
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Penutupan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Rabithah Ma’ahid Hidayatullah (RMH) menandai babak baru dalam pengelolaan jaringan pesantren di bawah naungan organisasi Hidayatullah. Bertempat di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, Jakarta, pada Ahad, 2 Dzulqaidah 1447 (19/4/2026), Ketua Departemen Kepesantrenan Dewan Pengurus Pusat DPP Hidayatullah, KH. Muhammad Syakir Syafi’i, Lc., menyampaikan tujuh poin kesepakatan dan rekomendasi strategis sebagai hasil dari pertemuan nasional tersebut.
KH. Muhammad Syakir Syafi’i menyebutkan, rekomendasi ini merupakan sebuah peta jalan yang dirancang untuk memperkuat fondasi institusi pendidikan Islam di lingkungan Hidayatullah.
Ia menekankan bahwa seluruh butir kesepakatan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme penandatanganan resmi untuk kemudian disampaikan secara formal kepada pengurus harian DPP Hidayatullah, khususnya kepada Ketua Umum.
Poin pertama yang menjadi tonggak sejarah dari pertemuan ini adalah konsensus kolektif para peserta untuk mendirikan sebuah lembaga koordinasi pesantren yang permanen. KH Syakir menyatakan bahwa silatnas RMH ini bersepakat untuk mengukuhkan lembaga yang bernama Rabithah Ma’ahid Hidayatullah di singkat RMH.
“Kehadiran lembaga ini diproyeksikan menjadi wadah integrasi bagi seluruh unit pesantren dalam mencapai standar kualitas yang seragam namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata KH Syakir.
Guna merealisasikan pembentukan lembaga tersebut secara profesional dan akuntabel, forum menyepakati penunjukan Kelompok Kerja (Pokja) sebagai mesin penggerak utama. Proses pembentukan RMH secara resmi diserahkan sepenuhnya kepada Pokja, sementara mandat untuk membentuk personalia dalam Pokja itu sendiri diberikan kepada Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah.
KH. Muhammad Syakir Syafi’i memaparkan bahwa Pokja tidak akan bekerja tanpa arah yang jelas, melainkan dipandu oleh lima parameter utama. Panduan pertama adalah tema besar dari silaturahim itu sendiri, yaitu pesantren unggul, mandiri dan berpengaruh.
Ketiga pilar ini, yakni keunggulan dalam aspek akademik dan spiritual, kemandirian dalam pengelolaan ekonomi serta manajerial, dan pengaruh positif terhadap lingkungan sosial, menjadi inti dari setiap kebijakan yang akan dilahirkan oleh RMH.
Syakir menyebut parameter selanjutnya mencakup Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah dipresentasikan, struktur organisasi yang terdiri dari penasihat, pembina, pengurus, dan perwakilan, serta arah program strategis dan regulasi organisasi lainnya yang berlaku.
Aspek efisiensi waktu juga menjadi perhatian dalam laporan tersebut. Forum memberikan mandat kepada Pokja dengan tenggat waktu selama 60 hari atau dua bulan untuk menyelesaikan penyusunan personalia RMH sejak kesepakatan ditandatangani.
KH Syakir menegaskan bahwa transparansi informasi menjadi prioritas dalam proses ini. Hasil penyusunan struktur kepengurusan tersebut nantinya akan dilaporkan secara terbuka kepada seluruh peserta silaturahim nasional melalui saluran komunikasi digital yang ada.
Momentum peresmian RMH direncanakan akan menjadi peristiwa penting bagi keluarga besar Hidayatullah secara nasional. Forum merekomendasikan agar peresmian lembaga tersebut dilakukan pada momentum 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertempat di Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan.
Syakir menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen yang telah menyukseskan agenda tersebut. Ia secara khusus menyebutkan peran penting Ketua Umum DPP Hidayatullah, tim penyelenggara, serta seluruh panitia yang terlibat secara langsung.
Ia memohon maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama penyelenggaraan acara. KH Syakir juga memberikan catatan khusus mengenai komposisi peserta yang hadir dari berbagai lintas generasi, mulai dari para tokoh senior hingga generasi muda yang merupakan murid-murid dari para perintis terdahulu. Keberagaman ini diharapkan dia menjadi kekuatan sinergis bagi kemajuan Rabithah Maahid Hidayatullah ke depan.






