
MAGELANG (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah Student Forum (HISUF) mendorong santri MA Hidayatullah Magelang, Jawa Tengah, mempersiapkan diri menghadapi pendidikan tinggi dan kehidupan setelah lulus sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung Jumat (02/10/2026).
HISUF menjadi forum pembinaan yang membekali santri dengan wawasan tentang arah pendidikan, pengembangan diri, serta peran yang dapat diambil setelah menempuh pendidikan di sekolah.
Kepala Sekolah MA Hidayatullah Magelang, Ust. Fazlurrahman, mengatakan HISUF menjadi ruang bagi santri untuk mempersiapkan masa depan dengan memperkuat wawasan dan orientasi hidup.
“HISUF berupaya menghadirkan ruang tersebut. Santri diajak melihat masa depan dengan kesadaran yang lebih luas: kuliah perlu memiliki arah, proses belajar membutuhkan kesungguhan, dan ilmu semestinya melahirkan manfaat,” ungkapnya.
Salah seorang peserta, Hurul Imtiyah Nuraini, mengaku memperoleh perspektif baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan membantu dirinya memahami kembali arah dan tujuan hidup.
“Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti HISUF ini. HISUF membuka mindset saya lebih baik, terutama tentang hakikat hidup yang mulia. Insya Allah siap berprestasi dan berdakwah saat kuliah nanti,” ujarnya.
Peserta lainnya, Fahira, menilai HISUF memperluas pandangannya mengenai kesempatan belajar dan kontribusi di masa depan.
“HISUF membuat pandangan saya semakin luas tentang dunia, peluang belajar, dan berdedikasi di masa depan. Saya juga memahami bahwa Hidayatullah adalah wadah perjuangan. Kalau kita tekun belajar, ke depan kita bisa menciptakan perubahan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah Imam Nawawi dan Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah DIY-Jatengbagsel Muji Haryono sebagai instruktur.
Imam Nawawi mengatakan masa transisi dari sekolah menuju perguruan tinggi perlu dipersiapkan sejak dini, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga orientasi hidup dan nilai yang menjadi pegangan.
“Santri tidak menunggu kelulusan untuk mulai memikirkan masa depan. Mereka dapat mempersiapkannya dari sekarang melalui kesungguhan belajar, keluasan wawasan, keteguhan nilai, dan keberanian menentukan arah hidup,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, HISUF mendorong santri agar memiliki kesiapan menghadapi pendidikan tinggi sekaligus memahami hubungan antara ilmu, pengembangan diri, dan kontribusi di tengah masyarakat.






