
RIUNG (Hidayatullah.or.id) — Rabu (16/09/2026), bertepatan dengan 5 Rabiul Akhir 1448 H — Bencana boleh meretakkan dinding-dinding bangunan, namun tak sedikit pun mampu mengikis semangat para penuntut ilmu di ujung utara Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Pascagempa utama berkekuatan M7,7 yang melanda Flores pada pertengahan Agustus lalu, ribuan gempa susulan yang masih terus bergemuruh tak menyurutkan langkah 40 santri MA Hidayatullah Baar, Riung, untuk terus mengejar cita-cita.
Di bawah tenda darurat beratap terpal, berdinding anyaman daun kelapa, hingga berteduh di bawah rindangnya pepohonan, 40 santri bersama 13 guru tetap melanjutkan proses belajar-mengajar. Senyum gigih dan tatapan fokus para santri serta ketelatenan para pendidik seolah membungkam cuaca terik dan rasa cemas akibat lebih dari 15.000 guncangan susulan yang masih tercatat hingga pertengahan September ini.
Kepala MA Hidayatullah Baar, Ustaz Tasnim, menegaskan keterbatasan fasilitas fisik bukan alasan untuk berhenti melangkah. Komitmen 13 tenaga pengajar untuk menjaga masa depan 40 anak didiknya menjadi bahan bakar utama semangat mereka.
“Sejak gempa terjadi kami tetap berkomitmen untuk menjalankan proses belajar mengajar, walaupun menggunakan tenda yang dibuat dari terpal, berdinding daun kelapa, atau di bawah pohon, kami bersama siswa tetap melakukan pembelajaran. Inilah semangat kami dalam menuntut ilmu,” tegas Ustaz Tasnim.
Kondisi kelas yang jauh dari kata ideal justru melahirkan pemandangan yang menyentuh hati. Lembar-lembar kitab dan buku pelajaran tetap terbuka rapi di atas meja seadanya, diselingi deru angin laut dan debu tanah darurat. Tak ada keluh kesah dari 40 santri tersebut, yang ada hanyalah lantunan ayat, diskusi ilmu, dan tekad untuk bangkit bersama dari masa-masa sulit.
Ketangguhan para santri dan guru di Pondok Pesantren Hidayatullah Riung menjadi bukti nyata bahwa madrasah bukan sekadar menghidupkan bangunan batu, melainkan menyalakan jiwa-jiwa yang pantang menyerah. Di tengah puing dan keterbatasan, harapan itu terus dirawat dan tumbuh makin kuat saban harinya.
Foto








