AdvertisementAdvertisement

Rakornas dan Workshop Pendidikan Hidayatullah Perkuat Transformasi Pendidikan Menuju 2030

Content Partner

Bogor (Hidayatullah.or.id) Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) DPP Hidayatullah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dirangkaikan dengan Workshop Sistem Pendidikan Hidayatullah selama tiga hari, Senin-Rabu (8–10 Juni 2026), sebagai upaya memperkuat konsolidasi, menyamakan persepsi, dan menyinkronkan arah gerak transformasi pendidikan Hidayatullah di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, S.Pd., M.Pd., bersama seluruh Tim Nasional Dikdasmen DPP Hidayatullah serta peserta dari seluruh di Indonesia. Bersama Tim Nasional Dikdasmen turut terlibat dalam proses penguatan program selama kegiatan berlangsung.

Rakornas dan workshop ini merupakan agenda lanjutan pasca Orientasi Tim Nasional Dikdasmen yang bertujuan memperkuat pemahaman terhadap konsep dan sistem pendidikan Hidayatullah sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk implementasinya di seluruh satuan pendidikan.

Ketua Panitia, Abdul Aziz, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta serta para pemateri yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi ruang bersama untuk merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan pendidikan Hidayatullah ke depan.

“Kegiatan ini harus menjadi tempat kita berpikir bersama, mengambil spirit perjuangan pendidikan, sekaligus melahirkan keputusan-keputusan yang akan menjadi kebijakan untuk kemajuan pendidikan di wilayah yang kita amanahi. Selain itu, forum ini juga penting untuk menyinkronkan arah gerak pendidikan Hidayatullah secara nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Dikdasmen DPP Hidayatullah, Farhan Siswanto, M.Pd., menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk memperkuat sistem pendidikan Hidayatullah. Menurutnya, pemahaman terhadap Buku Konsep dan Buku Sistem Pendidikan Hidayatullah harus diikuti dengan kemampuan menerjemahkannya menjadi sistem yang operasional dan dapat diterapkan secara efektif di seluruh satuan pendidikan.

“Semangat penguatan sistem pendidikan harus terus berjalan. Ke depan, workshop serupa perlu dilaksanakan di tingkat wilayah agar proses sosialisasi dan implementasi sistem pendidikan dapat menjangkau seluruh daerah,” ungkapnya.

Farhan menjelaskan bahwa Dikdasmen akan terus melakukan penyempurnaan berbagai perangkat pendukung pendidikan, mulai dari buku pendidikan, buku operasional untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, hingga panduan bagi kepala sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan adanya standar pengelolaan pendidikan yang seragam di seluruh jaringan pendidikan Hidayatullah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar dalam lima tahun ke depan pendidikan Hidayatullah mampu tampil sebagai lembaga pendidikan yang berpengaruh dan berdampak luas. Berbagai capaian yang telah diraih sekolah-sekolah Hidayatullah di tingkat provinsi maupun nasional, menurutnya, menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan.

“Kita ingin sekolah-sekolah Hidayatullah semakin dikenal karena kualitasnya, prestasinya, dan kontribusinya bagi umat. Tidak hanya berpengaruh di Indonesia, tetapi juga mampu menjangkau tingkat internasional,” katanya.

Selain pendalaman Buku Konsep dan Sistem Pendidikan Hidayatullah, Rakornas ini juga diisi dengan sesi koordinasi program prioritas serta penyusunan rencana tindak lanjut (action plan) yang akan dilaksanakan di tingkat pusat maupun wilayah. Melalui forum ini diharapkan lahir langkah-langkah konkret yang mampu mempercepat terwujudnya visi pendidikan Hidayatullah sebagai lembaga yang unggul, berpengaruh, dan berdampak menuju tahun 2030.

Menutup sambutannya, Farhan Siswanto mengingatkan bahwa seluruh ikhtiar pengembangan pendidikan harus senantiasa disandarkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas program dan kurikulum, tetapi juga oleh pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.

“Sehebat apa pun kurikulum dan program yang kita susun, semuanya harus tetap disandarkan kepada Allah. Dengan keikhlasan dan kesungguhan dalam berjuang, insya Allah pendidikan Hidayatullah akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi umat,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Dari Bontang untuk Indonesia: Siswa MI Hidayatullah Berhasil Menjadi Hafiz 30 Juz

BONTANG (Hidayatullah.or.id)— Di tengah tantangan pendidikan modern dan derasnya arus digitalisasi, kabar membanggakan datang dari Kota Bontang, Kalimantan Timur....
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img