AdvertisementAdvertisement

Menyiapkan Dai Era Digital, Sekolah Da’i Hidayatullah Ciomas Gelar Final Lomba Khutbah

Content Partner

Bogor (Hidayatullah.or.id) — Semangat dakwah yang berlandaskan ilmu, hikmah, dan kemampuan komunikasi yang efektif tercermin dalam babak final Lomba Khutbah yang digelar Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Ciomas, Bogor, Pada hari Selasa, (2/6/2026) malam.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan khidmat dengan mengusung pesan Al-Qur’an yang tertuang dalam Surah Fussilat ayat 33:

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَٓا اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’”

Ayat tersebut menjadi pengingat akan kemuliaan tugas dakwah yang sedang dipersiapkan para mahasantri. Babak final lomba menjadi ajang pembuktian kemampuan para peserta dalam menyampaikan pesan-pesan Islam secara sistematis, argumentatif, dan menyentuh hati. Para finalis dituntut tidak hanya memahami dalil-dalil syariat, tetapi juga mampu mengemasnya dalam penyampaian yang komunikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Di hadapan dewan juri dan peserta lainnya, para mahasantri menampilkan khutbah yang memukau dengan memadukan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi, serta berbagai persoalan aktual umat. Kemampuan retorika, penguasaan materi, artikulasi, intonasi, hingga pengelolaan audiens menjadi aspek penting dalam penilaian.

Dewan juri, Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc., M.A., menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas penampilan para finalis. Menurutnya, dakwah yang efektif membutuhkan perpaduan antara kedalaman ilmu dan kemampuan komunikasi yang baik.

“Di Sekolah Dai Hidayatullah Ciomas, fokus utama kami adalah mencetak dai yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga terampil menyampaikannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa metode dakwah yang diajarkan merujuk pada prinsip-prinsip yang terkandung dalam Surah An-Nahl ayat 125, yakni berdakwah dengan hikmah dan nasihat yang baik.

Menurutnya, tantangan dakwah pada era digital menuntut para dai memiliki kemampuan public speaking yang lebih kuat agar pesan Islam dapat diterima secara luas dan efektif.

“Artikulasi yang jelas, intonasi yang tepat, dan kemampuan membangun kedekatan dengan audiens menjadi bagian penting dalam proses dakwah saat ini. Pesan Islam harus disampaikan dengan bahasa yang santun, mudah dipahami, dan mampu menyentuh hati masyarakat,” katanya.

Dakwah Digital Menjadi Bagian Kurikulum

Tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara di atas mimbar, Sekolah Dai Hidayatullah Ciomas juga mulai mengintegrasikan dakwah digital ke dalam proses pembelajaran.

Melalui pendekatan ini, para mahasantri dibekali keterampilan memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai sarana penyebaran nilai-nilai Islam. Salah satu media yang menjadi perhatian adalah platform video pendek yang banyak digunakan generasi muda.

Para santri dilatih untuk menyusun materi dakwah yang ringkas, menarik, dan sesuai dengan karakteristik audiens digital tanpa mengurangi substansi ajaran Islam yang disampaikan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi dan pengetahuan keagamaan.

Dengan mengombinasikan latihan retorika klasik dan pemanfaatan media digital, para mahasantri dipersiapkan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, melampaui batas geografis dan ruang-ruang dakwah konvensional.

Menyiapkan Dai yang Siap Mengabdi

Keberhasilan penyelenggaraan lomba khutbah ini menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pembinaan di Sekolah Dai Hidayatullah Ciomas dalam menyiapkan kader-kader dai yang siap terjun ke tengah masyarakat.

Berdasarkan pengalaman angkatan sebelumnya, berbagai latihan dan kompetisi yang digelar secara berkala terbukti mampu membentuk mental, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi para calon muballigh.

“Alhamdulillah, performa para finalis malam ini sangat memuaskan dan menunjukkan potensi yang luar biasa. Kami optimistis mereka akan mampu berkhidmat di tengah masyarakat, baik sebagai khatib, dai, maupun penggerak kemakmuran masjid di berbagai daerah,” tutur Ahmad Zainuddin.

Melalui pembinaan yang memadukan penguasaan ilmu syariat, keterampilan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi digital, Sekolah Dai Hidayatullah Ciomas terus berupaya melahirkan generasi dai yang adaptif, berintegritas, dan siap menjawab tantangan dakwah pada era modern.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Dari Bontang untuk Indonesia: Siswa MI Hidayatullah Berhasil Menjadi Hafiz 30 Juz

BONTANG (Hidayatullah.or.id)— Di tengah tantangan pendidikan modern dan derasnya arus digitalisasi, kabar membanggakan datang dari Kota Bontang, Kalimantan Timur....
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img