AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Gelar Rakornas Perekonomian 2026: Wujudkan Kemandirian Ekonomi lewat Konsolidasi dan Akselerasi Kewirausahaan

Content Partner

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-05-13-at-17.03.16-scaled.jpeg

JAKARTA SELATAN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perekonomian Tahun 2026 di Hotel Sofyan, Jakarta Selatan, Rabu bertepatan dengan 25 Dzulqa’dah 1447 H (13/5/2026).

Kegiatan yang sekaligus dirangkai dengan Bootcamp 1 ini mengusung tema “Kemandirian Ekonomi Organisasi melalui Konsolidasi dan Akselerasi Kewirausahaan”, menandai komitmen serius organisasi dalam membangun fondasi ekonomi yang kokoh untuk mendukung program dakwah nasional.

Dalam sambutannya, Ketua Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah, Ustadz Wahyu Rahman, menegaskan bahwa ekonomi bukan sekadar urusan duniawi, melainkan instrumen vital dalam menopang roda dakwah Hidayatullah. Ia menekankan pentingnya konsolidasi sebagai langkah awal menyatukan visi, misi, dan potensi yang tersebar di seluruh jaringan organisasi.

“Konsolidasi bukan sekadar rapat — ini tentang menghubungkan potensi-potensi yang ada, memperkuat sinergi modal, pasar, dan SDM, serta membangun sistem ekonomi Islam yang nyata.” Kata Wahyu Rahman
Ustadz Wahyu juga mendorong lahirnya gerakan entrepreneurship yang berpihak pada kesejahteraan kader dan simpatisan Hidayatullah, termasuk melalui sosialisasi dan halaqoh bisnis agar arus informasi dan pertumbuhan ekonomi bisa merata ke seluruh penjuru Indonesia. Ia secara khusus menyinggung perlunya pergeseran perhatian agar perputaran bisnis tidak hanya dilakukan di satu wilayah, tapi bisa merata diseluruh wilayah Indonesia.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-05-13-at-17.53.04-scaled.jpeg

Rakornas sekaligus Bootcamp 1 dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad. Dalam arahannya, K.H. Naspi membawa pesan yang tajam dan berbasis realita: bahwa fondasi bisnis yang sejati adalah kepercayaan, dan kepercayaan dibangun melalui silaturahmi yang konsisten serta rekam jejak yang terukur.

“Bisnis itu kuantitatif, bukan rasa-rasa. Ia harus berbasis data, bukan asumsi. Kader kita harus berani naik kelas ke cara berpikir seperti itu.” Kata Naspi Arsyad
K.H. Naspi juga mendorong para kader dan dai Hidayatullah untuk aktif memperluas jaringan sambil menjadikan Majalah Suara Hidayatullah sebagai media silaturahim yang efektif. Ia menekankan pentingnya fokus dalam berbisnis—tidak mudah berpindah atau terdistraksi oleh kegiatan lain—serta mengajak organisasi untuk lebih serius membina dan memfasilitasi kader yang memiliki potensi di bidang bisnis.

Rakornas ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi Hidayatullah dalam membangun ekosistem ekonomi Islam yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi umat. Dengan semangat konsolidasi dan akselerasi, DPP Hidayatullah bertekad menjadikan kewirausahaan sebagai kekuatan strategis dakwah di era baru.

Reporter: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

LTC sampai UMKM, Program Pemuda Hidayatullah Dapat Apresiasi Kemenpora

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah bersama Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta menggelar silaturahmi ke...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img