AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Institute Gelar Leadership Training Kepala Sekolah

Content Partner

Muzakkir Usman, M.Pd., Ph.D. saat memaparkan arah dan visi pendidikan Hidayatullah kepada para kepala sekolah. Pelatihan Batch #22 ini menargetkan penguatan kompetensi digital (digital leadership) dan kewirausahaan sekolah demi mencetak lulusan yang mandiri dan berkarakter. (Foto: Al-Qo’im Biamrillah / Hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah Institute resmi membuka Leadership Training Kepala Sekolah Batch ke-22 di Aula Lobi Lantai 2, Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Senin (24/8/2026). Pelatihan bertema “Kepemimpinan Manhaji Profetik dan Profesional” ini diikuti 29 kepala sekolah dari berbagai wilayah Indonesia.

Ketua DPP Hidayatullah Bidang Pendidikan, Muzakkir Usman, S.S., M.Ed., Ph.D., mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk melahirkan kepala sekolah yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga mampu memimpin dengan landasan nilai-nilai Islam dan profesionalisme.

“Kita ingin melahirkan para kepala sekolah sebagai pemimpin yang profetik dan profesional,” ujar Muzakkir dalam pembukaan kegiatan.

Ia menjelaskan, pelatihan yang diselenggarakan Hidayatullah Institute tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan di lingkungan sekolah Hidayatullah. Dari 538 sekolah Hidayatullah di seluruh Indonesia, program ini telah melahirkan sekitar 240 alumni kepala sekolah.

Peserta Batch ke-22 berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Sumatera, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, hingga Papua. Menurut Muzakkir, keberagaman latar belakang peserta menjadi bagian penting dalam proses pertukaran pengalaman dan penguatan kapasitas kepemimpinan.

“Pelatihan ini ingin membangun kompetensi kepala sekolah secara utuh, mulai dari kepribadian, sosial, profesional hingga kemampuan entrepreneurship,” katanya.

Muzakkir menyebut pendekatan tersebut selaras dengan empat kompetensi kepala sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025. Namun, Hidayatullah memperkaya pendekatan itu dengan konsep pendidikan integral berbasis tauhid, yang mengintegrasikan pembelajaran umum dengan penguatan keimanan kepada Allah SWT.

“Yang membedakan kami adalah pendidikan integral berbasis tauhid. Pembelajaran tidak hanya mengajarkan mata pelajaran umum, tetapi juga mengintegrasikannya dengan aspek keimanan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Selama lima hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi mengenai kepemimpinan Islam, kepemimpinan pembelajaran, pendidikan integral, inovasi pendidikan, hingga digital leadership. Materi terakhir diarahkan untuk membekali kepala sekolah agar mampu mengambil keputusan berbasis data dan meningkatkan keterlibatan masyarakat terhadap sekolah.

Menurut Muzakkir, kepala sekolah saat ini tidak cukup hanya mampu menjalankan rutinitas administratif. Mereka harus mampu menjaga kualitas sekaligus mendorong inovasi dan perubahan.

“Kita ingin melahirkan pemimpin yang ambidextrous leadership, pemimpin yang mampu menjaga hal-hal baik yang sudah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru,” katanya.

Konsep tersebut, lanjutnya, menjadi penting agar sekolah tidak hanya memiliki kualitas pendidikan yang baik, tetapi juga mampu mengomunikasikan dan memperluas dampak positifnya kepada masyarakat.

Pada hari keempat, peserta dijadwalkan melakukan kunjungan pembelajaran ke dua lembaga pendidikan. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk sekolah yang mampu bertahan dengan keterbatasan fasilitas dan lembaga pendidikan swasta yang berhasil bertransformasi menjadi sekolah negeri.

Muzakkir berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para peserta untuk mengembangkan sekolah masing-masing.

“Harapannya, pengalaman ini menjadi wasilah agar nantinya ada satu, dua, tiga, atau lebih sekolah yang mampu bertransformasi dan berkembang lebih baik,” ujarnya.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Hidayatullah-Institute-Gelar-Leadership-Training-Kepala-Sekolah.jpeg
Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Hidayatullah-Institute.jpeg

Pembukaan Leadership Training Kepala Sekolah Batch ke-22 tersebut turut dihadiri jajaran pengurus pusat Hidayatullah, antara lain Wakil Sekretaris Jenderal Iwan Ruswanda, S.Pd., M.Pd., Ketua Departemen Sumber Daya Insani Sumariadi, S.Pd.I., Ketua Bidang Pelayanan Umat Shohibul Anwar, S.Pd., M.H.I., Ketua Bidang Organisasi Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.H., M.H., Ketua Bidang Pendidikan Muzakkir Usman, S.S., M.Ed., Ph.D., serta Ketua Bidang Perkaderan dan Pembinaan Anggota Dr. Abdul Ghofar Hadi, S.Sos.I., M.S.I.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka setelah penyampaian arahan dari jajaran terkait. Pelatihan diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas kepala sekolah Hidayatullah agar mampu menghadirkan kepemimpinan pendidikan yang berintegritas, profesional, inovatif, dan berorientasi pada kemajuan sekolah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Kemendikdasmen Penguatan Kepala Sekolah Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) —  Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Prof. Dr. Nunuk Suryani,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img