
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Panitia Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah 2026, Saryati, S.H.I., menyampaikam bahwa Rakernas diselenggarakan untuk menyelaraskan arah gerak organisasi antara tingkat pusat dan wilayah sekaligus meningkatkan profesionalitas tata kelola kelembagaan.
Ia menjelaskan bahwa forum tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi organisasi menuju Muslimat Hidayatullah yang profetik, profesional, dan berpengaruh. Pernyataan itu disampaikan dalam rangka persiapan pelaksanaan Rakernas yang akan mempertemukan unsur pimpinan organisasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Saryati menerangkan, Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah 2026 sebagai forum strategis dalam proses konsolidasi organisasi. Melalui kegiatan ini, pengurus pusat, pengurus wilayah, serta unit-unit pendidikan yang berada dalam jaringan Muslimat Hidayatullah dipertemukan untuk menyelaraskan rencana kerja dan arah program secara nasional.
“Sinkronisasi tersebut mencakup berbagai bidang aktivitas organisasi sehingga diharapkan terbentuk kesinambungan kebijakan antara tingkat pusat dan daerah,” kata Saryati dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 16 Syawal 1447 (4/4/2026).
Rakernas tahun ini mengangkat tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Profetik, Profesional dan Berpengaruh.”
Saryati menyebutkan, tema tersebut menggambarkan tiga fokus utama yang menjadi perhatian organisasi dalam periode kerja mendatang.
Pertama, adalah penguatan jati diri yang bersifat profetik. Upaya ini dimaksudkan untuk meneguhkan identitas Muslimat Hidayatullah sebagai gerakan dakwah dan tarbiyah yang berlandaskan nilai Al-Qur’an dan Sunnah serta visi perjuangan Hidayatullah.
Fokus kedua adalah penguatan tata kelola organisasi yang profesional. Dalam konteks ini, organisasi diarahkan untuk membangun sistem kerja yang tertib administrasi, transparan, dan terukur. Tata kelola tersebut juga diharapkan berbasis pada perencanaan strategis sehingga mampu merespons dinamika sosial dan perkembangan zaman.
Fokus ketiga berkaitan dengan penguatan dampak program. Muslimat Hidayatullah diharapkan dapat menghadirkan kegiatan yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pribadi, keluarga, serta kehidupan masyarakat. Saryati mengatakan, program-program organisasi dalam bidang tarbiyah, dakwah, ekonomi, dan sosial menjadi bagian dari agenda yang dibahas dalam forum Rakernas.
Pelaksanaan Rakernas dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 April 2026 atau bertepatan dengan 18–20 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Gedung Dakwah Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yang berlokasi di Cipinang, Jakarta. Forum nasional ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi.
Saryati menyebutkan, peserta Rakernas terdiri atas pengurus pusat Muslimat Hidayatullah, perwakilan pengurus wilayah dari 36 provinsi di Indonesia, serta kepala satuan pendidikan PAUD yang berada di lingkungan Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah.
“Kehadiran berbagai unsur tersebut dimaksudkan untuk mempertemukan berbagai pengalaman dan perspektif yang berkembang di daerah dalam satu forum perencanaan nasional,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Rakernas menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antarstruktur organisasi. Ia menyebutkan bahwa forum ini juga berfungsi sebagai ruang sosialisasi program sehingga agenda kerja Muslimat Hidayatullah dapat dipahami dan dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah.
“Semoga kegiatan ini dapat berlangsung lancar, sehingga program-program Muslimat Hidayatullah di bidang tarbiyah, dakwah, ekonomi, sosial, dan lainnya dapat tersosialisasi di wilayah seluruh Indonesia,” ujarnya.






