
BANGKA TENGAH (hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Hidayatullah Bangka Belitung sukses menggelar prosesi Haflah Akhirussanah bagi santri kelas akhir jenjang SMP dan SMA. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Teru, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Ahad (21/6/2026) atau bertepatan dengan 5 Muharram 1448 H.
Dalam pelaksanaan Haflah tahun ini mengusung tema “Berilmu untuk berkarya, Beriman untuk mulia, dan Berakhlaq untuk menginspirasi”. Sekaligus menjadi harapan bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang SMP dan SMA.
Integrasi Tiga Kecerdasan Jadi Kunci Sukses Pendidikan
Dalam sambutannya, Ketua Departemen Pendidikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Babel, Ustadz Taufik Hidayat, Lc., S.M., M.Pd, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian para santri alumni. Beliau menekankan bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari sebuah pembelajaran, melainkan langkah awal agar para lulusan terus berkembang dan berproses untuk mencapai cita-cita yang diinginkan,” ujar Taufik.
Lebih lanjut, Taufik mengutip sebuah penelitian dari seorang profesor di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa pendidikan yang sukses adalah pendidikan yang mampu mengintegrasikan tiga potensi kecerdasan, yaitu Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ).
“Alhamdulillah, model pendidikan di Ponpes Tahfidz Hidayatullah Babel ini menganut ketiga hal di atas. Ini menjadi landasan dasar dan fokus utama dalam proses serta pelaksanaan pendidikan kami,” tambahnya. Beliau juga mengajak para orang tua murid untuk tetap konsisten melanjutkan tonggak pendidikan islam ini ke jenjang yang lebih tinggi di lingkungan Pesantren Hidayatullah.
Transformasi Kawasan Angker Menjadi Pusat Peradaban
Apresiasi luar biasa juga datang dari pemerintah setempat. Camat Simpang Katis, Bapak Romadin, S.Ag, memberikan kesaksian menyentuh mengenai dampak positif kehadiran pesantren ini bagi lingkungan sekitar.
“Dulu tempat ini dikenal sangat angker oleh masyarakat sekitar. Namun, setelah hadirnya pondok pesantren ini, kawasan menjelma menjadi sebuah institusi pendidikan yang mulia. Tempat ini kini melahirkan para penghafal Qur’an dan calon pemimpin masa depan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkap Romadin bangga.
Ditutup dengan Unjuk Bakat Para Santri
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti akhir acara ketika para santri alumni SMP dan SMA menampilkan kemampuan mereka dalam sesi tasmi’ (memperdengarkan) hafalan Al-Qur’an. Tidak hanya itu, mereka juga menunjukkan kecakapan global melalui pidato dalam tiga bahasa yang dibawakan secara memukau.
Rangkaian acara Haflah Akhirussanah ini kemudian resmi ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Simpang Katis, Bapak Romanza, S.H.I.






