
TENGGARONG (Hidayatullah.or.id) — Santri dan guru dari sejumlah lembaga pendidikan Hidayatullah kembali menorehkan prestasi dalam Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Ajang tersebut digelar di MAN 2 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (29/08/2026).
Dalam kompetisi yang mempertemukan pelajar dan guru dari berbagai lembaga pendidikan tersebut, keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah berhasil meraih sejumlah juara pada kategori Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Guru.
OBA merupakan ajang tahunan yang menjadi ruang pengembangan kemampuan Bahasa Arab bagi peserta didik dan guru. Kompetisi ini diikuti lembaga pendidikan dari berbagai jenjang, mulai SD hingga SMA sederajat, baik boarding maupun non-boarding.
Pada OBA tingkat Provinsi Kalimantan Timur, peserta dari Hidayatullah mengikuti kategori MTs, MA, dan Guru. Untuk kategori MTs dan MA, peserta Hidayatullah berasal dari sekolah boarding, sementara kategori Guru terbuka untuk seluruh peserta.
Borong Sejumlah Juara
Pada kategori MA, santriwati MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putri, Hafidzah Airina Anwar, berhasil meraih Juara 1. Capaian tersebut sekaligus mengantarkannya untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.
Prestasi serupa juga diraih MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putra dengan meraih Juara 3 dan Juara Harapan 3.
Pada kategori MTs, Ma’had Tahfizul Qur’an Ahlus Shuffah Gunung Binjai berhasil meraih Juara 1. Sementara MTs Raadhiyatan Mardhiyyah Putri meraih Juara 2 dan Juara Harapan 1.
Adapun pada kategori Guru, prestasi diraih MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putra sebagai Juara 1, MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putri sebagai Juara 2, serta Ahlus Shuffah Gunung Binjai sebagai Juara Harapan 2.



Lanjut ke Tingkat Nasional
Capaian tersebut sekaligus membuka jalan bagi para juara untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional. Berdasarkan ketentuan OBA, juara 1–3 pada jenjang MTs dan MA serta juara 1–4 kategori Guru berhak mewakili Kalimantan Timur pada kompetisi tingkat nasional.
Dengan demikian, sejumlah santri dan guru Hidayatullah akan kembali membawa nama Kalimantan Timur pada panggung nasional.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi capaian kompetitif, tetapi juga menunjukkan hasil dari pembinaan Bahasa Arab yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan Hidayatullah.
Bahasa Arab ditempatkan bukan sekadar sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an dan khazanah keislaman.
Dari ruang kelas, halaqah, dan pembinaan yang konsisten, para santri terus didorong untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berprestasi di berbagai level.
Kepala SMH Raadhiyatan Mardhiyyah Putri, Ustadzah Najmatun Nahdhah, menyampaikan apresiasi atas capaian para peserta.
“Barakallahu fiikum. Semoga langkah para juara dimudahkan dan prestasi terbaik kembali ditorehkan di tingkat nasional,” ujarnya.
Capaian OBA Kaltim ini diharapkan menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin mencintai Bahasa Arab dan Al-Qur’an, sekaligus mendorong lembaga pendidikan Hidayatullah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dari pesantren di Kalimantan Timur, para juara kini bersiap menembus panggung nasional.






