
Jakarta (Hidayatullah.or.id)— Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, menegaskan bahwa Sistem Pendidikan Hidayatullah tidak boleh berhenti pada tataran konsep dan dokumen semata. Seluruh rumusan yang telah disusun harus segera diterjemahkan menjadi program, proyek, dan kegiatan nyata yang dapat diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Workshop Sistem Pendidikan Hidayatullah yang digelar pada hari Senin, ( 08/06/2026) sebagai bagian dari upaya transformasi pendidikan menuju lembaga yang unggul dan berkejayaan.
Menurut Nanang, tantangan pendidikan yang terus berkembang menuntut organisasi untuk bergerak cepat dan adaptif. Karena itu, hasil workshop harus mampu melahirkan langkah-langkah implementatif yang berdampak nyata, bukan sekadar menghasilkan dokumen atau kajian konseptual.
“Konsep yang telah dirumuskan harus segera diwujudkan dalam praktik. Ukuran keberhasilannya bukan pada bagusnya gagasan dan konsep yang dihasilkan, tetapi pada manfaat nyata yang dirasakan oleh umat serta kualitas generasi yang dilahirkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa transformasi pendidikan Hidayatullah diarahkan untuk membangun lembaga pendidikan yang unggul, berdaya saing, dan berkejayaan. Pada saat yang sama, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang bertauhid, profesional, berkarakter, serta memiliki fondasi nilai-nilai keislaman yang kuat.
Karena itu, Nanang berharap Rakornas dan workshop tidak sekadar menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menghasilkan rumusan kebijakan, proyek strategis, serta peta jalan implementasi yang jelas dan terukur.
Menurutnya, keberhasilan transformasi pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen pendidikan. Mulai dari pengelola, pendidik, pimpinan lembaga, hingga seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan Hidayatullah harus bergerak secara sinergis untuk mewujudkan tujuan bersama.
Selain itu, Nanang mengingatkan pentingnya pemahaman yang utuh terhadap Buku Konsep dan Sistem Pendidikan Hidayatullah sebagai fondasi dalam pelaksanaan program di lapangan. Pemahaman tersebut harus diterjemahkan menjadi strategi, budaya kerja, dan praktik pendidikan yang konkret sehingga tujuan besar pendidikan Hidayatullah dapat diwujudkan secara efektif.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang kini semakin memengaruhi dunia saat ini terutama dunia pendidikan. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempercepat pemahaman konsep, memperluas akses informasi, serta mendukung berbagai proses pembelajaran.
Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap informasi yang diperoleh melalui AI tetap diverifikasi dan dikritisi secara cermat sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam memahami maupun mengambil keputusan.
“AI dapat membantu banyak hal dalam aspek teoritis dan konseptual. Namun pembentukan karakter, keteladanan, kepemimpinan, serta pembinaan manusia tidak dapat digantikan oleh teknologi. Di sinilah peran pendidik tetap menjadi faktor utama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nanang menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus menyentuh aspek praktik dan implementasi, bukan hanya perubahan paradigma atau teori. Organisasi, kata dia, harus mampu merespons perkembangan zaman dengan cepat agar tidak tertinggal dalam dinamika dunia pendidikan yang berlangsung sangat pesat.
Ia menambahkan bahwa ukuran keberhasilan Sistem Pendidikan Hidayatullah tidak terletak pada seberapa baik konsep yang disusun, melainkan pada kemampuannya menjawab kebutuhan umat, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta melahirkan generasi yang berkualitas, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Melalui Rakornas dan Workshop Sistem Pendidikan Hidayatullah ini, diharapkan lahir berbagai terobosan strategis yang dapat mempercepat implementasi sistem pendidikan secara nasional, sekaligus memperkuat peran Hidayatullah dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang bertauhid, unggul, profesional, dan berakhlak mulia.
Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring ini dihadiri oleh seluruh Tim Nasional Dikdasmen DPP Hidayatullah serta peserta dari seluruh di Indonesia.






