
KUPANG — Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Kupang bersama lembaga pendidikan di bawah naungannya menyelenggarakan kegiatan “Ngopi Muharram (Ngobrol Peningkatan Iman Tahun Baru Hijriyah)” pada 19–20 Juni 2026 di Kampus Hidayatullah Kota Kupang.
Mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah, Menyongsong Perubahan dan Peradaban Islam”, kegiatan ini diikuti oleh kader, pengurus, guru, mahasiswa, dan jamaah Hidayatullah Kota Kupang. Selain menjadi ajang silaturahim, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi hijrah dan penguatan ruh perjuangan dalam mengemban amanah dakwah dan pendidikan.
Dalam arahan umumnya, Ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang, Ust. Al-Hafsi Gadri, S.Sos., M.Pd., menegaskan pentingnya menjadikan Tahun Baru Hijriyah sebagai momentum memperkuat dua fondasi utama perjuangan, yaitu iman dan amal.
Menurutnya, iman merupakan penentu arah sekaligus penggerak dakwah bagi setiap dai dan kader Hidayatullah. Sementara itu, amal menjadi bukti keimanan sekaligus sumber energi yang menjaga keberlanjutan perjuangan dakwah dan pendidikan.
“Mari jadikan Tahun Baru Hijriyah ini sebagai momentum untuk memperkuat iman dan memperbesar amal. Iman adalah penentu gerak dakwah kita, sedangkan amal adalah energi yang menjaga semangat dan keberlanjutan perjuangan yang kita emban,” tegasnya.
Pada sesi pencerahan, Sekretaris DPW Hidayatullah Nusa Tenggara Timur, Ust. Ali Lingge, S.H.I., menekankan pentingnya menjaga dan menguatkan ukhuwah Islamiyah sebagai salah satu kunci keberhasilan dakwah dan pembangunan umat.
Menurutnya, dakwah yang besar tidak lahir dari individu-individu yang berjalan sendiri, melainkan dari jamaah yang kuat, saling percaya, dan saling menguatkan dalam bingkai persaudaraan Islam.
“Ukhuwah adalah salah satu kunci sukses membangun umat. Karena itu saya berpesan agar seluruh dai dan kader Hidayatullah senantiasa mengedepankan ukhuwah dalam setiap interaksi dakwah, baik di lingkungan internal maupun eksternal,” pesannya.
Sementara itu, Anggota Dewan Murobbi Wilayah (DMW) Hidayatullah NTT, Ust. Syaiful Bahri, S.Ag., M.H., mengajak seluruh peserta menjadikan Muharram sebagai titik awal peningkatan kualitas diri dan perjuangan.
Ia mengingatkan bahwa hijrah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga sebagai transformasi menuju kualitas iman, ilmu, amal, dan pengorbanan yang lebih baik.
“Mari memasuki Tahun Baru Hijriyah dengan iman yang lebih kuat, ukhuwah yang lebih hangat, ilmu yang lebih luas, kerja yang lebih profesional, pengorbanan yang lebih besar, dan semangat yang lebih menyala,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kader Hidayatullah tidak dididik untuk menjadi penonton perjalanan umat, melainkan pelaku perubahan dan pembangun peradaban.
“Kita tidak dididik untuk menjadi penonton sejarah. Kita dididik untuk menjadi pelaku sejarah. Jika para perintis telah mewariskan perjuangan kepada kita, maka tugas kita bukan sekadar menjaganya, tetapi membesarkannya,” tegasnya.
Selain sesi pencerahan dan refleksi Muharram, kegiatan ini juga diisi dengan halaqah Al-Qur’an, shalat berjamaah, tausiyah Muharram, diskusi kader, silaturahim, qiyamul lail, serta kajian ba’da Subuh yang semakin menguatkan suasana ukhuwah dan semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan Ngopi Muharram 1448 H ini, Hidayatullah Kota Kupang berharap seluruh kader dan jamaah semakin kokoh dalam keimanan, semakin erat dalam persaudaraan, serta semakin siap mengemban amanah dakwah dan pendidikan untuk melahirkan perubahan dan membangun peradaban Islam yang diridhai Allah SWT.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, para peserta meneguhkan komitmen menjadikan Muharram sebagai momentum hijrah diri, menguatkan ukhuwah, dan meneguhkan langkah perjuangan dalam membangun umat dan peradaban Islam.






