AdvertisementAdvertisement

DPP Hidayatullah Kunjungi Al-Izzah IIBS Batu, Dalami Model Pendidikan Profesional

Content Partner

BATU (Hidayatullah.or.id) — Bidang Pendidikan DPP Hidayatullah melanjutkan agenda silaturahmi dan benchmarking organisasi dengan mengunjungi Al-Izzah Leadership & International Islamic Boarding School (IIBS) Batu, Malang, Jawa Timur.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Bidang Pendidikan DPP Hidayatullah menggali praktik pengelolaan pendidikan yang dapat memperkuat mutu lembaga pendidikan Hidayatullah dalam memasuki fase perjalanan 50 tahun kedua.

Setibanya di lokasi, rombongan diajak meninjau kompleks pendidikan Al-Izzah IIBS yang memisahkan kampus putra dan putri. Rombongan melihat langsung berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari gedung pembelajaran, penataan lingkungan, hingga sport center yang berada di antara kedua kampus.

Berdiri sejak 2006, Al-Izzah IIBS Batu mengembangkan pendidikan dengan empat pilar utama, yakni adab, akhlak mulia, leadership, dan tahfiz Al-Qur’an. Sistem pendidikannya mengintegrasikan kurikulum nasional, kurikulum internasional Cambridge Assessment International Education, serta kurikulum muadalah Universitas Islam Madinah.

Selain penguatan akademik melalui program Olimpiade Sains, Bahasa, dan Matematika, pembinaan santri diarahkan pada pembentukan kepemimpinan, kedisiplinan adab harian, dan pencapaian target hafalan Al-Qur’an. Ekosistem pembelajaran juga dirancang dengan memperhatikan wellbeing dan kenyamanan fisik, spiritual, serta kesehatan mental santri.

Usai peninjauan, rombongan diterima KH Dr. Ali Imron, founder sekaligus pembina Al-Izzah yang juga menjadi Komite Pakar Hidayatullah bidang pendidikan.

Ketua Bidang Pendidikan DPP Hidayatullah, Muzakkir, menyampaikan maksud kunjungan sekaligus memperkenalkan rombongan. Ia menegaskan pentingnya peningkatan mutu pendidikan integral berbasis tauhid sebagai bagian dari agenda Hidayatullah memasuki 50 tahun kedua.

Menurut Muzakkir, lembaga pendidikan Hidayatullah perlu terus meningkatkan daya saing global sehingga memiliki rekognisi yang lebih luas di tingkat internasional.

Menanggapi hal tersebut, Ali Imron menekankan pentingnya wawasan luas dan keberanian mengambil keputusan transformatif dalam mengelola lembaga pendidikan.

“Etos profetik yang menjadi DNA perjuangan kader Hidayatullah harus diperagakan secara profesional. Jangan sampai nilai profetik dijadikan kedok untuk memaklumi kelolaan yang ‘amatir’, seperti pelayanan yang tidak teratur, kedisiplinan pengajar yang rendah, serta tata kelola santri yang belum terstruktur dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pesantren perlu diwujudkan sebagai miniatur peradaban yang memiliki daya magnet. Dengan demikian, nilai-nilai Islam tidak hanya disampaikan secara verbal, tetapi dapat dilihat, dirasakan, dan dialami secara nyata oleh masyarakat yang berkunjung.

Diskusi kemudian berkembang pada sejumlah persoalan strategis, di antaranya pembinaan alumni dan Sumber Daya Insani (SDI), keberlangsungan pesantren di tengah ketidakpastian ekonomi global, kompetisi dengan program sekolah berasrama yang dibiayai pemerintah, serta tantangan stigma negatif terhadap pesantren terkait isu kekerasan fisik dan bullying.

Menjawab berbagai persoalan tersebut, Ali Imron menekankan pentingnya peningkatan standar pelayanan lembaga pendidikan secara menyeluruh. Pelayanan, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga harus menjamin wellbeing, kenyamanan, dan perlindungan santri.

Selain itu, jejaring organisasi perlu dioptimalkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan alumni. Para lulusan, termasuk alumni Al-Izzah, diharapkan tetap mendapatkan pembinaan melalui jaringan struktur Hidayatullah di berbagai daerah, baik ketika melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Pertemuan ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah dan makan siang bersama. Setelah itu, rombongan Bidang Pendidikan DPP Hidayatullah melanjutkan perjalanan menuju Surabaya untuk agenda benchmarking berikutnya.

Kunjungan ke Al-Izzah IIBS Batu menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat pengelolaan pendidikan Hidayatullah agar nilai-nilai Islam tidak berhenti pada doktrin dan simbol, tetapi tercermin dalam kebersihan lingkungan, kerapian tata kelola, kenyamanan sarana belajar, serta profesionalisme para pengelolanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Mushida Jakarta Selatan Dorong Muslimah Berhijab Tetap Semangat di Usia Senja

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jakarta Selatan menggelar kegiatan inspiratif dalam rangka memperingati Hari Solidaritas Hijab...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img