
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Badan Koordinasi Pembinaan Tilawatil Qur’an (BKPTQ) Hidayatullah memperkuat sinergi serta merumuskan langkah strategis ke depan diharapkan mampu menjadi magnet bagi masyarakat luas dalam penguatan pembinaan Al-Qur’an. Penguatan ini digelar dalam forum Rapat Kerja yang dibuka oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad secara daring dari Kota Manado pada Sabtu, 1 Zulkaidah 1447 (19/4/2026).
Rapat kerja tersebut menjadi forum konsolidasi pengurus dalam menyelaraskan arah program pembinaan Al-Qur’an di lingkungan Hidayatullah. Kegiatan ini mengusung tema “Berqur’an, Berkualitas, Mandiri, Maju dan Berpengaruh,” yang dirumuskan sebagai orientasi kerja bagi pengurus BKPTQ dalam mengembangkan kegiatan pembinaan tilawah dan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, KH Naspi Arsyad menekankan pentingnya menjadikan BKPTQ sebagai institusi pembinaan Al-Qur’an yang memiliki daya tarik luas bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa program yang dihasilkan dari rapat kerja perlu dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.
“BKPTQ harus hadir sebagai badan Al-Qur’an yang mampu menjadi magnet bagi masyarakat, terutama dalam mendorong standarisasi bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kualitas tilawah dan pemahaman Al-Qur’an memerlukan program yang konkret serta dapat diukur hasilnya, sehingga pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi sistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Pengurus Pusat BKPTQ Hidayatullah, Ustadz Muhdi Muhammad, dalam keterangannya juga menegaskan bahwa pembinaan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membangun kekuatan spiritual masyarakat.
“Penguatan pembinaan Al-Qur’an merupakan sarana penting dalam membangun fondasi rohani masyarakat. Melalui pembinaan yang terarah, nilai-nilai Al-Qur’an dapat lebih luas hadir dalam kehidupan umat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa rapat kerja ini menjadi ruang untuk menyusun langkah strategis yang mampu memperluas jangkauan pembinaan Al-Qur’an di berbagai daerah. Menurutnya, program BKPTQ perlu disusun secara terstruktur agar mampu menghadirkan kegiatan pembinaan yang terorganisasi dan berkelanjutan.
Muhdi menambahkan, rapat kerja tersebut juga menjadi sarana koordinasi antar pengurus dalam menyusun agenda kerja yang selaras dengan visi penguatan pembinaan Al-Qur’an di Indonesia.






