AdvertisementAdvertisement

Peringati HSN 2026, Hidayatullah Banten Komitmen Teguhkan Peran Santri Masa Depan sebagai Pemimpin Bangsa

Content Partner

SERPONG (Hidayatullah.or.id) — Santri tidak cukup dipersiapkan untuk menjadi penghafal Al-Qur’an dan menguasai ilmu agama. Mereka juga perlu dibina agar mampu mengambil tanggung jawab kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Demikian komitmen peneguhan dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Banten pada 22–24 Oktober 2026 di Komplek Yayasan Al-Firdaus Serpong, Kota Tangerang Selatan, dengan melibatkan 167 santri penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah di Banten.

Ketua DPW Hidayatullah Banten, Dadan Abdul Fattah, menegaskan posisi penting generasi muda santri hari ini dalam keberlanjutan bangsa. “Kalian adalah generasi penerus bangsa selanjutnya,” kata Dadan di acara puncak peringatan HSN 2026 itu.

Dadan mengatakan, menyiapkan penerus bangsa berarti menyiapkan calon pemimpin. Kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara atau menduduki jabatan, tetapi juga oleh keluasan pengetahuan, keteguhan prinsip, kedisiplinan, integritas, dan kesanggupan melayani masyarakat.

“Oleh karena itu, nilai-nilai keislaman hendaknya hadir dalam tindakan kita sehari hari, termasuk ketika antum (Anda) menghadapi perbedaan, mengambil keputusan, dan menjalankan amanah,” katanya.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, santri juga berhadapan dengan tanggung jawab menjaga hubungan antara identitas keagamaan dan kehidupan kebangsaan. Dadan menegaskan, penguasaan ilmu agama menjadi fondasi, tetapi perlu berjalan bersama pemahaman terhadap persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, dan perkembangan teknologi.

“Tanpa membekali diri dengan keluasan wawasan dan kemampuan membaca perubahan, Anda sebagai generasi masa depan berisiko kesulitan menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks,” katanya.

Butuh Kesinambungan

Peringatan Hari Santri di Serpong menjadi ruang pertemuan bagi 167 santri dari berbagai daerah di Banten. Ketua Yayasan Al-Firdaus, Muhammad Irwan, menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

Dia menyampaikan, pembinaan santri sebagai calon pemimpin pada dasarnya menuntut kesinambungan antara pendidikan, keteladanan, dan praktik tanggung jawab. Dia berpesan bahwa hafalan Al-Qur’an merupakan capaian penting, tetapi relevansinya juga harus tercermin dalam akhlak, kejujuran, keadilan, serta kemanfaatan bagi sesama.

“Melalui kegiatan ini, kami selaku tuan rumah dan Hidayatullah Banten secara umum ingin mengangkat kembali peran generasi santri dalam keberlanjutan bangsa,” kata Irwan kepada media ini.

Dia menambahkan, tantangan penyiapan lahirnya generasi berkualitas kedepan adalah memastikan pembinaan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi berlanjut dalam proses pendidikan yang membentuk generasi berilmu, berintegritas, dan siap memikul amanah kepemimpinan. “Kita mendoakan semoga kelak santri santri kita hari ini menjadi pemimpin di hari esok,” katanya menutup.

Reporter: Gunawan Syahril
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Hidayatullah dan Atdikbud KBRI Dili Teken MoU, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Timor-Leste

DILI, TIMOR-LESTE (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Atase Pendidikan dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img