AdvertisementAdvertisement

Forum Rakorwil Jateng Dorong Model Kepemimpinan Ambidextrous untuk Pemajuan Pendidikan

Content Partner

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Muzakkir Usman, menegaskan pentingnya menghadirkan model kepemimpinan ambidextrous di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan dalam Pelatihan Kepemimpinan dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Tengah yang berlangsung di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah pada Kamis-Jumat, 5-6 Dzulqa’dah 1447 (23–24/4/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 70 peserta yang berasal dari Ketua DPD, unsur yayasan, amal usaha, badan usaha, hingga organisasi pendukung di lingkungan Hidayatullah. Forum ini menjadi ruang konsolidasi pendidikan sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat wilayah.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya DPW Hidayatullah Jawa Tengah dalam memperkuat kualitas kepemimpinan pendidikan di berbagai daerah. Melalui forum tersebut, peserta diarahkan untuk membangun model kepemimpinan yang adaptif, terstruktur, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Menurut Muzakkir, pemimpin saat ini dituntut mampu menyeimbangkan dua pendekatan secara bersamaan, yakni eksploitasi untuk menjaga efektivitas sistem yang berjalan dan eksplorasi untuk melahirkan inovasi baru.

“Eksploitasi diperlukan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi sistem yang telah berjalan, sementara eksplorasi menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi guna menjawab tantangan masa depan. Tanpa keseimbangan ini, lembaga berpotensi stagnan atau kehilangan arah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kompleksitas pengelolaan lembaga pendidikan menuntut pemimpin memiliki lebih dari satu kompetensi. Menurutnya, kepemimpinan modern memerlukan tiga kapasitas utama yang harus berjalan secara simultan.

Peran sebagai leader, kata dia, berkaitan dengan kemampuan menentukan arah dan visi kelembagaan. Fungsi manager diperlukan untuk memastikan tata kelola berjalan efektif, terukur, dan sistematis. Sementara kapasitas entrepreneur dibutuhkan untuk mendorong inovasi serta membangun kemandirian lembaga di tengah dinamika eksternal.

Muzakkir menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Departemen Organisasi dan Departemen Pendidikan yang dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat arah gerakan pendidikan Hidayatullah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Kuatkan Dakwah di Daerah 3T, LAZNAS BMH Raih Penghargaan dari Kementerian Agama RI.

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — LAZNAS BMH (Baitul Maal Hidayatullah) menerima penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img