AdvertisementAdvertisement

Kemendikdasmen: Penguatan Kepala Sekolah Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas

Content Partner

Dirjen GTK Kemendikdasmen Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. menyampaikan sambutan sekaligus membuka Leadership Training Kepala Sekolah Hidayatullah Institute Batch 22 secara virtual, Senin (24/08/2026).

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) —  Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., menegaskan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Hal itu disampaikan Nunuk saat memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi Leadership Training Kepala Sekolah Hidayatullah Institute Batch 22 di Aula Lobi Lantai 2, Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Senin (24/08/2026).

Nunuk mengapresiasi Hidayatullah yang secara konsisten meningkatkan kompetensi kepala sekolah melalui pelatihan kepemimpinan. Menurutnya, penguatan kapasitas kepala sekolah sejalan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara merata.

“Saya memberikan apresiasi karena Hidayatullah sudah mulai meningkatkan kompetensi kepala sekolah. Ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi sudah dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Nunuk.

Ia mengatakan tantangan pendidikan Indonesia saat ini tidak hanya menyangkut kuantitas, tetapi juga kualitas hasil belajar. Karena itu, peningkatan kompetensi kepala sekolah menjadi salah satu kunci untuk memastikan berbagai kebijakan pendidikan dapat diterapkan secara efektif di tingkat satuan pendidikan.

“Yang paling harus memahami berbagai perubahan kebijakan dan bagaimana mengimplementasikannya di sekolah adalah kepala sekolah. Kepala sekolah harus mampu mengedukasi, membersamai, dan menyelaraskan seluruh guru di sekolah,” katanya.

Nunuk menilai keberhasilan sebuah sekolah sangat berkaitan dengan kualitas kepemimpinannya. Guru yang kompeten, menurutnya, membutuhkan pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja, kolaborasi, dan budaya pembelajaran yang mendukung.

“Kalau kita bertanya sekolah itu berhasil atau tidak, pertanyaan pertama adalah siapa kepala sekolahnya. Bukan hanya siapa gurunya, tetapi siapa kepala sekolahnya,” tegasnya.

Kualitas Pendidikan Tidak Cukup Diukur dari Angka

Nunuk menjelaskan, pemerintah menargetkan terwujudnya pendidikan yang berkualitas sekaligus merata. Pendidikan berkualitas, kata dia, tidak cukup dilihat dari indikator kuantitatif seperti angka partisipasi, jumlah guru, atau akses pendidikan.

Lebih jauh, kualitas pendidikan harus tercermin dari hasil belajar dan kualitas lulusan.

“Angka-angka itu penting, tetapi kalau kita ingin melihat apakah pendidikan kita membaik, ukurannya adalah hasil belajar. Apakah anak-anak kita diterima di perguruan tinggi terbaik dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Ia mencontohkan, keberhasilan sebuah pelatihan tidak semata-mata diukur dari meningkatnya kompetensi peserta setelah mengikuti kegiatan. Dampak akhirnya harus terlihat pada peningkatan kualitas pembelajaran dan lulusan.

“Kalau setelah lima hari prosesnya meningkat, itu belum berarti pelatihan ini berhasil. Pelatihan berhasil kalau berdampak pada kualitas lulusan kita,” katanya.

Menurut Nunuk, peningkatan kualitas pendidikan nasional harus dimulai dari satuan pendidikan sebagai unit terkecil. Karena itu, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perubahan tersebut.

Selaras dengan Agenda Pendidikan Nasional

Nunuk juga menjelaskan sejumlah agenda pemerintah dalam pembangunan pendidikan hingga 2045. Salah satu fokusnya adalah peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi peserta didik.

Ia menilai materi Leadership Training yang diselenggarakan Hidayatullah Institute, termasuk digital leadership, memiliki relevansi kuat dengan arah kebijakan tersebut.

“Yang dilakukan Hidayatullah melalui pelatihan kepala sekolah ini sebenarnya sangat selaras dengan apa yang sekarang menjadi prioritas nasional,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi digital, lanjutnya, kini menjadi bagian penting dalam transformasi pembelajaran. Pemerintah juga terus mendorong penerapan teknologi modern, termasuk pembelajaran berbasis digital, coding, dan kecerdasan artifisial di sekolah.

Namun, transformasi tersebut tetap harus diikuti penguatan karakter dan penciptaan ekosistem satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran berkualitas.

Nunuk menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan aktor penting untuk memastikan seluruh agenda tersebut berjalan di tingkat sekolah.

“Kita melatih guru-guru, tetapi apakah kolaborasi, sinergi, dan keselarasan itu terjadi, sangat tergantung kepada kepala sekolah,” katanya.

Pendidikan Bermutu untuk Semua

Dalam kesempatan tersebut, Nunuk juga memaparkan arah pembangunan pendidikan pemerintah melalui agenda pembangunan jangka menengah 2025–2029. Pemerintah, kata dia, menempatkan pendidikan bermutu untuk semua sebagai salah satu fokus utama.

Menurutnya, pendidikan bermutu tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Seluruh warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman kepala sekolah mengenai pendidikan inklusif. Kepala sekolah harus mampu memastikan peserta didik penyandang disabilitas memperoleh hak pendidikan tanpa diskriminasi.

“Kita tidak boleh menolak peserta didik yang memiliki disabilitas. Itu juga yang harus dipahami oleh kepala sekolah,” ujarnya.

Nunuk menambahkan, pemerintah terus menjalankan berbagai program terkait peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru, kesehatan guru, pengembangan talenta, hingga penguatan manajemen sekolah.

Salah satu perhatian penting pemerintah saat ini adalah pemenuhan dan penguatan kepemimpinan sekolah. Menurut Nunuk, kebutuhan kepala sekolah masih cukup besar di berbagai daerah.

Karena itu, ia menilai program pelatihan kepemimpinan seperti yang dilakukan Hidayatullah Institute memiliki peran strategis dalam menyiapkan pemimpin pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan.

“Negara ini sangat bergantung pada kepemimpinan Bapak-Ibu, pada kepemimpinan kepala sekolah dan potensi yang Bapak-Ibu miliki,” pungkas Nunuk.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ditengah Gempa Susulan dan Cuaca Ekstrem, SAR Hidayatullah Perkuat Edukasi Evakuasi bagi Penyintas Gempa NTT

NAGEKEO (Hidayatullah.or.id) — Search & Rescue (SAR) Hidayatullah terus membersamai penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur, termasuk mereka yang...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img