AdvertisementAdvertisement

Jejak Pengabdian Santri Yayasan Al Firdaus “Pulang” Emban Amanah Memimpin

Content Partner

SERPONG (Hidayatullah.or.id) — Suasana haru dan khidmat menyatu dalam prosesi pelantikan Ketua Yayasan Al Firdaus Hidayatullah Serpong yang berlangsung di Kota Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni kelembagaan, melainkan penanda perjalanan panjang seorang santri yang “pulang” ke rumah pendidikannya dengan amanah kepemimpinan. Muhammad Irwan, yang dilantik sebagai ketua yayasan, menapaki kembali ruang pengabdian yang dahulu membentuk karakter dan orientasi hidupnya.

Pelantikan itu dilakukan langsung oleh Ustadz Achmad Mujahid, sosok guru yang sekitar tiga dekade silam menjadi bagian dari proses awal pendidikan Irwan.

Relasi guru dan murid yang terjalin dalam ruang belajar kini bertransformasi menjadi ikatan amanah. Di hadapan para pengurus dan undangan, peristiwa tersebut menghadirkan kembali memori panjang tentang proses tarbiyah, ketekunan belajar, dan kesabaran dalam menapaki jalan ilmu.

Dalam sambutannya, Mujahid menyampaikan pesan yang sarat makna historis dan emosional. Ia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan merupakan kelanjutan dari proses pendidikan yang panjang.

“Saya melantik seorang murid yang pernah kami didik dengan nilai-nilai dasar Islam. Amanah ini adalah kelanjutan dari proses itu, bukan sesuatu yang datang tiba-tiba,” ujarnya, seraya mengingatkan kepemimpinan sebagai buah dari kesabaran, pembinaan, dan kesinambungan nilai.

Bagi Irwan, momen pelantikan itu menghadirkan perasaan yang bercampur antara syukur dan tanggung jawab. Ia kembali ke lembaga yang dahulu menanamkan disiplin, adab, dan orientasi pengabdian.

“Saya berdiri di sini bukan semata sebagai orang yang diamanahi sebagai ketua, tetapi sebagai santri yang dibesarkan oleh nilai-nilai yang diajarkan para guru,” kata Muhammad Irwan.

Ia menegaskan bahwa amanah tersebut diterima sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga warisan pendidikan yang telah membentuk dirinya.

Irwan lantas merefleksi bahwa pembinaan di asrama sebagai santri sejatinya adalah satu pola regenerasi yang hidup dalam tradisi pendidikan Islam. Santri tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai ilmu, tetapi juga dibentuk untuk suatu saat memikul tanggung jawab sosial dan kelembagaan.

“Kepemimpinan sebagai kelanjutan dari proses belajar, bukan sebagai pemutusan dari masa lalu. Yayasan yang dahulu membina kami, kini dipercayakan kepada kami alumninya untuk dikelola dan dikembangkan,” katanya.

Irwan menyampaikan komitmennya untuk mengelola Yayasan Al Firdaus dengan tetap berpijak pada nilai dasar yang ditanamkan sejak masa pendidikan. Ia menyebut bahwa penguatan mutu pendidikan dan program sosial akan dijalankan dengan semangat pengabdian.

“Apa yang kami bangun ke depan harus tetap berakar pada nilai keikhlasan, disiplin, dan kepedulian terhadap umat,” tuturnya.

Yayasan Al Firdaus sebagai reprentasi penegakan dakwah dan pendidikan Islam berperan menyiapkan generasi yang tidak tercerabut dari nilai, sekaligus siap mengabdi bagi masyarakat dan bangsa.

Bagi Irwan, regenerasi kepemimpinan yang lahir dari rahim pendidikan panti asuhan pondok pesantren seperti Yayasan Al Firdaus harus terus berupaya melahirkan pemimpin yang memahami akar sejarahnya pada kancah pengabdian yang lebih luas dalam konteks keislaman dan keindonesiaan.

Sementara itu, Mujahid kembali menegaskan, dengan amanah yang kini dipikul Muhammad Irwan, Yayasan Al Firdaus Serpong memasuki fase baru yang sarat harapan.

Menurutnya, perjalanan dari santri menjadi pemimpin menegaskan bahwa pendidikan adalah proses panjang yang bermuara pada pengabdian.

“Di titik inilah nilai-nilai yang dahulu ditanamkan menemukan wujud nyatanya dalam kepemimpinan yang berkelanjutan,” tandas Mujahid.

Reporter: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Naspi Arsyad Maknai Bulan Ramadhan sebagai Instrumen Penyatu Idealisme Umat

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc, memberi makna di balik bulan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img