
BENGKULU (Hidayatullah.or.id) — Salah satu tugas kader Hidayatullah, khususnya kader Wustha, adalah menjadi duta Hidayatullah di tengah masyarakat. Karena itu, kader diharapkan terus meningkatkan akhlak sekaligus kapasitas diri agar dakwah Hidayatullah semakin diterima luas.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, K.H. Drs. Hamim Thohari, M.Si., saat menutup kegiatan Daurah Marhalah Wustha di Kota Bengkulu, Jumat (18/09/2026).
“Sebagai duta Hidayatullah, para kader Wustha diharapkan terus meningkatkan akhlak mulia sekaligus kapasitasnya, sehingga masyarakat semakin menerima Hidayatullah,” ujar Hamim.
Ia juga berpesan agar kader Hidayatullah memiliki penguasaan teknologi informasi (IT) yang memadai. Menurutnya, kemampuan tersebut penting untuk memperluas jangkauan dakwah di tengah perkembangan teknologi dan media digital.
Selain itu, Hamim menekankan pentingnya membangun kedisiplinan, baik dalam kehidupan keluarga maupun di lingkungan yang lebih luas. Menurutnya, disiplin merupakan salah satu karakteristik dasar seorang jundullah, yakni tentara Allah.
“Karena disiplin itu karakteristik dasar seorang jundullah, tentara Allah,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPW Hidayatullah Bengkulu, Ustadz Ahmad Suhail, S.Pd., dan Ketua DMW Hidayatullah Bengkulu, Ustadz Drs. Sutrisno Eko Santoso. Sementara Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, Fu’ad Fahrudin, M.Pd., mengikuti kegiatan secara daring.
Daurah Marhalah Wustha kali ini diikuti 22 peserta. Selain dari Bengkulu, peserta juga berasal dari sejumlah daerah di Sumatera, yakni Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan kader untuk memperkuat kapasitas, akhlak, kedisiplinan, serta kesiapan mereka dalam menjalankan peran dakwah di tengah masyarakat.









