
DILI, TIMOR-LESTE (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Timor-Leste, Kamis (22/10/2026). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan jejaring kelembagaan kedua negara.
Penandatanganan berlangsung di Pusat Budaya Indonesia KBRI Dili. DPP Hidayatullah diwakili Ketua Bidang Organisasi, Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.H., M.H., sedangkan pihak KBRI Dili diwakili Prof. Dr. Tasrifin Tahara, M.Si., selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam kunjungan tersebut, Dudung didampingi Kepala Departemen Hubungan Antarbangsa (HAB) DPP Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, S.Sy., MIRK. Turut hadir Sekretaris Wilayah Hidayatullah Nusa Tenggara Timur, Direktur MI Pemimpin RQH Kupang, serta Muhammad Sholeh.
Perluas Akses Pendidikan Tinggi
Nota Kesepahaman ini menjadi landasan bagi pengembangan program pendidikan yang melibatkan perguruan tinggi di lingkungan dan jaringan Hidayatullah dengan lembaga pendidikan di Timor-Leste.
Salah satu fokus kerja sama tersebut adalah memperluas akses masyarakat Timor-Leste terhadap pendidikan tinggi di perguruan tinggi dalam lingkungan dan jaringan Hidayatullah.
Kedua pihak juga membuka peluang pengembangan program beasiswa sesuai kemampuan masing-masing, pertukaran mahasiswa dan dosen, penyebarluasan informasi pendidikan tinggi, serta penyelenggaraan kuliah umum, seminar, lokakarya, konferensi, dan kegiatan akademik lainnya.
Selain itu, kerja sama diarahkan pada peningkatan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pengelola lembaga pendidikan melalui program pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Timor-Leste.
Kepala Departemen Hubungan Antarbangsa DPP Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat segera ditindaklanjuti melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Perguruan tinggi dalam jaringan Hidayatullah diharapkan dapat berkontribusi melalui program pendidikan, penelitian, beasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dorong Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat
Kerja sama ini tidak hanya mencakup pendidikan formal, tetapi juga membuka peluang penelitian bersama mengenai berbagai isu yang menjadi kepentingan Indonesia dan Timor-Leste.
Bidang yang dapat dikembangkan meliputi ekonomi, manajemen, kewirausahaan, pendidikan, sosial, keagamaan, budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kolaborasi juga mencakup pertukaran pengetahuan, pengembangan publikasi ilmiah bersama, penyelenggaraan seminar dan konferensi, serta peningkatan kapasitas peneliti.
Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, program kerja sama diarahkan pada pendampingan UMKM, pengembangan kewirausahaan masyarakat dan generasi muda, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, pendidikan masyarakat, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Pelibatan dosen dan mahasiswa diharapkan dapat memperluas manfaat kerja sama sehingga kolaborasi internasional tidak hanya berlangsung pada tingkat kelembagaan, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Perkuat Jejaring Pendidikan Indonesia–Timor-Leste
Penandatanganan MoU ini juga membuka peluang lebih luas bagi perguruan tinggi di lingkungan Hidayatullah untuk membangun kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya di Timor-Leste.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili diharapkan mendukung komunikasi dan koordinasi kerja sama pendidikan, membantu pengembangan jejaring dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Timor-Leste, serta memberikan informasi mengenai kebutuhan dan peluang pengembangan pendidikan di negara tersebut.
Sementara itu, DPP Hidayatullah akan mengoordinasikan perguruan tinggi dalam lingkungan dan jaringannya untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan kerja sama, termasuk menyiapkan sumber daya akademik berupa dosen, peneliti, mahasiswa, dan tenaga ahli sesuai kebutuhan program.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan peran pendidikan sebagai salah satu jembatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Timor-Leste serta memperkuat kontribusi lembaga pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia.
Ditindaklanjuti dengan Program Konkret
MoU tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti oleh perguruan tinggi di lingkungan Hidayatullah melalui Memorandum of Agreement (MoA), Perjanjian Kerja Sama (PKS), Implementation Arrangement (IA), maupun program teknis lainnya.
Melalui tindak lanjut tersebut, perguruan tinggi Hidayatullah berpeluang mengembangkan kerja sama yang lebih spesifik dengan mitra di Timor-Leste sesuai bidang keilmuan dan kapasitas masing-masing.
DPP Hidayatullah berharap penandatanganan MoU ini menjadi awal dari hubungan kelembagaan yang lebih erat dan berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pendidikan dan penelitian, pemberdayaan masyarakat, serta perluasan hubungan Indonesia dan Timor-Leste.
Kesepahaman ini juga menjadi bagian dari upaya Hidayatullah memperluas kiprah dan jejaring internasional agar lembaga pendidikan serta sumber daya yang dimiliki dapat memberikan manfaat lebih luas, melampaui batas geografis Indonesia.
Nota Kesepahaman antara DPP Hidayatullah dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili tersebut berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.






