
JAKARTA (hidayatullah.or.id) —Pendidikan nasional saat ini membutuhkan integrasi yang kokoh antara penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Menjawab tantangan tersebut, Bidang Pendidikan DPP Hidayatullah terus berkomitmen mengembangkan dan menyempurnakan konsep Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade.
Ketua DPP Hidayatullah Bidang Pendidikan, Dr. Muzakkir Usman, M.Ed., menyampaikan bahwa keberadaan jaringan sekolah Hidayatullah dari jenjang usia dini hingga pendidikan tinggi merupakan wujud nyata dukungan Hidayatullah kepada pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selama lebih dari 20 tahun, kami berupaya menerapkan pendekatan Pendidikan Integral Berbasis Tauhid. Konsep ini memadukan secara harmonis antara kurikulum pendidikan nasional dengan nilai-nilai tauhid sebagai fondasi utamanya,” ujar Dr. Muzakkir.
Muzakkir menambahkan bahwa arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah periode 2025–2030 yang mengusung pendekatan deep learning meliputi pembelajaran yang mindful (sadar/memahami), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan) sangat sejalan dengan arah pengembangan kurikulum di Hidayatullah.

”Dalam konsep kami, aspek mindful tidak hanya dimaknai sebagai kesadaran intelektual atau kognitif siswa terhadap materi pelajaran. Kami melengkapinya dengan kesadaran spiritual. Sebagai contoh dalam pembelajaran sains, siswa tidak hanya memahami hukum-hukum alam secara ilmiah, tetapi juga diajak menyadari keagungan Sang Pencipta. Dengan demikian, sains tidak sekadar meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menguatkan kompetensi spiritual peserta didik,” Muzakkir.
Selain itu, Hidayatullah memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif penguatan karakter nasional, seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Saat ini, jaringan Pendidikan Integral Hidayatullah terus menyusun dan mengadaptasi materi serta buku ajar mandiri agar selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) nasional terbaru tanpa menghilangkan kekhasan penanaman adab dan nilai-nilai tauhid.
Melalui sinergi yang makin erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemerintah daerah, Hidayatullah berharap layanan pendidikan berkualitas, khususnya yang menjangkau kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dapat terus diperluas demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan beriman teguh.






