AdvertisementAdvertisement

Relevansi Organisasi dan Tantangan Individualisasi di Era Society 5.0

Content Partner

ERA Society 5.0 sudah dimulai sejak lama, tercatat tahun 2016. Akan tetapi gaungnya masih terasa. Paling tidak isu individualisasi masih berada di puncak perbincangan khalayak ramai. Bahkan dapat dikatakan isu individualisasi semakin menguat sejalan dengan menguatnya kepedulian terhadap kesehatan mental.

Dalam konteks perkaderan, individualisasi membawa konsekuensi yang tidak sederhana. Sejumlah pertanyaan diajukan. Di seberang sana organisasi harus sudah memiliki jawabannya, jika organisasi ingin terus tumbuh bersama para kadernya.

Salah satu pertanyaan mendasar yang diajukan adalah urgensi dan relevansi organisasi saat ini, mengapa seseorang perlu menjadi kader di sebuah organisasi?

Beberapa perspektif dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Akan tetapi kali ini perspektif Qur’ani lebih dikedepankan. Agar fondasi ruhiyah dan ilmiahnya kuat.

Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 7 menyampaikan, “Jika kalian berbuat baik (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri. Dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri kalian sendiri.”

Seseorang yang berbuat baik, maka baginya pahala. Semakin besar dampak sosial dari kebaikannya, maka pahalanya pun semakin besar. Di sisi lain kebaikan yang dilakukan individual biasanya memiliki dampak sosial terbatas.

Berbeda jika suatu kebaikan dilakukan secara kolektif yang terorganisir, dampaknya bisa sangat luas. Tidak hanya lintas ruang, keluasannya berpotensi melintasi waktu. Dengan seseorang mendukung gerakan kebaikan yang kolektif terorganisir, maka pahalanya akan kembali padanya jua.

Sebagai ikhtiar agar dukungan semakin konkret, jadi kader merupakan pilihan tepat. Karena dengan menjadi kader, peluang berpartisipasi secara total terbuka lebar. Bukan hanya pikiran yang disumbangkan, tapi juga dana, tak ketinggalan sumber daya lainnya.

Semoga, dengan semua partisipasi itu, Allah ta’ala akan semakin sayang kepadanya. Selanjutnya seluruh manusia akan sayang pula. Hidup terasakan kebaikannya, lahir dan batin.

Individualisasi dalam Narasi Kebijakan Organisasi

Organisasi punya kepentingan, baik secara internal ataupun eksternal. Kepentingan itu diwujudkan melalui program dan kebijakan organisasi. Sosialisasi kemudian dilakukan.

Dalam sosialisasi tersebut, narasi butuh disusun. Agar program dan kebijakan organisasi dapat dipahami secara utuh. Sehingga tindak lanjut, reviu, dan evaluasi lebih mudah dilakukan.

Sehubungan dengan individualisasi, sangat baik apabila organisasi menjadikan kader sebagai isu sentral. Bahwa program dan kebijakan organisasi memberikan manfaat kepada langsung, baik langsung ataupun tidak. Semoga koneksi organisasi dengan kader semakin kuat. Sehingga daya dukung kader kepada organisasi semakin kuat.

Tidak dipungkiri ada kesan bahwa organisasi berada di posisi melayani kader. Padahal pemahaman yang sudah umum itu sebaliknya, kaderlah yang memberikan pelayanan kepada organisasi melalui atensi dan kontribusi. Bahkan sebagian wujudnya berupa fasilitasi.

Menanggapi kesan tersebut, kiranya perlu diuraikan kembali perihal kepemimpinan Islami. Bahwa dalam Al-Qur’an dan hadits, ditemukan dua saja kewajiban makmum, yakni mendengar dan taat. Sedangkan kewajiban imam begitu banyak. Sebagiannya bersifat top-down semisal mobilisasi (taharrudh) dan sebagian lainnya bottom-up semisal pelayanan (khidmah).

Dengan demikian pelayanan organisasi kepada kader sebenarnya tidak bermasalah secara konsepsi ilmiah. Justru penyelarasan telah terjadi. Bahwa kepemimpinan berhasil diimplementasikan sesuai perkembangan zaman dengan penekanan yang lebih kuat pada sisi tertentu. Dalam hal ini sisi bottom-up lebih ditonjolkan.

Sebagai penutup, semoga pelayanan organisasi kepada kader ditempatkan sebagai investasi untuk keberlangsungan organisasi. Saat kader terlayani, semoga komitmen kader kepada organisasi meningkat kuat. Organisasi memiliki peluang lebih besar untuk terus eksis dan berpengaruh.

Wallah a’lam.

FU’AD FAHRUDIN

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Rakornas 2026, Nanang Hanani Tekankan LSH Hidayatullah sebagai Penjaga Gerbang Halal Bangsa

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah, KH. Nanang Hanani, S.Pd.I., M.A., menegaskan pentingnya penguatan tata kelola...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img