AdvertisementAdvertisement

Ketua PW Hidayatullah Sulbar Dorong Pengurus Tinggalkan Pola Pikir Menunda

Content Partner

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Ketua Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat Najamuddin menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dan percepatan kerja organisasi dalam sambutannya pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat yang berlangsung pada 15 Mei 2026. Dalam forum tersebut, ia meminta seluruh pengurus tidak lagi terbiasa menunda target dan program organisasi.

“Kita sekarang tidak lagi harus mengatakan nanti-nanti. Bagaimana pencapaiannya, bagaimana targetnya, bagaimana penyelesaiannya, itu yang harus dipikirkan bersama,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa berbagai ujian yang pernah dihadapi organisasi harus dijadikan momentum evaluasi sekaligus penguatan internal. Menurutnya, kemampuan kader untuk tetap bertahan dan berkumpul dalam forum organisasi merupakan bentuk pertolongan Allah SWT yang harus disyukuri.

Dalam arahannya, ia mengutip firman Allah SWT tentang perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, transformasi organisasi tidak akan berjalan tanpa kesiapan pribadi setiap kader dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kapasitas perjuangan.

“Transformasi organisasi dimulai dari transformasi pribadi kita. Bagaimana kita mau mentransformasi organisasi kalau diri kita sendiri belum siap,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa amanah dalam organisasi memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Karena itu, penguatan iman, kesehatan, dan kesungguhan dalam membina generasi harus menjadi perhatian seluruh kader.

Pada bidang kaderisasi, ia meminta seluruh pengurus daerah menjaga hubungan dengan kader dan memperkuat ukhuwah agar proses berjamaah berjalan lebih baik. Menurutnya, penguatan kaderisasi menjadi tantangan penting yang harus dipikirkan secara serius di setiap daerah.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi bagi Muslimat Hidayatullah. Ia mendorong para kader mulai membangun pola pikir usaha dan memperkuat semangat ekonomi produktif.

“Muslimah ke depan harus mempunyai jiwa bisnis walaupun tidak berbisnis langsung. Minimal mulai berpikir bagaimana ada perputaran ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kader tidak langsung menyerah karena keterbatasan modal. Menurutnya, pola pikir negatif harus diubah menjadi optimisme dan kesiapan menghadapi tantangan.

“Jangan dari awal sudah mengatakan tidak punya modal. Yang negatif harus dibalik menjadi positif,” katanya.

Dalam penutup sambutannya, ia menegaskan bahwa pengurus inti organisasi, terutama ketua, sekretaris, dan bendahara, harus memiliki keseriusan dalam mengelola organisasi. Ia juga meminta seluruh daerah terus kreatif dan inovatif dalam menjalankan dakwah dan membangun organisasi.

“Dakwah ini harus berjalan tanpa alasan. Semua daerah harus kreatif dan inovatif dalam mengelola organisasi,” tegasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Papua Barat Digelar

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Papua Barat resmi dibuka pada hari Sabtu 14 Mei 2026,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img