
MALANG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Haniffudin Chaniago, menekankan pentingnya pengawalan dan evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya menghasilkan dampak berlapis bagi kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Kepemudaan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Hidayatullah yang berlangsung di Aula Ar Rahmah Putri 2, Malang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Dalam forum yang juga menghadirkan Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, Hanifuddin menjelaskan bahwa MBG merupakan program strategis yang memiliki cakupan manfaat luas, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia menyebut program tersebut sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang sehat dan berdaya saing dalam kerangka pembangunan jangka panjang nasional. Menurutnya, MBG berkaitan dengan upaya pencegahan stunting sekaligus peningkatan kualitas gizi peserta didik.
“MBG adalah program luar biasa, bukan hanya berdampak pada anak didik, tapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang luar biasa. Dampaknya bisa dirasakan oleh petani sayur, nelayan, para juru masak dan banyak lagi,” ujarnya.
Selain dimensi kesehatan, Hanifuddin menyoroti keterkaitan program tersebut dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menyebut bahwa implementasi MBG melibatkan berbagai sektor, mulai dari produksi pangan hingga distribusi dan pengolahan.
Dalam konteks tersebut, ia menegaskan perlunya sistem pengawasan yang terukur dan mekanisme evaluasi yang transparan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan yang ditetapkan.
Menurutnya, proses monitoring diperlukan agar manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh pelaku ekonomi di tingkat lokal, termasuk produsen pangan, nelayan, dan pekerja sektor jasa.
Ia menambahkan bahwa evaluasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program, sekaligus memastikan distribusi manfaat berjalan secara merata.
Seminar Nasional Kepemudaan ini menjadi ruang diskusi mengenai peran generasi muda dalam mengawal kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kualitas manusia dan penguatan ekonomi masyarakat.






