
MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat Najamuddin menegaskan pentingnya penguatan peran Muslimat Hidayatullah sebagai pusat pembinaan keluarga, penggerak dakwah, sekaligus motor perubahan sosial dalam sambutannya pada kegiatan organisasi yang digelar di kampus Hidayatullah Sulawesi Barat, 15 Mei 2026.
Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa keberadaan kampus Hidayatullah di Sulawesi Barat diharapkan mampu menjadi pusat pertemuan, penguatan ukhuwah, dan pengembangan gerakan dakwah Muslimat Hidayatullah di wilayah tersebut.
“Kita harapkan Mamuju ini menjadi magnet bagi perkembangan dakwah dan pertemuan ukhuwah kita,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahim sebagai bagian dari penguatan organisasi. Dalam penyampaiannya, ia mengutip hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan menyambung hubungan persaudaraan.
“Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dibukakan rezekinya maka hendaklah menyambung silaturahim,” katanya.
Menurutnya, forum organisasi tidak hanya menjadi ruang pertemuan rutin, tetapi juga tempat menyusun arah gerakan, mengevaluasi program, dan menurunkan kebijakan organisasi agar dapat dijalankan hingga tingkat daerah dan keluarga.
Ia menekankan bahwa Muslimat Hidayatullah memiliki posisi penting sebagai benteng pembinaan umat. Muslimat, menurutnya, memegang peran strategis dalam keluarga, pendidikan anak, dakwah masyarakat, hingga penguatan organisasi.
“Muslimat adalah madrasah pertama bagi anak-anak dan benteng pertama dalam rumah tangga,” ujarnya.
Dalam konteks transformasi organisasi, ia meminta seluruh kader menghadirkan kebermanfaatan nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan organisasi tidak boleh sekadar administratif, tetapi harus mampu memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sosial.
“Keberadaan kita harus memberikan dampak, baik di rumah, untuk anak-anak, keluarga, maupun masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengaruh positif organisasi hanya dapat dibangun jika kader memiliki kepercayaan diri terhadap program dan gerakan yang dijalankan. Karena itu, setiap kader diminta serius membangun kualitas pribadi dan organisasi.
Selain penguatan organisasi, ia juga menyoroti pentingnya pembinaan spiritual Muslimat Hidayatullah. Menurutnya, kekuatan dakwah harus dimulai dari penguatan ibadah, kedekatan dengan Al-Qur’an, dan suasana rumah tangga yang menghadirkan ketenangan.
“Kalau ibu-ibu mampu menciptakan rumah yang baik dan penuh ketenangan, insyaallah keluarga akan merasakan surga di rumahnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong Muslimat Hidayatullah untuk terus berinovasi dan tidak pasif dalam menjalankan program organisasi. Menurutnya, penguatan gerakan harus dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi dengan tetap menjadikan tarbiyah dan dakwah sebagai arus utama perjuangan.
“Bersinergi dan berkolaborasi, mainstream kita tetap tarbiyah dan dakwah,” tegasnya






