AdvertisementAdvertisement

Dr. Nashirul Haq, Melahirkan Generasi Unggul dari Pondok Pesantren

Content Partner

TERNATE (Hidayatullah or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku Utara sukses menggelar Seminar Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Pendidikan Karakter Berbasis Tauhid Menyongsong Indonesia Emas” ini dilangsungkan di Aula Pemerintah Kota Ternate pada Sabtu (24/10/2026).

Seminar strategis ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Wakil Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah yang juga Wasek Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Dr. H. Nashirul Haq, Lc., M.A., Asisten I Pemprov Maluku Utara, Kadri La Etje, S.Pi., M.Si., serta Walikota Ternate, Dr. H. Tauhid Soleman, M.Si.

Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Drs. Nasri Bohari, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya diisi oleh Seminar Kebangsaan, tetapi juga dirangkaikan dengan Daurah Marhalah Wustha yang diikuti lebih dari 33 peserta, serta ditutup dengan Tabligh Akbar di Masjid Raya Ternate.

Pembangunan SDM dan Pendidikan Holistik

Tampil sebagai narasumber kedua, Dr. H. Nashirul Haq, Lc., M.A., memaparkan materi mendalam mengenai investasi pendidikan generasi unggul menuju Indonesia 2045. Di awal pemaparannya, ia menegaskan bahwa kebangkitan suatu bangsa mutlak berakar dari kualitas sumber daya manusianya.

“Membangun peradaban suatu bangsa harus dimulai dari pembangunan sumber daya manusianya melalui pendidikan,” tegas Nashirul di hadapan para peserta.

Nashirul menjelaskan bahwa pendidikan Islam memiliki sifat yang holistik dan menyeluruh. Tujuannya adalah membentuk manusia utuh dalam seluruh aspek kehidupan spiritual, intelektual, emosional, fisik, dan sosial yang dikembangkan secara seimbang demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Lanjut alumni Universitas Islam Madinah tersebut, arah tujuan pendidikan nasional yang menempatkan iman, takwa, dan akhlak sebagai fondasi sangat selaras dengan pesan luhur lagu kebangsaan Indonesia Raya, yakni “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Landasan inilah yang membuat pendidikan Islam kokoh dalam membangun jiwa sekaligus mengembangkan potensi fisik serta intelektual manusia.

Di lingkungan Hidayatullah, konsep tersebut diimplementasikan secara nyata melalui Pendidikan Islam Berbasis Tauhid, yakni sistem pendidikan di mana seluruh praktik dan konsepnya didirikan di atas fondasi tauhid yang kokoh.

Kunci Keberhasilan: Peran Pendidik dan Sinergi Lingkungan

Untuk melahirkan generasi yang benar-benar unggul, Nashirul Haq memaparkan bahwa setiap pendidik harus menjalankan tiga peran secara simultan, meliputi pembentukan adab, mengajarkan ilmu, dan melatih keterampilan.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang padu dari tiga unsur utama rumah, sekolah, dan lingkungan yang masing-masing harus mengambil tanggung jawab secara bersama-sama.

Menutup pemaparannya, Dr. Nashirul Haq menarik sebuah konklusi penting: “Pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang unggul, cerdas, dan beradab menyongsong Indonesia Emas.” Tegasnya

Reporter: J. Ruwais
Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

ISCH 2026, Langkah Hidayatullah Jabar Lahirkan Generasi Pemimpin Berintegritas

SUMEDANG (Hidayatullah.or.id) — Satuan Komunitas Pramuka (Sakoda) Hidayatullah Jawa Barat menyelenggarakan Jambore Wilayah Islamic Super Camp of Hidayatullah (ISCH)...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img