AdvertisementAdvertisement

HiSuF Medan Rekrutmen Berkelanjutan Organisasi yang Strategis, Mengapa?

Content Partner

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: fuad-fahrudin.jpg

Hidayatullah Student Forum (HiSuf) merupakan ikhtiar Hidayatullah untuk mengantarkan para pelajarnya menggapai sukses di masa depan, terutama masa kuliah. Mereka diajak mengeksplorasi diri mereka sendiri, organisasi Hidayatullah, situasi perkuliahan, dan sedikit seputar situasi pasca-kuliah. Diharapkan terbentuk suatu pemahaman integratif sehingga mereka mantap dalam menapaki jalan hidup mereka. Berbagai opsi dan kejadian yang menimpa mereka akan direspons dengan penuh kesadaran.

Hal ini sangat penting agar generasi muda Hidayatullah memiliki kehidupan progresif. Selalu ada kebaikan baru dalam kehidupan mereka. Kontribusi yang mereka sumbangsihkan selalu meningkat kualitasnya.

Mereka bukan generasi yang ikut-ikutan. Apa yang menjadi tren ditelaah dengan saksama. Sisi baiknya diambil, sedangkan sisi buruknya ditinggalkan.

Mereka memiliki struktur berpikir yang relatif rapi sekaligus kokoh. Kesadaran spiritual menjadi fondasi. Ketajaman intelektualitas menjadi kerangkanya. Kepekaan emosi memberikan tambahan kekuatan sekaligus keindahan.

Oleh karena itu, HiSuf dijalankan dengan sangat dialogis. Instruktur mengajak peserta untuk berpikir sekaligus menceritakan hasil berpikirnya. Agar peserta merasa aman dan nyaman, gradasi benar-salah dibentang lebih luas. Bahwa bila tidak benar, itu tidak otomatis salah. Bisa jadi itu hanya kurang benar. Ada faktor relevansi yang sangat penting untuk ditimbang.

Di sinilah tantangan bagi instruktur. Selain menguasai materi dan metodologi, seorang instruktur HiSuf diharapkan mampu menyodorkan konteks yang kaya terhadap satu pendapat. Sehingga satu pendapat bisa ditinjau dari banyak perspektif. Benar-salah tidak lagi menjebak dan membatasi cakrawala berpikir.

Dalam hal ini, keluasan literasi instruktur ditantang. Berbagai bacaan perlu dikenali dan dipahami. Begitu pula aneka tayangan serta konten dicerna.

Instruktur yang enggan membaca akan kesulitan terlibat dalam misi besar HiSuf. Apalagi jika sang instruktur kurang terlibat dalam realitas masyarakat. Semakin apa yang disampaikannya kesulitan menggapai hati dan akal peserta.

Menjadi instruktur berarti memiliki ruang belajar kembali. Ada rihlah ilmiah. Mereka yang menyukai belajar berkemungkinan menikmati peran sebagai instruktur HiSuf.

Wallah a’lam.

FU’AD FAHRUDIN

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Hidayatullah Sumut Jajaki Sinergi dengan Kadin Medan, Kembangkan Ekonomi Berbasis Potensi Kader Muda

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Utara menjajaki kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img