
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust. KH. Naspi Arsyad, Lc., membuka seminar online bertajuk “Transformasi Digitalisasi Aset Menuju Pengelolaan Data yang Terintegrasi”, Sabtu (05/09/2026).
Seminar yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola aset dan data Hidayatullah secara terintegrasi. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB, dengan ruang pertemuan Zoom telah dibuka sejak pukul 07.00 WIB.
Dalam sambutannya, KH. Naspi Arsyad menekankan bahwa data merupakan aset strategis yang sangat penting bagi organisasi. Menurutnya, ketidakakuratan data dapat menimbulkan persoalan ketika organisasi membutuhkan angka dan informasi yang valid sebagai dasar pengambilan keputusan.
Ia mencontohkan perbedaan angka terkait jumlah anggota Hidayatullah yang pernah muncul dalam berbagai kesempatan. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya membangun sistem pendataan yang rapi, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang kita akan bahas pagi ini yaitu data,” ujar KH. Naspi.
Ia menjelaskan, data yang tersusun dengan baik akan membantu organisasi mengambil keputusan secara lebih tepat sekaligus memperkecil potensi kekeliruan.
“Kalau data itu tersusun dengan baik, pengambilan keputusan itu bisa tepat. Memperkecil potensi kekeliruan dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Data Harus Menjadi Dasar Strategi Organisasi
KH. Naspi menilai kesadaran mengelola data secara profesional, terlebih hingga melakukan digitalisasi, perlu menjadi budaya bersama di seluruh jaringan Hidayatullah.
Menurutnya, pengelolaan data tidak cukup berhenti pada pencatatan. Data harus terus diperbarui sehingga mampu menggambarkan kondisi organisasi secara aktual.
“Jangan sampai ketika ditanya soal data, jawabannya adalah data dua tahun lalu. Pokoknya ketika ditanya soal data, jawabannya adalah data saat itu. Fakta pada saat itu,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar proses digitalisasi data tidak dipandang sebagai pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sebaliknya, hal tersebut merupakan pekerjaan berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi seluruh jaringan.
“Digitalisasi data itu selesai dalam satu malam? Nggak ada. Ini kerja tahunan,” katanya.
Salah satu indikator keberhasilan sistem tersebut, lanjutnya, adalah tersedianya data yang near real time, sehingga organisasi dapat memperoleh gambaran kondisi terkini ketika dibutuhkan.

Menjadi Warisan bagi Kepengurusan Berikutnya
Lebih jauh, KH. Naspi berharap proses penataan dan digitalisasi data yang dilakukan saat ini dapat menjadi fondasi kuat bagi kepengurusan Hidayatullah pada periode berikutnya.
Ia menilai, tersedianya data yang valid mengenai anggota, kader, jaringan, DPD, amal usaha, badan usaha, peserta didik, wali murid, binaan, hingga aktivitas pengajian akan memudahkan organisasi menyusun strategi.
“Minimal satu paradigma yang harus muncul, bahwa ketika periode kita sekarang ini berjibaku menyusun data, setidaknya ini menjadi shadaqah jariyah bagi pengurus berikutnya,” ungkapnya.
Dengan sistem data yang terintegrasi, organisasi juga dapat melihat perkembangan dari waktu ke waktu, termasuk pertumbuhan anggota dan kader.
“Dengan data ini kita bisa melihat, ternyata pertumbuhan anggota kita sekian, pertumbuhan kader kita sekian. Ada apa ini? Dengan data ini ada apa?” tuturnya.
Ia berharap penguatan tata kelola data dapat membawa Hidayatullah beranjak dari pola kerja yang serba manual dan berbasis perkiraan menuju pengelolaan organisasi yang lebih profesional, terukur, dan berbasis data.
“Ini yang harus menjadi spirit dalam mengolah data,” pungkasnya.
Seminar tersebut menghadirkan Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Ust. Dr. Nanang Nopatria, M.Pd., dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Ust. Dede Heri Bakhtiar, M.M., sebagai narasumber.
Kegiatan diikuti sekretaris dan operator DPW serta DPD Hidayatullah seluruh Indonesia, sekretaris Orpen tingkat pusat, serta sekretaris amal usaha dan badan usaha tingkat pusat.
Di akhir sambutannya, KH. Naspi secara resmi membuka rangkaian upgrading dan pelatihan digitalisasi data tersebut. Ia juga meminta agar materi seminar ditindaklanjuti dengan pendampingan dan evaluasi, sehingga proses penataan serta digitalisasi data benar-benar berjalan di seluruh jaringan Hidayatullah.






