AdvertisementAdvertisement

Gagasan Peradaban Islam Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Umat

Content Partner

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad menegaskan bahwa peradaban Islam harus mampu menjawab tantangan nyata masyarakat modern, bukan berhenti sebagai gagasan normatif. Pesan tersebut disampaikan dalam forum Next Gen Leaders (NGL) Regional Jawa-Bali di Yogyakarta, Sabtu, 24 Safar 1448 (8/8/2026), melalui sesi bertema “Peradaban Islam, Sebuah Ilusi?”.

Naspi memandang tantangan umat Islam semakin kompleks karena bersentuhan langsung dengan perubahan ekonomi, sosial, teknologi, hingga perkembangan pemikiran. Karena itu, kapasitas umat dalam membangun peradaban perlu diukur dari kemampuannya menghadirkan solusi yang relevan bagi kehidupan.

“Islam harus mampu menjawab tantangan riil saat ini. Pertanyaannya, apakah Islam mampu menjadi payung besar bagi seluruh cabang ilmu?” ujarnya.

Menurut Naspi, peradaban Islam semestinya tidak hanya menghasilkan wacana, tetapi juga membangun kehidupan yang memberikan manfaat, ketenangan, dan pencerahan. Orientasi tersebut menuntut nilai-nilai Islam diterjemahkan dalam tindakan yang dapat dirasakan masyarakat.

“Islam itu harus membahagiakan, mencerahkan, menerangkan. Berikan senyum dan perkataan yang baik kepada kehidupan,” katanya.

Ia kemudian memetakan tantangan yang dihadapi umat dalam dua sisi. Dari luar, terdapat arus globalisasi, liberalisme-sekulerisme, serta digitalisasi yang terus mengubah pola hidup dan cara manusia memperoleh pengetahuan. Di sisi internal, persoalannya mencakup rigiditas berpikir, lemahnya literasi, problem ekonomi, dan konflik di antara umat sendiri.

“Tantangan kita bukan hanya dari luar. Dari dalam juga ada rigiditas berpikir, literasi yang lemah, persoalan ekonomi, dan konflik internal. Semua ini harus kita jawab jika ingin membangun peradaban Islam,” ujarnya.

Dalam konteks kaderisasi generasi muda, NGL Regional Jawa-Bali diharapkan dia menjadi ruang penguatan wawasan keislaman, intelektualitas, dan kepemimpinan mahasiswa. Naspi menegaskan, kemampuan membaca perubahan sekaligus menawarkan solusi menjadi bagian penting dari kesiapan generasi muda mengambil peran dalam pembangunan peradaban.

Dengan demikian, tegasnya, gagasan tentang peradaban Islam ditempatkan bukan sebagai nostalgia sejarah, melainkan agenda yang harus diuji melalui kemampuan menghadapi persoalan konkret masyarakat modern.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Hidayatullah NTB Perkuat Silaturahim Lintas Harakah di Lombok Timur

LOMBOK TIMUR (Hidayatullah.or.id) — 8 Agustus 2026. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat silaturahim dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img