AdvertisementAdvertisement

Lima Tahun Pimpin APHIDA, Faishal Thamrin Ungkap Capaian 24 BPD

Content Partner

Laporan Kepengurusan: Ketua Umum APHIDA 2020–2025, Faishal Thamrin, memaparkan capaian program hulu-hilir bisnis dan penguatan jaringan organisasi saat Munas APHIDA 2026 di Jakarta, Senin 31/08/2026. (Foto: Billy via Tadz Media Pro / Hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (APHIDA), Faishal Thamrin, S.H., M.H., menyampaikan sejumlah capaian kepengurusan selama lima tahun terakhir sekaligus mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan di lingkungan Hidayatullah.

Hal itu disampaikan Faishal dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) APHIDA yang digelar di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Senin (31/08/2026).

Faishal mengatakan, selama periode kepengurusannya sejak 2020, APHIDA telah menjalankan berbagai program untuk memperkuat jejaring pengusaha dan mendorong terbangunnya kolaborasi bisnis antaranggota.

Salah satu capaian penting, kata dia, adalah terbentuknya Badan Pengurus Daerah (BPD) APHIDA. Untuk pertama kalinya sejak APHIDA berdiri, organisasi tersebut memiliki 24 BPD yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Sejak 2020 kita menjalankan tugas, banyak hal yang kita buat bersama. Pertama, untuk pertama kalinya sejak berdirinya APHIDA, kita membentuk Badan Pengurus Daerah dan ada 24 BPD yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Faishal.

Selain penguatan struktur, APHIDA juga mengembangkan sejumlah program, di antaranya APHIDA Academy. Program tersebut menjadi ruang bagi para pengusaha untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan membangun kolaborasi usaha.

Menurut Faishal, salah satu tujuan utama APHIDA adalah membangun ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir dengan mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki para anggota.

Ia mencontohkan, pelaku usaha yang memiliki restoran dapat memenuhi kebutuhan bahan baku dari sesama anggota APHIDA. Begitu pula pengusaha peternakan dapat bekerja sama dengan anggota lain yang bergerak di bidang penyediaan pakan.

“Yang paling penting dari kita berkumpul di APHIDA ini adalah menjahit seluruh kebutuhan bisnis teman-teman agar kebutuhan hulu sampai hilirnya terpenuhi,” katanya.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan melalui APHIDA Visa, sebuah upaya pendataan dan pemetaan potensi usaha para anggota. Faishal mengakui, pendataan tersebut masih perlu dibenahi agar seluruh potensi bisnis anggota dapat teridentifikasi secara lebih rapi dan terintegrasi.

Selain itu, APHIDA juga menjalankan APHIDA Peduli sebagai bentuk kepedulian sosial, khususnya dalam merespons berbagai bencana alam. Program tersebut dilakukan dengan melibatkan jaringan internal serta bersinergi dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan tim SAR.

Faishal optimistis APHIDA ke depan dapat semakin inklusif dan merangkul lebih banyak kalangan, termasuk mereka yang pernah menempuh pendidikan atau menjadi santri di lingkungan Hidayatullah.

“Teman-teman yang pernah santri di Hidayatullah ini akan menjadi peluang masuk bagi mereka semua untuk kembali berada di tengah-tengah kita,” ujarnya.

Mendorong Dai Menjadi Entrepreneur

Lebih jauh, Faishal menegaskan bahwa APHIDA tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha, tetapi juga memiliki misi membangun budaya kewirausahaan di lingkungan Hidayatullah.

Menurutnya, menjadi dai dan entrepreneur bukanlah dua pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan secara bersamaan untuk memperkuat kemandirian dan kontribusi umat.

“Bukan berpindah, tetapi menambah. Tetap menjadi dai, tapi juga menjadi entrepreneur,” tegasnya.

Faishal berharap semakin banyak kader dan keluarga besar Hidayatullah yang terjun ke dunia usaha, sehingga terbentuk jaringan pengusaha yang saling menguatkan.

Ia juga mengajak seluruh elemen Hidayatullah, termasuk pengurus organisasi, pimpinan wilayah, pemuda, dan unsur lainnya, untuk dapat mengambil bagian dalam ekosistem APHIDA.

Dalam konteks tersebut, Faishal menekankan pentingnya membangun karakter pengusaha yang jujur dan terpercaya. Ia mengaitkan semangat tersebut dengan keteladanan Rasulullah SAW sebagai seorang pedagang yang dikenal amanah.

“Semua yang di sini berharap untuk menjadi pedagang-pedagang yang shiddiq dan terpercaya,” ujarnya.

Faishal kemudian menyerahkan keberlanjutan program APHIDA kepada kepengurusan berikutnya yang akan dipilih melalui Munas. Ia berharap ketua umum terpilih dapat melanjutkan sekaligus mengembangkan berbagai program yang telah dirintis selama lima tahun terakhir.

“Semoga APHIDA ke depan akan jauh lebih baik, jauh lebih merangkul seluruh kawan-kawan,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Naspi Arsyad Dorong APHIDA Bangun Ekosistem Bisnis dan Lahirkan Entrepreneur Muda

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., menekankan pentingnya penguatan pendanaan dan jaringan ekonomi sebagai...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img