
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur menyelenggarakan Daurah Marhalah Wustha (DMW) yang diikuti oleh 25 peserta utusan dari berbagai institusi, organisasi, dan amal usaha Hidayatullah se-Kalimantan Timur, serta beberapa peserta dari Kalimantan Utara. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Jumat–Senin, 10–13 Juli 2026 M bertepatan dengan 25–28 Muharram 1448 H, bertempat di Ruang Rapat Yayasan WKP, Kampus Induk Ummul Qura Hidayatullah Balikpapan.
Mengusung tema “Terwujudnya Kader Penggerak Halaqah sebagai Wasilah Membangun Peradaban Islam,” Daurah Marhalah Wustha menjadi jenjang kaderisasi strategis dalam membentuk kader Hidayatullah yang memiliki kematangan pemikiran, kepemimpinan, serta kemampuan menggerakkan halaqah sebagai instrumen dakwah dan pembinaan umat.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari unsur pimpinan Hidayatullah, yaitu Ustadz Dr. Nashirul Haq, Lc., M.A. (Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah), Ustadz Drs. Nursyamsa Hadis (Anggota Majelis Penasehat Hidayatullah), Ustadz Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I. (Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah), serta Ustadz Drs. M. Nur Fuad, M.A. (Anggota Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah).
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ummul Qura Balikpapan, Ustadz Dr. Arfan, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena Kampus Induk Ummul Qura dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan DMW pertama pada periode kepengurusan saat ini. Beliau menegaskan bahwa seluruh civitas Kampus Ummul Qura sangat antusias mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diusung sangat selaras dengan visi besar Ummul Qura untuk terus berbenah dalam mewujudkan cita-cita membangun peradaban Islam. Terlebih lagi, saat ini berkembang semangat dan optimisme bahwa kebangkitan Hidayatullah akan kembali dimulai dari Kampus Induk Ummul Qura Balikpapan.


Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, KH. Hizbullah AS, S.Pd.I., menegaskan bahwa Daurah Marhalah Wustha bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menjaga ruh, semangat, dan kesinambungan perjuangan dakwah. “Agenda daurah ini merupakan wahana transformasi jati diri sekaligus penguatan ruh perjuangan. Melalui kaderisasi yang berkelanjutan inilah Hidayatullah akan terus melahirkan kader-kader yang siap mengemban amanah perjuangan di berbagai lini kehidupan,” ujarnya.
Adapun Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, Ustadz Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menjelaskan bahwa Daurah Marhalah Wustha merupakan jenjang kaderisasi yang berada satu tingkat di atas Marhalah Ula.
Beliau menjelaskan bahwa apabila Marhalah Ula lebih berorientasi pada pemahaman normatif dan tekstual mengenai dasar-dasar Islam, maka alumni Marhalah Wustha dituntut memiliki kemampuan mendialogkan ajaran Islam secara terbuka, argumentatif, dan kontekstual di tengah masyarakat. Lebih lanjut, beliau berharap seluruh peserta yang mengikuti daurah ini dapat menjadi penggerak halaqah sekaligus calon pemimpin Hidayatullah di masa depan. Alumni DMW diharapkan mampu menjadi kader yang solutif, menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan organisasi, serta menjadi bagian dari penyelesaian berbagai persoalan, bukan justru menjadi sumber persoalan.
Melalui penyelenggaraan Daurah Marhalah Wustha ini, diharapkan lahir kader-kader Hidayatullah yang memiliki integritas keislaman, kedalaman pemahaman, kematangan kepemimpinan, serta kesiapan menjadi penggerak halaqah dalam mewujudkan peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.






