam pada itu, Awang mendorong Hidayatullah untuk terus turut serta meningkatkan kualitas hidup beragama, peningkatan kualitas kerukunan hidup beragama, peningakatan kualitas pendidikan agama, dan peningkatan kualitas ibadah haji. Selain itu pihaknya mengharapkan Hidayatullah terus turut serta menciptakan situasi aman dan damai.

Kata Awang, pembangunan harus menyeluruh, baik fisik, mental, maupun spiritual. Untuk itu diperlukan kerja kolektif untuk pembangunan aspek-aspek tersebut selain sisi kesejahteraan masyarakat (prosperity). Karena pada dasarnya, prinsip membangun untuk semua (development for all) tidak ada gunanya apabila sebagian rakyat atau kelompok di dalam masyarakat ada yang termarjinalkan.

“Saya mengajak keluarga besar Hidayatullah untuk mengambil tanggungjawab kolektif ini,” imbuhnya.

Awang menandaskan, Hidayatullah hendaknya dapat mengetengahkan eksistensinya sebagai organisasi yang mempelopori terciptanya kehidupan yang aman dan damai dengan turut serta meningkatkan persatuan dan kesatuan di dalam masyarakat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Hidayatullah, Abdul Mannan, di kesempatan yang sama mengatakan Hidayatullah lahir dari ide sederhana dari seorang anak muda yang bernama Abdullah Said yang masih berusia 20-an.

“Hidayatullah benar-benar murni lahir dari sebuah ide, dengan modal semangat heroik, yang digembleng dengan banyak organisasi yang melatari pendirinya. Seorang ideolog sejati yang membuat kita mengerti Islam yang sebenarnya,” kata Abdul Mannan.

Abdul menyebutkan, Hidayatullah saat ini telah menjadi organisasi massa dengan 33 pimpinan wilayah, 296 pimpinan daerah tingkat kabupaten atau kota, dengan ratusan amal usaha berupa pesantren, sekolah, dan panti asuhan.

Hidayatullah secara reguler meluluskan mahasiswa di bidang pendidikan dan dakwah, hukum Islam, dan ekonomi. Setiap tahunnya, kata Abdul, Hidayatullah sukses meluluskan sedikitnya 320 mahasiswa sarjana kader dai.

“Mereka kita sebar ke seluruh Indonesia. Sebagian kemarin sebelum dilepas ke daerah-daerah, mereka kita nikahkan,” terang Abdul.

Selain itu, ada juga unit pencarian dan penyelamat, SARNAS Hidayatullah, yang telah menginisiatori pengibaran bendera merah putih 1000M2 terpanjang di dunia di Pantai Lamaru, Balikpapan, belum lama ini. (ybh/hio)

Tabligh Akbar Pesantren Hidayatullah Morawa Dihadiri Berbagai Lapisan Masyarakat

Berbagai lapisan masyarakat dan Warga Desa Bandar Labuhan menggelar pengajian akbar di Pondok Pesanteren Hidayatullah, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjungmorawa, Senin (15/7/2013) lalu. Gelaran tabligh akbar ini dihadiri ribuan berbagai unsur elemen masyarakat, warga sekitar pesantren, dan jamaah Hidayatullah.

Kepala Desa Bandar Labuhan Hajeman mengatakan, sebelum menggelar pengajian akbar di Pondok Pesantren ini, malam harinya dilaksanakan buka puasa bersama dengan tokoh masyarakat dan warga masyarakat, sekaligus menggelar Safari Ramadhan.

Camat Tanjungmorawa Drs Teddy Bachtari, mengatakan kegiatan pengajian akbar ini yang setiap bulannya dilaksanakan dan pada hari ini pengajian akbar bergilir di Desa Bandar Labuhan.

 

“Dengan pengajian ini guna membangun keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Untuk itu mari, kita bangkitkan keimanan dan ketakwaan kita,” kata Teddy.

Dikatakan dia, sebentar lagi di Deliserdang ini akan ada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, maka ia menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Tanjungmorawa agar dapat menyukseskannya.

Sedangkan Isri Bupati Deliserdang, Ny Anita Amri Tambunan yang hadir dalam acara pengajian akbar tersebut mengatakan, kepada seluruh warga masyarakat Deliserdang agar terus bersatu membangun Deliserdang lebih maju ke depannya.

“Dengan semangat keimanan kita, mari kita bersatu dalam membangun di Deliserdang ini agar Deliserdang dapat lebih dan sejahtera rakyatnya,” katanya.

Setelah acara pengajian akbar, acara di lanjutkan dengan pemberian tali asih kepada bilal mayit serta kaum dhuafa. (mbd/hio)

Ribuan Muslimin Hadiri Tabligh Akbar di Hidayatullah Medan

Pondok Pesantren Hidayatullah Medan mengadakan acara Tabligh Akbar Ramadhan yang dihadiri lebih dari seribu jamaah, Ahad (15/07/2013 ) kemarin.

Acara yang berlangsung di Lapangan Terbuka Kampus Terpadu Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa ini di hadiri oleh Bupati Deli Serdang Drs. Amri Tambunan, Camat Tanjung Morawa, tokoh masyarakat dan alim ulama serta 1000 orang pengunjung.

Ketua Yayasan Hidayatullah Medan Ustadz Choirul Anam mengatakan gelaran acara ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana mengisi Ramadhan dengan amal shaleh.

“Semoga Ramadhan yang dijalankan mendapatkan keberkahan dan diterima di sisi Allah Subhanahu Wata’ala,” kata Ustadz Choirul Anam.

Dai murah senyum dan selalu riang ini mengingatkan agar puasa Ramadhan yang hanya sekali dalam setahun dapat dimaksimalkan oleh umat Islam. Agar kelak melahirkan sosok manusia yang benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT yang pada akhirnya berpengaruh positif terhadap kehidupan sosial, harapnya.

Tabligh Akbar yang dipadati ribuan hadirin ini terlaksana dengan baik dan lancar atas kerjasama antara Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan dengan Pemerintah Tingkat II Kabupaten Deli Serdang, Sumtera Utara.