
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pembinaan wali murid dinilai perlu menjadi salah satu prioritas gerakan dakwah Hidayatullah. Orang tua siswa dipandang bukan sekadar pihak yang mempercayakan pendidikan anaknya kepada lembaga, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi mitra dalam memperluas dakwah dan memperkuat tarbiyah di tengah masyarakat.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Zoom Perkaderan Hidayatullah se-Indonesia yang digelar pada Rabu (02/09/2026). Para narasumber menekankan bahwa hubungan dengan wali murid perlu dibangun secara berkelanjutan melalui pembinaan yang terarah.
Ketua Bidang Perkaderan DPP Hidayatullah, Dr. Abdul Ghofar Hadi, menegaskan bahwa kepercayaan yang telah diberikan para wali murid perlu dijawab dengan pendampingan yang berkesinambungan.
“Pembinaan wali murid menjadi kebutuhan dakwah, karena mereka tidak saja percaya kepada lembaga pendidikan kita, tetapi juga mau menjadi sahabat perjuangan dakwah dan tarbiyah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Departemen Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah, Ust. Iwan Abdullah, M.Si., mengatakan bahwa wali murid merupakan bagian dari umat yang memiliki hak untuk merasakan keindahan ajaran Islam. Karena itu, pembinaan kepada mereka menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
“Wali murid adalah bagian dari umat yang memiliki hak untuk merasakan nikmat Islam, sebagaimana misi Hidayatullah menebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Hidayatullah telah memiliki wadah pembinaan yang disebut Madrasah Wali Murid. Program ini dirancang sebagai payung bagi berbagai aktivitas dakwah yang melibatkan para orang tua siswa.
“Pembinaan wali murid ada wadahnya, yaitu Madrasah Wali Murid. Di dalamnya bisa diisi dengan tabligh akbar, kajian parenting, silaturahim, hingga halaqah ta’lim,” terang Ust. Iwan.

Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Ketua Departemen Perkaderan Hidayatullah Sumatera Utara, Ust. Syamsul Bahri Hadis, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai luasnya ruang pembinaan anggota.
Menurutnya, pembinaan tidak berhenti pada anggota yang telah bergabung dalam struktur organisasi, tetapi juga dapat menjangkau alumni dan para wali murid yang memiliki semangat untuk bertumbuh bersama dakwah.
“Melalui paparan Ust. Iwan Abdullah saya merasakan bahwa pembinaan anggota ternyata sangat terbuka. Saya ingin mengembangkan pembinaan agar semakin banyak anggota yang memiliki pemahaman lebih mendalam tentang gerak juang bersama Hidayatullah,” ungkapnya.
Forum tersebut memperlihatkan semakin kuatnya kesadaran bahwa lembaga pendidikan tidak hanya berperan mencetak generasi berkarakter, tetapi juga menjadi pintu masuk membangun keluarga yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam.
“Ketika wali murid bertumbuh bersama dalam pembinaan, hubungan antara sekolah, keluarga, dan dakwah dapat saling menguatkan sehingga melahirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tegas Ust. Abdul Ghofar.






